︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵

✾ Happy Reading ✾

Setelah menyelesaikan makan malam singkatnya Xinyue berpamitan pada gege untuk ke markas karena ada urusan dan langsung mengebut di jalanan yang sepi.

Xinyue disambut hangat oleh beberapa anggota Randzion sesaat dirinya tiba di markas, sudah ada Lexin dan Fanglin menunggunya di luar. Pria dengan jaket kulit berwarna hitam dengan rambut blonde dan senyumannya yang manis langsung menyambutnya saat turun dari motor.

"Tumben telat? Napa lu?" Lexin langsung meraih mengusap kepala Xinyue pelan.

"Tadi ada Gege pulang dadakan, ada kerjaannya yang tinggal jadi dia pulang buat ngurus besok dia bakalan balik lagi ke Seoul,"

"Buset bolak balik mulu Gege lu," Xinyue hanya tersenyum mendengar respon dari Lexin, lalu 4 orang pria keluar dari markas menghampiri dirinya sambil melemparkan senyum dan memberikan tos.

"Wis .... Bu Leader makin cakep aja," Minghao, pria dengan hoodie berwarna hitam dan kacamata yang di naikkan ke kepala itu menaik turunkan alisnya ke arah Xinyue.

"Aelah lu Hao, sok-an muji." Lexin memukul bahu pria dengan tubuh bongsor disebelahnya itu.

"Ya kan namanya basa basi," dengan tampang tanpa dosanya Minghao nyengir aja.

"Tumben anak-anak senior pada ngumpul? Ada masalah?" senyum hangat merekah di wajahnya yang manis melihat sahabatnya yang akhirnya kembali berkumpul setelah beberapa minggu pada hilang kabar.

"Kita ngomong di dalem aja, di dalem ada Jingyi" Ji Changhyi, pria dengan rambut blonde mengulurkan tangannya untuk merangkul Xinyue membawa gadis itu masuk.

Sampai di dalam senior-senior Randzion sedang tertawa bersama sambil sesekali mengambil cemilan ringan yang terletak di atas meja, hingga akhirnya mereka menyadari leader mereka baru saja sampai di markas.

"Xinyue!" gadis dengan rambut coklat sebahu berdiri lalu memeluk erat Xinyue seakan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

"Pa kabar kalian semua?"

"Baik dong," mereka yang ada di ruangan dengan kompak menjawab pertanyaan Xinyue dan tersenyum hangat ke gadis itu. Seperti biasa Xinyue memberikan tos satu persatu ke setiap orang dihadapannya, lalu ikutan duduk di tengah lingkaran.

"Gua nyuruh kalian semua ngumpul ini anak-anak senior, sebenarnya buat ngebahas balapan Guangzhou yang akan dilaksanakan 3 minggu lagi," kak Yuanyin yang merupakan senior dan anggota tertua mulai membuka pembicaraan.

"Emangnya kenapa?" Lexin mengusap baju Xinyue lalu bersandar.

"Ini berkaitan dengan Black Aoudra kalian tau sendiri kan gimana brutalnya geng motor yang dibentuk sama Huang Jinkyung?"

Mereka yang ada di sana mengangguk mendengar ucapan kak Yuanyin, geng motor yang dulunya adalah sahabat Randzion tapi sekarang adalah musuh itu memang meresahkan, belum lagi anggota mereka yang sangat gemar mencari masalah dengan Randzion.

"Sebagai senior yang sudah pernah berhadapan langsung dengan Huang Jinkyung, gua cuma mau bilang Randzion tidak ikut buat Guangzhou race tahun ini,"

Ucapan dari kak Yuanyin tadi membuat pria dengan hoodie berwarna abu-abu di sebelah Xinyue berdecak kesal, sorot matanya perlahan melirik ke arah kanan melihat siapa yang tidak terima itu.

"Napa sih nggak ikut? Gua padahal udah nungguin buat ikut Guangzhou race tahun ini," Lao Kaizo adik kandung dari Lao-Zhuren, pria dengan hoodie abu-abu yang merasa kesal itu melempar pandangan tidak enak ke seluruh anggota senior.

"Napa emangnya lu mau ngikut? Jangan asal ngikut lu karena uang taruhan yang besar itu bisa dibawa jika bisa ngalahin Lee Jeno, yakin bisa ngalahin Lee Jeno?" Xinyue langsung menyahuti berbicara ketus dengan nada yang sedikit tinggi membuat kak Yuanyin hanya menggeleng kepala.

"Sorry Xin, gua sebenernya udah nyiapin Kaizo buat balapan Guangzhou nanti, gua nunjuk Kaizo buat ngewakilin," Jingyi menyela di tengah-tengah suasana yang sedang tegang.

"Ha? Nunjuk Kaizo ngewakilin?" Nada bicara Xinyue terdengar seakan meremehkan, kak Yuanyin bangkit dari kursinya lalu pergi ke lantai atas.

"Kok lu ngeremehin gua?" Kaizo yang tertunduk, mengangkat kepalanya perlahan menoleh kesamping kirinya.

"Gua bukan ngeraguin, tapi serius kalian semua setuju kalau misalnya Kaizo yang bakalan turun buat ngewakilin ke Guangzhou race?"

"Kalau lu nggak ngeraguin, tapi kenapa nada bicara lu seakan nggak yakin kalau misalnya Kaizo yang ngewakilin?" Lian yang dari tadi menyimak, akhirnya buka suara dia juga heran dengan maksud perkataan Xinyue.

"Xin, gua tau lu ketua Randzion saat ini, tapi kenapa lu ngeraguin gua buat ngewakilin Randzion? Setidak yakin itu lu sama gua?"

"Dengerin gua dulu, gua bukan ngeraguin dengan lu ngewakilin Randzion balapan, tapi gua ...."

"KALAU LU NGGAK NGERAGUIN LALU KENAPA NADA BICARA LU SEOLAH-OLAH KALAU LU NGGAK TERIMA KAIZO YANG NGEWAKILIN?" Qixuan tiba-tiba menyahut memotong perkataan Xinyue, karena dia tau dari awal sampai kapanpun gadis itu nggak bakalan biarin kalau Kaizo ngewakilin Randzion balapan.

Semua yang duduk di lingkaran membelalak kaget mendengar suara lantang dari Qixuan. Lexin Fanglin saling melempar pandangan ke arah Xinyue melihat ekspresi tenang tapi dengan suara lantang dari sahabatnya itu.

"DAMN IT, kok lu yang tiba-tiba nyolot sih?" Xinyue perlahan bangkit dari duduknya sambil menatap tajam ke arah Qixuan yang duduk berhadapan dengannya.

Qixuan yang terbawa emosi yang awalnya ingin membela Kaizo malah sekarang dia yang akan kena masalah karena berani menentang Xinyue.

"Udah, Xin, ini hanya misalkan kalau Guangzhou race kita ikut Randzion bakalan di wakilin Kaizo," pria dengan jaket kulit hitam dan kacamata selalu bertengger di hidung berdiri menyahuti menengahi perdebatan.

"Kaizo .... Lu denger baik-baik gua nggak bakalan biarin lu ngewakilin geng kita balapan, titik," Xinyue mengatakan titik dengan penuh penekanan agar tidak ada yang berani menentang perkataan nya.

"Tapi lu pasti ada alasan kan kenapa ngelarang gua buat ngewakilin balapan?" Kaizo mengangkat kepalanya ke arah Xinyue menunggu jawaban.

"Kalian ingat dengan kejadian yang waktu Gege Kaizo balapan?" semua terdiam, saling melirik dengan pertayaan yang sama, pa maksud perkataan Xinyue barusan?

"Ingat nggak kalian?!" Xinyue mengulang lagi pertanyaan yang sama. Lexin mengusap perlahan bahunya agar menenangkan suasana hatinya yang cepat berubah.

Keadaan tegang dan sunyi, Xinyue memang gadis Introvert, tapi ketegasan dan kemarahan Xinyue adalah hal yang paling tidak diinginkan anggota Randzion. Di tambah lagi jabatan anak itu sebagai Leader kedua pengganti Lao-Zhu.

"Emang apa hubungannya gege Kaizo dengan perizinan Kaizo ngewakilin balapan?" Jingyi buka suara memberanikan diri bertanya dengan Xinyue.

"Kalian nggak ingat dengan kejadian kecelakaan Lao-Zhu Gege di Guangzhou yang menyebabkan dia mati di tengah-tengah balapan?!" Semua hening, mereka baru mengingat kejadian menyedihkan yang terjadi hampir 3 tahun lalu. kecelakaan Lao-Zhu ketua geng Randzion yang pertama sebelum digantikan Xinyue.

"Kalian pasti ingat dengan kejadian itu karena kita semua berada di sana menyaksikan gimana motor yang dipakai Lao-Zhu Gege meledak di depan mata kita semua,"

"Ta-tapi apa hubungannya Xin, gua masih nggak ngerti maksud lu?" Jingyi kembali bertanya karena hanya dia Lexin dan Fanglin yang berani bertanya saat Xinyue sedang marah.

"Denger, kalau balapan di Guangzhou pasti akan ada geng Black Aoudra kalian kan tau kalau mereka musuh kita, kematian Lao-Zhu gege yang disebabkan salah satu dari mereka meletakkan bom di bagian belakang motor Lao-Zhu Gege sebelum balapan kalian ingat, kan?!"

Semua terdiam saat ini benar-benar tidak ada yang buka suara semua hening diam mendengar penjelasan Xinyue.

"Makanya gua nggak mau kalau salah satu dari kalian yang ngewakilin Randzion terutama Kaizo buat balapan di Guangzhou, biar gua aja yang turun tangan ngewakilin yaa karna ini. Gua nggak mau terjadi apa-apa sama kalian, gua nggak mau kejadian Lao-Zhu Gege terulang 2 kali pada salah satu anggota Randzion, dan buat perizinan Kaizo ngewakilin balapan, sebenarnya Gege lu yang nyuruh gua buat nggak usah biarin lu ngewakilin Randzion, walaupun bukan balapan di Guangzhou dia nggak mau lu ngewakilin."

"Xin udah Xin lu kendalikan emosi lu." tangan kanan Lexin selalu setia mengusap bahu Xinyue perlahan berharap emosi anak itu tetap terkontrol.

"Tapi justru itu makanya biar salah satu dari kita aja yang ngewakilin Randzion, kita nggak mau lu kenapa-kenapa," Kaizo menyahut memotong perkataan Xinyue.

"Dengerin gua baik-baik kalau gua yang ngewakilin buat balapan di Guangzhou, Black Aoudra nggak bakalan berani nyelakain gua."

"Kenapa?" Changhyi mengerutkan dahi berpikir, pikirannya tidak sampai dengan maksud ucapan Xinyue.

"Mereka masih mengincar Chaopard Blue Diamond, dan berlian itu saat ini masih ditangan gua mereka tau menyakiti gua sama dengan menghancurkan Chaopard Diamond,"

Mereka mengangguk mengerti, berlian yang sudah bertahun-tahun dipegang dengan ketua Randzion ternyata masih diinginkan dengan musuh. Untungnya saat ini Black Aoudra tidak seberani dan senekat waktu dipimpin Jinkyung yang menyebabkan Lao-Zhu tewas.

Keadaan kembali tenang, Yuanyin berjalan menghampiri dan ikut duduk bergabung di antara mereka saat semua sudah terkendali. Dengan santai dia duduk di antara Xinyue dan Lexin. Kembali melanjutkan beberapa informasi tentang kerja sama Eagle Scout dengan Randzion.

...****************...

Seminggu kemudian di malam itu Randzion akan mengadakan bakar-bakar yang bertempat di markas utama, setiap anggota sudah dibagi kelompok begitu juga para anggota inti.

Langit malam ini sangat cerah, hamparan bintang-bintang dan bulan sabit yang bersinar terang sangat indah, suasana hiruk pikuk para Randzion yang sesekali diselingi canda tawa membuat vibes yang diciptakan sangat nyaman.

Xinyue melamun sendirian di dekat pohon memandangi bintang, entah apa yang dipikirannya hampir setengah jam dia duduk mengasingkan diri dari teman-temannya, tidak menghiraukan semua tawa yang mengisi malam.

"Lu kenapa, Xin?" Jingyi datang menghampiri dengan membawa sepiring sosis yang baru dibakar lalu duduk di samping Xinyue.

"Gua cuma kangen sama senior-senior Randzion," Xinyue mengusap telapak tangannya beberapa kali menghangatkan tangannya, angin malam menghembus dengan dinginnya di malam indah ini.

"Sekangen itu ya?"

"Banget malah, gua nggak nyangka aja gitu, gua yang dulunya junior yang penakut dikit-dikit nangis atau apalah gua malu ngingatnya ...." Xinyue tertawa renyah sejenak memberi jeda, Jingyi tersenyum mendengar cerita Xinyue.

"Sekarang gua jadi ketua dari Randzion gantiin Lao-Zhu Gege, pokoknya perubahan gua yang terjadi dari hampir 4 tahun lalu semenjak gua join Randzion itu bener-bener kek wah gitu, ngerti kan maksud gua?" Senyum masih tetap terukir di wajah manis Jingyi, tangannya perlahan tergerak mengusap rambut Xinyue.

"Perubahan yang sangat signifikan .... Eh nih sosis dibakarin sama Changhyi katanya nyuruh lu sendiri yang makan,"

Xinyue tersenyum singkat lalu mengambil sosis di piring kemudian melirik ke belakang melihat Changhyi yang masih membakar beberapa sosis sambil bergurau dan tertawa dengan Kaizo, Lexin, Qixuan.

"Tuh anak masih ngejar gua apa gimana?"

"Iya keknya, kemarin sempat kesebar katanya dia nggak mau ngejar lu lagi cape katanya mungkin bullshit dia doang, " Jingyi dan Xinyue tertawa bersama mendengar itu, Changhyi menyadari kalau ada suara tawa termanis yang selalu ingin didengarnya lalu dia melirik ke Xinyue.

Manik mata Xinyue dan Changhyi bertemu walau di jarak yang tidak terlalu dekat, beberapa detik yang berharga bagi Changhyi, gadis itu hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke Jingyi.

"Eh gua tiba-tiba kepikiran gimana kabar kak Zhishu yaa? Semenjak kematian Lao-Zhu Gege dia bener-bener ilang kabar, anak-anak Randzion nggak ada sama sekali yang bisa hubungin dia,"

"Dia kabur ke Singapura, ada hal yang ingin dilakukannya setau gua," Minghao tiba-tiba menyahuti pembicaraan lalu bergabung duduk di dekat Jingyi.

"Serius? Kok nggak ada kabar gitu loh," Jingyi merapatkan kakinya ingin mendengar lebih dalam maksud perkataan Minghao.

"Dia sempet bilang ke gua kalau cukup gua yang tau alasan dia ngilangin diri dia dari semua hal yang berhubungan dengan Randzion, dia takut kalau dia masih munculin diri dia dihadapan kalian Black Aoudra akan mengganggu dia ...." Sejenak Minghao terdiam melihat wajah Xinyue yang terlihat berpikir dan tangan gadis itu yang mengepal kuat.

"Ini semua berhubungan dengan Chaopard Diamond, berlian itu masalah buat Randzion tapi akan berdampak besar bagi perubahan dunia, satu lagi ...." Lagi-lagi Minghao berhenti sejenak, hal itu membuat Xinyue geram dan melempar ranting kayu yang ada didekatnya.

"Lu kalau ngomong bisa nggak sih nggak setengah-setengah? Sabar gua nungguin nya,"

Jingyi hanya tertawa melihat pertengkaran dihadapannya, "Lu sih Hao udah tau kesabaran Xinyue setipis tisu kena air,"

"Iyaa iyaa sorry, serius ada 1 hal lagi alasan dia kabur dari sini dia mau nyelamatin ayahnya yang di Singapura soalnya Black Aoudra mengancam keberadaan ayahnya kalau Zhishu nggak ngasi tau keberadaan sebenarnya Chaopard Diamond, jadi tu apa sih agak bingung sendiri gua ngomongnya pokoknya gitu deh ayahnya Zhishu kan juga ilmuwan di Singapura,"

"Gue ngerti, intinya Chaopard Diamond puncak semua permasalahan Randzion dan Black Aoudra, dan waktu itu juga kan kak Zhishu yang megang Chaopard Diamond mungkin itu alasan dia ngasi Diamond ini ke gua nyuruh gua yang jagain biar dia bisa ngamankan ayahnya,"

Jingyi menjentikkan tangannya lalu ber-nah panjang setuju dengan ucapan Xinyue, "Ini kemungkinan yang kuat makanya sekarang Chaopard Diamond lu yang megang,"

Xinyue hanya menghela nafas panjang lalu mengambil lagi sosis yang tersisa di piring, tangan Minghao terulur mengusap kepala Xinyue perlahan, tapi hal itu ternyata jadi tontonan Changhyi yang masih membakar sosis.

"Tenang aja Chang, nggak gua apa-apain si Dai diakan adek gua," dengan cepat Xinyue mengangkat kepalanya lalu menoleh kebelakang, Changhyi langsung mengalihkan pandangannya ke lain.

"Xin, ke atas dulu bentar." Lexin yang baru selesai makan datang menghampiri bersama dengan Fanglin, Xinyue langsung bangkit lalu mengikuti 2 sahabatnya ke kamar atas markas.

"Kenapa?"

"Anak Randzion ada yang ditahan lagi dengan Black Aoudra," ucapan singkat Lexin berhasil membuat Xinyue membelalakkan matanya.

"What? Shit .... Kapan mereka nahannya?!"

✿ See You In The Next Part ✿

Episodes
1 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
2 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
3 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
4 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
5 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
6 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
7 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
8 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
9 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
10 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
11 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
12 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
13 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
14 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
15 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
16 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
17 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
18 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
19 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
20 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
21 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
22 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
23 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
24 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
25 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
26 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
27 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
28 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
29 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
30 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
31 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
32 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
33 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
34 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
35 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
36 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
37 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
38 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
39 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
40 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
41 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
42 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
43 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
44 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
45 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
46 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
47 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
48 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
49 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
50 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
51 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
52 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
53 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
54 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
55 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
56 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
57 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
58 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
59 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
60 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
61 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
62 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
63 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
64 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
65 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
66 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
67 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
68 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
69 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
70 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
71 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
72 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
73 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
74 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
75 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
76 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
77 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
78 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
79 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
80 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
81 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
82 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
83 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
84 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
85 ︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
Episodes

Updated 85 Episodes

1
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
2
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
3
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
4
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
5
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
6
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
7
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
8
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
9
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
10
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
11
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
12
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
13
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
14
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
15
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
16
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
17
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
18
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
19
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
20
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
21
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
22
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
23
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
24
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
25
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
26
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
27
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
28
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
29
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
30
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
31
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
32
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
33
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
34
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
35
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
36
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
37
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
38
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
39
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
40
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
41
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
42
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
43
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
44
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
45
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
46
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
47
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
48
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
49
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
50
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
51
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
52
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
53
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
54
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
55
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
56
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
57
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
58
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
59
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
60
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
61
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
62
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
63
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
64
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
65
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
66
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
67
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
68
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
69
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
70
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
71
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
72
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
73
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
74
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
75
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
76
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
77
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
78
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
79
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
80
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
81
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
82
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
83
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
84
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵
85
︵‿︵‿୨ ୧‿︵‿︵

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!