Surat Cerai

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Ceklek...

Naya membuka pintu kamarnya.

" Mama, mama ke sini, ada apa ma?. " seru Naya, jujur Naya sangat senang karena mama mertuanya datang.

Rita tak menyahut, wanita yang sudah berumur itu melenggang masuk dengan melewati Naya begitu saja.

Naya membiarkan saja mama mertuanya masuk, Naya hanya berharap semoga saja kedatangan mama mertuanya ke sini sebagai kode jika Arland ingin dirinya datang ke rumah sakit lagi.

Dengan gayanya yang elegant Rita mulai duduk di ranjang kasur, lalu tak lama kemudian wanita yang berumur itu meletakkan sebuah map dengan sebuah bolpoin di sana.

" Mama, ada apa ma?, dan... " Naya tak melanjutkan kalimatnya.

Naya memperhatikan map itu, map apakah ini, mengapa mama mertuanya membawa sebuah map tanpa ada keterangannya.

" Ma, ini map?. " tanya Naya.

" Seperti yang kamu lihat. " sahut Rita.

Naya tak mengerti apa maksud mamanya, apakah mamanya datang ke kamarnya hanya untuk memberikan sebuah map.

" Ma, apa mas Arland menyuruh Naya untuk datang ke rumah sakit?. " sebenarnya Naya iseng saja menanyakan hal ini.

" Menyuruhmu ke rumah sakit?, jangan harap, itu tidak akan. " seperti orang yang mengutuk ucapan orang lain, itulah raut yang ditunjukkan Rita.

Naya terdiam, betapa sangat jelas raut kebencian ditunjukkan oleh mama mertuanya, sebegitu bencinya kah mama mertuanya padanya seolah dirinya ini adalah makhluk yang hina yang tak pantas untuk siapapun.

" Kenapa kamu masih diam saja?, cepat tanda tangani surat yang ada di map itu. " perintah Rita.

Lagi-lagi Naya diam, tentu saja kali ini Naya merasa bingung, memangnya surat apa yang harus dirinya tanda tangani.

" Menandatangani surat ma?, surat apa yang harus Naya tanda tangani?. " sahut Naya bingung karena Naya merasa tak ada hal penting maupun perjanjian apapun yang harus dirinya sepakati.

" Kamu ini masih bertanya, cepat ambil surat yang ada di map itu dan tanda tangani suratnya cepat... " semakin ke sini Rita menjadi semakin kesal pada Naya.

Naya tak paham surat apa yang harus dirinya tanda tangani, karena sudah merasa bingung dan juga sangat penasaran, Naya pun memutuskan untuk meraih map yang tergeletak di kasurnya itu.

Naya mulai membuka mapnya, dan hal pertama yang dirinya dapati setelah membuka mapnya adalah lembaran surat yang tulisannya diawali dengan susunan huruf tebal.

Deg...

Dalam seketika dada Naya menjadi bergemuruh, Naya sangat tersentak kala membaca judul dari suratnya.

Dengan berusaha untuk tetap tenang Naya ingin lanjut membaca susunan setiap kata berikutnya.

Rita tersenyum melihat reaksi Naya, pasti setelah ini Naya benar-benar hancur. Sungguh Rita sangat bahagia karena ketika Naya telah berhasil pergi dari rumah ini maka penghalang terbesarnya untuk mendapatkan kekayaan Arland telah benar enyah.

Dengan masih memegang suratnya, kedua tangan Naya jadi bergetar. Tubuh Naya seolah luruh setelah mengetahui apa isi suratnya, bahkan di surat yang masih belum dirinya lepas ini juga sudah tertera tanda tangan milik suaminya.

" Bagaimana?, kamu sudah membaca semuanya Nay?. " dengan tersenyum lebar Rita sangat ingin mendengar bagaimana tanggapan Naya.

" Ma, i-ini surat cerai ma?. " dengan nadanya yang bergetar Naya menanyakan isi suratnya.

" Seperti yang sudah kamu lihat dan kamu baca, di sana kan juga sudah ada tanda tangan Arland, jadi tinggal kamu saja yang belum tanda tangan. " jelas Rita karena surat cerai itu memang untuk menceraikan Naya.

Kedua bola mata indah itu telah dipenuhi oleh genangan cairan bening, bahkan mungkin sebentar lagi cairan bening itu sudah akan terjatuh.

" Bagaimana?, sekarang kamu tanda tangani surat cerai itu, Arland sudah tanda tangan jadi tinggal kamu saja yang belum, cepat tanda tangan. " Rita sangat ingin agar Naya segera menandatangani surat perceraiannya dengan Arland, karena dengan begitu salah satu penghalang besarnya sudah tersingkirkan.

Dan benar saja, air matanya kembali terjatuh, mungkin selalu saja ada kesempatan bagi air mata Naya untuk tumpah, seolah tak pernah usai, lagi-lagi Naya harus kembali menangis.

" Malah nangis anak ini, ayo cepat tanda tangani surat perceraiannya Nay. " sentak Rita dengan nadanya yang lebih tinggi.

" Tidak, tidak mungkin ma hiks... tidak mungkin mas Arland menceraikan Naya, mas Arland kan tidak tahu kalau sudah memiliki seorang istri hiks... jadi bagaimana mungkin mas Arland membuat surat perceraian ini hiks... hiks...?. " dengan berderai air mata Naya menolaknya.

Sontak Rita pun jadi berdiri, Rita sudah teramat sangat kesal pada Naya.

" Kamu ini bodoh atau bagaimana?, kamu sendiri yang mengaku kalau kamu adalah istri Arland, Arland itu amnesia, dia tidak sudi punya istri seperti kamu, itulah kenapa surat perceraian ini bisa ada karena Arland ingin menceraikan kamu. " dengan membabi-buta Rita mengatakan semuanya.

Semakin deraslah air mata Naya, apa yang terjadi di malam ini seperti sebuah bom yang seolah merusak semuanya, merusak semua kepercayaannya pada suaminya Arland. Ini sungguh menyakitkan, benar-benar sangat menyakitkan.

Tidak, ini tidak mungkin, sangat sulit bagi Naya untuk menerima semua kenyataan ini. Suaminya Arland adalah orang yang sangat mencintainya, jadi bagaimana mungkin Arland dengan begitu mudahnya menceraikannya.

" Ayo cepat tanda tangan, ini bolpoinnya. " Rita langsung saja memasukkan pena itu di jemari Naya.

" Ayo cepat tanda tangan, mau tanda tangan saja kamu repot, dasar tidak berguna. " Rita memaksa Naya agar mau menandatangani surat perceraiannya.

" Naya tidak mau ma, mas Arland hanya sedang lupa ingatan hiks... Naya tidak mau bercerai dengan mas Arland ma hiks... " Naya menarik paksa tangannya dari cengkraman mamanya.

Dan benar saja, surat perceraiannya bersama penanya itu pun jadi terjatuh.

" Dasar kamu ya... plakkk... "

" Akh... "

Sebuah tamparan yang teramat sangat keras telah Rita layangkan di pipi kiri Naya. Hampir saja Naya terjatuh, tapi syukurknya Naya masih bisa menahan tubuhnya agar tak tumbang.

Dengan secepat kilat Rita memungut surat perceraian dan penanya. Rita ingin malam ini juga Naya menandatangani surat perceraiannya dengan Arland.

" Dasar wanita tidak tahu diri, Arland itu sudah tidak menginginkan kamu sebagai istrinya, Arland tidak sudi jika kamu tinggal di rumah ini, cepat tanda tangani surat cerai ini Naya. " keadaan membuat Rita menjadi marah dan semakin marah.

Kekesalan dan kemarahan Rita pada Naya sudah berada di ujung kepalanya, dan saat ini Rita menarik paksa tubuh Naya hingga tubuh itu terseret ke kasur.

" Ayo, tanda tangan di sini, cepat tanda tangan. " Rita kembali memaksa tangan Naya agar menandatangani surat cerainya.

Penolakan pun tak bisa menggagalkan semuanya, bahkan air matanya yang terus mengalir tak membuat mama mertuanya menjadi iba.

Naya sudah pasrah, dengan terpaksa dirinya harus menandatangani surat perceraiannya, entah apakah surat ini asli atau hanya sebuah rekayasa Naya sama sekali tak tahu hal itu, namun yang pasti saat ini pernikahannya dengan suaminya Arland telah berakhir.

" Anak pintar, seharusnya memang dari tadi kamu menandatangani surat ini, jadi dengan begitu kamu tidak perlu ditampar. " senyum sumringah sangat nampak jelas di kedua sudut bibir Rita.

Rita sangat senang karena akhirnya tujuannya untuk memisahkan Arland dengan Naya telah berhasil.

" Malam ini kamu sudah harus mengemasi semua barang-barangmu, pokoknya besok pagi kamu sudah harus pergi dari rumah ini. "

" Ini perintah Arland, Arland sangat tidak sudi jika rumahnya dihuni oleh wanita miskin seperti kamu. " dan usai mengucapkan kalimatnya yang mengandung nada penghinaan itu, Rita pun dengan begitu entengnya langsung melenggang pergi.

Seperti orang yang tak punya hati, mungkin kalimat itu sangat cocok disematkan pada seorang Rita.

Naya yang diperlakukan seperti ini hanya bisa menangis dan menangis. Hancur sudah, semuanya telah benar-benar hancur.

Bisa menjalani biduk rumah tangga bersama orang yang dicintainya sesuai dengan yang diharapkan selama ini ternyata telah kandas. Naya sangat tak menyangka jika rumah tangganya yang masih baru seumuran jagung ini harus berakhir dengan cara seperti ini.

Bersambung..........

❤❤❤❤❤

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Hmmmmm... paling gregetan dehhh dengan tokoh antagonis yg keterlaluan kaya gtu 😡

2024-01-29

2

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis
2 Tuan Arland Sedang Kritis
3 Setelah Seminggu Berlalu
4 Arland Sadar
5 Kamu Siapa?
6 Menikahi Karena Kasihan
7 Wanita Gila
8 Surat Cerai
9 Pergi Dari Rumah
10 Baju Siapa Ini?
11 Memutuskan Berpindah
12 Seperti Nyonya Naya
13 Wanita Murahan
14 Perut Naya Sakit
15 Arta Putra Arland
16 Enam Tahun Telah Berlalu
17 Anak Haram
18 Sangat Mirip Dengannya
19 Bekerja Yang Lain
20 Kasihan Bunda
21 Menjadi Asisten Rumah Tangga
22 Penggantinya Bi Sima?
23 Naya
24 Kenapa Kamu Tega Nay?
25 Ingin Memberi Pelajaran Pada Naya
26 Naya, Ini Benar Kamu?
27 Aku Bukan Suamimu Lagi
28 Terikat Kontrak
29 Menguntungkan Sepihak
30 Merahasiakannya
31 Buka Bajumu
32 Temani Aku Mandi (21+)
33 Mandi Bersama (21+)
34 Jadi Bersikap Baik
35 Merasa Cemburu
36 Seperti Tahanan
37 Kedatangan Sandra
38 Rencana Licik Sandra
39 Terkejut Karena Uang
40 Arta Adalah Anakku
41 Hanyalah Mimpi
42 Siapa Anak Kecil Itu?
43 Disuruh Kembali Bekerja
44 Dia Pembantuku
45 Memiliki Seorang Anak
46 Merasa Tak Terima
47 Bekerja Harus Profesional
48 Om Ganteng
49 Pergi Ke Mall
50 Belanja Baju
51 Tamu Tak Diundang
52 Tukang Drama Yang Handal
53 Pekerjaan Yang Lebih Ringan
54 Hanya Seminggu
55 Mirip Tuan Arland
56 Cerita Dari Pak Rahmat
57 Kekhawatiran Naya
58 Kekhawatiran Naya 2
59 Obat Perangsang
60 Maafkan Aku (21+)
61 Noda Merah (21+)
62 Om Ayahnya Arta Ya?
63 Kedatangan Arland
64 Kemarahan Aini
65 Masih Trauma
66 Biang Keroknya
67 Serangan Arland
68 Hukuman Dari Arland
69 Hukuman Dari Arland 2
70 Pergi?
71 Bertemu Nenek Tua
72 Menemukan Lokasinya
73 Suara Ketukan Pintu
74 Arland Yang Datang
75 Pengakuan Arland
76 Ikut Ke Pasar
77 Di Mana Arta
78 Hilangnya Arta
79 Bersama Ayah
80 Bersama Ayah 2
81 Kamu Jahat Mas
82 Hidup Bersama Lagi
83 Bunda
84 Berkumpul Bersama
85 Tidak Akan Pernah Bisa Pergi
86 Mandi Bersama
87 Tamu Di Pagi Hari
88 Aku Sudah Memiliki Istri
89 Dia Istriku Bukan Pembantuku
90 Pengakuan Arta
91 Kamar Pribadi Arta
92 Setelah Kita Menikah Kembali
93 Lebih Bahagia ( Finish )
94 Kelesuan Arta (Bonus)
95 Wanita Pelakor (Bonus)
96 Aku Ingin Pisah Mas ( Bonus )
97 Hal Yang Tidak Sopan ( Bonus )
98 Berhasratt ( Bonus )
99 Tenggelam Juga 21+ ( Bonus )
100 Wanita Yang Sangat Beruntung ( Bonus )
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Dua Garis
2
Tuan Arland Sedang Kritis
3
Setelah Seminggu Berlalu
4
Arland Sadar
5
Kamu Siapa?
6
Menikahi Karena Kasihan
7
Wanita Gila
8
Surat Cerai
9
Pergi Dari Rumah
10
Baju Siapa Ini?
11
Memutuskan Berpindah
12
Seperti Nyonya Naya
13
Wanita Murahan
14
Perut Naya Sakit
15
Arta Putra Arland
16
Enam Tahun Telah Berlalu
17
Anak Haram
18
Sangat Mirip Dengannya
19
Bekerja Yang Lain
20
Kasihan Bunda
21
Menjadi Asisten Rumah Tangga
22
Penggantinya Bi Sima?
23
Naya
24
Kenapa Kamu Tega Nay?
25
Ingin Memberi Pelajaran Pada Naya
26
Naya, Ini Benar Kamu?
27
Aku Bukan Suamimu Lagi
28
Terikat Kontrak
29
Menguntungkan Sepihak
30
Merahasiakannya
31
Buka Bajumu
32
Temani Aku Mandi (21+)
33
Mandi Bersama (21+)
34
Jadi Bersikap Baik
35
Merasa Cemburu
36
Seperti Tahanan
37
Kedatangan Sandra
38
Rencana Licik Sandra
39
Terkejut Karena Uang
40
Arta Adalah Anakku
41
Hanyalah Mimpi
42
Siapa Anak Kecil Itu?
43
Disuruh Kembali Bekerja
44
Dia Pembantuku
45
Memiliki Seorang Anak
46
Merasa Tak Terima
47
Bekerja Harus Profesional
48
Om Ganteng
49
Pergi Ke Mall
50
Belanja Baju
51
Tamu Tak Diundang
52
Tukang Drama Yang Handal
53
Pekerjaan Yang Lebih Ringan
54
Hanya Seminggu
55
Mirip Tuan Arland
56
Cerita Dari Pak Rahmat
57
Kekhawatiran Naya
58
Kekhawatiran Naya 2
59
Obat Perangsang
60
Maafkan Aku (21+)
61
Noda Merah (21+)
62
Om Ayahnya Arta Ya?
63
Kedatangan Arland
64
Kemarahan Aini
65
Masih Trauma
66
Biang Keroknya
67
Serangan Arland
68
Hukuman Dari Arland
69
Hukuman Dari Arland 2
70
Pergi?
71
Bertemu Nenek Tua
72
Menemukan Lokasinya
73
Suara Ketukan Pintu
74
Arland Yang Datang
75
Pengakuan Arland
76
Ikut Ke Pasar
77
Di Mana Arta
78
Hilangnya Arta
79
Bersama Ayah
80
Bersama Ayah 2
81
Kamu Jahat Mas
82
Hidup Bersama Lagi
83
Bunda
84
Berkumpul Bersama
85
Tidak Akan Pernah Bisa Pergi
86
Mandi Bersama
87
Tamu Di Pagi Hari
88
Aku Sudah Memiliki Istri
89
Dia Istriku Bukan Pembantuku
90
Pengakuan Arta
91
Kamar Pribadi Arta
92
Setelah Kita Menikah Kembali
93
Lebih Bahagia ( Finish )
94
Kelesuan Arta (Bonus)
95
Wanita Pelakor (Bonus)
96
Aku Ingin Pisah Mas ( Bonus )
97
Hal Yang Tidak Sopan ( Bonus )
98
Berhasratt ( Bonus )
99
Tenggelam Juga 21+ ( Bonus )
100
Wanita Yang Sangat Beruntung ( Bonus )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!