JBK ~18

JADI BOCIL KESAYANGAN 18⏱️

"Kak Sadam ganteng ganteng banget!" puji seorang gadis dengan tampilan yang sangat euw seksi mungkin.

Allisya yang mendengar pujian tersebut sontak langsung ingin menoleh namun, kepalang keburu di tahan oleh tangan Fero yang ada di sebelahnya. "Gak usah di peduliin nenek lampir lagi bersabda, lanjutin makan lo aja," jelas Bryan. Mendengar hal itu sebenarnya Allisya merasa kepo tapi karena tidak di perbolehkan menoleh yasudah lah bagaimana lagi.

"Nona ngomong ngomong misi anda berhasil loh (´∩。• ᵕ •。∩`) " celetuk Sistem Xyan

"Wih bagus tuh ntar gua cek deh pas udah pulang," batin Allisya.

"Siap Nona saya akan bersantai dulu( ꈍᴗꈍ)"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pukul 20.30

Allisya kini berada di perpustakaan pribadi milik keluarganya, dengan sebuah buku novel dan juga beberapa cemilan di tambah minuman dingin. Hidupnya terasa benar-benar nikmat saat ini sungguh( ╹▽╹ )

"Jadi tem dua hari lagi gua baru ada misi baru?" tanya Allisya penasaran.

"Yap benar sekali Nona anda akan ada misi lagi tepat dua hari setelah ini(◕ᴗ◕✿)"

"Bagus deh jadi gua bisa santai dulu," girangnya.

"Saya ingin bertanya Nona ಡ ͜ ʖ ಡ"

"Apaan? Langsung nanya aja kalau mau nanya gak usah izin-izin gua kepo jadinya." Allisya menutup buku novel ditangannya kemudian menatap layar hologram di depannya dengan sangat serius.

"Type pasangan anda itu yang lebih tua atau lebih muda? Saya sangat penasaran Nona( ╹▽╹ )"

"Ouh itu," Allisya menganggukkan kepalanya, "Sebenarnya gua lebih suka yang seumuran sih tem. Tapi di sini gak mungkin gua dapet yang seumuran jadi gua lebih milih yang lebih tua aja wkwk."

"Oh iya saya lupa anda kan tua sekali Nona(◕દ◕)"

"Ngejek banget lo tem sumpret emang," kesal Allisya, "Gua bosen pengen jalan-jalan. Mau jalan-jalan dulu ah gua tem di sekitaran mansion aja. Ayo tem bantu gua kabur!!"

"Poin anda akan berkurang Nona kalau anda mau berpindah tempat dari sini. Memang tidak papa? (・∀・)"

"Gak papa ayo cepet pindahin gua mumpung ni outfitnya gak malu-maluin banget. Mumpung orang rumah pada pergi ke acara pembukaan cabang perusahaan baru juga. Gua bebas sampe jam sepuluh nanti," jelas Allisya.

"Bersiap Nona saya akan segera memindahkan tubuh anda(◍•ᴗ•◍)"

Perpindahan dimulai.......

Pemilihan tempat secara acak.......

1%...

10%......

15%.........

25%............

30%...............

50%..................

100%...................

Melakukan perpindahan.....

Cling

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Nona silahkan buka mata anda, kita sudah sampai(◕ᴗ◕✿)"

Allisya dengan senang membuka matanya dan menatap sekitar, "Wih hebat hebat lo bawa gua ke sini the best lah pokoknya."

"Tem gua mau jalan-jalan aman kan ini?" tanya Allisya.

"Aman Nona, kalaupun ada bahaya yang menyerang anda secara tiba-tiba saya pastikan saya akan langsung mengamankan anda(✿^‿^)"

"Oke deh gua mau jalan-jalan dulu sambil foto-foto." Dengan penuh semangat Allisya mencari spot foto untuk bahan storynya.

Allisya mencari tempat yang cocok kemudian memotret dirinya, tanpa menunjukan wajahnya, hihihi kalau di masukkan ke story wa pasti semua orang langsung panik.

Allisya buru-buru mematikan data dan juga ponsel miliknya agar semua orang yang menghubunginya tak mengganggu waktu sendirinya kali ini. Dan dengan begitu santai ia berjalan di pinggir jalan sambil berbicara lewat batin dengan sistem. Allisya juga sempat berhenti untuk membeli jajanan di pinggir jalan yang di lewati olehnya.

Sekitar lima belas menitan lamanya dia berjalan dengan beberapa kantung makanan akhirnya dia memilih berhenti di sebuah indomarket yang masih buka. Membeli beberapa minuman dan juga cemilan, setelahnya Allisya duduk santai di teras depan indomarket untuk makan dan minum.

Gadis itu tertawa saat melihat banyaknya notifikasi dari beberapa orang pada saat ia menyalakan data dan juga ponselnya.

Allisya mentertawakan keluarganya ah biarlah dia abaikan saja semua itu, sekarang lebih baik dia melanjutkan acara makannya. Di tengah-tengah keasikannya mengunyah makanan tiba-tiba datang seorang pria yang tidak ia kenal duduk di hadapannya.

"Saya duduk di sini ya?" izin Pria itu.

Allisya mendengus kesal sudah duduk baru izin batinnya, ya biarkan lah yang penting kedatangannya tak mengganggu apalagi untuk mencuri makanannya. "Kamu seperti orang yang tidak makan tujuh hari," ejek pria itu yang membuat Allisya menghentikan acara makannya kemudian menatap pria itu tajam. Hey kau ini baru duduk tapi sudah berkata seperti itu, kalau ingin bergelud sudah gak usah ngode-ngode langsung aja hajar batin Allisya jengkel.

Melihat Allisya yang memelototkan mata ke arahnya pria itu terkekeh pelan, sungguh sangat lucu sekali bola mata Allisya dia jadi menginginkan bola mata itu. "Maaf ya Om kalau mau ngeganggu mending pindah aja," sinis Allisya yang masih kesal.

"Apa saya setua itu?" tanyanya dengan tangan yang menunjuk dirinya sendiri.

Allisya yang sedang makan mie instan menatap wajah pria dihadapannya dengan serius kemudian berkata, "Ya emang udah tua."

"Ck, kita hanya beda delapan tahun."

Allisya menatap pria itu dengan tatapan menyelidik dan penuh kecurigaan, "Siapa lo?"

Pria itu tersenyum penuh arti kemudian menyebutkan namanya, "Edgar Davids Grissham, maaf!!"

Setelah mengatakan maaf pria itu memegang tangan Allisya dan menyuntikkan sesuatu, Allisya ingin memberontak tapi terlambat pria itu sudah berhasil menyuntikkan sesuatu itu pada tubuhnya. Allisya tidak tau pasti apa itu, yang pasti setelahnya dia merasakan matanya mulai memberat dan selang beberapa detik kemudian kesadarannya benar-benar hilang. Sebelum benar-benar pingsan Allisya masih sempat mengumpati sistem Xyan. Pembohong sekali sistem satu itu, katanya dia akan menyelamatkan Allisya kalau dia dalam bahaya tapi sekarang layar hologramnya saja tidak terlihat.

Edgar pria yang membuat Allisya pingsan itu tersenyum tipis, tanpa beban dia membawa gadis itu ke dalam mobilnya. Dia sedikit kesusahan menggendong Allisya karena ada beberapa jajanan milik Allisya yang ia bawa. Dengan penuh perjuangan akhirnya dia bisa mendudukkan Allisya di dalam mobil tanpa membuat badan gadis itu lecet.

"Harus kuapakan gadis ini? Membuangnya? Yah ku rasa itu bisa menjadi salah satu pilihan terbaik." Setelah bergumam demikian Edgar langsung masuk ke dalam mobil lalu mengendarai mobilnya membelah jalanan kota yang masih cukup ramai walaupun sudah hampir malam.

Drttt drtt

Edgar yang sedang fokus menyetir langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, "Hallo?" ucapnya menyapa penelfon.

"Hmm dia bersama ku, kenapa? Kau ingin gadis ini?" tanya Edgar dengan senyum sinis terpatri di bibirnya.

"Aku rasa akan lebih aman jika dia bersamaku."

"Ahaha rupaya kau sudah tau apa yang akan kulakukan selanjutnya? Ini tidak menyenangkan seharusnya kau berpura-pura tidak tau saja......"

Terpopuler

Comments

Aqra

Aqra

ehh gimana gimna ? ingin bola mata ?? (⁠☉⁠。⁠☉⁠)⁠!

2023-11-02

0

Aqra

Aqra

ehh gimana gimna ? ingin bola mata ?? (⁠☉⁠。⁠☉⁠)⁠!

2023-11-02

1

miyura

miyura

waduh dasar sistem laknat.. gimana katanya mau jagain si allisyah..

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!