❁ Happy Reading ❁
Xinyue sedang duduk di depan cermin menata rambut pendeknya dan memakai beberapa aksesoris yang gadis pada umumnya gunakan saat akan keluar, setelah di rasa sempurna sekarang saatnya memberikan sentuhan terakhir, Parfum. Aroma bunga elegan itu langsung menyeruak masuk ke indra penciuman saat tangannya sekali menyemprot botol parfum tersebut.
Tak lama terdengar suara klakson mobil dari luar dengan segera Xinyue berjalan ke jendela mengintip sedikit dan melihat keluar mobil Yuan sudah menunggu, tanpa peduli apapun lagi gadis itu berjalan keluar kamar menemui gege yang juga telah siap di ruang tamu.
"Gua nggak tau hal sepenting apa yang ingin dibicarakan tapi yang pasti Chaopard nggak bakalan gua bawa," gege sedikit menunduk saat mendengar suara adiknya dari sebelah kanannya.
"Bagus, takutnya akan terjadi suatu hal di luar kendali jadi lebih baik benda itu tinggalkan saja di rumah," Xinyue mengangguk mengerti dengan maksud dari gege.
Pintu terdengar di ketuk dari luar dengan segera gege berjalan membukakan pintu dan langsung di sambut figur Yuan menggunakan setelan suit berwarna biru gelap serta dasi putih sebagai pelengkap, senyum manis terukir di wajahnya saat melihat Xinyue menggunakan gaun selutut berwarna biru gelap juga.
Xinyue merasa sedikit canggung melihat senyuman serta tatapan yang di lemparkan oleh Yuan untung saja Gege mengerti dan langsung mengalihkan keadaan dengan keluar menarik Yuan terlebih dahulu berjalan menuju ke mobil.
Sekitar 20 menit di mobil akhirnya Yuan berbelok memarkirkan kendaraannya tersebut di depan sebuah restoran yang cukup terkenal di Beijing, Restaurant Xibei. Ini adalah kali pertamanya menginjakkan kaki di restoran mewah ini padahal hampir setiap hari lewat.
Setelah turun dari mobil gege tiba-tiba menarik tangan Xinyue pelan kemudian membisikkan sesuatu, Yuan tersenyum singkat melihat mereka berdua lalu pergi masuk duluan ke dalam.
"Ada senjata yang gua sembunyiin di balik suit gua ini, lu pegang satu buat jaga-jaga," gege mengulurkan senjata di tangannya perlahan dan dengan cepat di ambil Xinyue di sembunyikan di selip resleting gaunnya yang ada di punggung.
Xinyue terkekeh pelan saat melihat ekspresi tegang dari gege yang selalu begitu saat menyelundupkan senjata, padahal mereka sering melakukan hal ini untuk saling menjaga. Pandangannya mengedar ke atas melihat plang nama restoran lalu beralih ke mobil yang terparkir di sebelah mobil Yuan.
"Gege aa, mobil Papa kan?" pandangan gege mengikuti arah telunjuk tangan Xinyue menunjuk ke sebuah mobil terparkir tepat di sebelah mobil Yuan.
"Iya, tapi kok ada Papa jangan-jangan kita kemari buat ketemu sama Papa? gua bener-bener nggak tau apapun loh,"
"Udahlah kita langsung masuk aja dulu." mood Xinyue langsung berubah merasa kesal saat melihat mobil tersebut dan menarik tangan gege segera masuk ke dalam menyusul Yuan.
Mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju ke lantai 2 tepatnya area makan privat yang bisa diakses jika sudah di pesan, Yuan mengeluarkan kartu pemesanan dan men-tap di tempat scan yang ada di pintu.
Sebelum pintu terbuka sesaat pandangan mata Yuan tersenyum miring menatap ke arah Xinyue, gadis itu mengerti kalau ada tatapan aneh yang diberikan jadinya dia mengalihkan pandangannya ke samping. Gege melihat semua kejadian di hadapannya tidak tinggal diam, tangannya langsung meraih leher Yuan dan merapatkannya ke dinding.
"Lu macem-macem sama dia lu bakalan abis di tangan gua," gege mengeratkan rahangnya menatap geram ke wajah Yuan yang berekspresi tanpa merasa bersalah.
Khawatir akan terjadi hal di luar kendali Xinyue menarik tangan gegenya untuk melepaskan Yuan lalu masuk ke ruang privat yang pintunya telah terbuka.
Hal pertama yang ditangkap matanya adalah orang yang tadi dia dan gegenya duga ada di restoran ini, Xinyue langsung berbalik badan hendak keluar dari ruangan tersebut tapi tangannya di tahan dari belakang.
"Jangan pergi dulu, ini adalah hal penting yang memang harus kita omongin." genggaman tangan Yuan sangat erat menatap lekat manik hitam legam Xinyue, gadis itu terdiam sejenak menoleh ke meja pria itu tidak melihat ke arahnya.
"Gua nggak bakalan mau ketemu lagi dengan lu." Xinyue menggertakkan giginya merasa geram dan bersamaan matanya ikutan terasa memanas, genggaman tangan Yuan tidak lepas mencengkram langsung saja Xinyue menghempaskan tangan pria itu hingga melepaskannya.
Baru saja langkah kakinya keluar dari ruangan Yuan menahan tangannya lagi, Xinyue berbalik menatap wajah pria itu dengan perasaan yang panas.
"Apa sih?!"
"Please sebentar aja ketemu sama ..."
"Kunci mulut lu dan lepasin tangan gua sebelum ini gua tembakin ke wajah lu." hal yang dari tadi ditahannya semakin memanas sehingga akhirnya Xinyue mengeluarkan senjata dari gege menodongkan ke Yuan hingga pria itu berjalan mundur masuk lagi ke dalam.
"Xin, lu kalau ..."
"Kalau apa, huh? lu pikir gua takut gunain ini?" keringat bercucuran di wajah Yuan yang duduk tersandar pada dinding dengan ekspresi ketakukan menatap pistol yang terpampang jelas di hadapannya.
"Dai Xinyue ..." suara berat dari orang tua yang duduk di dekatnya seketika mengalihkan perhatiannya, pria itu hanya menoleh sedikit ke samping arahnya melihat Yuan.
Perlahan Xinyue menurunkan senjata di tangannya mengatur nafasnya sejenak lalu beralih menatap ke arah gege yang dari tadi hanya diam melihatnya dan Yuan tanpa melakukan apapun.
Senyuman miris mengukir di wajahnya, Xinyue berdecih meludahkan salivanya ke arah samping sambil menatap pria yang memanggil memanggilnya tadi dengan perasaan yang kesal. Lengang sesaat hingga dirinya berbalik lalu pergi keluar dari ruangan privat tersebut.
Sampai di parkiran restoran Xinyue langsung berjalan kaki untuk menuju ke markas yang jaraknya tidak terlalu jauh, dari belakang terdengar suara gege memanggilnya beberapa kali tapi dihiraukannya sampai akhirnya bahunya ditarik dari belakang.
"Dengerin gege dulu napa, ini sangat penting makanya gege bohong kalau nggak tau apa-apa sebenarnya ini emang udah di rencanain,"
"Tapi napa sih harus berhubungan dengan Papa? lu kan tau sendiri adik lu ini bener-bener benci sama tu orang tapi malah lu ngajak gua ketemu sama dia." Xinyue mendorong tangan gege di bahunya menatap datar pria itu.
"Karena ini memang sepenting itu Dai Xinyue, kalau ini nggak terlalu penting gua bisa pergi sendiri terus sampaikan ke lu apa yang di omongin. Tapi karena ini memang benar-benar penting dan lu harus terlibat," nada suara gege terdengar merendah saat mengucapkan namanya, Xinyue menelan salivanya gusar merasa sedikit takut dengan nada bicara gege tapi wajahnya terus menatap dengan datar.
"Nggak, gua mau ke Beiwanzi ada balapan taruhan yang harus gua menangin." tanpa menghiraukan perubahan ekspresi di wajah gege, Xinyue langsung menyinggahkan taxi yang baru saja melintas lalu pergi berlalu begitu saja.
Gege mengusap wajahnya pelan memang sulit untuk mengajak Xinyue berkompromi jika ada Papanya, sebesar itu rasa bencinya bahkan sampai-sampai adiknya itu bahkan tidak mau melihat wajahnya.
Sampai di jalanan Beiwanzi sudah banyak motor-motor sport terparkir, orang-orang juga lumayan ramai yang datang setelah turun dari taxi Xinyue langsung mencari sahabat-sahabatnya para anggota Randzion di tengah-tengah keramaian.
Di tengah keramaian ada sekumpulan orang yang di kerumuni, Xinyue berpikir mungkin mereka adalah pengumpul uang taruhan tapi setelah dirinya menyempil di keramaian tersebut ternyata itu adalah lawan Eagle Scout malam ini.
Pandangan Xinyue mengarah pada seorang pria yang tertawa duduk di atas motor bercanda dengan teman di sebelahnya melihat pemandangan itu membuat Xinyue berdecih, dirinya langsung berbalik badan keluar dari lingkaran yang mengelilingi pria itu pergi mencari keberadaan Randzion.
Tak jauh dari kerumunan di dekat sebuah bangunan ada beberapa motor yang di kenalinya terparkir di sana tapi tidak ada siapapun, tak lama seorang gadis keluar dari balik bangunan sambil memegang sebuah gelas. Melihat gadis itu Xinyue tersenyum miring dan muncul ide gila di pikirannya.
Tangannya mengeluarkan pistol yang dibawanya tadi dan meninting gelas di tangan gadis itu, tapi saat melihat ekspresi yang sedikit kesal di wajah si gadis Xinyue mengurungkan niatnya dan pergi menghampiri.
"Lex ..." panggilan singkat dari Xinyue membuat gadis itu tersenyum senang karena orang yang di tunggu akhirnya datang.
"Lu nggak jadi ketemu Yuan?"
"Gua ceritain nanti, gimana balapannya siapa yang wakilin?"
"Jingyi nggak bisa dateng, Lian bilang dia ada urusan dadakan. Gimana lu mau wakilin?"
"Lu nggak liat gua pakai dress begini?" tangan Xinyue mengisyaratkan tangannya naik turun menunjukkan ke Lexin pakaian apa yang di pakainya sekarang, sahabatnya itu terkekeh pelan.
"Sorry sorry, mending kita ketemu sama yang lain dulu." Lexin mengulurkan tangannya pada Xinyue dan di respon dengan senang hati.
Sampai di bangunan tersebut Changhyi keluar menenteng helm dan kunci motor di tangannya senyuman singkat mengukir di wajahnya saat melihat Xinyue datang bersama Lexin.
"Mau kemana lu, Chang?" Lexin tersenyum saat melihat tatapan mata yang di lemparkan Changhyi pada sahabatnya.
"Biasa beli kopi dulu, di dalem ada Yuanyin katanya ada yang mau di omongin sama lu Xin ," sebelum pergi pria itu menyempatkan untuk melakukan tos singkat ke mereka berdua.
Sesaat masuk ke dalam bangunan tersebut hal pertama yang ditangkap oleh mata Xinyue adalah hampir semua anggota inti senior di Randzion ada di sana bahkan Leader Eagle Scout juga ada. Senyum mengukir di wajahnya melihat semua orang tersenyum padanya.
"Hallow sayangnya Randzion," gadis berambut panjang sepinggang dengan wajah bulat tersebut berdiri dari bangkunya berjalan menghampiri Xinyue sambil melebarkan kedua tangannya.
"Kangen banget sama lu kak, gimana kabar lu?" dengan segera Xinyue langsung melebarkan tangannya juga membalas uluran gadis tersebut.
"Lu udah ngeliat gua berdiri di hadapan lu sekarang, itu artinya gua baik-baik aja dong," wajah manis tersebut terus menerus menatapnya dalam dan hangat.
"Lu bisa kan turun kali ini, Xin?"
"Gua? balapan dengan dress begini?" dengan ujung jarinya, Xinyue mengangkak roknya sedikit tinggi dengan senyuman cengengesan.
"Di dalam tas gua ada 1 setel pakaian santai milik gua, gua tau tentang lu keluar sama Yuan tadi jadinya gua inisiatif bawain lu pakaian ganti supaya lu bisa turun balapan ngelawan Black Aoudra bersama gua," soroti mata Xinyue mengikuti tangan Yuanyin yang menunjuk pada tas di dekat dinding.
"Yaudah tunggu gua ganti baju sebentar,"
Mendengar ucapan Xinyue semua orang termasuk Lexin dan Fanglin juga anggota pria langsung mengambil kunci motor mereka masing-masing lalu keluar dari bangunan hanya meninggalkan Yuanyin Xinyue saja.
Setelah yakin semua anggota telah keluar Yuanyin tersenyum miring sesaat menatap Xinyue, gadis itu mengangkat alisnya sambil memajukan bibirnya mengangguk mengerti dengan maksud tatapan yang diberikan Yuanyin.
♡ See u in the next part ♡
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments