JADI BOCIL KESAYANGAN 15⏱️
Pukul 07.03
Allisya sedang sarapan di kamarnya, ia sarapan sendiri karena tidak ada yang membangunkannya untuk sarapan tadi. Ia baru bangun tadi pukul 06.30 di saat orang-orang sudah menyelesaikan sarapan paginya. Saat Allisya bertanya kenapa dia tidak di bangunkan, katanya karena mereka tidak tega membangunkan dirinya yang nampak kelelahan. Oh ya Allisya juga sudah memakai seragam sekolahnya, setelah menyelesaikan sarapannya Allisya akan segera berangkat.
[Seragam Allisya]
"Selamat Pagi Nona(≧▽≦)"
"Pagi juga juga, kalo mau ngomongin misi langsung aja gua lagi makan," ujar Allisya.
"Baiklah Nona saya akan menyampaikan misinya sekarang(・∀・)
Menampilkan misi....
1. Mencalonkan diri menjadi anggota OSIS
2. Menghentikan pembullyan yang akan di lakukan oleh Rara.
Hadiah:
-5% Kecantikan, 7% Kepintaran
-Motor Ninja ZX-25r
Hukuman:
-Nafas berhenti selamanya(◕દ◕)"
Uhuk uhuk anj uhuk
Allisya yang sedang makan langsung tersedak nasi mendengar hukuman yang di katakan oleh Sistem Xyan. Gadis itu menatap Sistem Xyan dengan tatapan horor, "Woy yang bener dikit dong ngasih hukumannya. Astaga lo pingin gua mati untuk yang kedua kalinya apa? Buset kalau punya dendam pribadi ya gak gini amat bro."
"Eh Nona tolong jangan marahi saya, ini dati Tuan besar jadi ya saya tidak ikut ikut(◕દ◕)"
"Yak, siniin Tuan besar lo itu gua ajak begelud di ring gulat. Sialan bisa-bisanya ngasih hukumannya gak ngotak banget," omel Allisya yang merasa tidak terima.
"Oh ayolah Nona bukankah itu misi yang begitu mudah (・∀・) Pasti anda dapat menyelesaikan misinya dengan sangat mudah. Jadi jangan marah marah Nona(◕દ◕)"
"Gampang ndasmu, kalo gua gagal ilang ni nyawanya," sinis Allisya.
"Ayolah Nona jangan marah-marah seperti itu saya akan membantu ada(✿^‿^) Pasti anda berhasil!!"
"Kalo gagal nyawa lo aja yang ilang ya?" kata Allisya dengan alis yang di naik turunkan.
"Ya tidak bisa kan hukumannya untuk Nona, lagipun hukuman itu tidak akan terjadi Nona. Saya yakin seratus persen anda bisa menyelesaikan misi ini dengan sangat mudah. Bahkan jika anda mengerjakannya sambil menutup mata (θ‿θ)"
"Serah dah!"
Allisya menatap tajam layar hologram sistem Xyan kemudian berlalu pergi, meninggalkan sistem yang mentertawakan dirinya. Sungguh sistem laknat!!
⏱️⏱️⏱️
JNHS Pukul 07.30
Mobil Alphard yang mengantar Allisya berhenti tepat di depan gerbang Jakarta Nasional High School. "Nanti Om Zero jemput kan?" tanya Allisya pada Zero yang hari ini bertugas mengantar jemput dirinya.
"Iya Nona saya akan menjemput anda pukul setengah Lima sore nanti," jawab Zero dengan senyum tipis.
"Sore banget ya pulangnya," gumam Allisya agak kaget. Allisya kira sekolah di sini pulang seperti saat di kehidupannya sebelumnya, sekitar jam tiga atau setengah empat. Eh ternyata lebih parah, bahkan lebih parah dari waktu pulangnya saat berada di Jepang.
"Allisya masuk dulu Om Zer, hati-hati baliknya," pesan gadis itu.
Zero menganggukkan kepalanya, ia tak langsung menjalankan mobilnya melainkan memastikan bahwa Allisya sudah benar-benar masuk ke dalam area sekolah. Nah setelah Allisya sudah menghilang di balik gerbang, barulah Zero meninggalkan area tersebut.
"Selamat pagi dengan Nona Auristela Allisya Lesham?" tanya Seorang guru yang sudah menunggu di samping gerbang sekolah.
"Ah iya saya." Allisya tersenyum manis kepada guru tersebut.
Beberapa orang yang melihat Allisya tersenyum entah kenapa ikut tersenyum, ah beberapa dari mereka bahkan ada yang terkejut karena Guru mereka memanggil Allisya dengan marga Lesham. Oh ayolah sekarang mereka semua dengan mudah dapat menebak siapa gadis yang baru terlihat di sekolah mereka ini. Dialah Tuan Putri Lesham yang beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat. Bahkan sampi sekarang berita tentang pesta pengenalannya yang akan berlangsung beberapa hari lagi menjadi tranding topik di negara ini.
"Mari ikut saya untuk mendata diri dan meminta kartu akses sekolah!" kata Guru tersebut.
Allisya menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah Guru tersebut di belakang, beberapa orang menyapanya yang di balas senyum dan juga anggukan kepala. Allisya terkekeh geli saat beberapa gadis yang ia balas sapaannya langsung heboh, persis seperti fans yang di notice oleh bias haha.
"Masuk Allisya!"
Allisya menatap pintu bertuliskan '**RUANG OSIS**' dengan tatapan malas. Ah tetapi tatapan itu hanya beberapa detik karena setelahnya dia segera merubah tatapannya menjadi tatapan anak baik dan juga ramah.
"Yah keknya di sini gua harus membangun image anak ramah eh diakan juga harus jadi OSIS jadi? Harus ada tegasnya juga dong ya kan? Masa OSIS terlalu baik yang ada ni sekolah makin bobrok dalemnya." batin Allisya.
"Fernan dia Allisya murid baru di sini, kamu urus ya. Antar dia ke kelasnya juga agar tidak tersesat, Bu Alis mau kembali ke ruang BK," ucap Bu Alis, "Ah Allisya saya pamit ya kamu bisa tanya-tanya Fernan kalau ada apa-apa ok?"
"Iya Bu terima kasih sudah mau mengantarkan saya ke sini," kata Allisya dengan kepala yang sedikit menunduk.
"Lo bisa duduk," ucap Pemuda yang di panggil Fernan itu saat Bu Alis sudah keluar dari ruang OSIS.
"Auristela Allisya Lesham? Lo?" Fernan menatal Allisya dengan wajah penasaran.
"Iya gua keturunan Lesham, adiknya Abang Sadam lo pasti kenal dia kan?" Allisya tersenyum manis yang membuat Fernan terdiam karena sedikit terpesona.
"Hey hello lo kenapa?" tanya Allisya khawatir. Pasalnya pemuda itu benar-benar terdiam, hey di sini hanya ada dirinya kalau pemuda ini kesurupan terus membunuhnya kan tidak lucu kawan-kawan.
"Ahahaha sorry sorry gua agak gak fokus, salfok sama senyum lo. Lucu," jujur Fernan yang membuat Allisya menggerutu dalam hati.
"Dih idih mau gombal lo? Sorry banget gak mempan sama rayuan berondong macam lo," batinnya.
"Oh ini ini kartu yang bisa lo akses di sekolah ini, lo bisa gunain kartu ini kalau mau masuk perpus, minjam buku di perpus, beli minum di kantin, masuk ke rooftop, pokoknya di setiap tempat yang butuh kartu akses. Lo bisa gunain kartu akses ini," jelas Fernan.
"Oke makasih." Allisya menerima kartu tersebut dengan senyum yang tidak pernah luntur, excited banget dia tuh lihat kartunya.
"Oh ya nama lo siapa?" tanya Allisya.
"Fernando Torres orang-orang biasanya manggil gua Fernan salam kenal," jawab pemuda itu dengan senyum tipis.
Allisya menganggukkan kepalanya kemudian teringat akan misinya, "Fer kalau gua mau daftar OSIS apa masih bisa?"
"Bisa kok lo mau daftar?"
"Iya nih gua mau daftar, syukur deh kalau masih bisa." Allisya bersorak dalam hati saat Fernan menyodorkan sebuah formulir pendaftaran kepadanya.
"Kebetulan OSIS masih kekurangan anggota jadi pendaftaran sampai sekarang masih di buka. Lo bisa isi formulir biar gua yang ngomong sama ketosnya nanti. Oh ya nanti gua bakal kirim pin khusus anggota OSIS ke rumah lo, jadi tulis sekalian alamat rumah lo." Allisya menganggukkan kepalanya dan mulai mengisi formulir tersebut dengan senyum yang tak pernah luntur.
"Misi pertama completed, tinggal nemuin si Raranjing itu buat nyadarin dia dari aksi kesurupannya."
⏱️⏱️⏱️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
DewaSistem05
-_- anak kecil seperti kamu mau bertarung sama saya? sebelum bergelut paling dah mati.(ФωФ)
2023-12-25
0
miyura
tetap semangat untuk othor
2023-08-23
0
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
ANYING~~ Hukumannya bukan main main ini mah, napas berhenti selama nya ? ini mah kagak dan jalan mundur, adanya maju, masalah kalo kagak dilakuin bakalan mati 😫
2023-08-17
1