JBK ~12

JADI BOCIL KESAYANGAN 12⏱️

"Goodbye Indonesia, wait for me in ten years or maybe eleven years haha. Aku akan segera kembali, kalian harus tetap mengingatku!!"

⏱️⏱️⏱️

11 tahun kemudian

Tak terasa sudah sebelas tahun Allisya berada di Jepang bersama orang tua ibunya, atau kita panggil saja kakek Ren dan Nenek Astrid. Selama sebelas tahun ini juga banyak yang di pelajari oleh Allisya di sini, mulai dari pelajaran biasa, bahkan bela diri. Kebetulan sekali Kakek Ren adalah guru taekwondo yang amat terkenal di Jepang. Jadi setiap akhir pekan kalau tidak berlatih senjata dan jalan-jalan mereka akan berlatih taekwondo di ruangan pribadi milik Kakek Ren.

"Mau kemana cucu nenek?" tanya Nenek Astrid yang melihat Allisya sudah siap dengan dress kupu-kupu berwarna putih.

"Allisya mau ke taman, Ayumi ngajak ketemuan Nek. Ini kan hari terakhir aku di Jepang," jawab gadis itu. Kini ia sudah bergelanyut manja di lengan sang Nenek, oh jangan lupakan juga pipinya yang ia gosok-gosokkan ke lengan wanita tua itu.

"Ah iya nenek lupa hari inikan hari terakhir kamu di sini, besok kamu udah balik ke Indonesia," sedih Nenek Astrid.

"Jangan sedih dong Nek, kan besok Nenek juga ikut kesana. Jadi udah dong jangan sedih lagi," hibur Allisya.

"Hah iya deh Nenek gak sedih lagi. Udah sana kamu pergi pasti Ayumi udah nunggu di sana," titah Nenek Astrid saat cucunya itu tak kunjung pergi menemui sahabatnya di taman, dan malah bergelanyut seperti monyet padanya.

"Iya Nenekku sayang, aku pergi dulu ya daaaa. Jangan kangen! Soalnya aku kan ngangenin," kelakar Allisya.

Nenek Astrid tertawa tapi juga mengangkat satu tangannya berpura-pura akan memukul Allisya yang sudah kabur sambil tertawa. "Gadis itu, sebelas tahun dia di sini sebentar lagi dia akan pulang. Cucuku akan pergi dari sini, rumahku akan terasa sepi lagi," gumamnya lirih.

⏱️⏱️⏱️

"Allisya," sapa Ayumi.

Mereka berdua kemudian berpelukan singkat, setelahnya mereka berjalan mengelilingi taman untuk mencari tempat duduk yang nyaman digunakan sebagai tempat bicara. Sekitar sepuluh menitan Allisya dan Ayumi berkeliling mencari tempat duduk yang cocok, akhirnya mereka berdua menemukan tempat yang sangat sesuai.

Tempat yang sangat tersembunyi cocok sekali untuk tempat ngobrol mereka berdua bukan? Tentu saja(≧▽≦)

Sebelum itu mari berkenalan dengan Gina Ayumi, sahabat Allisya yang ia temui sekitar sembilan tahun lalu. Wah lama ya kalau gitu umur jiwa Allisya ini sekarang berapa ya? dua enam tambah sebelas tahun udah itu hasilnya umur jiwa Allisya sekarang ༎ຶ‿༎ຶ. Kembali pada Ayumi, Allisya dan Ayumi kenal sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Nah karena merasa cocok dengan Ayumi Allisya dan Ayumi pun akhirnya bersahabat sejak saat itu. Allisya yang pada dasarnya tidak gampang akrab dengan orang asing pun hanya punya satu sahabat di sini yaitu Ayumi.

Ayumi sendiri adalah keturunan Jepang indo, ibunya adalah orang Indonesia sementara ayahnya orang Jepang yang dulu pernah bersekolah di Indonesia. Jadinya ya Ayumi ini paham dan bisa ngobrol pakai bahasa Indonesia, ketika ngobrol dengan Allisya pun Ayumi lebih sering memakai bahasa indo daripada bahasa Jepang.

"Yakin gak mau ikut ke Indonesia Yum?" tanya Allisya.

"Gak untuk sekarang, kapan kapan aja," jawab Ayumi cepat.

"Ck gak asik, padahal kalau lo ikut gua mau ajak sparing tiap hari."

Ayumi menatap Allisya horor, hey dia pernah satu kali sparing dengan Allisya kalian tau saat itu pipinya langsung lebam karena pukulan Allisya yang tidak main-main. Sparing ini sejenis sama latihan tapi pakai lawan beneran, kayak gitulah ya pokoknya. Sejak saat itu Ayumi tidak mau lagi Sparing dengan Allisya sebagai lawan, bahkan kalau Kakek Ren sendiri yang memaksa dia tetap tidak mau. Ia kasihan pada nasib wajahnya kawan-kawan, tidak mau Ayumi tuh kalau wajahnya ada bekas luka nanti gak mulus lagi.

"Gila! Ogah gua sparing sama lo, yang ada babak belur gua," sinis Ayumi yang entah kenapa menggosok-gosok pipinya.

"Elah masih inget aja lo, waktu itu tuh rem tangan gua lagi blong jadi kebablasan nonjok nya. Buk kena deh," jelas Allisya dengan wajah tak berdosa sama sekali.

"Gak mau pokoknya gua," kekeh Ayumi.

"Elah penakut banget," ejek Allisya.

Sontak saja ejekan itu langsung mendapatkan pukulan maut dari Ayumi, tanpa ampun gadis bernama Ayumi itu memukul Allisya dengan sangat brutal. "Aduh ampun ampun Nyai Yumi, sumpah sakit coy berhenti lah. Gak kasian lo sama gua buset," mohon Allisya.

Merasa puas dengan hasil kerjanya Ayumi pun berhenti memukuli Allisya dan kembali duduk dengan tenang anteng di tempatnya semula. Ia tidak mempedulikan wajah Allisya yang sudah berubah masam, gadis itu juga menatap Ayumi dengan tatapan tajam. Sebenarnya dia takut dengan tatapan itu, jangankan Ayumi semua orang di sekolahnya saja takut kalau melihat tatapan Allisya. Terlalu tajam seolah-olah akan membelah badan mereka menjadi dua bagian.

"Lo bakal ngapain aja di Indonesia?" tanya Ayumi penasaran.

"Sekolah lah, lo pikir mau ngapain gua di sana? Jadi simpenan Om om?" tanya Allisya sewot.

"Sante dong jangan sewot, gua nanya baik baik ya," sinis Ayumi.

"Gua mau jadi OSIS, gua denger di sekolah yang gua tempatin banyak banget kasus pembullyan. Banyak siswa pinter tapi lewat jalur nyogok, kek abang gua contohnya," kesal Allisya yang mengingat laporan dari Samuel tentang salah satu abang sepupunya, dan beberapa Abang sepupunya yang lain.

"Kebanyakan orang-orang kaya ya berarti di sana?" tanya Ayumi.

"Yup bener, dan lo tau temen tk gua jadi pembully di sana sialan kesel banget gua. Awas aja kalau gua balik, habis mereka gua geprek," ucap Allisya membuat gerakan memukul udara membayangkan itu adalah Rara dan juga abangnya.

Oh ya sedikit penjelasan bahwasanya Allisya sudah menginjak kelas sepuluh sejak beberapa bulan lalu. Nah sekarang karena sudah pertengahan semester, juga perintah Opa Theo yang menyatakan kalau dirinya harus kembali. Akhirnya diapun memilih kembali ke Indonesia dengan kesiapan yang matang untung menghadapi para manusia-manusia penjilat yang mungkin akan bermunculan setelah pesta pengenalan dirinya di Indonesia.

"Huwuw jadi pengen liat Allisya ngegeprek orang," kata Ayumi dengan antusiasme yang sangat membara.

"Makanya ikut gua ke Indonesia." Tanpa malu Allisya merangkul leher Ayumi bahkan mengapitnya sampai gadis itu sesak napas. Sudah tau temannya sesak napas sampai kek mau meningsoy bukannya minta maaf Allisya malah tertawa terbahak-bahak.

Hari ini Ayumi dan Allisya terus tertawa bahkan kadang bertengkar hanya karena hal kecil, yah setidaknya ini kenangan yang mungkin akan begitu manis saat mereka berpisah nanti.

⏱️⏱️⏱️

Keesokan harinya Allisya bangun dini hari karena kebetulan sekali dia mendapatkan tiket penerbangan yang jadwal penerbangannya adalah pukul 04.00 waktu setempat. Huft rasanya ia bahagia sekali karena hari ini ia akan bertemu Mama Guin, Daddy Ade, dan juga yang lainnya. Akh sungguh ia tidak sabar untuk hal itu pasti sangat menyenangkan.......

"Sudah siap Lissya?" tanya Kakek Ren..

"Sudah(✿^‿^)"

Terpopuler

Comments

Aqra

Aqra

mantep banget dah itu tempat nongkrong 😆

2023-11-02

0

miyura

miyura

jangan kasih kendor othor..

2023-08-23

0

~• Hypper©®Queen°L•A™ •~

~• Hypper©®Queen°L•A™ •~

kalo mau nge geprek, jangan lupa di kasih sambel dulu, biar mantap hehehehe

2023-08-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!