Alice memasuki dapur dan hal itu membuat semua pelayan bungkam. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka seolah tidak terjadi apa-apa. Mereka semua benar-benar bermuka dua.
Keesokan harinya, Pangeran mendapat tugas untuk berdinas selama dua hari. Hal itu rupanya membuat para pelayan itu semakin berani berulah.
Saat Alice sedang memasak untuk kreasi barunya, beberapa pelayan mulai berani bergosip tentangnya.
“Yang aku dengar, Alice bisa kerja di istana karena belas kasih Pangeran. Dia tidak melewati seleksi ketat seperti kita. Jadi, menurut kalian, apa yang sudah diberikan Alice pada Pangeran?”
Mendengar itu, Alice hanya bisa menelan ludah dan membiarkan mereka bersuara sesuka hati. Walaupun tangannya terkepal kuat, tetapi dia tidak boleh membuat keributan yang nantinya akan menambah masalah.
Namun, rupanya kesabaran hati Alice berbuah manis. Anne, sang kepala pelayan tiba-tiba muncul dan membelanya.
“Apa kalian tidak punya pekerjaan selain merendahkan orang lain? Yang kalian hina bukan hanya Alice, tapi secara tidak langsung kalian juga merendahkan Pangeran, calon raja kita,” sahut Anne yang berhasil membungkam mulut para pelayan. “Kalian bisa bayangkan kalau Pangeran Erland mendengar hal ini? Mungkin lidah kalian akan digantung di depan gerbang istana sebelum kalian dimasukkan ke dalam penjara!”
Para pelayan yang semuanya wanita itu menundukkan kepala. Tentu mereka merasa takut dengan peringatan yang disampaikan Anne.
“Maafkan kami, Anne! Maafkan kami, Alice!” ucap para pelayan itu dengan kompak.
“Asal kalian tahu, Alice adalah satu-satunya pelayan yang berhasil membuat Pangeran puas dengan masakannya. Demi kebaikan dan masa depan kerajaan, lebih baik kalian diam dan biarkan Alice bekerja sesuai perintah Pangeran!”
Kejadian di dapur malam itu, rupanya menjadi bahan perbincangan rahasia di antara para pelayan. Tidak hanya pelayan bagian dapur, tetapi juga pelayan di bagian lainnya.
Informasi mengenai cara Alice diterima sebagai pelayan, juga menyebar dan itu membuat rasa iri di hati para pelayan. Mereka mulai memandang Alice dengan sebelah mata dan akhirnya Alice pun dijauhi.
Suatu ketika, saat Alice sedang sibuk memasak, seorang pelayan dengan sengaja menyenggol tubuh Alice hingga membuatnya hampir terkena tumpahan minyak panas.
Hal itu rupanya diketahui oleh Anne, dan membuatnya berteriak, “Apa yang kamu lakukan?”
Alice tidak mau membuat keributan. Dia sudah banyak dibenci, sehingga dia tidak mau kalau sampai Anne menghukum pelayan itu dan membuatnya semakin dibenci.
“Anne, ini tidak sengaja. Aku tidak apa-apa kok, tolong jangan hukum dia!” sela Alice dengan mata memerah menahan tangis.
Pelayan itu pun meminta maaf dan mengatakan bahwa ini bukanlah sebuah kesengajaan. Karena Alice juga terus memohon, Anne pun melepaskan pelayan itu.
Setelah kejadian itu, Alice berjalan menuju ke ruangan Pangeran Erland membawa makanan seperti biasa. Tanpa sengaja dia berpapasan dengan pelayan lain yang kebetulan lewat.
Alice menundukkan kepala sembari tersenyum, menyapa teman kerjanya itu dengan santun. Sayangnya, mereka malah membuang muka dan pura-pura tidak melihat keberadaan Alice.
“Jadi dia pelayan spesial itu?” bisik salah seorang pelayan.
Alice menghentikan langkah dan menajamkan telinga.
“Iya, pelayan yang bercita-cita menjadi selir!” balas yang lainnya dengan berbisik juga.
Mata Alice memerah menahan amarah dan tangis. Dia tidak serendah yang mereka katakan, tetapi Alice juga tidak punya bukti untuk menyangkal. Jadi, lebih baik diam dan biarkan waktu yang akan membuktikan karakternya seperti apa.
Pangeran menangkap sesuatu yang janggal dari tatapan Alice. Namun, karena sikap dinginnya, laki-laki itu tidak mau menanyakan apa-apa pada Alice dan membiarkannya meski sesekali tertangkap matanya Alice sedang melamun.
Usai makan malam, Pangeran memanggil asistennya untuk menyelidiki apa yang terjadi pada Alice. Sampai akhirnya, sang asisten melaporkan kejadian di dapur yang membuat Alice dijauhi oleh para pelayan.
Mendengar hal itu, hati sang pangeran terasa berdesir. Dia mengepalkan tangan dengan mata merah menyala, lalu menggebrak meja dengan kuat. Sang asisten sampai tersentak kaget karena ulah calon raja itu.
“Panggil Anne ke sini!” perintah Pangeran Erland yang terlanjur tersulut api emosi.
Begitu Anne dibawa ke ruangannya. Dia langsung memarahi kepala pelayannya itu yang tidak becus mengatur para pelayan.
“Kamu harus tegur mereka semua, Anne. Jaga sikap dan jangan berkomentar macam-macam mengenaiku dan Alice. Kalau tidak, mereka semua akan dipecat dan dihukum sesuai aturan kerajaan! Terutama pelayan yang sudah membuat Alice hampir terkena tumpahan minyak!”
Anne menundukkan kepala dan mendengarkan baik-baik Pangeran yang sedang dikuasai amarah. Wajar saja calon raja itu marah, karena pelayan itu juga menyinggung Pangeran Erland karena bertindak tidak adil.
“Katakan pada mereka semua. Mulai hari ini, Alice adalah pelayan pribadiku. Karena masakan Alice, aku bisa kembali merasakan indra perasaku, dan menikmati setiap masakannya tanpa rasa khawatir. Kalau ada yang keberatan, suruh mereka langsung menghadapku! Jangan memusuhi Alice!”
Anne tampak terkejut dengan pengakuan Pangeran Erland. Dia yang paling tahu tentang kelainan Erland yang di masa kecil pernah mendapatkan racun hingga lidahnya tidak bisa berfungsi.
Namun, meski begitu, Anne tetap patuh pada perintah Pangeran. Dia segera mengumumkan pada semua pelayan bahwa mulai saat ini, Alice adalah pelayan pribadi Pangeran Erland.
“Kalau kalian keberatan, kalian bisa protes langsung pada Pangeran,” kata Anne mengakhiri pengumumannya.
Para pelayan tidak ada yang berani berkomentar. Mereka semua diam sepenuhnya tanpa berani menatap Alice. Mereka memang harus menundukkan kepala karena sebagai pelayan pribadi putra mahkota, jabatan Alice jauh lebih tinggi di atas mereka.
Mendengar pengumuman yang disampaikan Anne, alice merasa kaget sekaligus terharu. Dia sangat bahagia karena jabatan itu artinya sang pangeran mengapresiasi kemampuannya dalam memasak.
Sebagai rasa terima kasih pada Pangeran Erland, malam ini Alice memasakkan makanan yang sangat spesial. Dia juga terus tersenyum saat menyajikan masakannya pada sang pangeran, membuat pangeran muda itu mencuri-curi pandang sambil menahan senyum.
Begitu Pangeran menyelesaikan suapan terakhirnya, Alice langsung sigap mengambilkan tisu dan berkata, “Terima kasih banyak, Pangeran, sudah membela saya. Saya janji akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan Pangeran!”
Alice menundukkan kepala dan Pangeran Erland terlihat tersenyum sesaat sebelum kembali bersikap biasa saja saat kepala Alice kembali terangkat.
“Ya, tidak masalah. Sekarang tunjukkan saja kemampuanmu sebagai pelayan pribadi,” balas Pangeran yang kemudian bangkit dari tempatnya makan.
“Baik, Pangeran!” sahut Alice dengan sigap dan penuh semangat.
Alice dengan cepat membersihkan meja makan Pangeran, tidak mau kalau Pangeran Erland menunggunya terlalu lama. Hal itu membuat Pangeran Erland merasa gemas dan ingin sedikit mengerjai pelayan pribadinya itu. Hingga akhirnya sang pangeran meminta Alice untuk ikut ke kamarnya.
Tanpa curiga sama sekali, Alice menurut dan ikut masuk ke kamar Pangeran. Dia berusaha bersikap tenang meski jantungnya ingin meloncat rasanya.
“Sekarang bantu aku membersihkan diri, Alice!” kata Pangeran yang saat ini berdiri dengan posisi membelakangi Alice.
Alice terkesiap dan wajahnya pun merah padam seketika. Di saat itulah, Pangeran berbalik badan untuk melihat ekspresi terkejut dari Alice yang menurutnya lucu dan sangat manis.
Pangeran berusaha menahan tawa, dan hendak berkata bahwa dia bercanda, tetapi Alice dengan cepat dan sigap kembali menjawab, “Baik, Pangeran!”
Niat hati ingin mengerjai Alice, tetapi malah jantung Pangeran berpacu dengan cepat karena ulahnya sendiri. Rupanya, jawaban Alice di luar prediksi dan sekarang dia kebingungan sendiri.
Apakah Alice akan benar-benar melakukannya?
***
Gimana gaess, mau gantiin Alice nggak? Kembang kopinya dulu yak, buat hari ini spesial aku kasih 4 bab 🤭🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Ney 🐌
🤭🤭🤭🤭
2024-01-08
0
Pia Palinrungi
bener gak nihh pangeran mau dimandiin😅😅😅😅
2023-12-15
0
Abie Mas
nah pangeran mau coba2
2023-09-07
0