JBK ~19

JADI BOCIL KESAYANGAN 19⏱️

"Ini tak akan seru lagi, Abangnya saja sudah menebak apa yang akan ku lakukan pada adik mereka? Reynal?" Edgar memainkan jari-jari panjangnya di atas setir mobil.

"Ya ya ya aku akan mengantarnya pulang dengan selamat tenang saja."

Edgar mematikan panggilan tersebut secara sepihak sebelum Reynal sepupu Allisya itu terus menceramahi dirinya. Oh kalian masih ingat Reynal bukan sepupu Allisya dari pihak ibu yang pernah di temui Allisya beberapa tahun lalu. Edgar ini adalah teman Reynal yang juga ada di kejadian itu, bahkan Edgar ini sekarang juga termasuk di jajaran rekan kerja keluarga Lesham. Pemuda yang dulu masih memakai seragam SMP kini sudah meneruskan perusahaan keluarganya yaitu Grissham company.

Sedikit penjelasan tentang keluarga Grissham sebenarnya keluarga ini juga sama seperti keluarga Lesham yang sangat di kenal. Akan tetapi jika di lihat dari segi kekayaan Keluarga Grissham ini lebih di atas dari pada keluarga Lesham.

"Baiklah gadis manis saya akan mengantarkan kamu terlebih dahulu," gumam Edgar menatap sekilas Allisya yang sedang memejamkan matanya di kursi sampingnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil BMW milik Edgar melaju cepat memasuki area mansion Keluarga Lesham, para penjaga gerbang langsung membukakan pintu saat melihat mobil milik Edgar terlihat dari kejauhan. Begitu sampai di depan pintu utama mansion Lesham Edgar langsung menghentikan mobilnya lalu turun dari mobil.

"Tuan Edgar ke sini? Tapi maaf Tuan seluruh keluarga masih dalam perjalanan pulang," jelas Samuel yang sepertinya akan pergi.

Tanpa banyak bicara Edgar membuka pintu tempat Allisya duduk dan menunjukkan alasannya datang kemari pada Samuel.

 "Astaga Nona kenapa? Saya akan me---"

Sebelum Samuel berhasil menyentuh Allisya Edgar langsung menutup pintu mobilnya dan mengatakan kalau dia yang akan membawa Allisya ke dalam. Samuel hanya di suruh membawa barang milik Allisya yang ada di jok belakang.

Setelah Samuel pergi membawa barang-barang milik Allisya, Edgar pun kembali membuka pintu depan kemudian menggendong Allisya ala bridal style ke dalam. Sekarang Edgar dapat dengan muda membawa badan Allisya tanpa adanya gangguan seperti barang belanjaan tadi.

"Kamar Nona di at---"

"Saya tau," potong Edgar saat Samuel akan memberi tahu letak kamar Allisya.

Samuel mengelus-elus dadanya mencoba sabar dengan kelakuan putra termuda keluarga Grissham itu. "Untung anggota keluarga Grissham kalau bukan dah gua bejek lu dek gak sopan sama orang tua," gumam Samuel dengan suara teramat lirih.

Sementara itu Edgar yang di umpati oleh Samuel, kini sudah berada di kamar gadis itu dan sedang menyelimuti badan mungil Allisya. Sebelum itu dia juga sudah melepaskan sepatu yang di gunakan oleh Allisya. Ia tersenyum tipis saat melihat wajah damai Allisya yang sedang memejamkan matanya.

"Obat tidurnya cukup manjur, ah mungkin sampai besok pagi dia akan tertidur. Tapi tenang saja dia akan tetap bangun tapi besok," ucapnya mengetik pesan yang akan ia kirim kepada Daddy Ade.

Selesai mengabari Daddy Ade, Edgar yang akan pergi menatap sekilas Allisya kemudian bergumam, "Saya pergi dulu, semoga kita tidak bertemu lagi. Tapi jika kita tetap bertemu, berarti kamu milik saya!!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya Allisya terbangun dengan kepala yang terasa begitu berat, sebenarnya ia sempat bingung bagaimana bisa dia sekarang berada di kamarnya. Bukannya kemarin seseorang telah mencoba menculik dirinya? Lalu bagaimana bisa dia sekarang berada di kamar? Oh ini sangat memusingkan, lebih baik dia mandi terlebih dahulu.

"Huh segernya," gumam Allisya yang sudah selesai mandi.

Gadis itu berjalan menuju meja rias lalu mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. Selesai dengan rambut ia pun masuk ke dalam walk in closed untuk mengganti bajunya menjadi seragam sekolah.

Selesai memakai seragam sekolahnya tak lupa juga Allisya memakai pin khusus Anggota OSIS yang kemarin sudah di kirim ke rumahnya. Kalian tau dia juga sudah resmi menjadi anggota OSIS, bahkan nomornya sudah di masukkan ke grup OSIS JNHS. Hari ini adalah hari pertamanya menjadi anggota OSIS dan dia akan berangkat pagi untuk berjaga di gerbang. Ah ia senang sekali kalau hari ini abangnya telat, sedikit membalas tidak apa-apa bukan?

"Selamat pagi Nona(. ❛ ᴗ ❛.)"

Allisya menatap sinis layar hologram itu kemudian keluar dari walk ini closed tanpa menjawab sapaan Sistem Xyan.

"Apakah Anda marah pada saya Nona?(´;︵;`)"

"Ipikih indi mirih pidi siyi Nini?" tiru Allisya dengan nada yang mengejek.

"Ayolah jangan marah pada saya Nona, anda tau pria kemarin itu tidak jahat jadi saya tidak perlu membantu anda untuk kabur◉‿◉"

"Gak jahat dari mana ogep, lo gak liat kemarin dia suntikin obat bius ke gua terus akhirnya gua pingsan. Nah sekarang entah kenapa gua masih ada di kamar, pasti kemarin keluarga gua yang nyelametin," omel Allisya dengan nada suara yang begitu kesal.

"Tapi Nona yang membawa anda kemari itu pria semalam bukan keluarga andaಡ ͜ ʖ ಡ"

"Bohong kan lo? Oh apa jangan-jangan lo sekongkol sama dia iya? Jujur aja deh tem gua gak akan marah-marah banget kalau lo jujur," tuduhnya.

"Astaga saya tidak berbohong, kalau anda tidak percaya tanya pada Om Samuel dialah yang melihat pria itu membawa anda kembali ke Mansion. Saya berkata jujur pria itu baik walaupun caranya membawa anda sedikit ekstrim tapi dia benar-benar baik Nona( ◜‿◝ )♡"

"Anjir lah beneran tem?" tanya Allisya terkejut.

"Benar benar benar Nona(´∩。• ᵕ •。∩`) "

Allisya terdiam membisu di tempatnya, karena tak bisa berkata-kata lagi akhirnya gadis itu memilih untuk berangkat ke sekolah saja. Dengan wajah yang masih sedikit syok ia menuruni anak tangga ke bawah. Setelah itu dia mengambil tasnya yang sudah berada di tangan Samuel, ia menatap keluarganya yang sedang melakukan sarapan bersama.

"Allisya berangkat dulu," pamitnya yang membuat seluruh keluarga menoleh kaget.

"Gak sarapan sayang?" tanya Mama Guin.

"Nanti aja Ma," balas Allisya yang sudah berlalu pergi.

"Kamu di antar supir Allisya!!" teriak Daddy Ade.

"Iya Dad," balas Allisya berteriak pula.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pukul 08.00

Allisya yang sedang berjaga di depan gerbang menatap jam tangan lalu menyuruh Fernan yang juga bertugas menjaga pintu gerbang untuk menutup gerbangnya. Ia menatap Fernan kemudian berkata, "Yang telat selalu banyak gini?"

"Hm ya gini Sya, tiap-tiap hari selalu gini. Gua sampe bosen nyatet nama-nama mereka, di hukum pun percuma gak akan di kerjain. Jadi ya cuma di catet namanya doang gak ada hukumannya," jawab Fernan.

Allisya menganggukkan kepalanya kemudian menyuruh Ida salah satu anak OSIS yang juga berjaga untuk mengambil beberapa kertas folio di ruang OSIS. Fernan menatap penuh tanya sebentar ke arah Allisya, tapi kemudian kembali mencatat setiap nama orang yang telat.

Diantara deretan murid-murid terlambat itu di sana abang-abangnya juga berdiri dengan tenang sambil mengunyah jajanan. Begitu santainya mereka, sepertinya keempatnya belum menyadari kalau Allisya adalah OSIS yang berjaga sekarang.

Fernan menatap buku tebal di tangannya, ia sudah selesai mencatat semua murid yang terlambat. Kebanyakan adalah orang yang sama, hah bahkan kini bertambah pusing sekali Fernan bahkan ketos kita juga terlambat. Dengan wajah masam Fernan membuka pintu gerbang itu dan membiarkan semua manusia yang telat masuk ke dalam sekolah.

"Stop!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!