JBK ~10

JADI BOCIL KESAYANGAN 10⏱️

"Om Samuel mau juga?" tanya Allisya.

Reflek pria itu langsung saja menggelengkan kepalanya, melihat Zero meringis saja Samuel sudah bisa membayangkan rasa sakitnya seperti apa. Jadi biarlah Zero saja yang merasakan, dirinya jangan.

⏱️⏱️⏱️

Tak berselang lama setelah memutar balik mobilnya dan Zero memilih jalan lain, akhirnya mereka pun sampai di tampan kota yang pernah Allisya kunjungi waktu dia kabur dari rumah. Pertama kali turun dari mobil ia langsung berlari menuju penjual es krim yang berada di depan taman tersebut. Samuel yang kaget saja sampai tanpa sadar memegang pistol yang memang dia sembunyikan dalam jasnya.

"Astaga Nona jangan berlari seperti itu!" peringat Samuel.

"Hehe..... Peace om, Allisya cuma pengen beli es krim aja kok," sesal Allisya.

"Pak es krim satu," pesan Samuel.

"Dua om," balas Allisya.

"Satu saja Nona muda," tolak Samuel yang tidak mau Allisya nanti berakhir sakit.

"Dua ya om please," mohon Allisya.

"Satu atau pulang sekarang?" tegas Samuel.

Tak punya pilihan lain selain menurut akhirnya gadis kecil itupun terdiam dengan wajah masam karena tak mendapatkan dua es krim. Tentu saja Samuel yang melihatnya tersenyum penuh kemenangan, bisa mengalahkan Nonanya adalah hal yang sangat menggembirakan.

"Ini Nona." Samuel menyodorkan satu es krim rasa coklat kepada Allisya, yang mana langsung di terima dengan mata berbinar-binar oleh gadis itu.

Selesai membeli es krim untuk Allisya, Samuel menggenggam tangan Allisya dan membawa gadis itu masuk ke dalam taman yang tidak terlalu ramai. Ini masih siang banyak orang masih bekerja dan bersekolah, tentu saja sepi ya kan?

"Om tunggu di sini ya Allisya mau main perosotan, boleh kan?" izin Allisya.

"Boleh Nona, tapi ingat sebelum jam dua Nona harus segera menghampiri saya. Paham Nona kecil?"

Allisya menganggukkan kepalanya kemudian berlari ke arah perosotan dengan es krim di tangannya. Ia berlarian ke sana kemari, kadang berhenti untuk menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulutnya. Setelahnya ia kembali berlarian kesana-kemari, Samuel yang melihatnya dari kejauhan saja sampai deg degan. Kalau sampai Allisya terjatuh lalu terluka yang kena siapa? Tentu saja Samuel siapa lagi kalian pikir? Hah salam terakhir pada dunia jika hal itu terjadi.

"Sistem," panggil Allisya yang sudah duduk di pasir karena lelah berlari-lari terus sedari tadi.

"Iya Nona? ada apa?"

"Misinya berhasil kan?" tanya Allisya.

"Ah iya Nona misi anda berhasil, semua hadiah sudah saya simpan di ruangan sistem. Jika anda membutuhkannya tinggal bilang saja kepada saya, dengan senang hati akan langsung saya berikan barang tersebut (≧▽≦)"

"Oh iya tem, terus kapan lagi Allisya ini dapet misi lagi?" tanyanya penasaran.

"Nanti Nona saat umur anda sudah 16 tahun, pokoknya saat anda awal-awal memasuki SMA atau sekolah menengah pertama di dunia ini. Hari itulah misi kedua anda akan muncul kembali. Misi ini ada bertahap Nona, anda akan mendapat pasti tapi tidak secepat yang anda ketahui. Setiap misi memiliki tujuan sendiri, termasuk misi anda kali ini."

"Wah terus misi kali ini tujuannya apa?" tanya Allisya lagi, sungguh ia sangat penasaran sekarang.

"Hahaha saya tidak akan memberitahu Nona.......

Kata Tuan besar Sistem ini rahasia persisteman:v"

Mendengar jawaban sistem yang main rahasia-rahasia terhadap dirinya, Allisya hanya bisa mendengus kesal. Baik terserah saja dia tak akan mencari tahu biarkan saja kalau begitu, ia tidak akan kepo.

Merasa kesal kepada sistem Allisya pun segera bangkit dan kembali bermain. Baru saja kakinya menaiki anak tangga menuju perosotan, matanya tak sengaja melihat beberapa remaja laki-laki yang sedang duduk-duduk di taman tersebut. Sepertinya mereka sedang membolos, wah wah wah anak jaman sekarang suka sekali membolos. Allisya sebagai murid baik tidak bisa melihat kenakalan remaja seperti ini, apa dia harus menghentikannya? Ya harus, ini menyangkut masa depan bangsa yang cerah dan sentosa.

Kaki kecilnya melangkah mendekati gerombolan itu dengan wajah yang di buat garang bahkan kedua tangannya sudah berkacak pinggang mirip ibu-ibu yang akan memarahi anaknya. Di belakang sana Samuel dengan cepat langsung menyusul Allisya yang ia tidak tau akan pergi kemana.

"Ck ck aku viralin ya kalian semua...."

"Anj kaget kok ada bocil di sini?" Salah seorang dari mereka langsung mengelus dadanya kaget karena kedatangan Allisya yang tiba-tiba seperti setan.

"Nona kenapa anda kesini," Samuel menatap gerombolan remaja itu kemudian menyadari sesuatu. Samuel segera membungkukkan badannya kemudian berkata, "Tuan muda."

Remaja yang di panggil Tuan muda itu maju beberapa langkah dan menganggukkan kepalanya. "Wah Bang Rerey," ucap Allisya senang.

"Lah sok kenal banget gua sama ni bocah? sumpah reflek itu tadi gua, tapi gua gak pengen ngomong gitu. Ya walaupun gua inget dia siapa, Reynaldo Tiano Cavero. Abang sepupu dari pihak Mama Guin," batin Allisya.

"Ngapain di sini bocil?" tanya Reynal.

"Yak Allisya bukan bocil enak aja, Allisya tinggi tau. Rara aja kalah tinggi sama Allisya," omel Allisya dengan nada bangga.

Reynal bahkan teman-temannya yang sedang berdiri langsung membandingkan tinggi Allisya dengan tinggi mereka. Reflek saja mereka langsung tertawa kala menyadari perbandingan tinggi Allisya dengan tinggi badan mereka.

"Bocah koplak, anjir meras terhina banget saya. Gak sopan sama orang tua, hiks gua lebih tua dari kalian ya. Malah di ketawain masalah tinggi badan, heh asal kalian tau gua dulu juga tinggi sekarang faktor pindah tubuh doang jadi kecil kek gini. Pokoknya gua TANDAIN MUKA KALIAN!!!" batin Allisya kesal.

"Om Sam liat mereka ngetawain Allisya," adu Allisya dengan wajah memelas.

Tanpa banyak kata Samuel langsung saja menggendong Allisya dan membuat Allisya otomatis lebih tinggi dari mereka semua. Setelah itu Allisya membisikkan sesuatu pada Samuel, entah apa yang dibisikkan yang jelas setelahnya Samuel melangkah mendekat salah satu teman Reynal. Pria itu tak melakukan apapun dia hanya diam, namun memang itulah yang di perintahkan oleh Nona kecil ya. Karena.......

PLAK!

PLAK!

PLAK!

Tanpa rasa belas kasihan Allisya menggeplak kepala pemuda itu sampai pemuda itu meringis kesakitan. Tangannya memang kecil tapi kalau di pukulkan berkali-kali ke kepalanya bisa-bisa kepalanya benjol. Ia meminta tolong pada teman-temannya tapi, teman-temannya itu sungguh tak punya perasaan mereka bahkan hanya tertawa saat diri tersiksa seperti ini.

"Awas ye kalian, gua ngambek pokoknya," ucap Pemuda itu dengan pandangan penuh permusuhan kepada teman-temannya. Ia mengelus-elus kepalanya yang terasa sedikit panas karena pukulan-pukulan kecil dari bidadari kecil bernama Allisya itu.

"SAMUEL SAMUEL KAMU MENDENGAR SAYA?"

Samuel yang sedang tersenyum langsung merubah raut wajahnya saat suara Arnold terdengar dari Earpiece. "Ya Arnold saya dengar ada apa?" tanya Samuel.

"Kenapa Om Sam?"

⏱️⏱️⏱️

Kata-kata hari ini

Terpopuler

Comments

DewaSistem05

DewaSistem05

Benar nona muda tidak harus tahu.. tapi Saya yakin anda akan menyukainya nanti -Peace

2023-12-25

0

miyura

miyura

bener2 somplak si allisyah.. 😄😄

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!