" Selamat pagi Tuan ,Non " Sapa Bu Rara menundukkan kepalanya sedikit.
" Pagi Bu " Jawab Ayu tersenyum, sedangkan Eric hanya berdehem membalas sapaan Bu Rara.
" Bibi sudah sarapan " Tanya Eric menatap Bu Rara.
" Sudah tuan " Eric hanya mengaguk mendengar jawaban Bu Rara .
Setelah Bu Rara meninggalkan dapur itu keduanya mulai sarapan .
Sekilas Ayu menatap Eric yang begitu tenang, seperti nya dia harus terbiasa sarapan seperti ini pikir Ayu .
" Bee " Eric mengangkat pandangannya namun tidak menjawab panggilan Ayu " Sebentar boleh saya singgah di restoran hanya untuk pamitan " Lanjutnya lembut .
" Hebm "
" Makasih " Jawab Ayu , sekalipun hanya jawaban singkat tapi dia bersyukur karena Eric mengizinkan nya .
Sesuai kesepakatan dengan Eric dia akan ke luar dari restoran itu, jadi dia ingin berpamitan pada teman dan juga bosnya .
Di sela makan Eric mengambil dompetnya dari saku celananya .
" Pakai ini untuk kebutuhan mu " Ayu menatap kartu yang ada di atas meja " Tidak usah Bee " Tolak Ayu lembut .
" Bukannya semua sudah terpenuhi di sini " Lanjutnya pelan .
" Ambil saja ,itu sudah menjadi milikmu " Ayu masih menatap kartu di atas meja itu membuat Eric menarik napas panjang .
" Ambil atau aku stop pengobatan ibumu " Dengan cepat Ayu mengambil kartu itu " Terimakasih Bee " Jawab Ayu tulus .
" Hebm "
Setelah sarapan keduanya langsung ke luar dari apartemen di mana Eric akan ke perusahaan dan Ayu akan ke rumah sakit di antar sopir .
Sesuai ucapan Eric semalam dia akan masuk berkerja esok harinya .
🪵
🪵
Mendengar kabar jika Ibunya sudah siuman Ayu berlari di sepanjang koridor rumah sakit itu ,tangis nya tidak bisa dia tahan lagi perasaan nya benar² bahagia ,dia bersyukur karena ibu nya baik² saja .
Saat sampai di depan ruangan khusus , bodyguard yang menjaga ibunya langsung mendekati dan menunduk kepalanya.
" Maaf Non , dokter sedang memeriksa ibu anda " Ujarnya menahan langkah Ayu yang akan masuk dalam ruangan itu
" Tapi ibuku benar² sudah sadarkan pak " Bodyguard mengaguk " Iya Non 30 menit yang lalu " Ayu menarik napas lega ,tangisannya semakin terisak hingga tubuhnya melorot ke lantai .
" Nona " Bodyguard langsung menahan tubuh Ayu " Nona baik² saja " Ayu mengaguk lemah ,dengan pelan bodyguard membawa Ayu duduk di salah satu kursi yang ada di depan ruangan itu .
20 menit berlalu pintu ruangan itu terbuka ,Ayu langsung berdiri menghampiri dokter yang baru saja ke luar bersama perawat .
" Bagiamana keadaan ibuku dok ? Dia baik-baik saja kan ? " Mendengar pertanyaan Ayu dokter mengulum senyum .
"Alhamdulillah, Ibu Anda sudah melewati masa kritisnya tapi ibu anda belum bisa di jenguk sebelum kami memindahkan ruangannya " Terang dokter lembut .
" Kapan Ibu saya di pindahkan dok ? " Sepertinya Ayu benar² sudah tidak sabar bertemu ibunya .
" Perawat sedang menyiapkan ruangan nya, Dan kemungkinan beberapa jam kedepan baru ibu anda kembali sadar karena kondisi nya belum terlalu stabil jadi kami kembali memberikan obat penenang agar dia kembali istirahat " Ayu mengaguk paham .
" Terimakasih dokter ,karena sudah mau membantu ibu saya " Ayu menunduk kepalanya.
" Itu sudah kewajiban kami sebagai dokter Non ,kalau begitu saya permisi dulu ,Mari Non " Dokter menundukkan kepalanya pada Ayu dan bodyguard di samping Ayu .
" Iya Dok " Jawab Ayu tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Ayu sudah berada di ruangan ibu nya ,dia benar-benar takjub ternyata kekuasaan dan uang bisa membeli semuanya di mana ibunya di tempat kan di ruangan nomor satu di ruangan itu .
Hanya ada ibunya tanpa pasien yang lainnya seperti pada umumnya .
Ayu beranjak dari duduknya menghampiri bodyguard.
" Ada yang Anda butuhkan Non ?" Ayu menggeleng tersenyum " Maaf ,mas punya nomor nya Tuan Eric ? Saya ingin menghubungi memberi tahu ibu ku sudah sadar " tanpa bertanya bodyguard langsung mengeluarkan ponselnya memberikan nomor tuanya .
Sebenarnya aneh sih mereka sudah tinggal bersama tapi tidak memiliki nomor masing-masing, Tapi itu bukan urusannya bisa mati dia jika ikut campur dalam urusan bosnya .
" Terimakasih Mas " Bodyguard mengaguk " Iya Non .
" Mas sudah Saparan " Tanya Ayu lembut .
" Sudah Non " Jawabnya jujur
"Kalau gitu mas istirahat saja dulu ,Pasti mas lelah semalaman jaga ibuku " Ujar Ayu tidak enak .
" Mas masuk saja di kamar itu ,tidak usah kemana-mana takut nya nanti saya butuh bantuan Mas " Lanjutnya sambil menunjuk salah satu pintu yang ada di ruangan itu .
" Tapi Non ..."
" Sudah sana " Ayu mendorong tubuh bodyguard nya sekalipun susah karena badan pria itu benar-benar besar dan kuat " Non ..." Ayu tetap mendorong tubuh bodyguard itu hingga sampai di depan pintu,sedangkan yang di dorong hanya pasrah dia tidak memiliki pilihan " Masuk mas ,atau Saya perlu antar ke dalam " Tawar Ayu .
" Terimakasih Non saya akan masuk " Jawabnya lalu masuk dalam ruangan itu .
Sambil menunggu Ibunya sadar dan bodyguard nya istirahat,Ayu memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu .
Ruangan yang di tepati sekarang cukup luas bahkan ada kamarnya dan juga kamar mandi bahkan dia sampai pusing memikirkan berapa biaya yang di keluarkan Eric .
Memikirkan itu dia langsung teringat tujuan awalnya meminta nomor Eric .
Dengan ragu Ayu menghubungi pria itu ,karena takut akan mengganggu pekerjaan nya .
Jantung Ayu mulai bekerja dengan cepat saat dering pertama mulai terdengar hingga beberapa kali panggilan itu masuk panggilan nya baru tersambung.
" Hebm "
" Bee "
" Ini saya ,Ayu " Lanjutnya terbata.
" Aku tahu " jawabnya acuh,Ayu melototkan matanya tajam ,apa sebelumnya Eric sudah memiliki nomornya ? Kenapa dia bisa tahu jika dia yang menelpon nya ? Ah atau karena panggilan nya ,Ayu menertawakan kebodohan nya .
Tapi tinggu ,Apa memang hanya dia yang memanggilnya seperti itu ? itu hal yang mustahil bukan ? Mengingat mereka adalah orang yang sangat terkenal.
Tapi bisa jadi bukannya dia sudah menceritakan jika hanya ada satu wanita yang sampai sekarang dia pikirkan .
" Kenapa ? " Lamunan Ayu langsung hilang begitu saja .
" Maaf ....Bee " Ujar Ayu terbata .
" Ibu sudah sadar ,tapi dokter kembali menyuntikkan obat tidur agar ibu kembali istirahat ,mungkin dia akan bangun beberapa jam kedepan " Ayu menarik napas panjang " Terima kasih sudah membantu pengobatan ibu " Lanjutnya tulus .
" Hebm "
Tut.....tut....Tut ....
Ayu menatap ponselnya dengan wajah mengkerut ,dia belum paham apa yang barusan terjadi .
Apa Eric menutup panggilannya atau memang jaringan atau Ponsel nya yang bermasalah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf baru Up ,si bocil Demam terus badannya bintik² ,bagi info dong untuk obat nya tapi yang alami saja ya 😀😀😀
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
jangankan ayu, aku jug ikut bingung sama sikap eric
2023-08-02
0