JBK ~11

JADI BOCIL KESAYANGAN 11⏱️

"Kenapa om sam?" tanya Reynal penasaran pasalnya bodyguard Allisya itu menyebut Arnold ketua para bodyguard keluarga Lesham. Jika seperti itu maka artinya sedang terjadi sesuatu, entah itu berbahaya atau tidak.

"Cepat bawa Nona muda pergi dari sana, seseorang mengenali Zero yang berada di parkiran. Mereka menyerangnya, aku sudah mengirim bala bantuan untuk Zero. Tugasmu sekarang mengamankan Nona muda, keluar dari taman itu secepatnya. Kau bersama Reynal bukan, pergi bersamanya ingat utamakan keselamatan Nona muda. Jika mereka mengetahui kau adalah bodyguard Lesham dan mengejarmu. Sebisa mungkin hindari kontak senjata, Kau paham Samuel?"

"Ya, perintah di mengerti!" kata Samuel.

"Ada apa Om?" tanya Reynal semakin di buat penasaran. Bukan hanya Reynal bahkan teman-temannya yang sekarang berada di sana pun di buat penasaran juga.

"Kita harus segera pergi dari sini Tuan Muda, Zero di depan sana di serang kalau kita tidak segera pergi mereka mungkin bisa menemukan Nona muda. Secepatnya kita harus pergi lewat jalan lain," jelas Samuel dengan wajah yang amat serius.

"Lewat jalan yang kita masuk ke sini tadi aja Rey. Kan langsung kehubung sama tempat parkir motor kita. Kita bisa langsung pergi secepatnya kalau gitu," balas teman Reynal.

Reynale menganggukkan kepalanya kemudian berlari memimpin jalan, diikuti Samuel yang menggendong Allisya baru teman-teman Reynal mengikuti di belakang. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di jalan yang tadi di lewati oleh Reynal dkk. Samuel melihat Reynal dan teman-temannya yang sedang mengeluarkan motonya masing-masing.

"Tuan muda biar saya saja yang menyetir," ucap Samuel takut Reynal tidak kuat membonceng dirinya dan Allisya.

"Aman, Om Sam naik aja. Cepet om kita gak punya banyak waktu, mereka pasti udah ada yang jalan kesini!!" titah Reynal yang khawatir dengan keselamatan Allisya.

Tanpa bantahan lagi Samuel langsung naik ke jok penumpang di motor Reynal, dan secepat kilat Reynal langsung menancap gas diikuti oleh teman-temannya. Mereka semua harus segera sampai di Mansion Lesham, kalau tidak hal buruk bisa saja terjadi pada Allisya di sini.

Mereka semua tak tahu saja kalau orang yang sedang mereka khawatirkan malah sedang tidur di gendongan Samuel. Iya tidur, sehabis memukuli teman Reynal tadi entah kenapa rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya. Jadilah Allisya memejamkan matanya dan terbang ke alam mimpi tanpa ada yang sadar kecuali satu orang.

⏱️⏱️⏱️

Pukul 21.12

Para laki-laki keluarga Lesham sedang berkumpul di ruang kerja Opa Theo yang biasanya memang di gunakan untuk tempat rapat. Wajah mereka nampak sangat serius, mereka sedang membahas kejadian tadi siang yang mungkin hampir mengancam keselamatan putri kesayangan keluarga Lesham.

"Kita harus segera mengamankan Allisya ayah, kita tidak tau sampai kapan ketegangan bisnis kita akan berlangsung. Jika kejadian ini kembali terulang tidak ada yang bisa menjamin keselamatan Allisya," ucap William.

"Kita harus menjauhkan Allisya dari tempat ini, setidaknya sampai Allisya bisa menjaga dirinya sendiri. Bagaimana jika kita mengirim Allisya ke Jepang, di sana ada orang tua Guin kita bisa menitipkannya di sana. Keamanannya akan terjaga di sana," saran Felix.

Semua orang terdiam membisu mendengar saran Felix, memang ada benarnya saran Felix itu tapi di sisi lain mereka juga tidak akan mudah melepaskan Allisya begitu saja dari sisi mereka. Tapi jika Allisya tetap berada di sini, keselamatan gadis itu terancam mereka tidak mungkin bisa menyembunyikan Allisya terus-menerus apalagi gadis itu memilih sekolah di luar rumah. Sedikit saja kecerobohan bisa saja keselamatan Allisya menjadi taruhan.

"Baiklah kita akan mengirim Allisya ke Jepang, kau setuju Adelard?" tanya Opa Theo dengan nada terpaksa.

"Bagaimana lagi perusahaan kita masih berperang saat ini, jika mereka mengetahui keberadaan Allisya pasti sesuatu yang berbahaya akan terus menghampirinya. Ini jalan satu-satunya, jadi kapan kita akan mengirim Allisya ke Jepang?" tanya Daddy Ade.

"Malam ini juga kita harus mengirim Allisya ke Jepang," ucap Opa Theo.

"Malam ini?" kaget Daddy Ade.

"Kau tak dengar yang di jelaskan oleh Arnold tadi? Mereka sudah bergerak mecari tahu tentang siapa yang dijaga oleh Zero tadi, aku mungkin sudah mengamankan semuanya. Tapi kita tidak bisa menahan Allisya terlalu lama di sini, dia harus pergi dari sini secepatnya. Kita tak pernah tau yang akan terjadi di masa depan Adelard. Yang bisa kita lakukan hanya waspada dan berjaga-jaga untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi," jelas Opa Theo.

"Baiklah aku akan menyuruh Guin menyiapkan keperluan Allisya setelahnya kita akan langsung mengirim Allisya pergi dari sini."

Opa Theo menatap punggung Daddy Adelard sedu, ia juga berat untuk melepaskan cucunya untuk pergi jauh. Tapi bagaimana lagi, ini adalah keputusan terbaik yang bisa di ambil jika tidak huft....

⏱️⏱️⏱️

"Aku tak apa Mas, ini demi keselamatan Allisya. Lagi pula kita masih bisa menghubungi Allisya bukan?" Mama Guin tersenyum menatap suaminya.

Mereka berdua kini sedang berada di kamar Allisya dengan Mama Guin yang sudah membereskan beberapa pakaian Allisya. Allisya sendiri sedang berbaring di kasur, berpura-pura tidur. Sebenarnya gadis itu tadi sudah tidur tapi karena mendengar suara Daddynya yang sedikit mengganggu jadilah dia sekarang berpura-pura tidur.

Allisya juga sudah mendengar semuanya, tentang dia yang akan di kirim ke Jepang demi keselamatannya juga semua yang sedang di bicarakan oleh orangtuanya. Allisya ingin menangis rasanya saat mendengar nada suara Mama Guin yang teramat yakin. Allisya sangat tau tidak mudah bagi seorang ibu untuk mengirim anaknya jauh dari dirinya. Itu pasti sangat berat dan menyakitkan, tapi demi keselamatan anaknya ibu itu merelakan rasa sakitnya.

"Pengen peluk Mama Guin sekarang," batin Allisya.

"Adelard, Guin semuanya sudah siap?" tanya Opa Theo yang kini berada di depan pintu, sedang mengawasi keduanya.

"Sudah yah," jawab Mama Guin.

"Adelard segera bawa Allisya ke mobil, Guin ayo ikut mengantar," ajak Opa Theo.

"Tidak Opa, Guin akan tetap di rumah," Kalau saya ikut pasti sangat berat untuk melepasnya pergi, jadi lebih baik saya di rumah saja ucap Mama Guin dengan kalimat akhir yang di batin.

"Baiklah, ayo Adelard!"

Daddy Ade mengangguk kemudian mulai menggendong Allisya yang masih berpura-pura tidur bahkan setelah dia berada di gendongan Daddynya. Opa Theo dan juga Daddy Ade berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan di garasi lain yang bukan garasi utama.

"Berangkat Arnold!" titah Opa Theo.

Arnold yang berada di kursi kemudi mengangguk kemudian menjalankan mobilnya melewati gerbang belakang Mansion Lesham. Mereka tidak akan melewati jalan raya untuk menghilangkan jejak yang pasti. Mereka lebih memilih melewati jalan pribadi buatan keluarga Lesham yang tidak di ketahui siapapun, kecuali orang-orang tertentu.

Tak butuh waktu lama mobil itu sudah berada di luar bandara, Opa Theo dan Daddy Ade tidak langsung masuk tapi menunggu seseorang yang membawa Allisya masuk ke dalam. Begitu dua orang yang di tunggu sudah datang Opa Theo langsung menjelaskan semuanya kepada mereka. Sementara itu Daddy Ade sedang mengelus-elus punggung kecil Allisya yang ada di dalam gendongannya.

"Adelard serahkan Allisya pada mereka, kita harus segera pergi dari sini," ucap Opa Theo.

Daddy Ade menganggukkan kepalanya kemudian menyerahkan Allisya pada kedua orang itu. Sebelum itu terjadi sesuatu terjadi......

Cup

"Allisya sayang Daddy dan semuanya. Allisya kan secepatnya kembali tunggu Allisya," bisik Allisya di telinga Daddy Ade.

Daddy Ade membeku di tempatnya dengan tangan yang menyentuh pipinya, ia menatap Allisya yang menatap ke arahnya dan mengedipkan sebelah matanya. Daddy Ade terkekeh pelan, ah jadi sedari tadi anak itu sudah bangun tapi pura-pura tidur? Wah haha...

"Gadis nakal!!"

⏱️⏱️⏱️

"Goodbye Indonesia, wait for me in ten years or maybe eleven years haha. Aku akan segera kembali, kalian harus tetap mengingatku!!"

Terpopuler

Comments

mr. rmayy

mr. rmayy

wahh thorr nya pinterr. kirain langsung skip umur. tapi nyata nya diantar dulu ke jepang jadi gk ke skip tiba tiba deh.. nicee thanks

2023-10-17

1

miyura

miyura

lanjut othor semangat

2023-08-23

0

Yuni

Yuni

jadiin kuat thor pintar beladiri pas udah gede nya 😁😁😁

2023-07-30

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!