Cup.
Reza mencium bibir Anjani sekilas, saat wanita itu bukannya menjawab pertanyaannya tapi malah diam dan melamun.
"Mas," keluh Anjani lengkap dengan suara manja, saat merasakan Reza semakin erat menarik tubuhnya untuk di peluk, hingga kini hidung mereka saling menempel.
Di posisi sedekat ini bahkan bisa dibilang sangat intim, Anjani bisa merasakan nafas hangat Reza beraroma mint.
Saat bibir mereka saling menyentuh, mereka kembali berciuman, Reza mencium dengan lembut dengan durasi cukup lama.
Ciuman baru diakhiri saat keduanya sama-sama sudah kehabisan oksigen, sembari mengambil nafas, Reza mengusap rambut Anjani.
"Apa jawaban-mu?"
Ternyata Reza masih membahas hal ini, Anjani menarik nafas cukup panjang dan ia keluarkan perlahan.
"Mas, status aku masih istri orang ... Meski hubungan kami memang tidak baik-baik saja, tapi ... Aku tidak mau memberikan Mas harapan." Tangan Anjani mengusap pipi Reza.
Maaf dan penuh penyesalan dalam hati Anjani tidak bisa menjadi kekasih Reza, pria yang baru ia kenal sejak dua bulan lalu, yang begitu baik padanya.
"Tidak usah bersedih, aku akan tetap setia menunggu sampai jawaban mu berganti iya." Reza tersenyum kemudian mencium bibir Anjani sekilas.
Reza membawa kepala Anjani untuk tidur di lengannya, lengan satunya ia gunakan untuk mengusap punggung polos Anjani. Reza biarkan Anjani untuk tidur lebih dulu malam ini.
Reza terus memandangi wajah cantik Anjani yang tertidur, terlihat damai dan teduh wajah itu, sampai hatinya puas. Walau sebenarnya ia tidak pernah merasa puas untuk terus memandangi wajah Anjani.
Entah karena apa, tapi yang pasti sejak pertama kali bertemu wanita beranak satu itu, Reza langsung terpikat oleh kecantikan Anjani.
Meski ia akui saat itu Anjani belum terlihat secantik sekarang, hal itu wajar, karena setelah kenal dengannya, Reza membiayai biaya perawatan kecantikan Anjani.
...Suami kamu bo-doh! Telah menyia-nyiakan istri seperti kamu, batin Reza....
...Lihat saja kalau dia tidak mau berubah dan masih terus menyakiti kamu, aku pastikan akan merebut kamu, batin Reza lagi....
Reza bukan tidak tahu perlakuan buruk Nudin ke Anjani, iya tahu. karena Reza menempatkan orang nya untuk mengawasi Anjani, tanpa sepengetahuan wanita itu.
Jika sebelumnya ia acuh, tidak untuk sekarang? Reza tidak akan tinggal diam jika Anjani di sakiti, dan akan memberi perhitungan ke Nudin.
Reza mengambil ponsel yang berada di meja sebelah ranjang, untung Anjani tidak bangun saat merasakan pergerakan tangannya.
Reza mengirim pesan ke anak buahnya, tugas baru yang harus mereka jalani, setelah itu Reza ikut tidur sembari memeluk Anjani, setelah matanya terasa berat karena mengantuk.
*
*
*
Pukul setengah tujuh pagi, Anjani baru bangun tidur, saat matanya terbuka ia sudah tidak mendapati keberadaan Reza di sebelahnya.
Tangan Anjani terulur mengusap kasur tempat semalam Reza tidur, Anjani masih bisa mencium aroma wangi parfum Reza, yang masih menempel di bantal.
Anjani mengambil bantal itu, ia peluk erat, seolah sedang merasakan pelukan hangat Reza.
Puas menghirup aroma wangi parfum Reza di bantal itu, Anjani bangun, ia membersihkan diri.
Satu jam kemudian, Anjani keluar dari kamar, saat tiba di ruang makan, ia menemukan sebuah memo, kemudian ia membacanya.
...Bukalah tuding nasi ada sarapan pagi untuk kamu, selamat menikmati....
Anjani tersenyum begitu setelah membaca memo dari Reza. Anjani membuka tutup tuding nasi dan senyumnya semakin lebar saat melihat ada bubur ayam di sana.
Anjani segera menikmati sarapan paginya itu, tidak butuh lama, hanya sepuluh menit sudah selesai, dan setelah itu Anjani meninggalkan apartemen Reza.
Anjani tidak perlu mengirim pesan bertanya keberadaan Reza, karena tanpa bertanya ia sudah tahu saat ini pria itu sudah berangkat kerja.
*
*
*
Anjani mampir ke minimarket sebelum tiba di rumah, ada beberapa kebutuhan rumah yang harus ia beli. Terutama susu untuk Lucia.
Anjani kini sedang memasukkan belanjaan ke dalam ranjang, saat tanpa sengaja menoleh ia terkejut saat matanya seperti melihat seseorang yang sangat ia kenal.
"Mas Nudin," gumam Anjani, ia langsung menghampiri tempat pria itu berdiri tadi, namun sayang begitu sampai di sana, sudah tidak ada siapa-siapa.
"Aku yakin pasti tadi adalah Mas Nudin, tapi siapa wanita yang sedang bersama Mas Nudin?" tanya Anjani pada diri sendiri, ia sangat yakin bahwa tadi adalah suaminya.
Setelah semua belanjaan ia masukkan ke dalam keranjang, Anjani segera menuju kasir untuk membayar tagihannya.
begitu semua sudah beres, Anjani langsung segera pulang, ia akan memastikan bahwa suaminya ada di rumah, dengan seperti itu apa yang tadi ia lihat pasti salah.
Tapi sayang seribu sayang, ketika Anjani tiba di rumah, tidak ada suaminya di sana, hanya ada ibu mertuanya dan anaknya juga suster.
Deg!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments