Plak
" Ssstttt " Ayu meringis memegang pundak nya yang terasa panas ,dia menatap sang pelaku yang hanya tersenyum .
" Sakit Ndra " Qiandra hanya menaikkan kedua bahunya lalu duduk di samping Ayu .
" Kenapa kamu tidur ? Jika ada yang masuk mencelakai Aunty gimana ? " Ayu hanya menghela nafas panjang " Syukur aku yang masuk kalau orang jahat gimana " Untuk beberapa menit kedepan Ayu harus sabar berhadapan dengan sahabatnya itu .
" Kamu tidak menjual diri kan ? " Belum papa Qiandra sudah mulai mengoceh " Aku masih perawan Ndra kamu boleh memeriksa jika tidak percaya " Jawab Ayu pelan .
" Terus kamu dapat uang dari mana ? Itu bukan uang yang sedikit jangan membohongi ku " Gertak Qiandra .
" Bahkan kamu menolak bantuan ku ,jika bukan menjual diri lalu apa ? belum lagi ruangan Aunty ini " Ayu sudah hatam dengan sahabat nya itu sehingga setajam apa pun lidah Qiandra itu bukan masalah untuk nya .
" Aku bertemu orang baik , syukur dia mau membantu ku tapi dengan satu syarat aku harus pura² menjadi kekasih nya ' Jawab Ayu tanpa membongkar identitas sang pria .
" Jangan berani membohongi ku Ayu " Ayu menghela napas panjang " Kapan aku berbohong dengan mu " Tanya Ayu pelan .
" Sering ,bahkan sudah tidak terhitung " Ayu tersenyum kuda memperlihatkan gigi putihnya" Itu karena aku tidak ingin terus menyusahkan mu " Lidah Qiandra berdecak kesal .
" Aku berkata sungguh² kali ini ,sumpah " Ayu mengakat jari telunjuk nya dan jari tengah yang berbentuk harus V " Bahkan aku sudah tinggal di apartemen nya semenjak kemarin malam dan aku tidak akan berkerja di restoran lagi " Lanjut nya serius.
" Terus di perusahaan " Tanya Qiandra serius .
" Kalau itu dia masih mengizinkan aku berkerja " Qiandra menghela napas lega " Tapi dia tidak berbuat macem-macem kan dengan mu " Ayu mengaguk cepat .
" Tidak , sekalipun dia cuek tapi dia orang baik " Jawabnya jujur .
" Kalau dia macem-macem langsung hubungi Aku " Ayu mengagukan kepalanya.
" Gimana lukamu sudah mendingan " Ayu mengaguk lalu menatap lengan dan juga kakinya " Sudah kering jadi tidak perlu khawatir " Jawabnya tersenyum.
" Tunggu " Qiandra menatap Ayu bingung " Kamu bolos " Qiandra tertawa kecil .
" Mana ada bolos ,aku izin " Ayu hanya menggeleng kan kepala nya pelan .
" Syukur kamu anak bos ,jika itu aku " Ayu tidak melanjutkan ucapannya .
Dia benar-benar bingung dengan kehidupan Qiandra yang bekerja sesuka hatinya, tapi kadang wanita itu juga akan serius jika sudah berhadapan dengan pekerjaan nya ,dan akan kumat jika kepalanya sudah mulai berat mungkin seperti sekarang .
" Sampai kapan Aunty akan menutup matanya " Kini pandangan ke duanya ke arah tempat tidur .
" Tadi sudah sadar tapi dokter kembali memberikan obat tidur agar ibu bisa istirahat dengan baik " Jawab Ayu pelan .
" Bukan Obat mati kan " Ayu tersenyum lalu menggeleng " Bukan " Jawabnya lembut .
" Syukurlah ,soalnya aku belum siapkan papan bunga " Hanya helaan napas panjang yang ke luar dari mulut dan hidung Ayu .
Sahabat nya itu sangat luar biasa , Entahlah dia harus menyesal atau bahagia bisa bertemu dengan wanita unik seperti nya .
" Bahkan aku sendiri tidak percaya seperti nya tuhan masih menyayangi ku Ndra " Ucap Ayu tersenyum miris .
" Ibu hanya tidak ingin meninggalkan mu sendirian,Karena dia tahu aku tidak akan terus² membantu mu apa lagi aku orang sibuk " Canda Qiandra .
" Menikahlah biar jangan menyusahkan Aunty terus " Ayu menatap kesal ke arah sahabat nya itu .
" Kamu saja belum menikah , bahkan kekasih juga tidak " Jawab Ayu ketus.
" Bukannya kita sama " Qiandra menaikan alisnya sebelah" Sorry, status kita beda sekalipun pura² tapi aku sudah naik satu tingkat " Ayu menjulur lidah nya membuat Qiandra kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ibu " Ayu beranjak dari sofa mendekati tempat tidur Ibunya .
" Ibu sudah sadar " Ayu langsung menekan tombol yang ada di atas kepala ibunya .
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya sang ibu kembali sadar ,dia sempat pesimis soal nya sudah siang tapi wanita itu belum juga membuka matanya ,bahkan sampai sang sahabat pulang pun ibunya belum juga membuka matanya membuatnya takut .
" Haus " Ayu langsung mengambil kan air yang ada di samping tempat tidur .
" Pelan² Bu " Ujar Ayu sekalipun ibunya tidak memberikan respon selain mengedipkan mata nya pelan .
" Non " Ayu menatap ke arah pintu " Nona baik² saja kan " Lanjutnya, mendengar suara Ayu yang meninggi membuat bodyguard yang berjaga di depan langsung masuk tanpa mengetuk pintu .
" Iya Mas , maaf membuat mas kaget " Ujarnya tidak enak .
Bodyguard menatap ke arah tempat tidur ,detik kemudian dokter masuk di ikuti perawat .
" Kalau Nona butuh papa ,saya di depan " Ayu mengaguk sebagai jawabannya .
" Maaf bisa kami periksa dulu " Ayu mundur beberapa langkah membiarkan ibunya di periksa lebih dulu .
🪵
🪵
🪵
" Terimakasih sudah bertahan ,Ayu kangen sama ibu " Ayu langsung memeluk ibunya ,di ruangan itu tinggal mereka berdua.
" Maaf ...ibu ..selalu merepotkan mu " Ayu menggeleng pelan " Jangan bicara seperti itu ,Ayu tidak suka " Jawab Ayu lalu melepaskan pelukannya pada sang ibu .
" Jangan begini lagi, Ayu takut ! Ayu mohon dengar kan Ayu kali ini " Ibu hanya tersenyum " Biarkan Ayu yang bekerja dan ibu di rumah saja " Hanya Anggukan kepala sebagai jawaban yang Ayu ucapkan .
" Kamu memakai uang tabungan mu lagi ? " Ujarnya pelan .
" Ibu tidak perlu memikirkan itu ,yang penting sekarang ibu jangan lagi bekerja biarkan Ayu " Ibunya hanya mengaguk sebagai jawabannya.
" Bahkan ibu terbaring di sini pun mereka tidak datang Bu " Ujar Ayu menundukkan kepalanya .
" Maaf " Ayu mengakat kepala nya menatap sang ibu " Padahal ibu kecelakaan saat masih bekerja,bahkan melihat keadaan ibu pun mereka enggan " Ibu mengakat tangan nya pelan mengelus pipi Ayu dengan pelan .
" maafkan Ibu " Ujarnya menghapus cairan bening yang sudah memenuhi pipi Putri nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
like.
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Pasrah
siapa yg di maksud ayu ya
2024-01-23
0
Sani Srimulyani
lanjut thor....
2023-08-02
0