Pagi harinya Ayu lebih dulu bangun dia langsung mandi memakai kembali pakaiannya semalam tapi hanya celananya sedangkan bajunya dia kembali memakai pakaian Eric .
Dengan sedikit keberanian dia ke luar dari kamarnya menuju dapur,dia berharap ada sesuatu yang bisa di masak untuk sarapan pemilik apartemen itu ,anggap saja ini sebagai tanda terimakasih nya karena sudah di beri tumpangan Dan semoga pemilik Apartemen ini tidak menganggap nya tidak sopan atau kurang ajar karena menyentuh barang yang ada di dalam situ.
Ayu membuka lemari pendingin namun wajah nya langsung berubah saat melihat isi lemari pendingin milik Eric, di mana hanya ada botol mineral saja .
" Apa dia tidak memiliki apa pun ? Roti atau buah " Gumam Ayu bingung .
" Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang " Ayu menjadi bingung dia kembali menutup lemari pendingin .
Kepalanya terus berputar memikirkan apa yang harus dia lakukan .
" Apa aku ke luar saja membeli sarapan ? Tapi bagaimana kalau dia tidak suka atau perutnya sakit ? " Tanya nya pada diri sendiri, dia semakin kebingungan .
Saat dia sedang berperang dengan pikirannya sosok yang dia bicarakan pun datang tanpa dia sadari .
" Kamu sudah bangun " Suara bariton itu membuat ayu tersentak gugup " I-ya tuan " Jawab Ayu terbata lalu menundukkan kepalanya sebagai sapaan untuk pria itu .
" Apa yang kamu lakukan di sini ? " Eric membuka lemari pendingin mengambil botol air mineral.
" Maaf tuan jika saya lancang ,saya hanya ingin membuat sarapan tapi ....." Ayu tidak berani melanjutkan ucapannya takut Eric tersinggung " Kalau tuan mau saya ke luar sebentar untuk membeli sarapan anda " Tawar Ayu lembut .
" Hanya sarapan ku " Ayu mengaguk " Iya tuan ,soalnya saya harus kembali ke rumah mengganti pakaian ku ,mau bekerja " Terang Ayu sopan .
" Bukannya restoran itu bukanya jam 9 ,ini masih jam 6 bahkan di luar sana mungkin masih sedikit gelap " Tanya Eric menatap Ayu .
" Itu tuan ...." Ucapan atau tertahan tak kalah suara bel apartemen berbunyi .
Ting....tong ....
" Siapa yang bertamu pagi buta begini ? Apa pelayan yang antar sarapan ? " Gumam Eric meninggalkan dapur menuju pintu apartemen .
" Sayang "
Deg
" Mommy ....Daddy " Ucap Eric terbata ,lalu menatap ke arah belakang nya .
" Mommy sama Daddy akan temani kamu sarapan pagi ini ,jadi mommy bawah makanan " Adara mengakat kedua tangan nya lalu menerobos masuk di ikuti Raymond .
Eric masih terdiam di tempatnya hingga beberapa detik dia langsung menutup pintu apartemen , menyusul orang tuanya di dapur.
Sial !!
Apa yang di takutkan Eric terjadi ,dimana kedua orang tuanya sedang berhadapan dengan Ayu yang pastinya masih syok .
" Mom ,Dad . Eric bisa ...."
" Siapa dia ? " Tanya Adara sebelum Eric menyelesaikan ucapannya dan menatap tajam Putranya
" Mommy duduk dulu ,baru Eric jelaskan " Eric mendekati Adara mengambil barang yang ada di tangan ibunya lalu di letakan di atas meja makan .
" Apa dia kekasih mu " Eric langsung melongo begitu juga Ayu " Bukannya selama ini ...."
" Mommy dengarkan Eric dulu Ok " Eric mencoba untuk tenang , dia menatap Raymond yang hanya diam saja membuat Eric semakin kesal .
Karena tidak mungkin pria itu tidak tahu apa yang terjadi dengan nya semalam ,tapi sebisa mungkin dia tahan .
" Tidak perlu di jelaskan ,mommy tahu pasti kamu sengaja merahasiakan ini kan ? " Eric semakin melongo,belum lagi Adara mulai mendekati Ayu membuatnya semakin bingung .
" Siapa namamu ? " Tanya Adara lembut .
" Ayu ...Nyonya " Jawab Ayu terbata , bahkan kini dia sudah keringat dingin .
" Dad " Tegur Eric ,Sial !!
Raymond hanya menaikkan kedua bahunya lalu duduk di salah satu kursi yang ada di situ .
" Jangan takut ,Mommy tidak marah mommy hanya kesal karena kalian berpacaran sembunyi² " Eric mengusap wajahnya kasar ,entah bagaimana dia harus menjelaskan pada ibunya .
" Nyonya ,saya dengan tuan Eric ...."
" Sudah tidak perlu malu ,mommy tahu perasaan mu bagaimana karena mommy perna merasakan apa yang kamu rasakan sekarang" Lagi² Adara tidak membiarkan kedua orang itu menyelesaikan ucapannya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi .
" Mommy bisa dengarkan Eric dulu " Adara menatap Eric sambil tersenyum " Ayo sarapan dulu , mommy bangun pagi hanya untuk membuat kan Saparan untuk kita " Adara berjalan ke arah meja makan " Ayo sayang " Ayu tidak langsung mendekat dia lebih dulu menatap Eric , mendapat pertunjukan dari pria itu Ayu mulai mendekat dengan pelan .
" Eric itu suka makanan yang seperti ini, sederhana kan ? " Adara memulai pembicaraan sambil menata makanan di atas meja di bantu ayu " Lebih tepat nya semua anak Mommy sih " Lanjut nya tertawa kecil " Tapi Eric yang lebih mencolok " Ucapnya lagi .
" Dia juga anak Mommy yang paling sabar,lembut di banding Abang dan adiknya ,tapi sekali marah dia melebih saudaranya " Terangnya lagi " Jika nanti Eric marah biarkan saja ,jangan mengatakan apa pun atau menjelaskan apa pun ,Biarkan nanti dia bertanya baru kamu jelaskan " Ucap nya lagi .
" Iya Nyonya " Jawab Ayu terbata.
" Jangan panggil Nyonya ,tapi panggil Mommy Ok " Tekan Adara membuat Ayu kembali mengaguk " I- ya Nyo ...Mo..mmy " Adara tertawa kecil .
" Tidak papa " Ucap Adara .
Eric menatap datar Raymond yang hanya diam saja tanpa mempedulikan tatapan putranya.
Membuat Eric terus menghela nafas panjang sesekali berdecak kesal .
" Tolong ambilkan piring sayang " Ayu beranjak dari posisi nya mengambil piring syukur dia tahu di mana letak benda itu ,lalu kembali ke meja makan .
" Duduk saja ' Pintah Eric ,tapi Ayu masih diam di posisi nya berdiri di belakang Eric .
" Duduk sayang " Ayu masih berdiri di tempat nya ,bukannya dia menghargai orang yang ada di situ tapi dia masih sungkan dan segan apa lagi dia berharap dengan bukan orang sembarangan ,apa kata manusia di luar sana jika tahu dia makan satu meja dengan orang seperti mereka .
Eric membalikkan badannya menatap Ayu yang masih terdiam, hembusan napas Eric begitu berat dia menarik kursi yang ada di samping nya lalu menarik tangan Ayu hingga membuat wanita itu kaget .
" Tuan..." Eric memberikan tatapan tajam hingga membuat terdiam .
" Ayo makan ,tidak perlu sungkan sayang " Ujar Adara lembut .
" I-ya Nyonya " Jawab Ayu ,Adara hanya tersenyum saja .
Sarapan pagi itu terlihat beda dan juga menegang kan ,jika ketiga orang yang ada di situ menikmati makanan yang di depan mereka ,tidak bagi Ayu ,wanita itu bahkan memaksa makanan yang masuk dalam mulutnya untuk di telan .
Eric yang duduk di samping Ayu tentu sadar dengan kegugupan dan ketakutan wanita itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf Sedikit telat ,mohon di maklumi karena ada tanggung jawab dan perkejaan yang harus di utamakan .
Vote
Like
Koment
Jangan lupa hadiah bintang 5 nya ,biar kita bisa lanjutkan 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Pasrah
kasian banget ya ayu dan Eric kenapa Rey diam saja
2024-01-23
0
Sani Srimulyani
ciee3 kayanya bakal jd mantu idaman nih.
2023-07-25
1