❁ Happy Reading ❁
Xinyue berusaha mengacuhkan dan melupakan hal barusan langsung saja dia bergegas menuju ke kamar tamu. Sesampai di depan kamar, seorang pelayan datang menghampiri dirinya.
"Noona," Pelayan itu menyapa Xinyue dengan suara lembutnya.
"I-iya ada apa?"
"Barang-barang noona yang tadi diantar dengan Gege noona, sudah saya bereskan di kamar tuan Yuan,"
Xinyue mengangguk mengerti lalu mempersilahkan pelayan tadi pergi, Xinyue mengambil ponsel di sakunya melihat beberapa pesan yang masuk. Beberapa pesan yang masuk ada dari grup kelas dan grup dirinya, Lexin, dan Fanglin. Setelah itu beralih membuka aplikasi Weibo melihat berita yang sedang trending.
"Black Aoudra? Keknya mereka bakalan buat masalah nih sama Randzion," tangannya mengusap wajahnya gusar, melihat beberapa berita trending di Weibo yang mengulas tentang Black Aoudra yang membuat kerusuhan, dirinya khawatir geng motor itu akan kembali membuat masalah yang melibatkan Randzion.
Yuan sedang sibuk, tak lama selesai sarapan dirinya langsung pergi ke gedung perusahaan sepertinya ada yang harus diurusnya, Xinyue sendirian di rumahnya berbaring dan mutar-mutar di seluruh ruangan.
Gabut menghantui dirinya hingga gadis itu memutuskan untuk main ke dorm anggota inti Randzion bersama dengan Lexin dan Fanglin. Setelah siap Xinyue memesan taksi untuk pulang dahulu ke rumahnya mengambil Chaopard Diamond dan setelah itu dari rumahnya baru pergi ke markas.
"Jadi gimana tentang Yuan? Seriusan tuh anak anggota Black Aoudra? Dan dia anak CEO GH'Y Industry?" melihat Xinyue yang melamun sambil menatap Chaopard Diamond Fanglin berusaha memecah suasana.
"Gege ada ngehubungin gua dan bilang semua tentang Yuan dan yaa dia adalah anggota Black Aoudra. Soal dia anak CEO itu benar dan gua yakin ada alasan dibalik semua ini, nggak mungkin sekedar perjodohan apalagi mengingat dia pernah bergabung di Black Aoudra,"
"Maksud lu pernah bergabung di Black Aoudra?" Lexin mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan Xinyue.
"Gua denger dari Jingyi, kalau Yuan itu 'Mantan' anggota Black Aoudra tapi nggak ada yang tau apa jabatan tu anak di sana. Tapi yang pasti dia adalah musuh,"
"Jadi lu nerima perjodohan itu?" Fanglin mengambil salah satu novel yang ada di rak Xinyue, hanya sekedar membolak-balikan halamannya.
"Nggak bakalan, Lin. Itu akan jadi hal terbodoh yang gua lakuin lagian juga gua mau bawa Chaopard ini ke Italy agar ini lebih aman lalu gua akan pindah ke Seoul nyusul Gege," Diamond yang dimaksudnya bersinar terang saat tangannya mengeluarkan benda itu dari sakunya.
"Pindah selamanya di sana, Xin?" Mendengar nada suara Lexin yang terdengar lemah Xinyue yang berbaring langsung bangun membenarkan duduknya menghadap kedua sahabatnya.
"Gua kesana mungkin sebentar doang buat mastiin Chaopard Diamond benar-benar udah aman. Tapi ada 1 hal yang gua pengen ceritain ke kalian,"
Lexin dan Fanglin menoleh bersamaan, menunggu Xinyue melanjutkan pembicaraan.
"Seingat gua, gua tadi malam mimpi ada di tengah-tengah sebuah lintasan balapan, gua nggak tau kenapa gua ada di tengah-tengah lintasan, yang pasti gua ngeliat beberapa mobil balap yang melewati gua," Xinyue diam sejenak kembali mengingat mimpinya tadi malam, "Trus .... Ada 23 orang yang berdiri ngelilingi gua salah satunya itu ada Gege,"
"23 orang itu gadis apa pria, Xin?" Lexin fokus mendengarkan cerita Xinyue.
"Pria semua, gua nggak kenal mereka siapa-siapa yang pasti ada Gege gua diantara mereka. Mereka semua itu kek sedang diatas panggung di acara sebuah kampus,"
"Dah sstt .... Mimpi lu ngawur amat dah," Fanglin menarik tangan Xinyue agar bangun kemudian beberapa kali mengusap wajah gadis itu.
"Paan sih aa lu ngerusak rambut gua njir." Xinyue melepaskan tangan Fanglin yang berada di kepalanya agar tidak semakin mengacak rambutnya.
"Lama-lama gua gabut .... Jalan aja lah yuk, kemana kek ...." Lexin meraih kunci motor dan ponsel nya di atas meja, pergi meninggalkan Xinyue dan Fanglin yang masih berkelahi.
"Wah .... Parah lu main tinggal-tinggal aja leader lu," Xinyue mendorong tubuh Fanglin hingga terbaring di kasur lalu mengambil ponsel dan kunci motornya mengejar Lexin yang duluan.
"Wei parah wakil diginiin, eh tapi lu ketua," Fanglin mengambil ponsel lalu mengunci pintu kamar mengejar Lexin. Ucapan Fanglin itu hanya candaan kalau dirinya adalah wakil Randzion.
"Lu goblok atau gimana sih, Lin?" Lexin menggeleng kepala pelan mendengar perdebatan Xinyue dan Fanglin.
Xinyue memang Leader dari Randzion tapi dirinya adalah yang termuda diantara anggota inti yang lain, sifat yang memandang semua rata membuat anggota inti memilih Xinyue Dai menjadi ketua.
"Mau kemana nih, jangan mutar-mutar nggak jelas yaa ngabisin bensin gua," Setelah menyalakan motornya Xinyue langsung jalan duluan meninggalkan Fanglin dan Lexin yang masih sibuk mengunci pintu-pintu dan jendela markas.
Xinyue, Fanglin, dan Lexin sedang asik memutari mall sambil tertawa dan berbincang, sesekali mereka masuk ke beberapa toko untuk sekedar melihat-lihat atau membeli sesuatu. Saat menaiki eskalator menuju ke lantai 3, seseorang menyentuh pundak Xinyue dan menyapanya, sang empunya langsung menoleh diikuti Lexin dan Fanglin.
"Who are you? Gua nggak kenal sama lu." Xinyue melepaskan pegangan tangan pria aneh itu dari bahunya.
"Lu kalau macem-macem sama Xinyue gua langsung panggil security nih," Lexin berbisik sedekat mungkin dengan pria aneh itu sambil tetap melihat keadaan sekitar eskalator.
Fanglin menoleh kedepan, mereka sudah hampir sampai di akhir eskalator, Fanglin mengode Lexin lewat telepathy mata, dan Lexin langsung mengerti.
"Now lari Xin ...." Dengan sekali tolakan Fanglin berhasil mendorong pria aneh itu hingga hampir terjatuh.
Mereka bertiga langsung mengambil kesempatan itu untuk pergi memutari lantai 3 mencari jalan lain untuk kabur. Pria aneh itu mengejar Xinyue, mereka bertiga berpencar Lexin membawa Xinyue untuk kabur karena mendadak mood Xinyue langsung down, Fanglin mengarahkan pria aneh itu menuju ke rooftop Lexin dan Xinyue pergi menuju ke lift yang ada di lantai 3.
Ponsel Lexin bergetar didalam saku, Lexin berusaha melihat siapa yang menghubungi dirinya disaat genting ini. Melihat yang menelfon adalah Yuan, Lexin segera mengangkat panggilan tersebut.
*On Call*
"Hallo Lex, Xinyue kemana? Dia baik-baik aja, kan?"
"Jemput gua sama Xinyue di Luxury Amour Mall, Xinyue dikejar orang aneh,"
"What? Lu sama Xinyue baik-baik aja, kan?"
"Gua sama Xinyue baik-baik aja, gua lagi lari mutar dilantai 3 nyari lift buat kabur, pria aneh itu ngejar Fanglin menuju ke rooftop,"
"Gua segera ke sana,"
Fanglin berhasil sampai di parkiran rooftop, dengan nafasnya yang terkenal perlahan dirinya berjalan mendekati motornya. Belum sempat motornya menyala pria yang tadi mengejarnya sampai dan berdiri tepat dihadapannya.
"Anda nona Ren Fanglin kan?" Pria aneh tersebut berjalan pelan saat melihat Fanglin yang mulai menjalankan motor.
"Kenapa? Ya gua Ren Fanglin." Fanglin memperhatikan setiap gerak gerik pria aneh itu.
Pria itu diam ditempatnya tidak jauh dari Fanglin dalam diam wajah pria itu terlihat tersenyum miring. Fanglin bergidik ngeri, tanpa menghiraukan apa-apa lagi, Fanglin langsung menarik gas motornya dan mengarah turun dari parkiran. Saat turun dari parkiran di dekat pintu masuk Mall, Fanglin melihat ada Lexin dan Xinyue berdiri di sana dia segera mengarahkan motornya ke arah 2 sahabatnya.
"Kalian napa disini?"
"Gua nungguin Yuan, nih si Xinyue moodnya down dari tadi diam mulu." Lexin mengusap kepala Xinyue beberapa kali.
Xinyue diam tertunduk, tatapannya seakan kosong. Setelah menunggu beberapa saat sebuah mobil berwarna hitam menghampiri, Lexin memeluk erat Xinyue berjaga-jaga, Fanglin mendekatkan motornya ke depan Lexin dan Xinyue.
Yuan turun dari mobil.
"Lu berdua napa dah?" Yuan memandang heran wajah Lexin dan Fanglin yang seakan menganggap dirinya orang jahat.
"Gua kirain pria aneh di eskalator tadi," Lexin merenggangkan pelukannya di tubuh Xinyue, tapi Xinyue tiba-tiba kehilangan keseimbangan, tubuhnya hampir jatuh jika Yuan tidak sigap menangkap tubuhnya.
"Xin lu kenapa?" Yuan memeluk erat pinggang mungil Xinyue menahan agar gadis itu tidak jatuh.
"Kepala gua napa sakit amat?" Xinyue mencengkram rambutnya erat, menyadari hal itu Lexin langsung melepaskan tangan Xinyue di rambutnya sendiri.
"Lu jangan macem-macem." Lexin mengerti kalau Xinyue memegang kepalanya saat moodnya sedang down, dia akan menjambak rambutnya sendiri hingga rontok.
"Gua bakalan bawa dia kerumahnya, kalian ikut juga," Yuan menggendong Xinyue ala bridestyle membawanya masuk ke dalam mobil.
Tanpa ba bi bu Lexin dan Fanglin bergegas menuju ke parkiran tak jauh dari posisi mereka untuk mengambil motor Xinyue. Mobil yang disetir Yuan melesat cepat melewati jalanan membawa Xinyue ke rumahnya untuk mengambil obat mood swingnya.
♡ See You In The Next Part ♡
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments