JADI BOCIL KESAYANGAN 08⏱️
"Anda benar saya ini hanya butiran debu jika di sandingkan dengan Tuan Alvin. Ah saya tertampar, tapi masih belum tersadar," ucap Samuel.
"Om Samuel ganteng kok," tutur Allisya.
"Terima kasih Nona atas pujiannya ..... " Pria itu membungkukkan badannya dengan wajah yang sedikit memerah karena salting. Om Samuel baperan ah gak asik:v
⏱️⏱️⏱️
Allisya menatap gedung sekolah yang nampak lebih modern dari gedung sekolah taman kanak-kanak di dunianya dulu.
"Om ikut Allisya ke dalam?" tanya Allisya.
Samuel menunduk guna menatap anak majikannya yang begitu manis itu, jika biasanya wajahnya akan di buat sedatar mungkin untuk menakut-nakuti orang-orang. Kini pria itu memasang wajah lembut yang di hiasi senyum yang begitu tampan. "Iya saya akan mengikuti Nona masuk ke dalam. Nona tenang saya hanya akan berdiri di depan pintu kelas," jelas Samuel.
"Lelah juga bersikap ramah pada anak kecil seperti ini," batin Samuel.
Asal kalian tahu Samuel tidak sekonyol itu, dari dulu sampai sekarang ketika awal menjabat sebagai bodyguard di lingkungan keluarga Lesham. Baru pertama kali ini dia tersenyum dan senarsis itu, kalau bukan perintah dari Opa Theo Samuel tidak akan mau bersikap seperti ini. Tapi ini juga demi Nona muda kesayangan Lesham, yah sepertinya ia akan seperti ini sampai Nonanya mampu memahami tugasnya.
"Masuk sekarang Nona?" tanya Samuel.
Dengan patuh gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, barulah setelah itu Samuel mengajak Allisya masuk ke dalam. Saat Allisya memasuki area taman kanak-kanak tersebut, banyak sekali mata tertuju padanya. Kebanyakan ibu-ibu sih soalnya anak-anaknya udah pada masuk kelas semua, jadi ya yang ngeliatin Allisya semuanya emak-emak yang emasnya udah kayak orang mau jualan. Merentek dari jari sampek kelapa, canda kelapa:v aduh jiwa-jiwa julid ku keluar sayang....
⏱️⏱️⏱️
🌷Pukul 09.32
"Allisya ayo makan di luar sama Rara, Rara bawa bekal loh. Soalnya makanan di sekolah engga enak Rara gak suka...."
Allisya menatap seorang gadis berkuncir dua yang kini menghampiri dirinya membawa kotak bekal. Kebetulan sekali dia juga membawa bekal, sebenarnya tadi saat bekalnya siap Allisya sempat menolak membawa bekalnya. Tapi karena di beritahu oleh sistem kalau di Taman kanak-kanak ini makanannya tidak akan cocok dengan lidah Allisya. Jadilah Allisya membawa bekal tersebut, karena kalau sampai ucapan Sistem benar bisa-bisa nanti dia bolak-balik kamar mandi hanya karena tidak cocok dengan makanan yang ia makan.
"Ayo aku juga bawa xixi, kita makan di mana?" tanya Allisya.
"Di taman depan aja ayooo," ajak Rara bersemangat sekali sepertinya gadis itu.
Allisya dan Rara pun pergi berdua membawa kotak bekal di tangannya, di depan kelas Allisya mengajak Samuel untuk menemaninya makan bersama Rara. Samuel menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti keduanya menuju taman depan.
[Bekal Allisya]
[Bekal Rara]
"Om beliin aku susu, liat Mama gak bawain susu soalnya." Allisya menunjukkan bekalnya yang tidak di lengkapi dengan minuman seperti milik Rara.
"Nona tunggu di sini, saya akan segera kembali."
Rara menatap lekat Samuel kemudian beralih lagi menatap Allisya dan berkata, "Allisya mau susu punya aku? Tapi cuma ada satu jadi aku gak akan kasih."
Allisya menatap Rara dengan mata berkedip-kedip heran, kalau gak mau bagi-bagi kenapa harus pake bilang segala coba. Ini wajahnya juga polos banget jadi pengen nampol Allisya tuh, huft sabar orang sabar nanti cepet tingginya ya gaes ya....
"Terus kenapa Rara tawarin kalau gak mau bagi-bagi?" tanya Allisya.
"Kalo kata kakak aku basa-basi aja," jawab Rara santai sambil memakan bekalnya.
"Tapi basa-basi lo basi cil, adoh coba kalo gua gak di tubuh manusia mungil ini. Lo udah gua culik terus gua jual ke pasar gelap," batin Allisya yang sedang berusaha bersabar menghadapi tingkah bocil ini.
"Terserah Rara deh," pasrah Allisya yang tak ingin berdebat dengan bocil. Gak sadar diri kah mbaknya kalau dia juga sekarang jadi bocil, walaupun usianya dah 26 tahun.
Tak ingin membakar otaknya dengan memendam amarah Allisya pun memakan bekalnya dengan lahap. Ternyata bekal bocil TK seenak ini nagih banget, nanti dia akan suruh Mama Guin buat lagi ah sepertinya setiap hari saja xixixi pasti sangat mengenyangkan bagi perutnya.
Sedang enak-enaknya menikmati makanan di depannya tiba-tiba saja seseorang datang dengan wajah songong mengganggu waktu makan Rara dan juga Allisya. "Minggil dong latu Leva mau duduk di sini," ucap Gadis berwajah songong itu.
Allisya yang mendengar suaranya ingin tertawa, tapi mulutnya langsung di suapi buah oleh Rara jadinya dia langsung mengunyah buah itu dan tidak jadi tertawa. "Latu itu apa ya Ra?" tanya Allisya setelah selesai mengunyah makanannya. Rara yang sedang mengemas bekalnya dan ingin pergi pun langsung memelototi Allisya seolah berkata 'Diam Allisya nanti bocil kematian ini ganggu kita.'
"Kamu ngejek Reva ya?" tanya teman gadis berwajah songong itu.
"Enggak tuh," jawab Allisya dengan wajah julit, "Tapi kalau dia merasa bagus xixixi."
"Kamu, aku bakal bilang ke Mama kalau kamu habis ngejek aku. Pasti kamu bakal di malahin sama Mama lihat aja ....."
Allisya menatap ketiga gadis kecil yang akan mengganggunya itu dengan senyum remeh kemudian berkata, "Bilangin aja gak takut tuh, anaknya Mama Guin gak pernah takut sama anak kecil yang gak bisa bilang huruf rrrrrrrrr." Allisya tertawa saat gadis berwajah songong itu menangis dan berlari meninggalkannya dan juga Rara.
Sepertinya Allisya ini sedang amnesia padahal dia juga waktu pertama masuk sini gak bisa pake huruf rrrrr karena masih pedal. Kalau bukan karena sistem mungkin dia juga masih pedal sampai sekarang, gitu kok sombong dasar bocil dadakan.
"Allisya jangan gitu kita bisa kena masalah huhu Mama aku takut," adu Rara entah pada siapa.
"Kenapa takut? Gak usah takut, ada Allisya di sini. Tenang aja, ayo makan lagi aja."
Rara hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menyantap makanannya bersamaan dengan Allisya yang juga kembali menyantap makanannya. Tak lama kemudian Samuel sudah kembali dengan satu kantung susu yang di pesan oleh Nona mudanya.
"Kok beli banyak Om?" tanya Allisya bingung.
"Saya tidak tau Nona muda suka rasa apa jadi saya beli semua rasa," jawab Samuel sambil menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Gini banget jadi holkay, beli satu aja bisa loh padahal random gitu milihnya. Ini malah di beliin semua rasa, pengen gua kembung keknya nih Om om." batin Allisya cengo sekali melihat kelakuan bodyguardnya ini.
"Heh........."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
miyura
semangat othor
2023-08-23
0