Raja menggelengkan kepala untuk menghalau pikirannya yang tidak-tidak. Dia pikir, mungkin dirinya hanya salah mengira dan membiarkannya berlalu.
Pada malam harinya, Raja dan Pangeran akhirnya menyantap makan malam bersama setelah beberapa lama tidak melalukannya. Sebagai seorang pelayan pribadi, Alice tentu harus tetap mengikuti dan mendampingi Pangeran Erland di ruang makan.
Sepanjang acara makan malam, Raja terlihat begitu bangga dengan Pangeran Erland. Mereka tampak membahas rencana kegiatan, dan juga beberapa kegiatan yang sudah Pangeran lalui.
Namun, di tengah-tengah makan, Raja menangkap sosok yang berdiri di pinggir ruang makan itu. Jadi, saat ini mereka makan di sebuah aula kecil yang disulap menjadi ruang makan. Para pengawal dan juga palayan menunggu di tepi aula, termasuk Alice.
Kening Raja berkerut saat melihat Alice. Dia tiba-tiba teringat dengan sosok pengawal Pangeran Erland yang terlihat mungil dan gemulai tadi.
Kecurigaan Raja semakin meningkat. Ada perasaan buruk yang bergelaut di dalam hatinya, tetapi Raja tetap menjaga ekspresinya dan tidak berkata apa-apa.
“Pangeran, apakah kamu sudah bisa merasakan rasa makanan ini?” tanya Raja saat mereka sudah menyelesaikan makanan mereka.
Pangeran Erland mengangguk dan mengulas senyum. Semenjak bertemu dengan Alice, lidahnya yang dulu mati rasa, seakan-akan mulai sembuh secara perlahan.
Tidak hanya masakan Alice saja, tetapi Pangeran Erland juga sudah mulai bisa merasakan makanan lain yang bukan masakan Alice. Namun, rasanya tidak sekuat makanan yang dimasak kekasihnya itu.
“Iya, Ayah. Sekarang Ayah tidak perlu khawatir karena trauma itu perlahan akan sembuh, dan aku akan menjadi Raja yang tidak memiliki kekurangan apa pun,” jawab Pangeran Erland dengan percaya diri.
Raja tentu ikut bahagia dan sekali lagi merasa bangga dengan putranya itu. Lalu, Raja pun mengajak Pangeran Erland untuk bersulang dan kembali berbincang-bincang.
**
Setelah selesai makan malam, Alice mengikuti Pangeran ke kamarnya untuk menyiapkan pakaian tidur. Pangeran dan gadis itu masih bersikap seperti biasa saat mereka menuju kamar Pangeran.
Namun, begitu tiba di kamar pribadi Pangeran. Laki-laki itu langsung menyergap Alice dari belakang dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di leher dan pipi Alice.
“Aku merindukanmu!” bisik Pangeran Erland pada sang kekasih yang tengah menyiapkan pakaiannya.
Meski sudah biasa diperlakukan manis oleh Pangeran, tetap saja perasaab Alice selalu tidak karuan. Hatinya seakan melompat dan kepalanya dipenuhi bunga-bunga saat Pangeran Erland mencurahkan perasaannya.
“Bukankah kita sudah bersama seharian, Yang Mulia? Kenapa Yang Mulia masih saja rindu?” tanya Alice dengan senyum malu-malu.
Wanita mana yang tidak akan terbang saat berada di dekat laki-laki tampan seperti Pangeran Erland?
Setiap kali berduaan dengan kekasih hatinya itu, Alice seolah lupa dengan nasihat yang pernah diberikan Anne. Dia terbuai dengan manisnya asmara, tanpa menyadari dampak besar yang akan terjadi setelah semua yang disembunyikan ini terungkap.
“Aku merasa masih kurang. Harusnya kita bisa bermesraan saat makan malam. Tapi karena ayahku, kita jadi tidak bisa melakukannya!” keluh Pangeran dengan wajah ditekuk.
Alice berbalik badan dan memberanikan diri untuk mengecup pipi Pangeran. “Yang Mulia, masih ada hari esok. Sekarang, berganti bajulah supaya aku bisa segera istirahat!”
Pangeran Erland mendekatkan wajahnya pada Alice hingga hidung mereka yang mancung, bisa saling menyentuh. “Kamu berani memerintahku? Kamu juga berani bicara tidak formal dengan pangeranmu, Alice?” goda Sang Pangeran yang kemudian memikirkan hal licik.
Alice tak sempat membantah karena tiba-tiba Pangeran melayangkan protes. Namun, laki-laki malah menyerbu bibirnya dan membuat Alice kembali merasakan nikmatnya bibir Pangeran. Sampai akhirnya, Pangeran mengambil pakaiannya dengan cepat, dan pergi ke kamar mandi dengan cepat sembari menahan tawa.
Alice kecolongan lagi. Bibirnya kembali dicuri diam-diam oleh Pangeran, tetapi dia sendiri malah merasa bahagia.
Pada akhirnya, Pangeran tetap menghukum Alice dengan tidur di kamarnya. Laki-laki itu memandangi wajah Alice yang terbaring di sampingnya dengan rambut tergerai.
“Kenapa saya dihukum, Yang Mulia?” protes Alice sembari memainkan jemarinya di dada Pangeran yang sedikit terbuka.
“Karena kamu sudah membuat pikiranku lelah,” jawab Pangeran sambil menggesekkan wajahnya ke leher Alice.
Alice mengerutkan kening. Dia khawatir jika Pangeran sedang menghadapi masalah karena dirinya.
“Ada apa, Yang Mulia?” Wajah Alice terlihat sangat serius. Dia takut jika hubungan mereka sudah diketahui Raja atau orang lain.
“Nggak ada apa-apa. Aku hanya lelah melihatmu berlari-lari di kepalaku,” jawab Pangeran yang kemudian diikuti suara tawa yang sangat lirih.
Melihat wajah Alice yang kini berubah kesal, Pangeran pun kembali mencium bibir itu. Tak hanya ciuman, tangannya juga bergerak liar memainkan dada Alice yang terasa kenyal.
Alice tidak munafik. Dia merasakan sensasi lain setiap kali Pangeran menyentuh area seensitifnya dan gadis itu menikmatinya. Namun, saat tangan Pangeran menyusup ke balik rok dan menyentuh kulit pahanya, Alice langsung menahannya.
Wanita itu melepas paksa ciuman Pangeran dan berkata, “Jangan sekarang, Pangeran!”
Pangeran menangkap rasa takut di wajah Alice. Dengan napasnya yang ngos-ngosan, Pangeran pun membalas, “Aku tidak akan melakukannya sekarang, Alice. Aku akan menunggu sampai kamu menjadi istriku.”
Pangeran Erland menarik tangannya dari paha Alice dan mencium keningnya. “Sekarang tidurlah!”
**
Setelah bertemu dengan Sang Putra Mahkota, Raja memanggil kepala pelayannya yang disebut Butler. Dia meminta Butler untuk mengamati keadaan di istana pangeran.
“Selidiki apa pun yang terlihat mencurigakan di istana pangeran tanpa menimbulkan kecurigaan!” titah Sang Raja dengan raut muka cemas.
Melihat ekspresi wajah Raja yang seperti itu, Butler pun bertanya, “Kenapa tiba-tiba Baginda Raja ingin melakukan penyelidikan diam-diam? Apakah ada sesuatu yang mencurigakan tentang Pangeran?”
Raja mendeesahkan napas kasar sebelum akhirnya menjawab, “Aku melihat pelayan pribadi Pangeran yang tampak mencurigakan. Dia sangat mirip dengan pengawal tadi sore yang dibawa Pangeran pergi ke panti jompo. Entah mengapa ada firasat aneh dalam hatiku tentang pelayan itu.”
Butler pun mengerti tentang kegelisahan rajanya. Dia pun membalas perintah Raja dengan berkata, “Baiklah, Baginda! Saya akan melaporkan apa pun yang mencurigakan di istana Pangeran Erland.”
***
Untung ya Pangeran bisa direm, kalau gak nanti diomelin emak emak readers kan 🤣🤣
Kembang kopinya jangan lupa yaa gaes, kalau nanti aku dapat 100 vote dan 100 komen, aku update lagi wkkk🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Ney 🐌
waduhhh raja udh mulai curiga
2024-01-08
0
anonim
nah loh sang Raja sdh mencurigai Pangeran
2024-01-07
0
Fhita Iftha
semoga tidak ketahuan Raja ya
2023-12-17
0