Emosi yang memenuhi dadanya membuat Eric tidak peduli dengan laju mobilnya yang semakin kencang .
Bahkan dia tidak tahu kemana arahnya saat ini ,padahal sebelum meninggal kan masion dia mengatakan akan ke apartemen , seperti nya dia ingin menghilangkan emosinya lebih dulu sebelum ke apartemen .
Kecepatan mobilnya semakin bertambah seolah tidak ada pengendara yang lainnya ,hingga akhirnya dia menginjak rem saat melihat seseorang yang akan menyebrang .
Ciiiit
Bugh
Tubuh Eric terbentur stir mobil ,tapi rasa khawatir nya dia melupakan rasa sakit yang tidak seberapa itu .
" Shiiitt " Eric langsung ke luar dari mobilnya, dia melihat seorang wanita sedang duduk sambil memegang kakinya .
" Kau tidak papa " Eric berjongkok di depan wanita itu .
Di mana para pejalan kaki yang melintas di situ sudah mengelilingi mereka ,Tapi itu hanya sementara saat saat para pria berbaju hitam meminta mereka untuk menjauh .
Tidak ingin ikut campur mereka pun meninggalkan tempat itu ,karena melihat dari mobil dan para bodyguard sudah pasti bukan orang sembarangan.
Mereka hanya berdoa dalam hati semoga dia mau bertanggung jawab pada wanita yang dia tabrak sekalipun itu tidak parah .
Karena wanita itu belum sepenuhnya menyebrangi jalanan .
" Tidak papa tuan ,maaf saya menyebrang tanpa melihat lebih dulu " Ujarnya lalu mengangkat kepalanya, Namun saat tahu dia berurusan dengan siapa .
Tubuhnya mendadak tegang ,jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya .
Menahan rasa sakit di kakinya ,dia pun langsung berdiri sekalipun dengan susah payah .
Dengan sigap Eric langsung membantu nya berdiri, jika kalian berpikir akan mengabaikan wanita itu dan meminta para bodyguard nya untuk mengurus nya ? Kalian salah besar .
Bagaimana pun di sini dia yang salah terlepas wanita itu tidak melihat apa ada mobil atau kendaraan yang lainnya melintas ,tapi dia hanya ingin bertanggung jawab.
" Kakimu terluka " Wanita itu menggeleng dengan cepat .
" Tidak papa tuan ,ini hanya luka kecil " Jawabnya dengan pelan .
" Sekecil apa pun jika tidak di tangani dengan baik akan besar " Wanita itu hanya bisa terdiam, Sikap Eric saat ini berbanding terbalik dengan apa yang orang lain katakan .
Sekalipun ini bukan pertama kalinya mereka bertemu tapi banyak orang sekitar nya membicarakan dia ,karena dia berkerja di perusahaan keluarga pria itu atas bantuan sahabatnya .Tapi hanya sekedar tahu saja karena dia bertemu pria itu pun hanya sesekali saat berpapasan .
" Hei " Eric mengibas kan tangannya depan wajah wanita itu " kamu mendengar kan ku " Lamunannya langsung buyar,dengan cepat dia mengaguk .
" De-ngar tuan " Jawab nya terbata .
" Tapi benaran ini hanya luka kecil ,nanti saya obati .Maaf saya harus pergi tuan " Lanjutnya,namun Eric menahan pergerakan wanita itu " Tuan saya mohon, nanti saya terlambat " Ujarnya memelas .
" Terlambat " Eric menatap wanita itu dari atas sampai bawah membuat wanita yang kini di depannya takut " Kamu bekerja " Lanjut nya saat melihat seragam yang dia kenakan wanita itu .
Dengan ragu wanita itu mengaguk , dia semakin takut jika Eric mengetahui siapa dirinya .
" Iya tuan " Jawabnya jujur , karena memang selain menjadi karyawan di perusahaan keluarga sahabat nya dia juga mencari pekerjaan yang part time .
Sekalipun gajinya tidak seberapa tapi itu bukan masalah untuk nya selagi halal dan bisa membantu ibunya untuk berobat .
Eric menatap salah satu bodyguard nya seolah memberikan perintah lewat sorot matanya .
" Kita obati dulu kaki mu " Tanpa meminta persetujuan wanita itu Eric langsung menggendong nya dan memasukkan dalam mobil nya .
Tanpa mempedulikan wajah syok dari wanita itu Eric pun langsung menutup kembali pintu mobilnya .
" Tuan saya ...."
BRAK
Ucapan wanita itu terpotong bersamaan dengan pintu mobil yang tertutup cukup keras .
Bagaimana ini ? aku harus bisa ke luar dari mobil ini ,jika tidak aku bisa kehilangan pekerjaan ku Ucap nya dalam hati .
di tengah kegalauannya Eric masuk dalam mobil langsung memakai sabuk pengamannya .
" Pakai sabuk mu " Ujar Eric bersamaan dengan mobil nya yang kembali melaju .
Mau tidak mau wanita itu pun memakai sabuk pengaman nya ,tapi dia masih memutar otaknya untuk membujuk pria itu .
" Tuan saya tidak papa ,ini hanya luka kecil "
" Tuan ...."
" Siapa namamu ? " Potong Eric hingga membuat ucapan wanita itu terhenti .
" Ayu ....tuan " Jawab nya lirih ,namun masih bisa di dengar pria yang duduk di samping nya .
" Hanya ayu " Eric menatap ke samping tapi itu hanya sekilas karena kini pandangan nya kembali fokus pada jalanan di depannya.
" Friska Ayuni hayu Tuan " Eric hanya mengaguk sisa .
Setelah itu tidak ada lagi pembahasan di antara keduanya, Antara sadar dan tidak Eric membelokkan mobilnya di mana arah jalan menuju apartemen nya .
Wanita yang duduk di sampingnya yang bernama ayu itu hanya diam saja ,karena dia tidak menahu ke mana Eric membawanya.
Tapi dalam hatinya dia berdoa semoga tidak di turun kan di tengah jalanan yang sepi melainkan ke rumah sakit agar permasalahan keduanya selesai .
" Tuan ...." Ucapan Ayu tertelan begitu saja saat suara Eric kembali terdengar di telinga nya .
" Aku tidak bisa membawa mu ke rumah sakit ,ada banyak mata di sana " Ayu kehilangan kata² ,dia bingung harus menjawab nya seperti apa ?
Apa lagi kini mobil nya sudah masuk di salah satu gedung apartemen yang sangat terkenal mewah itu .
" Tuan ,bisa turunkan saya di sini ? Rumahku tidak jauh dari sini saja akan kembali ke rumah ' Ujar Ayu gelagapan saat mobil yang dia tumpangi semakin masuk ke arah parkiran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berikan gift dan vote nya dulu yuk ,sebelum lanjut ! Jangan lupa mampir di karya author yang lainnya 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Babyzee
semangat terus author!
2025-02-09
0
Pasrah
lanjut lagi
2024-01-22
0
aura rina
pokok nya kalau berhubungan dengan keluarga MATEO angsung gercep ,,,, semangat nulisnya kakak
2023-07-25
2