BAB 3. Reza menyatakan cinta ke Anjani

Tidak mau berdebat lagi ahirnya Anjani memberikan uang senilai sepuluh juta yang di transfer langsung ke rekening Nudin.

Setelah mendapatkan apa yang dimau, Nudin tertawa sembari berjalan keluar dari rumah.

Anjani hanya bisa elus dada melihat sikap suaminya itu yang makin kesini makin memperbudak dirinya, selalu minta uang dan dihabiskan untuk hal yang tidak jelas.

Apa kamu bisa berubah mas? Aku sebagai wanita seperti tidak ada nilainya di matamu, batin Anjani sembari tersenyum getir.

Anjani masuk ke dalam kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk, matanya menatap langit-langit kamar, bila sudah seperti ini Anjani pasti menangis.

Bukan tidak bahagia, tapi apa pun pekerjaannya saat ini adalah sesuatu yang tidak Anjani inginkan, tapi mengharuskan Anjani untuk terus bekerja sebagai teman ranjang pria lain.

Puas menangis, ahirnya Anjani tertidur.

*

*

*

Pukul sembilan malam, Anjani keluar dari dalam kamar, wanita itu sudah cantik dengan balutan dress warna Sage panjang selutut, ia berjalan menuju kamar Lucia, sampai di dalam kamar Lucia, Anjani menciumi pipi putrinya itu, yang kini sudah tudur pulas.

Maafkan Mama, selalu baik-baik sayang, batin Anjani saat mencium pipi Lucia.

Anjani beralih menatap pengasih Lucia. "Titip anak saya ya? Jaga dia baik-baik."

"Baik, Bu."

Anjani kemudian pergi dari kamar Lucia, saat tiba di lantai satu, bertemu mertuanya.

"Bu, Anjani pamit kerja," pamitnya pada ibu Mei.

Ibu Mei menghela nafas panjang. "Yasudah hati-hati di jalan."

Anjani menyalami tangan ibu Mei dan mencium punggung tangan itu.

Anjani pergi tidak membawa mobil, ia biasa pergi dengan naik taksi, tetangga pemilik rumah di depan rumah Anjani selalu melihat Anjani pergi malam-malam seperti saat ini, karena mereka selalu sedang duduk di teras di setiap jam-jam seperti ini.

Mereka juga berpikir aneh pada Anjani yang selalu pergi malam-malam, apa lagi selalu pergi sendiri dan menggunakan taksi.

Mereka juga berpikir apa pekerjaan Anjani yang membuat Anjani selalu pergi malam-malam.

Bahkan pikiran negatif mengenai Anjani yang bekerja sebagai wanita malam mulai ada dipikiran tetangganya itu.

"Perempuan kok tiap malam keluar, padahal dia punya suami, dan tidak jarang aku melihat dia pulang pagi, hah! Kerja apaan dia? Jual diri?"

Ucap ibu-ibu itu sedang ghibah bersama temannya. Dan temannya hanya tersenyum mendengar ucapannya.

Mobil taksi yang Anjani tumpangi mulai berjalan meninggalkan area perumahan tersebut.

Dalam perjalanan menuju apartemen Reza, Anjani hanya melamun menatap ke arah luar jendela.

Hatinya ingin di rumah menemani putrinya, tapi keadaan harus memaksa dirinya keluar dari rumah.

Anjani tersenyum getir, benar-benar miris takdir hidupnya.

Tanpa terasa sudah dua puluh menit dalam perjalanan, dan kini mobil taksi sudah sampai di apartemen Reza.

Setelah membayar tagihan taksi, Anjani keluar dari dalam mobil tersebut, berjalan menuju pintu masuk apartemen.

Anjani langsung menuju lift dan menekan nomor lantai tempat Apartemen Reza berada.

Saat di dalam lift, Anjani hanya sendirian, wanita cantik itu tanpa sadar meneteskan air mata, ia segera menghapusnya sebelum ahirnya pintu lift terbuka bahwa sudah sampai.

Anjani melangkah keluar dan berjalan menuju pintu kamar apartemen Reza, tanpa perlu menekan bel apartemen, Anjani cukup menekan tombol password yang sudah ia ketahui.

Begitu sudah masuk ke dalam, Anjani seketika mengambil nafas dalam, menguasai diri supaya tetap tenang.

Meski sudah sering bertemu dengan Reza, tapi di hati Anjani masih suka ada perasaan takut pada pria itu.

Di lihat dari rak sepatu yang masih kosong, sudah dapat dipastikan bahwa Reza belum pulang, Anjani putuskan untuk memasak, sedikit-sedikit ia tahu makanan kesukaan Reza.

Malam ini Anjani mau memasak yang ringan saja, yaitu sekedar telur dadar asam manis.

Saat Anjani sedang fokus masak, tiba-tiba merasakan ada tangan kokoh yang melingkar di pinggangnya, Anjani sempat kaget, tapi setelah menyadari siapa pemilik tangan kokoh itu, Anjani kembali tenang.

"Masak apa, Sayang?" Reza bertanya sembari mencium dalam-dalam leher jenjang Anjani.

"Hanya telur dadar di masak asam manis, Mas."

Reza mengintip masakan Anjani, dan mencium sekilas pipi Anjani sebelum ahirnya masuk ke dalam kamar untuk mandi.

Satu jam kemudian, Reza dan Anjani kini duduk di ruang makan, mereka makan malam bersama.

Setelah makan malam selesai, seperti biasa mereka akan mengobrol tentang keseharian mereka yang dilewati, di ruang televisi.

Setelah hampir pukul sebelas malam, Reza mengajak Anjani masuk ke dalam kamar. Reza yang setiap malam selalu Anjani hangatkan tentu malam ini tidak akan terlewatkan, dan mereka kembali melakukan hal menyenangkan.

*

*

*

Kini Reza dan Anjani saling memeluk setelah selesai melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Reza menatap lekat wajah Anjani, membawa tangan Anjani ke pipinya. "Aku mencintaimu, aku mau kita miliki status hubungan, apa kamu mau menjadi kekasihku?"

Anjani terdiam mendengar ucapan Reza barusan, terkejut tidak menyangka seorang Reza Adipati Pratama mengatakan cinta padanya.

Terpopuler

Comments

Diana Susanti

Diana Susanti

tinggal kan SUAMI mu Anja dan nikah sama Reza aja jd memutus dosa mu

2023-07-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!