Seperti ucapan Eric ,malam ini Ayu akan di perkenalkan pada keluarga nya sebagai kekasih nya .
Ayu juga sudah menceritakan tentang Eric padanya ibunya tapi bukan sebagai kekasihnya melainkan bos nya di perusahaan dan Ayu juga menceritakan dari mana biaya yang dia dapat untuk operasi ibunya .
Bahkan dia juga mengatakan jika saat ini tinggal di apartemen Eric dengan alasan jika dia bekerja membantu membereskan apartemen tapi dia juga tetap berkeja di perusahaan milik keluarga pria itu .
Ibu dari Ayu tentu terharu perjuangan Putri nya ,bahkan dia berpikiran jika dia hanya beban untuk Putri nya ,namun itu di bantah langsung oleh Ayu , sekalipun ibunya tidak mengatakan secara langsung ,seolah Ayu bisa membaca pikiran ibunya .
" Ayu hanya punya ibu ,jadi jangan berpikiran jika ibu itu beban untuk Ayu ,ayu akan melakukan apa pun untuk ibu ,jadi Ayu mohon jangan perna berpikir meninggalkan Ayu" Ujarnya lembut .
Kini Ayu dan Eric sudah siap untuk ke masion utama ,sejak tadi Ayu terus² menarik napas panjang agar perasaan nya lebih tenang lagi ,tapi semuanya percuma kegugupan dan ketakutan nya kali ini melebihi apa pun
Eric menatap ke sampingnya ,dengan pelan dia menggegam tangan Ayu membuat wanita itu tersentak .
" Jangan gugup " Ayu masih terdiam menatap tangan nya yang di genggam Eri lalu menatap Eric .
" Aku sudah berusaha tapi gagal " Jawab Ayu jujur.
"Apa keluarga Bee semua di sana ? " Eric mengaguk " Iya " Jawabnya .
" Kenapa ? Apa kamu takut Qiandra tahu " Ayu langsung menatap ke arah Eric yang tengah fokus pada kemudi nya " Bee tahu ? " Eric menarik sudut bibirnya ke atas .
" Bahkan aku tahu siapa mantan mu " Ayu melotot kan matanya ke arah pria itu .
" Kamu berteman dengan Qiandra tapi kenapa kamu tidak meminta posisi yang baik di perusahaan " Ayu mengalihkan pandangannya ke arah luar .
" Aku tidak ingin mengambil keuntungan darinya ,bisa masuk di sana pun aku sudah bersyukur " Jawab Ayu pelan .
" Tapi itu tidak sesuai dengan jurusan mu ? Untuk apa kamu kuliah 4 tahun jika hanya jadi pelayan di perusahaan itu " Ujar Eric .
" Aku sudah berbicara dengan Daddy,mulai besok kamu akan bekerja di lantai yang sama dengan ku "Lanjut nya .
" Bee ...."
" Aku tidak meminta persetujuan mu ,dan kamu tidak memiliki hak untuk menolak " Potong Eric .
" Tapi itu ..."
" Kita sudah sampai " Ayu menatap ke depan, lagi² dia di buat syok dengan kenyataan yang ada di depannya.
Sekalipun sudah lama berteman dengan Qiandra tapi tidak sekalipun wanita itu menginjakkan kakinya di masion yang bisa di katakan sebagai istana kerjaan.
" Ini ...rumah ...mu " Tanya Ayu terbata .
" Rumah keluarga ku " Koreksi Eric " Ayo turun " Ayu menarik tangan Eric membuat pria itu menatap ke arah nya .
" Kita pulang saja ya " pinta Ayu memohon " Keluarga ku sudah menunggu " Eric melepaskan tangan Ayu lalu ke luar dari mobil itu .
" Ayo " Ayu menatap ke arah samping di mana Eric sudah berdiri di samping nya membukakan pintu " Bee " Eric menggeleng , Ayu menarik napas panjang lalu ke luar dari mobil itu .
" Ingat ,aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan. Sekarang giliran mu " Ayu memejamkan matanya menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan .
" Aku siap Bee " Ayu melingkar kan tangan nya di lengan Eric membuat pria itu tersenyum tipis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selamat malam " Peserta di ruangan itu menatap ke sumber suara .
" Akhirnya yang di tunggu datang juga " Elvi berdiri dari duduknya langsung memeluk Eric dengan erat .
Sedangkan di sisi lain Henry menatap tajam pria itu .
" Jangan lama Oma ,Eric belum menikah " Elvi menatap Eric lalu menatap Henry yang langsung tersenyum .
" Apa dia calon menantu Oma " Eric mengaguk tersenyum " Cantik bukan ? " Pujinya membuat Ayu menundukkan kepalanya malu .
" Ya " Jawab Elvi jujur " Siapa namanya ? " Tanya Elvi lagi .
" Oma bisa langsung tanya padanya ? Tapi apa kita akan terus berdiri seperti ini ? " Elvi langsung tertawa.
" Maaf Oma terlalu bahagia ,Ayo duduk dulu " Eric membawa Ayu duduk di samping orang tuanya .
" Miss you " Adara mengelus lengan putra nya dengan lembut " Mommy juga " Jawab nya lembut .
" Opa kira kamu lupa jalan pulang ke masion ini " Sindir Henry ,pria itu masih kesal sama Eric karena pria itu dia harus tidur di kamar tamu, bahkan Elvi tidak membiarkan dia berlama-lama di kamar milik mereka .
"Seperti nya kehadiran Eric tidak di terima dengan baik ,Ayo kita pulang saja " Ucap Eric yang sudah siap akan berdiri.
" Daddy " Tegur Elvi membuat Henry berdecak kesal .
" Apa ? " Jawabnya ketus .
" Maaf kami terlambat " Rif'at duduk di ikuti Amanda dan juga kedua anaknya .
" Tidak masalah bahkan tamu kita baru juga sampai " Ujar Alan membuat pandangan mereka ke arah Eric .
" Ayu " Peserta di situ menatap ke arah Qiandra begitu juga sang pemilik nama .
" I...ya " Jawabnya gugup tersenyum kaku .
" Kamu ...." Qiandra tidak lagi melanjutkan ucapannya dia menatap kedua orang itu bergantian.
Qiandra memutar otak nya mengingat pembicaraan mereka tadi pagi saat di rumah sakit .
" Kamu kenal sama pacar nya Eric sayang " Qiandra mengaguk pelan " Dia sahabat ku " Jawab Qiandra pelan , bahkan kini wajahnya masih terlihat datar .
" Terus kenapa kamu kaget " Qiandra menatap ke arah ayah nya " Dia tidak cerita " Jawabnya jujur .
" Mungkin dia kasian dengan mu karena terus sendirian " Jawab Bara .
" Apa bedanya dengan kakak Bara " jawab Qiandra kesal .
" Qia ,Bara " Tegur Elvi membuat kedua cucunya itu diam .
" Oma dengar kalian tinggal di apartemen " Tanya Elvi lembut.
" Iya tapi tidur terpisah " Tekan Eric tegas .
" Sudah lama pacarannya " Tanya Aqila lembut .
" Baru beberapa Minggu " Jawab Eric lagi .
"Sekarang kamu sudah membawanya ke sini ? Apa itu artinya kalian akan melangkah ke arah yang lebih serius lagi " Tanya Elsa pelan .
" Untuk itu Eric belum memikirkan Oma ,karena Ibu nya juga sedang di rawat di rumah sakit dan baru saja di operasi " Jawab Eric .
" Ah iya ,Oma sudah dengar dari mommy mu rencananya besok kami baru ke sana ? Maaf Oma belum sempat ke sana " Jawab Elvi lembut.
"Tidak papa Nyonya " Ucap ayu lembut .
" Jangan Nyonya ,tapi panggil Oma . Sekarang kamu kekasih eric dan itu artinya kamu juga cucu ku " Ujar Elvi lembut.
" Kenapa tidak sekalian meminta penjaga atau pelayan menjadi Cucu mu "Ujar Henry ketus menguat Jose dan Jeje menahan senyumnya .
" Daddy mau tidur di kamar tamu lagi " Ancam Elvi .
" Itu kamar ku ,bukan kamar Mommy " Jawab Henry .
" Baiklah aku akan tidur di kamar Tamu " Jawab Elvi .
" Tidur saja ,bila perlu tidur di kamar pelayan biar mommy puas" Jawab tidak ingin kalah .
" Seperti nya Daddy susah terbiasa tidur tanpa ku , baiklah aku akan ikut Eric tinggal di apartemen " Ujar Elvi tersenyum.
" Silahkan ,tapi jangan membawa apa pun ,selain pakaian yang ada di badan mu " Ujar Henry serius .
" Jangan perna meminta bantuan pada anak-anak ku atau cucu ku,mommy tahukan aku seperti apa orang nya " Lanjutnya tersenyum miring .
" Pemaksa " Henry menaikan kedua bahunya tersenyum menang " Daddy sudah memberi kan kamu waktu jadi jangan bertingkah seperti gadis lagi ,paham kan " Elvi memukul paha Henry membuat Henry tertawa kecil .
" Mom ,Dad " Tegur Raymond menggeleng ,dia bingung harus mengatakan apa ? Di saat orang fokus pada Eric keduanya malah berdebat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Pasrah
seneng banget, jadi kangen baca ceritanya Elvy dan Henry deh
2024-01-23
0
Sani Srimulyani
masih bingung dengan reaksi dri qiandra.
2023-08-05
0