Ceklek
Ayu sedikit tersentak saat pintu ruangan ibunya terbuka sedikit kasar ,perlahan dia mengakat kepalanya lalu menatap ke arah pintu .
Saat tahu siapa yang masuk Ayu langsung berdiri dari posisi nya kedua tangan nya di letakan di atas perut nya .
" Selamat siang tuan " Sapanya menundukkan kepalanya sedikit.
Tidak berselang lama dokter dan perawat pun menyusul pria itu masuk dalam ruangan itu .
" Selamat siang Nona Ayu " Sapa sang dokter lembut .
" Siang ...Dokter " Jawab Ayu terbata karena mendengar panggilan sang dokter untuknya.
Padahal pagi tadi pria itu memanggil nya Mba ,Kenapa sekarang berubah menjadi Nona . Kini pandangan nya beralih pada pria yang berdiri tidak jauh darinya .
Apa karena dia pikir Ayu ,namun saat akan mendekati Eric ! Dokter bersuara hingga mengurungkan niatnya.
" Kita sudah bisa melakukan tindakan,tapi kemungkinan jam 7 malam mengingat dokter yang akan menangani ibu anda ada dua orang salah satunya saya sendiri dan di bantu perawat ,untuk sementara ruangan sedang di siapkan " Ujar Dokter lembut .
" Maksud ....dokter " Tanya Ayu gugup ,dia menatap sang ibu karena ini terlalu cepat dari yang dia pikirkan tapi bukan kah ini yang dia mau seharusnya dia senang bukan ?
Tapi kenapa dia merasa tidak tega lebih tepatnya takut jika ibunya akan meninggalkan nya sekalipun sudah melakukan tindakan operasi .
" Maaf apa kami bisa membawa ibu nya untuk melakukan beberapa tes " Ayu masih terdiam hingga akhirnya Eric memberikan respon untuk membawa ibu dari wanita itu karena masih banyak hal yang harus di lakukan sebelum nantinya akan di bawah ke ruangan operasi .
Melihat pergerakan Ayu ,Eric langsung menarik wanita itu dan menatap dokter untuk tetap membawa ibu Ayu ke luar .
" Tuan .. ibu ...saya ..."
" Bukannya kamu ingin dia segera sehat ,maka biarkan mereka melakukan tugasnya " Ayu menatap wajah Eric .
" Tapi saya belum ...."
" Percayalah dia akan baik-baik saja ,tenangkan hati mu .Jika kamu ragu lalu bagaimana dengan mereka " Tangisan Ayu pecah ,entah kenapa perasaan nya tidak seyakin biasanya ,ada apa dengan nya .
Eric menarik Ayu dalam pelukannya,kini di ruangan itu hanya mereka berdua .
" Aku ...takut ...." Ujar Ayu di sela tangisannya .
" Semua akan baik-baik saja " Ucap Eric .
Di saat dia tengah menenangkan Ayu, ponsel Eric berdering dan itu panggilan dari Raymond .
" Hallo Dad " Jawab Eric pelan .
"Kenapa tidak membawanya ke rumah sakit keluarga "
" Di sini juga alatnya lengkap Dad, Daddy tidak perlu khawatir " Jawab Eric .
" Setidaknya jika di rumah sakit keluarga kita lebih bisa memantau nya Boy " Benar kata Raymond ,tapi dia takut Ayu merasa tidak nyaman .
" Nanti kita pikirkan setelah operasi Dad,jika memungkinkan kita akan pindahkan di sana " Jawab Eric .
" Makan siang dulu ,Daddy tahu kamu belum makan siang " Lidah Eric berdecak .
" Penguntit " Cibir Eric lalu memutuskan panggilan nya .
" Kita makan siang dulu, aku yakin kamu juga belum makan siang kan " Kini pandangan Eric menatap Ayu yang masih sesegukan.
" Saya ...tidak ...."
" Saya yang Lapar ,dan kita harus membahas hal yang pagi tadi " Ayu menatap Eric dengan mata basahnya .
" Aku sudah memberikan apa yang kamu ingin kan,dan sekarang kita harus membalas nya " Lanjut nya serius .
" Apa tidak bisa saya menemani ibu ku dulu " Cicit Ayu memohon.
" Tidak ,Ibu mu sudah ada yang menjaga nya dan mengurus nya ! Aku banyak perkejaan dan aku tidak ingin membuang-buang waktu ku " Jawabnya rendah .
" Baik tuan " Ayu tidak memiliki pilihan selain menyetujui permintaan pria itu .
Sesuai janjinya dia akan mengikuti permainan Eric karena sudah memberikan apa yang dia inginkan.
Eric lebih dulu ke luar dari ruangan itu lalu di susul ayu yang terus menundukkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka sudah berada di restoran,Eric memesan ruangan privat hingga hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu ,karena banyak hal yang harus dia bahas dengan wanita yang sudah di klem sebagai kekasih nya sekalipun itu hanya pura².
" Baca dengan baik " Eric memberikan amplop yang berwarna coklat lalu memberikan pena .
Ayu mengambil amplop coklat itu lalu membukanya dan mengeluarkan isinya ada 3 lembar .
Ayu menatap ke depannya di mana Eric sibuk memainkan ponselnya sambil menunggu Pesanan mereka .
" Baca dengan benar " Ujar Eric tanpa menatap Ayu yang duduk di depannya .
" Iya tuan " Jawab Ayu lembut .
Sekalipun perasaan nya belum tenang tapi dia harus menepati janji sebelum nya,karena jika bukan Eric dia tidak tahu bagaimana nasib ibunya .
Sekalipun nanti dia sendiri pun belum tahu nasib ibunya setelah menjalankan operasi ,tapi dalam lubuk hati nya dia berharap ibunya akan kembali sehat .
Ayu mulai membaca tiap kata yang tertulis di kertas putih itu,bahkan saat para pelayan restoran yang masuk untuk menyajikan pesanan mereka dia masih fokus membaca tiap kata yang tercoret di kertas putih itu .
" Apa kau tidak ingin makan " Ayu menatap Eric yang sudah lebih dulu mengambil makanannya.
" Sedikit lagi tuan " Eric hanya mengangguk sebagai jawabannya ,pria itu lebih dulu makan tanpa menunggu Ayu yang masih membaca kontrak perjanjian mereka .
" kamu harus ingat ,jika bukan aku yang mengakhiri nya berarti sampai kapan pun kamu akan tetap terikat denganku dan selama itu pun kamu di larang keras berdekatan dengan lawan jenis ,kamu masih bisa berkerja di perusahaan tapi tidak dengan restoran itu " Ucap Eric di sela makan nya .
" Iya tuan " Jawabnya karena dia sudah membaca poin itu sebelumnya .
Hingga beberapa menit ,Ayu mengambil pena yang sejak tadi di depannya lalu memberikan tangannya di samping tanda tangan pria itu.
Jika kalian bertanya apa isi dari perjanjian itu ,Dia akan menjawab bahwa semua itu hanya kepentingan pria itu,tapi dia tidak masalah karena tanpanya ibunya tidak akan tertolong terlepas setelah ini dia belum tahu seperti apa nanti kondisi ibunya ,tapi untuk sementara dia sudah mengusahakan yang terbaik dan berharap hasilnya pun yang terbaik .
" Tuan " Eric menatap amplop coklat yang di berikan Ayu " Sudah " Ayu mengaguk " Sudah tuan "Eric menerima amplop itu lalu meletakan di kursi kosong di samping nya .
" Makanlah,setelah ini kamu akan kembali ke rumah sakit . Sopir sudah menunggu mu di luar ! ' Ujar Eric.
" Apa saya bisa kembali ke rumah dulu ,untuk ganti pakaian " Ujar Ayu memelas karena memang dia belum mengganti pakaian nya ,karena terlalu bersemangat nya saat Eric mengizinkan pagi tadi dia langsung ke rumah sakit .
" Kembali ke apartemen , keperluan mu semua nya sudah berada di sana " Jawabnya datar .
" Baik tuan " Jawab Ayu tanpa menolak atau bertanya lebih dulu karena semua sudah tertulis di kertas putih tadi.
" Jangan lupa pikirkan panggilanmu ,setelah ibumu operasi kita akan ke masion utama " Ayu kembali mengaguk " Iya tuan " Jawab Ayu patuh .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan pelit² ya kesayangan author 😘😘😘 biar author nya juga semangat nulisnya 🤩🤩🤩🤩
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Pasrah
ini permulaan yang baik atau sebaliknya
2024-01-23
0
Sani Srimulyani
mungkinkah ungkapan cinta datang karna terbiasa akan jd kisah mereka.....nantikan kelanjutannya.🤭
2023-07-28
0
Sani Srimulyani
penasaran sama poin isi perjanjiannya.
2023-07-28
0