JADI BOCIL KESAYANGAN 04⏱️
"Heh dasar bocah!! Kalian berani sama saya?" Om Alvin menatap mereka semua dengan tatapan tajam agar bocah-bocah ini merasa takut kemudian pergi meninggalkan dirinya dengan keponakan tersayangnya.
Sayangnya bukannya takut mereka semua bahkan Sadam kini sudah menatap Om Alvin tajam. Alhasil kini Allisya berada di tengah-tengah manusia yang sedang beradu tatapan, gadis itu hanya terdiam dan mengamati mereka. Tak ingin juga menghentikan aksi tatap-tatapan itu, siapa tau nanti ada keributan kan lumayan buat tontonan. Allisya ini jiwa-jiwa pecinta keributan asal kalian tau, tanpa keributan hidupnya akan terasa begitu hampa dan tidak berwarna sama sekali.
Allisya terlonjak kaget saat tubuhnya kembali melayang dan kini sudah berada di gendongan sang Daddy. Allisya mengumpat dalam hati, sungguh apa orang-orang ini sangat suka jika dirinya nanti punya riwayat penyakit jantung. Sedari tadi kalau mau ngegendong gak bilang-bilang dulu kan dia jadi terkaget-kaget huft sabar-sabar orang sabar rejekinya mengalir sampai jauh kayak pipa yang onoh.
Om Alvin mendengus saat melihat kakaknya itu dengan tanpa perasaan merebut keponakan kecilnya lalu membawanya ke dalam rumah. Sontak saja semua orang kini ikut masuk ke dalam rumah mengikuti Daddy Ade yang kini sudah duduk manis di meja makan bersama Allisya di pangkuannya.
"Uwuw banyak banget makanannya, sistem mau makan juga?" tanya Allisya dalam hati.
"Tidak terimakasih Nona, bisa-bisa saya rusak kalau memakan makanan seperti ituಥ‿ಥ."
"Allisya mau makan apa?" tanya Mama Guin.
"Telcelah Mama, tapi kalau di kaci cemua Allica nda papa juga," jawab Allisya dengan wajah polos ala-ala bocil. Sontak semua orang yang ada di sana langsung terkekeh mendengar jawaban polos dari putri kecil mereka itu.
Oh ya di sini semua orang juga sudah berkumpul, lebih tepatnya seluruh anggota keluarga Lesham mereka semua sudah pulang dari kantor. Mari berkenalan dengan semua, siapa tau ada yang butuh istri kedua terus kita bisa daftar ya kan? Oke lanjut yang pertama adalah anak pertama Oma Marci dan Opa Theo, William Henry Lesham dan istrinya Caroline Damanik Lesham orang tua Jansen dan Fero. Lalu ada anak keduanya adalah Felix Magath Lesham dan Istrinya Davina Veronica Lesham, ibu dan ayahnya Bryan. Lalu anak ketiga mereka Vernando Lesham dan Istrinya Flower Michelin Lesham, orang tua dari Jorge. Yang terakhir tadi baru saja mengajak bocil-bocil berperang Alvino Rodriguez Lesham, si yang paling cocok menjadi sugar Daddy karena sampai sekarang belum juga menikah. Nah karena kita sudah berkenalan dengan seluruh anggota keluarga Lesham sekarang saatnya kembali pada dunia nyata.....
"Daddyy...." panggil Allisya saat semua orang sudah menyelesaikan acara sarapannya.
"Ya sayang? kenapa hm?" Daddy Ade berdiri kemudian membawa Allisya ke ruang keluarga diikuti yang lainnya.
Allisya menatap wajah orang yang kini sudah menjabat sebagai orang tuanya ini dengan tatapan kagum. Sungguh pahatan wajahnya begitu tampan, kalau tidak ingat Daddy Ade adalah ayah dari pemilik tubuh mungkin sudah ia masukkan ke dalam list orang yang bisa menjadi kekasihnya hahaha....
"Allica mau cekolah," ucap Allisya setelah diingatkan oleh Sistem Xyan tujuannya bertanya pada sang Daddy.
"Nona ini kalau lihat cowok ganteng langsung lupa segalanya huhuuu༎ຶ‿༎ຶ......"
"Kenapa sekolah sayang? Gimana kalau sekolah di rumah saja?" Ucapan Papi William membuat Allisya menoleh dan memanyunkan bibirnya ke depan.
"Nda mau Allica mau cekolah cepelti abang abang," jawab gadis kecil itu, "Bole ya Daddy?"
"Tidak boleh," balas Opa Theo.
Allisya yang mendengarnya langsung terdiam, dalam pikirannya seperti ada backsound petir menyambar gejedarrr.... Ia menatap Opa Theo penuh permusuhan kemudian menatap Daddynya dengan puppy eyes agar sang Daddy mengizinkannya bersekolah.
"Tidak untuk sekarang paham Lissya?"
Bahu Allisya langsung merosot kebawah saat mendengar jawaban sang Daddy sangat tidak sesuai dengan ekspektasi miliknya. Ia pun turun dari pangkuan sang Daddy, untungnya Daddy Ade sama sekali tak menghalanginya jadi dia bisa langsung berlari. "Allica ngambek pokoknya," teriak Allisya yang sekarang berlari menuju kamarnya.
"Kenapa dengan Lissya?" tanya Oma Marci yang baru saja datang ke ruang keluarga.
"Dia ingin bersekolah di luar tentu saja kami tak mengizinkan, kau tau musuh kita ada di mana-mana Lissya bisa dalam bahaya." Penjelasan dari Opa Theo membuat Mama Guin yang baru saja datang bersama kakak iparnya termenung.
Hal itu memang benar, musuh keluarga Lesham ada dimana-mana walaupun Allisya belum di tunjukan ke publik. Tetap saja membiarkan Allisya keluar rumah itu adalah sebuah resiko yang mungkin bisa sangat berbahaya. Mereka juga tidak mungkin menempatkan bodyguard yang banyak di sekitar Allisya karena akan menimbulkan kecurigaan.
"Aku khawatir dengan cucu kecilku itu," gumam Oma Marci.
⏱️⏱️⏱️
"Cictem ayo bantu Allica lali yu," ajak Allisya.
"Ide yang bagus Nona, bagaimana kalau kita berteleportasi. Tapi anda membutuhkan poin untuk itu Nona, biayanya hanya 1 poin untuk satu teleportasi.....
Apa anda setuju?"
"Yah ko bayal cih, kenapa nda glatic aja pelit banet kamu cictem," keluh Allisya yang tak terima jika poinnya berkurang.
"Astaga Nona itu sudah harga diskon loh, biasanya teleportasi membutuhkan 10 poin. Kurang baik apa saya Nona? Sudah sangat baik asal anda tau(╯︵╰,)
Kalau gak bayar nanti kalau saya mau ngajak jalan pacar bagaimana Nona?ಥ╭╮ಥ"
"Emang cictem punya pacal? Bukannya jomblo ya?" tanya Allisya dengan wajah yang sangat menyebalkan.
"Jujur saya sakit hati mendengar ucapan menyakitkan itu Nona(´;︵;`)
Rasanya saya ingin pingsan dan mengadu pada Tuan besar kalau saya telah di nistakan༎ຶ‿༎ຶ"
"Cictem alay......"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments