Kini Ayu sudah berada di rumah sakit ,tadi sebelum ke rumah sakit dia lebih dulu mengirimkan pesan pada sang sahabat karena wanita itu sejak semalam menghubungi nya tapi di abaikan begitu saja .
" Ibu " Ayu menggegam kedua tangan sang ibu dengan erat " Bertahan ya ? Ayu sudah mendapatkan uang " Mata Ayu mulai memanas " Sebentar lagi ibu akan di operasi ,berjanjilah untuk tetap bertahan ,Ayu tidak mau kehilangan ibu ,Ayu mohon " Ayu mulai terisak tangan nya semakin erat menggegam yang sang ibu .
Tok ...tok ...
Ceklek
Mendengar pintu ruangan ibunya terbuka dengan segera Ayu menghapus air matanya lalu berdiri .
" Selamat pagi Dok ,sus ' Sapa Ayu saat melihat siapa yang masuk dalam ruangan ibunya .
" Pagi Mbak " Balas sang dokter ramah .
" Kita periksa ibu nya dulu ya " Ayu langsung mundur beberapa langkah agar dokter lebih leluasa memeriksa ibunya .
Sekitar 15 menit menit Dokter sudah selesai memeriksa ibunya,Ayu menatap sang dokter dari wajah nya dia sudah bisa menebak .
"Kita harus melakukan tindakan karena kondisi ibu anda semakin menurun, Saya tidak perlu menjelaskan lagi karena sebelumnya saya sudah jelaskan apa yang akan terjadi jika kita terlambat mengambil tindakan " Ayu menggigit bibir bawahnya matanya terus menatap ke arah tempat tidur di mana wajah sang ibu begitu pucat belum lagi alat yang menempel pada tubuhnya.
" Bisa berikan saya waktu sampai sore Dok " Ujar Ayu memohon " Saya akan usahakan sore uangnya sudah ada " Lanjut nya yakin .
Ya dia harus yakin , Karena ada Eric yang akan membantu nya . Pria yang dia kenal bahkan belum dari 24 jam .
Kini dia tidak menyesali sudah mengambil keputusan itu,karena dengan begitu ibunya bisa di tangani dengan cepat .
" Ya saya menunggu kabar baik Anda ,segera hubungi pihak rumah sakit biar kita melakukan malam ini juga ,kita harus melakukan dengan cepat " Jawab Sang dokter serius .
" Iya Dok, "
" Kalau begitu saya pamit dulu ,karena masih ada pasien yang lainnnya " Ucap sang dokter .
" Terimakasih dok " Ayu menundukkan kepalanya sedikit lalu kembali menegang kan tubuh nya mengantar dokter dan perawat sampai di depan pintu ruangan perawatan .
Ayu kembali ke arah tempat tidur pasien menarik kursi yang tadi dia duduki .
" Ibu sedikit lagi , Ayu mohon bertahanlah " Pinta Ayu memohon.
Beberapa menit dia terus menatap wajah sang ibu ,dia merekam tiap inci wajah sang ibu dari keningnya hingga bagian bawah yaitu bibir nya.
" Ayu sangat beruntung karena jadi anak ibu dan ayah " Gumam ayu pelan .
" Astaga " Ayu tersentak dengan cepat dia berdiri mengambil tasnya yang ada di atas meja .
" Aku harus menghubungi tuan Eric ,untuk menyiapkan uang nya " Ujar Ayu merogoh ponselnya dalam tas,tapi saat membuka ponselnya dia kembali tersadar bahwa dia tidak memiliki nomor pria itu .
" Kenapa kamu bodoh sekali sih Yu , Memang bodoh sih kalau pintar tidak mungkin kamu menawarkan tubuh mu pada nya " Ayu mendengus kesal tapi ponselnya masih berada di genggaman nya .
"Apa masih lama ? " Ayu menatap jam yang ada di ponselnya di mana masih menunjukan pukul 8 dan dia harus menunggu beberapa jam lagi agar bisa bertemu dengan pria itu .
" Apa aku hubungi Qiandra saja " Gumamnya tapi detik kemudian dia menggeleng " Jangan terus merepotkan nya Ayu ,sadarlah " Ujarnya memperingati dirinya .
Ayu sampai merinding jika sampai wanita itu tahu hubungan nya dengan Eric .sudah pasti dia akan mengamuk dan itu Ayu sudah bayangkan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok ..tok ...
" Masuk " Pintu besar yang terbuat dari kayu itu terbuka lebar dari arah luar .
" Eric mau izin ke luar sebentar " Ujar Eric saat sudah berhadapan dengan Raymond dan tak jauh dari meja pria itu asisten nya pun menatap ke arah nya , siapa lagi kalau bukan Reza .
" Menemui nya ? " Eric mengaguk " Iya " Jawabnya jujur .
" Pergilah ? " Jawab Raymond.
" Apa Daddy tidak ingin bertanya tentang yang pagi tadi atau yang semalam ? " Eric menatap Raymond bingung ,karena sejak dia menginjakan kaki di perusahaan itu Raymond tidak mengatakan apa pun atau hanya sekedar meminta penjelasan nya .
" Pertanya ? Untuk apa ? Bukannya kamu sudah jelaskan pada Daddy jika dia kekasih mu ? " Eric menghela napas panjang " Tapi Daddy tahu ...."
" Pergilah ,kamu tidak mungkinkan membiarkan dia menunggumu , Daddy juga mau makan siang " Potong Raymond cepat .
" Iya Dad ,Eric akan terlambat nanti nya " Raymond hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Eric pergi Dad ,Pa " Izinnya sebelum akhirnya benar² meninggalkan ruangan ayah nya itu .
" Katakan padanya jika Eric akan menemui wanita itu " Pinta Raymond tanpa menatap ke samping .
" Iya " Jawab Reza lalu mengambil Ponsel nya di atas meja .
🪵
🪵
🪵
Jalanan cukup macet , karena mungkin ini waktu nya makan siang sehingga banyak orang yang ke luar mencari makanan di luar.
Eric sampai di rumah sakit tempat ibu Ayu di rawat setelah menempuh perjalan 30 menit, di mana kedatangan nya sudah di tunggu seseorang.
" Dokter sudah menunggu di ruangan nya tuan " Eric hanya mengaguk lalu mengikuti langkah pria itu dari belakang .
Kedatangan Eric tentu menarik perhatian semua orang ,banyak dari mereka yang bertanya-tanya kenapa pria itu mau menginjakan kaki di rumah sakit yang sederhana ini .
Sedangkan keluarga nya memiliki rumah sakit yang sangat besar dan terkenal .
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berpikiran jika ini bisnis di mana rumah sakit itu akan menjadi bagian dari naungan milik keluarga mereka .
Bukan tanpa alasan mereka berpikiran seperti itu ,karena ini pertama kalinya dia ke rumah sakit itu,jadi wajar bukan jika mereka memikirkan itu .
Langkah kaki Eric terhenti saat sudah berada di depan ruangan dokter .
Tok ...tok ...
Pintu ruangan terbuka dari dalam di mana dokter yang membukakan pintu .
" Masuk tuan " Ujarnya sopan ,Eric masuk dengan gaya khas keluarga Mateo .
Pintu ruangan itu kembali tertutup di mana pria yang mengantar Eric tadi menunggu di luar.
" Maaf saya harus memakai waktu istirahat anda " Ujar Eric membuka suara .
' Tidak papa tuan " Jawab Dokter tersenyum.
" Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda langsung " Lanjutnya jujur.
" Bisa dokter langsung jelaskan saja ,agar ini cepat selesai karena saya pun belum makan siang " Ujar Eric mode serius .
" Bisa Tuan " jawab sang dokter serius lalu dia berdiri dari duduknya mengambil sesuatu yang ada di atas meja nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Pasrah
lanjutkan lagi
2024-01-23
0
Sani Srimulyani
kira2 raymon nyuruh reza laporan sama siapa ya.....apa munhking adara atau daddy henri?
2023-07-27
0