JBK ~02

JADI BOCIL KESAYANGAN ⏱️02

"Lissya kamu gak papa?" dengan wajah panik beberapa orang langsung masuk dan mengecek keadaan Allisya.

Gadis itu nampak syok karena melihat orang-orang ini masuk dan langsung membolak-balikkan tubuhnya. Sistem Xyan pun hanya diam menunggu reaksi Allisya yang masih nampak syok dengan kejadian yang baru saja terjadi ini.

"Aduh Kafka adeknya jangan digituin pusing pasti ih....."

Tiba-tiba saja semua orang yang ada di hadapan Allisya langsung terdiam dan tak bergerak, Allisya tebak pasti Sistem Xyan telah memberhentikan waktu. Gadis itu menatap sistem yang kini sedang menampilkan wajah robotik tanpa dosa, "Cictem ini meleta tenapa?"

"Hehe maaf Nona saya ingin memperkenalkan mereka semua pada anda jadi saya hentikan waktunya untuk sementara......

Mari kita berkenalan dengan kelima orang ini:

Yang pertama adalah kepala keluarga Lesham dan juga istrinya atau mungkin anda akan memanggil mereka Oppa dan juga Oma. Theodore Roosevelt Lesham dan juga istrinya Marcia Joseph Lesham, mereka adalah kakek dan nenek dari pihak ayah Nona.

Yang kedua adalah orang tua anda Tuan Adelard J Lesham lalu istrinya Guinevere Far Lesham, terakhir adalah anak pertama orang tua anda atau abang anda Kafka J Lesham. Sebenarnya masih banyak anggota keluarga Lesham yang lain, tapi semuanya sudah pergi bekerja. Kebetulan hanya mereka berlima yang masih berada di rumah saat ini, jadi mohon maklum ya Nona."

Allisya menatap wajah kelima orang itu kemudian menganggukkan kepalanya karena sudah menghafal wajah mereka semua. "Jalanin agi wattunya cictem atu dah hafal wajah meleka," ucap Allisya dengan satu jempol yang ia berikan pada Sistem Xyan.

"Allisya kenapa nangis sayang?" tanya Mama Guin yang kini sudah mengangkat tubuh Allisya dan menggendongnya.

"Cictem bica dengel cuala hati atu tida?" tanya Allisya dalam hati.

"Tenang saja Nona saya bisa mendengar suara hati anda."

"Sayang? Allisya kok diem aja kenapa nak?" tanya Mama Guin lagi, pasalnya pertanyaannya yang pertama tak mendapat jawaban dari sang anak.

Namun percuma saja Allisya tak menjawab karena dia sedang berbicara dengan Sistem Xyan, hal ini tentu saja membuat lima orang itu semakin panik. Dengan sigap Oma Marci langsung menggendong tubuh Allisya lalu berkata, "Allisya? Cucu oma kenapa sayang?"

Allisya tersentak kaget saat tiba tiba merasakan tangan Oma Marci yang menyentuh bagian pipinya. Bocil dadakan itu pun mengerjap-ngerjapkan matanya kemudian tersenyum manis pada Oma Marci. "Xixixi nda papa Oma, atu cuma taget tadi ada ticak," ujar Allisya menunjuk dinding seolah tadi dia memang benar melihat cicak di sana.

"Tapi beneran gak papa kan dek?" tanya Kafka khawatir. Pasalnya tadi dia benar-benar mendengar suara tangis sang adik yang membuatnya langsung berlari ke kamar Allisya secepat kita kilat.

"Iya benelan Allica nda papa, tapi anu......" Allisya menatap Oma Marci dengan wajah cemberut.

"Tapi kenapa hm?" tanya Opa Theo.

"Mau sesuatu sayang? Kalo iya Daddy akan segera menurutinya, Lissya tinggal bilang mau apa..." Daddy Ade mengelus-elus kepala Allisya dengan penuh kasih sayang.

"Mau matan, Allica lapel banet. Bole ya Allica matan?" tanya Allisya dengan kedua tangan yang memegang pipi, oh jangan lupakan puppy eyes yang ia tampilkan membuat lima anggota Lesham yang ada di sana terkekeh kecil.

"Ya boleh dong sayang siapa yang bilang gak boleh hm? Ayo kita ke bawah sekarang," jawab Oma Marci dengan senyum yang teramat manis untuk sang cucu.

"Allica mau jalan cendili Oma," ujar Allisya, tanpa banyak bicara dan drama Oma Marci juga langsung menurunkan tubuh Allisya ke bawah dan membiarkan gadis mungil itu memimpin jalan mereka.

"ALLISYA......"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!