Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Perasaannya sudah harap-harap cemas, meski hal yang akan disampaikan oleh dokter sudah pasti kurang begitu baik, setidaknya dokter masih akan memberi jalan yang bisa memberi harapan baik.
" Bagaimana dok?, apa suami saya ingatannya bisa kembali pulih?. " seru Naya.
Kini, di ruangan pribadi dokter Ridwan, Naya bersama mama mertua dan juga adik iparnya berada.
Naya sangat berharap jika dokter Ridwan masih bisa memberi jalan untuk kesembuhan Arland suaminya.
" Bagaimana dok?, suami saya benar amnesia?, apa amnesianya lama dok?. " seru Naya lagi.
Mendengar pertanyaan nyonya Nayanya membuat sang dokter Ridwan jadi menghela napasnya.
" Suami saya masih bisa sembuh kan dok?. " tanya Naya.
" Ya ampun Nay, kamu ini cerewet sekali, sabar sedikit kenapa sih?, heran. " ucap Rita.
" Iya, sabar sedikit kenapa sih?, ujung-ujungnya dokter Ridwan akan bicara juga. " timpal Mika juga.
Rita dan Mika tak suka dengan sikap Naya, sepasang ibu dengan putrinya itu tak peduli akan bagaimana khawatirnya Naya.
" Begini nyonya, karena kecelakaan brutal itu membuat tuan Arland mengalami benturan keras di kepalanya hingga berkali-kali, dan dari benturan itu membuat tuan Arland kehilangan sebagian ingatannya. " jelas dokter Ridwan.
Baru satu penjelasan yang diterangkan oleh dokter Ridwan sudah sangat membuat hati Naya jadi ketar - ketir.
" Ada sebagian dari ingatan tuan Arland yang telah berlalu yang sudah hilang, dan dari hasil pemeriksaan yang saya dapatkan tuan Arland tidak mengalami amnesia permanen, jadi masih ada kemungkinan jika ingatan tuan Arland masih bisa kembali pulih. " terang dokter Ridwan.
" Benarkah itu dokter?, jadi ingatan suami saya masih bisa kembali pulih?. " Naya merasa sangat senang, setidaknya dengan kabar ini masih ada secercah harapan untuk suaminya bisa kembali ingatannya.
" Kemungkinan besar iya nyonya, tapi itu tidak bisa diprediksi, ingatan tuan Arland bisa kembali pulih dengan cepat bisa juga lama, semua itu tidak bisa dipastikan kapan kiranya bagi tuan Arland untuk mendapatkan ingatannya kembali. " sahut dokter Ridwan karena memang seperti itulah adanya.
" Tapi intinya ingatan suami saya bisa kembali kan dok?. " Naya ingin memastikan jika ingatan suaminya benar akan pulih.
Dokter Ridwan jadi terdiam, dokter Ridwan hanya merasa sangat iba pada nyonya Nayanya, sangat terlihat jelas bagaimana nyonya Nayanya sangat berharap agar suaminya tuan Arland bisa mengingatnya kembali.
" Maafkan saya nyonya, kemungkinan ingatan tuan Arland memang bisa kembali pulih, tapi kapan itu saya tidak bisa memastikannya. " sahut dokter Ridwan namun kali ini dengan berat hati.
Lagi, jawaban yang tak pasti lah yang diberikan dokter Ridwan. Naya sudah tak mengerti dengan keadaan ini. Mungkin langkah terbaik yang bisa dirinya lakukan yaitu harus pasrah pada Tuhan, bagaimana baiknya hidup dirinya, dirinya hanya bisa berusaha, termasuk apakah ingatan suaminya Arland bisa kembali pulih mungkin harus dengan diberi pancingan-pancingan yang membuat ingatan suaminya bisa kembali.
" Tapi nyonya Naya jangan berputus-asa, masih sangat besar kemungkinan tuan Arland bisa mendapatkan ingatannya kembali, selain itu kita juga bisa memberikan stimulasi-stimulasi agar tuan Arland bisa ingat kembali. " lanjut dokter Ridwan karena cara seperti ini akan sangat membantu pemulihan ingatan tuan Arland.
" Iya dok terima kasih, itulah rencana saya, saya akan berusaha membantu mas Arland agar mengingat masa lalunya yang telah hilang. " sahut Naya, Naya merasa yakin dengan keputusannya.
" Bagus nyonya, itu bagus, tapi nyonya Naya harus hati-hati melakukannya, jangan sampai terlalu memaksa tuan Arland, itu bisa berakibat kurang baik nyonya. " sahut dokter Ridwan dengan nasihatnya.
Naya mengangguk paham, ternyata memang benar masih ada secercah harapan, tak mengapa jika suaminya Arland untuk saat ini tak mengingatnya, perlahan namun pasti Naya yakin suaminya itu akan bisa mengingat dirinya lagi.
Jika Naya merasa masih ada harapan untuk untuk membuat ingatan Arland kembali pulih maka itu tak berlaku bagi Rita dan Mika, terutama Rita.
Rita merasa sangat khawatir jika Arland malah kembali mendapatkan ingatannya lagi, sudah sangat bagus jika Arland amnesia, bahkan lebih bagus amnesia untuk selamanya. Tapi jika Naya berencana untuk melakukan cara apapun agar ingatan Arland bisa kembali bukan tak mungkin jika ingatan Arland benar akan kembali.
Bagi Rita ini hal yang sangat mengkhawatirkan, bisa-bisa rencananya untuk mendapatkan kekayaan keluarga Ambrose bisa kembali gagal.
" Kalau begitu terima kasih dokter, kami harus keluar dulu. " seru Rita tiba-tiba.
Naya menatap mama mertuanya, sepertinya dokter Ridwan masih belum selesai berbicara, tapi mama mertuanya sudah memutuskan untuk keluar.
" Naya, Mika, ayo kita keluar " ajak Rita.
Naya cukup terheran yang mendengarnya, benarkah ini, mama mertuanya mengajaknya untuk ikut.
" Kenapa kamu masih duduk Nay?, ayo ikut keluar. " seru Rita.
" Iya ma. " dengan sedikit tergesa-gesa Naya bangkit dari duduknya.
Naya hanya merasa heran, ada apa dengan mama mertuanya, tak biasanya ibu sambung dari suaminya ini mengajaknya seperti ini.
Naya mengekori mama mertua dan adik iparnya, sepertinya ada hal serius yang akan dibicarakan.
*****
Dengan terus melangkah, Naya masih mengikuti mama mertua dan adik iparnya, sebenarnya keduanya ingin membawanya ke mana, mengapa menjauh dari banyak orang.
Hingga akhirnya ketiganya berhenti juga di balik tembok yang cukup jauh dari orang-orang yang sedang duduk.
" Ma, ada apa?, mama mau bicara sesuatu sama Naya?. " seru Naya.
" Iya, ada, mama mau kamu pulang sekarang, tidak perlu menjaga Arland. " ucap Rita.
" Kenapa ma?, kenapa Naya harus pulang?, Naya tidak mau pulang ma, Naya mau menemani mas Arland di sini. " sahut Naya, Naya menolak suruhan mama mertuanya.
" Untuk apa kamu di sini Nay?, Arland juga tidak ingat sama kamu, keberadaan kamu di sini hanya akan mengganggu Arland saja, lebih bagus kamu pulang saja ke rumah. " Rita sangat tak suka pada Naya, semakin lama Naya semakin suka membantahnya.
" Naya tidak mau pulang ma, Naya mau di sini menemani mas Arland, yang lupa pada Naya adalah ingatan mas Arland bukan hatinya. " tentu Naya sangat berani mengatakan hal ini karena Naya tahu jika suaminya Arland sangat mencintainya.
Rita jadi tersenyum, ternyata Naya begitu sangat percaya diri, tapi Rita tak perlu merasa khawatir karena yang menjadi lawannya adalah orang yang bisa dibodohi.
" Maksud kamu Arland sangat mencintai kamu?, iya begitu?. " tanya Rita.
" Asal kamu tahu Nay, Arland itu menikahi kamu bukan karena cinta tapi karena rasa kasihan. "
Deg...
" Jadi jangan harap kalau nama kamu akan ada di hati Arland sementara Arland sendiri tidak pernah mencintai kamu. " Rita mengatakan semuanya seolah itu memang benar adanya.
Seperti mendapat sebuah hantaman yang begitu keras, itulah yang terjadi pada hati Naya. Naya terdiam, bahkan tubuhnya seolah membeku, apa yang baru saja dikatakan oleh mama mertuanya seperti sebuah bom yang tak pernah diduga. Rasanya sangat sulit untuk dipercaya, tidak mungkin jika Arland sampai mau menikahinya hanya karena rasa kasihan.
Masih sangat ingat dalam benak Naya betapa suaminya Arland sangat mencintainya, bahkan alasan Arland ingin menikahinya adalah karena sangat mencintainya.
" Kenapa?, kamu tidak percaya?. " tanya Rita.
" Iya, Naya tidak percaya ma, tidak mungkin jika mas Arland rela menikahi Naya hanya karena rasa kasihan, itu tidak mungkin ma. " Naya sangat yakin dengan yang dikatakannya.
" Mik, kamu dengar sendiri kan?, dia tidak percaya kalau kakakmu sampai rela menikahi dia hanya karena rasa kasihan, menyedihkan sekali. " Rita berbicara pada Mika dengan tersenyum mengejek.
" Selain lebay ternyata kamu juga tidak tahu malu ya?, kak Arland itu rela menikahi kamu hanya karena kamu itu orang miskin, apalagi kamu sudah tidak punya bapak, jadi karena itulah kak Arland berbesar hati ingin menikahi kamu. " ujar Mika bahkan Mika mengatakan semuanya seolah Naya adalah manusia rendahan.
" Apa kamu tidak sadar jika di rumah hanya kak Arland dan bi Ijah saja yang sikapnya baik sama kamu?. "
" Sikapku dan mama selalu acuh sama kamu, itu semua karena semenjak dari awal kita berdua memang tidak pernah merestui pernikahan kalian berdua. " ucap Mika bahkan dengan segala kebohongannya.
Dan kali ini hati Naya telah benar-benar remuk. Benarkah dengan apa yang telah didengarnya, tidak, rasanya ini sangat tak mungkin.
" Coba deh kamu pikirkan, kak Arland hilang ingatan, dan dia tidak ingatnya hanya sama kamu, kalau benar kamu itu adalah orang yang kak Arland cintai, secara alam bawah sadarnya pasti kak Arland ingin sama kamu, tapi nyatanya tidak kan?. "
" Jangankan menginginkan kamu, disentuh kamu saja dia merasa jijik, jadi mulai sekarang berhentilah ingin bersama kak Arland. " dengan habis-habisan Mika mengatakan semuanya.
Naya hanya bisa diam membeku, hatinya sudah benar-benar hancur, semua kepahitan ini telah datang dengan bertubi-tubi.
Jika yang dikatakan oleh mama mertua dan adik iparnya memang benar adanya, maka untuk apa hubungan pernikahan ini. Hanya karena rasa kasihan membuat Arland sampai dengan tega hati mau menikahinya.
" Ayo nak kita temui kakakmu. " ajak Rita.
" Ayo ma, untuk apa lama-lama di sini?, buang-buang waktu saja. " usai mengatakannya, Mika langsung saja menggait tangan mamanya.
Dua wanita yang berbeda generasi itu pergi meninggalkan Naya yang sedang berdiri mematung.
Sebagai menantu dari keluarga Ambrose, Naya memang tak pernah dihargai. Dan kini tanpa terasa air matanya telah kembali terjatuh.
" Sekarang aku jadi bingung, apakah memang benar?, sedikitpun aku tidak ada di hatimu mas. "
Bersambung..........
❤❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments