Wanita Gila

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Langkahnya begitu pelan memasuki rumah seolah seperti orang yang melangkah dengan lesu, semua rasa semangatnya telah tertinggal di rumah sakit. Berat rasanya harus kembali ke rumah ini tanpa didampingi oleh suaminya.

Naya telah melangkah memasuki ruangan tamu, dan di sana juga sedang ada bi Ijah yang mengelap guci kesayangan tuan Arlandnya.

" Nyonya, nyonya Naya sudah pulang?. " seru bi Ijah.

Melihat sang majikan telah kembali pulang membuat bi Ijah langsung ingin menghampirinya.

Naya melihat bi Ijah yang datang ingin mendekatinya, hanya asisten rumah tangga suaminya inilah yang selalu mendekatinya seolah selalu ingin menunjukkan rasa pedulinya.

" Nyonya, nyonya sudah pulang. "

" Bibi... " suara Naya terdengar sedikit serak.

" Nyonya, apa yang sudah terjadi?, nyonya Naya sudah pulang, apakah tuan Arland sudah sembuh nyonya?. " bi Ijah bertanya bertubi-tubi karena merasa yakin jika nyonya Nayanya kembali pulang maka tuan Arlandnya pun juga akan pulang.

Dalam seketika Naya jadi menunduk lesu, jangankan untuk menjawab pertanyaan bi Ijah, saat ini saja hatinya masih teramat sangat sedih, sedih karena besar kemungkinan suaminya Arland melupakannya untuk selamanya.

" Nyonya ada apa?, tuan Arland baik-baik saja kan nyonya? . " bi Ijah khawatir pada nyonya Nayanya.

Dan benar saja, Naya menjatuhkan air matanya.

" Nyonya ada apa?, kenapa nyonya Naya menangis?. " bi Ijah jadi merasa sangat bersalah, mungkinkah dirinya salah bertanya sehingga membuat nyonya Nayanya jadi menangis.

" Mas Arland, tidak mengingatku bi hiks... "

Deg...

" Apa nyonya tidak ingat?, maksudnya tuan Arland tidak ingat bagaimana nyonya?. " bi Ijah jadi sangat khawatir.

Semakin deras air mata Naya yang bercucuran, Naya tak sanggup jika harus lanjut bercerita.

" Mari nyonya sebaiknya nyonya Naya duduk dulu. " seru bi Ijah.

Menyadari nyonya Nayanya sedang tak baik, rasanya akan lebih baik jika duduk dulu baru setelah itu bercerita.

Dengan perlahan bi Ijah menggiring nyonya Nayanya untuk duduk di sofa, dan keduanya pun benar-benar duduk.

" Nyonya yang tenang, ada apa nyonya?. " bi Ijah mengelus lembut punggung Naya.

" Mas Arland bi, mas Arland amnesia, dia tidak ingat sama Naya bi hiks... mas Arland lupa sama Naya. " sahut Naya dengan terisak.

Mendengar hal ini sontak membuat bi Ijah sampai menutup mulutnya. Bi Ijah menggeleng-geleng.

" Ya ampun nyonya, jadi tuan Arland hilang ingatan dan tidak ingat sama nyonya?. " bi Ijah merasa sangat miris, jadi tuan Arlandnya memang benar tak ingat pada istrinya sendiri.

Benar-benar sebuah musibah, jika sudah seperti ini orang yang begitu sangat terpukul adalah Naya.

" Yang sabar nyonya, nyonya harus banyak berdoa dan yakin jika tuan Arland pasti bisa mengingat nyonya lagi. " begitulah ucapan bi Ijah meski bi Ijah sendiri tak tahu apakah ingatan tuan Arlandnya bisa kembali pulih atau tidak.

Itulah yang juga diharapkan oleh Naya, Naya berharap suaminya Arland bisa segera mengingatnya.

" Sudah, nyonya jangan menangis lagi, lebih baik nyonya beristirahat, sudah berhari-hari nyonya di rumah sakit, sudah jangan menangis lagi ya nyonya. " bi Ijah kembali mengelus punggung nyonya Nayanya.

Cepat-cepat Naya pun mengusap air matanya, mendengar kata beristirahat dari bi Ijah membuat Naya jadi teringat dengan kandungannya, iya, malaikat kecilnya yang masih di rahimnya ini tak boleh kelelahan.

" Naya mau istirahat bi. " seru Naya pada akhirnya.

" Ya sudah nyonya istirahat dulu, bibi akan buatkan makanan dan juga vitamin untuk nyonya, setelah ini makanan dan vitaminnya akan segera bibi antar ke kamar nyonya. " ucap bi Ijah.

Naya pun mengangguk, Naya merasa sangat bersyukur, setidaknya dikala dirinya sedang sedih seperti ini masih ada bi Ijah yang bisa sedikit menghiburnya.

*****

Nasi yang telah melunak menjadi bubur itu sudah tersaji di atas meja khususnya semenjak beberapa menit yang lalu, namun sang tokoh yang harus memakan bubur itu masih enggan untuk menyantapnya. Mungkin tak lama lagi kehangatan dari sang bubur akan segera memudar.

Di ruangan perawatan ini hanya ada Arland dan Mika, tak ada Rita, ibu sambung dari Arland itu masih berada di luar entah apa yang sedang dilakukannya.

" Mas, aku Naya, istri kamu mas. "

" Mas, bagaimana mungkin kamu tidak mengenaliku?, aku ini istri kamu mas, aku Naya istri kamu. "

Seruan Naya masih terdengar jelas di telinga Arland. Apa yang dikatakan oleh wanita yang bernama Naya itu seperti sungguhan, hal itu terlihat dari adanya ketidakbohongan di kedua bola matanya.

Jujur sebenarnya Arland merasa senang karena Naya ada di tempat ini, entah mengapa dirinya ingin melihat Naya lagi.

" Kak Arland, buburnya masih belum kakak makan, ayo dimakan dulu kak buburnya. " Mika mengajak Arland agar sesegera mungkin menyantap buburnya.

Arland sang tokoh yang bersangkutan hanya menoleh, namun setelah itu ia kembali ke pandangannya semula.

" Ayo kak Arland makan buburnya dulu, aku suapi ya?. seru Mika.

" Aku bukan anak kecil, aku bisa makan sendiri. " sahut Arland ketus lalu pria itu langsung merampas mangkuk yang berisi buburnya itu dari tangan Mika.

Arland tak suka jika diperlakukan seperti orang yang tak berdaya, baginya dirinya adalah orang yang kuat dan berkuasa, jika untuk makan saja harus disuapi karena dianggap tak mampu makan sendiri, maka itu sama saja dengan menghinanya.

Wajah ramah memang harus selalu Mika tampilkan meski hatinya saat ini sedang panas. Jika bukan karena menginginkan harta Arland, Mika tak akan rela jika harus diam saja setelah diperlakukan kurang mengenakkan seperti ini.

Seolah tak memiliki perbuatan salah apapun, Arland pria yang sudah tersadar dari tidur panjangnya itu sudah siap untuk memasukkan sesuap buburnya.

" Ada apa kak Arland?. " tanya Mika pasalnya Arland tiba-tiba saja menahan suapan pertamanya.

Belum sempat bubur itu masuk, Arland malah menurunkan suapannya.

" Ada apa kak?, kak Arland ingin makan yang lain?. " tanya Mika.

" Di mana wanita itu?. " tanya Arland.

" Wanita?, wanita yang mana kak?. " Mika tak tahu siapa yang Arland maksud.

" Itu, yang mengaku sebagai istriku. " jelas Arland.

Akhirnya Mika pun sudah mengerti siapa orang yang Arland maksud, ternyata Naya lah orangnya.

" Di mana wanita itu?, bukankah tadi dia ada di sini?. " entah apakah Arland sadar dengan apa yang ditanyakannya.

" Sudah, kak Arland jangan menanyakan Naya, dia sudah kembali ke rumah menemani bi Ijah, Naya itu pembantu rumah yang terobsesi sama kak Arland, coba lihat tadi, gara-gara kak Arland lupa ingatan si Naya malah ngaku-ngaku sebagai istri kakak, sangat tidak tahu malu. " Mika mengatakan semua hal yang keluar dari bibirnya dengan begitu enteng seolah Naya memanglah wanita yang buruk.

Seperti itu rupanya, Arland tak ingin bertanya lagi tentang Naya. Arland hanya berpikir sebagai seorang pembantu ternyata Naya memiliki nyali yang sangat besar untuk bermain drama dengannya, sampai-sampai dari begitu beraninya membuat Naya mengaku sebagai istrinya.

" Wanita itu memang gila, dia pikir apakah dengan mengaku sebagai istriku akan membuatku percaya begitu saja?, dasar wanita gila. " batin Arland.

*****

Di luar rumah suara-suara jangkrik yang tengah bersembunyi di balik rerumputan dan pepohonan terdengar begitu bersahutan seolah mereka menyukai malam hari yang datang menyapa. Siapapun yang mendengar suara jangkrik di malam hari seperti ini pasti akan merasa tenang.

Seperti halnya Naya yang saat ini sudah merasa lebih tenang. Naya meletakkan kembali mukenahnya, usai melakukan sholat isak dan berdoa membuat hati Naya sudah menjadi lebih tenang.

Naya memperhatikan makanan serta vitamin yang telah disediakan bi Ijah.

" Ini waktu yang pas, aku juga sudah mulai lapar. " Naya merasa tak sia-sia juga pulang ke rumahnya, setidaknya kesedihannya menjadi sedikit berkurang karena bi Ijah.

Tok... tok... tok...

Gedor... gedor... gedor...

Deg...

Gedor... gedor... gedor...

" Naya buka pintunya. " seru suara seorang wanita dari balik pintu.

Gedor... gedor... gedor...

" Mama, ya Tuhan, kenapa mama sampai gedor-gedor pintu begini?. "

Gedor... gedor... gedor...

" Naya kamu tuli atau bagaimana?, buka pintunya... " teriak Rita.

" I-iya ma akan Naya buka. " cepat-cepat Naya melangkah untuk mendekati pintu kamarnya.

Naya tak mengerti mengapa mama mertuanya sampai menggedor pintu kamarnya hingga seperti ini. Mungkinkah kedatangan mama mertuanya ini karena ingin mengajaknya kembali datang ke rumah sakit.

Bersambung..........

❤❤❤❤❤

Episodes
1 Dua Garis
2 Tuan Arland Sedang Kritis
3 Setelah Seminggu Berlalu
4 Arland Sadar
5 Kamu Siapa?
6 Menikahi Karena Kasihan
7 Wanita Gila
8 Surat Cerai
9 Pergi Dari Rumah
10 Baju Siapa Ini?
11 Memutuskan Berpindah
12 Seperti Nyonya Naya
13 Wanita Murahan
14 Perut Naya Sakit
15 Arta Putra Arland
16 Enam Tahun Telah Berlalu
17 Anak Haram
18 Sangat Mirip Dengannya
19 Bekerja Yang Lain
20 Kasihan Bunda
21 Menjadi Asisten Rumah Tangga
22 Penggantinya Bi Sima?
23 Naya
24 Kenapa Kamu Tega Nay?
25 Ingin Memberi Pelajaran Pada Naya
26 Naya, Ini Benar Kamu?
27 Aku Bukan Suamimu Lagi
28 Terikat Kontrak
29 Menguntungkan Sepihak
30 Merahasiakannya
31 Buka Bajumu
32 Temani Aku Mandi (21+)
33 Mandi Bersama (21+)
34 Jadi Bersikap Baik
35 Merasa Cemburu
36 Seperti Tahanan
37 Kedatangan Sandra
38 Rencana Licik Sandra
39 Terkejut Karena Uang
40 Arta Adalah Anakku
41 Hanyalah Mimpi
42 Siapa Anak Kecil Itu?
43 Disuruh Kembali Bekerja
44 Dia Pembantuku
45 Memiliki Seorang Anak
46 Merasa Tak Terima
47 Bekerja Harus Profesional
48 Om Ganteng
49 Pergi Ke Mall
50 Belanja Baju
51 Tamu Tak Diundang
52 Tukang Drama Yang Handal
53 Pekerjaan Yang Lebih Ringan
54 Hanya Seminggu
55 Mirip Tuan Arland
56 Cerita Dari Pak Rahmat
57 Kekhawatiran Naya
58 Kekhawatiran Naya 2
59 Obat Perangsang
60 Maafkan Aku (21+)
61 Noda Merah (21+)
62 Om Ayahnya Arta Ya?
63 Kedatangan Arland
64 Kemarahan Aini
65 Masih Trauma
66 Biang Keroknya
67 Serangan Arland
68 Hukuman Dari Arland
69 Hukuman Dari Arland 2
70 Pergi?
71 Bertemu Nenek Tua
72 Menemukan Lokasinya
73 Suara Ketukan Pintu
74 Arland Yang Datang
75 Pengakuan Arland
76 Ikut Ke Pasar
77 Di Mana Arta
78 Hilangnya Arta
79 Bersama Ayah
80 Bersama Ayah 2
81 Kamu Jahat Mas
82 Hidup Bersama Lagi
83 Bunda
84 Berkumpul Bersama
85 Tidak Akan Pernah Bisa Pergi
86 Mandi Bersama
87 Tamu Di Pagi Hari
88 Aku Sudah Memiliki Istri
89 Dia Istriku Bukan Pembantuku
90 Pengakuan Arta
91 Kamar Pribadi Arta
92 Setelah Kita Menikah Kembali
93 Lebih Bahagia ( Finish )
94 Kelesuan Arta (Bonus)
95 Wanita Pelakor (Bonus)
96 Aku Ingin Pisah Mas ( Bonus )
97 Hal Yang Tidak Sopan ( Bonus )
98 Berhasratt ( Bonus )
99 Tenggelam Juga 21+ ( Bonus )
100 Wanita Yang Sangat Beruntung ( Bonus )
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Dua Garis
2
Tuan Arland Sedang Kritis
3
Setelah Seminggu Berlalu
4
Arland Sadar
5
Kamu Siapa?
6
Menikahi Karena Kasihan
7
Wanita Gila
8
Surat Cerai
9
Pergi Dari Rumah
10
Baju Siapa Ini?
11
Memutuskan Berpindah
12
Seperti Nyonya Naya
13
Wanita Murahan
14
Perut Naya Sakit
15
Arta Putra Arland
16
Enam Tahun Telah Berlalu
17
Anak Haram
18
Sangat Mirip Dengannya
19
Bekerja Yang Lain
20
Kasihan Bunda
21
Menjadi Asisten Rumah Tangga
22
Penggantinya Bi Sima?
23
Naya
24
Kenapa Kamu Tega Nay?
25
Ingin Memberi Pelajaran Pada Naya
26
Naya, Ini Benar Kamu?
27
Aku Bukan Suamimu Lagi
28
Terikat Kontrak
29
Menguntungkan Sepihak
30
Merahasiakannya
31
Buka Bajumu
32
Temani Aku Mandi (21+)
33
Mandi Bersama (21+)
34
Jadi Bersikap Baik
35
Merasa Cemburu
36
Seperti Tahanan
37
Kedatangan Sandra
38
Rencana Licik Sandra
39
Terkejut Karena Uang
40
Arta Adalah Anakku
41
Hanyalah Mimpi
42
Siapa Anak Kecil Itu?
43
Disuruh Kembali Bekerja
44
Dia Pembantuku
45
Memiliki Seorang Anak
46
Merasa Tak Terima
47
Bekerja Harus Profesional
48
Om Ganteng
49
Pergi Ke Mall
50
Belanja Baju
51
Tamu Tak Diundang
52
Tukang Drama Yang Handal
53
Pekerjaan Yang Lebih Ringan
54
Hanya Seminggu
55
Mirip Tuan Arland
56
Cerita Dari Pak Rahmat
57
Kekhawatiran Naya
58
Kekhawatiran Naya 2
59
Obat Perangsang
60
Maafkan Aku (21+)
61
Noda Merah (21+)
62
Om Ayahnya Arta Ya?
63
Kedatangan Arland
64
Kemarahan Aini
65
Masih Trauma
66
Biang Keroknya
67
Serangan Arland
68
Hukuman Dari Arland
69
Hukuman Dari Arland 2
70
Pergi?
71
Bertemu Nenek Tua
72
Menemukan Lokasinya
73
Suara Ketukan Pintu
74
Arland Yang Datang
75
Pengakuan Arland
76
Ikut Ke Pasar
77
Di Mana Arta
78
Hilangnya Arta
79
Bersama Ayah
80
Bersama Ayah 2
81
Kamu Jahat Mas
82
Hidup Bersama Lagi
83
Bunda
84
Berkumpul Bersama
85
Tidak Akan Pernah Bisa Pergi
86
Mandi Bersama
87
Tamu Di Pagi Hari
88
Aku Sudah Memiliki Istri
89
Dia Istriku Bukan Pembantuku
90
Pengakuan Arta
91
Kamar Pribadi Arta
92
Setelah Kita Menikah Kembali
93
Lebih Bahagia ( Finish )
94
Kelesuan Arta (Bonus)
95
Wanita Pelakor (Bonus)
96
Aku Ingin Pisah Mas ( Bonus )
97
Hal Yang Tidak Sopan ( Bonus )
98
Berhasratt ( Bonus )
99
Tenggelam Juga 21+ ( Bonus )
100
Wanita Yang Sangat Beruntung ( Bonus )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!