JADI BOCIL KESAYANGAN 13⏱️
Indonesia, Pukul 07.30
Kakek Ren, Nenek Astrid, dan Allisya sudah berada di luar bandara. Sejak turun dari pesawat Samuel dan beberapa bodyguard sudah berjaga di depan untuk mengamankan Nona muda dan juga keluarganya dari serbuan para wartawan yang sudah berjajar di luar bandara. Kabar kepulangan putri satu-satunya keluarga Lesham sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Putri yang bahkan tidak pernah di ketahui wajahnya, dan kapan perginya kini di kabarkan kembali. Ini adalah sebuah berita besar bagi para wartawan yang ingin mendapat ribuan penonton.
"Om kok ramai banget sih?" tanya Allisya kaget karena saat melihat ke depan sana yang terlihat adalah puluhan wartawan. Ia menatap kasihan petugas bandara yang pagi-pagi begini sudah sibuk menghadang wartawan itu membantu para bodyguard Lesham.
"Anjir serem, kek zombie." batin Allisya ngeri sendiri melihat pemandangan di depannya.
Berbeda dengan Allisya yang menatap para wartawan ngeri, para wartawan malah terpesona dengan penampilan keturunan Lesham itu. Walaupun dia menggunakan masker dan juga kacamata hitam, namun kecantikannya sungguh tak berkurang. Pakaiannya pun juga sangat cantik......
[Pakaian Allisya sekarang]
"Astaga cantik sekali."
"Sangat cocok jika di sebut permata Lesham."
"Aku menjadi fansnya sejak saat ini."
Allisya memperbaiki posisi kacamatanya, senyumnya mengembang dari balik masker. Lihatlah kawan-kawan di depan sana Daddynya yang tampan sudah menjemput bersama dengan Om Alvin, dan juga anaknya. Ah iya kalian masih ingat Om Alvin bukan, kini pria itu sudah menikah bahkan sudah mempunyai satu putri. Yah bisa di bilang sebenarnya Allisya bukan putri Lesham satu-satunya karena ada lagi satu putri Lesham. Namanya Bilqis dia gadis manis yang sangat lucu menurut Allisya, mereka sering bertemu karena Alvin dan keluarganya sering berkunjung ke Jepang hanya untuk mengobati rindu Alvin pada Allisya.
Tak terasa air mata Allisya turun begitu saja, tanpa di duga-duga gadis itu bahkan langsung berlari membuat para bodyguard bahkan kakek neneknya panik. Allisya tak peduli dia tetap berlari menghampiri Daddynya oh demi apapun dia sangat merindukannya, sangat sangat rindu.
Allisya langsung menubruk badan kekar sang Daddy dan memeluknya erat, "I miss you so bad Dad."
"I miss you more princess, kembali ke rumah sekarang princess?" tanya Daddy Ade dengan nada yang teramat halus.
"Hmm..... aku kangen banget sama Daddy gendong ya?" ucap Allisya.
Tak banyak bicara tapi langsung bertindak itulah Daddy Ade, dengan sigap dia menggendong Allisya ala Koala. Mereka semua pun berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di depan bandara. Saat berjalan kepala Allisya yang menghadap ke belakang bertatap langsung dengan sepupu kecilnya yang sangat lucu. Gadis itu memberikan kode kepada Allisya, kode itu mengajak Allisya untuk bermain nanti. Allisya yang paham ya mengangguk saja sebagai jawaban agar gadis kecil itu merasa senang.
"Ya sekarang gua udah balik lagi, setelah ini mungkin hidup gua akan gak tenang? Seperti yang di katakan oleh sistem beberapa waktu lalu, semangat Allisya lo pasti bisa. Lagian banyak orang-orang berpengaruh di sisi lo, gunain mereka dengan baik. Oh dan ya untuk abang abang dan Rara sayang tunggu aja tanggal mainnya," batin Allisya.
⏱️⏱️⏱️
Pukul 16.26
Allisya sedang bermanja-manja dengan kasur di kamarnya yang amat dia rindukan, saking rindunya dia sampai gak bisa jauh dari kasur dari tadi. Dari baru sampe di Mansion sampai sekarang dia kerjaannya cuma guling-guling di kasur atau kalau gak pergi ke alam mimpi. Udah gitu aja terus selama beberapa jam ini. Sebenarnya sih Allisya gini juga karena capek, punggungnya nih rasanya encok karena tidur sambil duduk di pesawat. Padahal mah itu pesawat pribadi kalau mau tidur ada ruangan sendiri pula, Allisya nya aja yang milih tidur sambil duduk encok kan jadinya.
"NONA NONA BANGUN SAYA MAU MENYAMPAIKAN SESUATU (◕દ◕)"
Allisya yang sedang bermalas-malasan otomatis langsung menatap Sang sistem, karen hologram itu nampak sangat antusias. Alhasil Allisya pun memilih untuk duduk dan mendengar apa sih yang akan di sampaikan oleh sistem Xyan yang tersayang ini.
"Apa?" tanya Allisya dengan nada malas.
"Nona besok anda kan sudah mulai menempuh pendidikan di JAKARTA NASIONAL HIGH SCHOOL ( ◜‿◝ )♡
***Jadi besok adalah misi kedua anda akan di beritahukan, mohon anda bersiap(´∩。• ᵕ •。∩`) ***
Karena misi kedua ini jika gagal atau tidak di kerjakan akan ada hukumannya tidak seperti misi yang pertama ( ◜‿◝ )♡"
"Ah ok ok gua paham, tapi bisa gak gak usah pake love love gitu mata gua jijik lihatnya," sarkas Allisya.
"ASTAGA NONA ANDA TIDAK PERNAH BERUBAH SELALU SAJA KEJAM KEPADA SAYA ༎ຶ‿༎ຶ"
"Lebay udah sana kalau gak ada yang mau di sampaiin lagi, muak gua liat layar hologram lo yang gak punya masa depan itu." Allisya menatap Sistem itu dengan tatapan meremehkan yang sangat-sangat ketara.
"Ya tuan besar kenapa saya mendapatkan atasan seperti ini◉‿◉
Yang kejam dan tidak berperi kesisteman sungguh hati saya berdenyut-denyut nyeri atas segala hinaannya (╯︵╰,)
Untung saya sabar coba kalau tidak sudah saya matiin atasan saya ini(◕દ◕)"
Allisya langsung memelototkan matanya dan menatap sistem, sistem yang merasakan alarm bahaya langsung saja menghilang. "Anjir ni sistem mentang-mentang banget jadi sistem, gak terima gua. Sistem aja belagu, kalau jadi manusia gua gibeng sekali pasti rontok otaknya," omelnya dengan tangan yang menunjuk-nunjuk ke atas.
Di tempat lain sistem terus menggerutu karena Allisya selalu saja seperti itu, untung saja dia sistem yang teramat sabar. Coba kalau gak sabar udah resign dia jadi sistem karena dapet atasan yang kayak Allisya ini.
⏱️⏱️⏱️
"Allisya makan malam dulu," panggil Kahya istri dari Alvin.
"Iya Tante bentar lagi Allisya turun kok, Tante Kahya turun duluan aja gak papa. Aku nyusul," teriak Allisya dari dalam kamar.
"Yaudah jangan lama-lama ya," pesan Kahya.
Dari dalam Allisya yang sedang menonton drama Korea, hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan pesan Kahya. Kamar Allisya ini gak kedap suara, kalian tau cuma kamar Allisya aja di mansion ini yang gak kedap suara. Masih inget kan kejadian dia waktu awal-awal pindah tubuh, nah itu karena kamar ini gak kedap suaralah jadi suara tangisnya Allisya kedengaran sampe bawah. Katanya sih biar kalah Allisya kenapa-kenapa terus teriak bisa kedengaran, intinya tetap untuk menjaga keamanan Allisya lah ini.
"Makan dulu," kata Allisya.
Dengan penuh semangat gadis dengan piyama berwarna ungu itu turun dari kasur dan keluar kamar menuju meja makan. Diiringi dengan senandung bahagia yang keluar dari mulutnya gadis itu terus melangkah.
"Malam semua," sapanya dengan ceria.
"Duduk sayang," titah Oma Marci.
"Oma makin cantik aja," puji Allisya dengan satu mata yang ia kedipkan.
"Mulutmu semakin manis ya, dasar bocah!!"
⏱️⏱️⏱️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
DewaSistem05
Mau dipecat lo? nanti jajan bensin nya gue sita
2023-12-25
0
miyura
lanjut othor
2023-08-23
0