JADI BOCIL KESAYANGAN 14⏱️
"Mulutmu semakin manis ya dasar bocah!!" Dengan gemas Oma Marci mengacak-acak rambut Allisya dan tertawa bersama yang lainnya.
"Enak aja Allisya nih bukan bocah lagi Oma udah enam belas tahun nih. Udah gede," sangkal Allisya.
"Yah terserah lah," ejek Oma Marci.
"Ih Om--"
"Allisya kalau kamu terus mengoceh kapan kita makan?" potong Opa Theo yang nampaknya sudah kelaparan.
Allisya yang tadinya ingin mengoceh akhirnya diam dengan bibir yang mengerucut kesal. Keluarga Lesham pun memulai acara makan malam tersebut setelah Allisya duduk tenang di kursinya. Setelah acara makan malam tersebut selesai Bilqis langsung mengajak Allisya bermain bersama di ruang keluarga.
Allisya dan Bilqis duduk di atas karpet bulu, di bawah sudah ada beberapa krayon yang di bawa langsung oleh peri kecil Bilqis. "Balqis ayo Balqis tutup mata kita mau main nih," ucap Allisya yang sekarang mempunyai ide jahil.
Begitu polosnya Balqis yang menurut saja ketika di suruh menutup mata, "Diem ya gak boleh buka mata sebelum kakak nyuruh buka paham sweetie?"
"Paham kaka," ucap Balqis dengan jempol terangkat.
"Nona anda jahat sekali pada anak kecil◉‿◉"
"Diem deh sis gak usah ikut campur, lo tuh gak di ajak."
Sistem Xyan langsung diam ia tidak mau kalau harus menghadapi omelan Allisya, yah biarlah gadis itu melakukan apapun sesukanya. Yang penting apa? Yang penting Allisya senang dan bahagia( ◜‿◝ )♡
"Allisya yakin besok ingin langsung bersekolah?" tanya Alvin yang kini menyusul ke ruang keluarga bersama Opa Theo dan juga Oma Marci.
"Yakin, bisa kan?" Allisya bertanya balik, dengan kepala yang masih fokus dengan kegiatannya saat ini.
"Bisa, besok kamu sudah bisa berangkat ke sekolah. Seragam sudah di siapkan, semuanya sudah siap. Kamu tinggal berangkat saya," jawab Opa Theo.
"Kau sedang apa Allisya serius sekali?" tanya Oma Marci penasaran. Pasalnya cucunya itu nampak serius sekali di depan Balqis, entah apa yang di lakukan-nya. Oma marci tak bisa melihat karena posisi Allisya yang membelakangi dirinya.
"Merias Balqis," jawab Allisya singkat.
"Merias? Coba Om lihat," kata Alvin penasaran.
"Oke siapkan jurus langkah seribu sebelum kena gebuk," batin Allisya.
1
2
3
"ASTAGA ALLISYA KAMU APAIN ANAK OM?" teriak Alvin kaget saat melihat penampakan anaknya.
Allisya yang tak ingin kena omel langsung saja berlari ke kamarnya sambil berteriak, "AKU DANDANIN CANTIK KAN OM? AHAHAHA."
"GADIS NAKAL!!" teriak Om Alvin lagi namun, diakhiri tawa kencang karena merasa lucu juga saat melihat wajah anaknya kini.
"Papa wajah Balqis kenapa?" tanya Balqis dengan wajah yang teramat polos.
"Wajah Balqis jadi cantik banget sayang," bohong Alvin. Terpaksa sekali dia membohongi sang putri, kalau dia bilang jujur apa gak nangis nih anak satu.
"Dasar Allisya!!" gumam Oma Marci pelan.
⏱️⏱️⏱️
"Sistem Xyan," panggil Allisya yang kini sedang rebahan di kasur.
"Saya di sini Nona ◉‿◉"
"Tampilkan data diri!" ucap Allisya.
"Perintah terekam.........
Menampilkan data diri
Nama : Auristela Allisya Lesham
Usia. : 16 Tahun
Marga : Lesham
Jk. : Perempuan
Presentasi diri✓
Kecantikan. : 75%
Kesehatan. : 70%
Daya tarik. : 85%
Kepintaran : 89%
Keahlian✓
-Melukis, memasak, Bela diri, bermain basket,
Hadiah✓
-[Laptop, hp, tablet, Ipad]
Poin✓
-85.764
Aset✓
-Black card, Vila Remonis, Cafe D-day
Tampilan data diri selesai."
"Tutup data diri!" ucap Allisya, "Vila gua aman kan?"
"Tenang saja semuanya aman ketika saya yang menanganinya (θ‿θ)"
Allisya tersenyum senang mendengarnya oh ya sedikit cerita juga Allisya sekarang kaya raya hahaha. Ini semua gara-gara sistem Xyan yang memberitahu dirinya kalau poin bisa di tukarkan menjadi berbagai barang. Contohnya uang bahkan aset, Vila, cafe bahkan black card milik Allisya adalah hasil menukarkan poinnya. Bukan hanya barang poin tersebut juga Allisya tukarkan menjadi persentase kecantikan, kesehatan, daya tarik juga kepintaran.
Dulu saja Allisya sampai bagi-bagi makanan karena senang bisa bertambah cantik, dan seksi tanpa harus operasi dan membeli skincare. Langsung cling jadi cantik, enak banget pokoknya ahahaha ada yang ingin mencoba juga? tapi kalau akhirnya malah ke alam lain ya entahlah.
"Gua mau nanya sis," izin Allisya yang sebenarnya sudah mengantuk berat.
"Tanyalah saja Nona, saya akan menjawabnya dengan senang hati。◕‿◕。"
"Sebenarnya tujuan gua ada di novel ini tuh apa? Kalau memang supaya ni tubuh enggak mati terus biar keluarganya gak balas dendam. Hal itukan udah terjadi, jadi kan udah gak ada urusan lagi kan? Terus Nathaniel dia aja gak pernah muncul di hadapan gua, gua aja bingung sebenarnya Nathaniel itu siapa? Apa jangan-jangan dia itu emang gak ada? Sumpah dari dulu gua bertanya-tanya dimana sih Nathaniel?" ucap Allisya mengungkapkan semua pertanyaan yang ada dalam benaknya saat ini mumpung inget.
"Saya paham Nona。◕‿◕。 Saya akan menjawab semuanya......
Yang pertama tujuan paling utama anda berada di sini tentu saja menyelamatkan Nona Allisya dari takdir yang tertulis dalam novel... Tujuan kedua anda sebenarnya adalah bonus Nona, tujuan kedua itu adalah menentukan jalan cerita anda sesuai yang anda mau. Tapi tetap dalam arahan, arahan tersebut contohnya adalah pada misi-misi yang akan anda kerjakan. Itu adalah tujuan anda sekarang(✿^‿^)
Untuk pertanyaan anda tentang Nathaniel sedikit berat untuk menjelaskannya tapi saya akan tetap menjelaskan ( ◜‿◝ )♡
Nathaniel dalam cerita adalah kakak kedua anda setelah Kafka, setelah Nathaniel barulah Sadam. Saat anda masuk ke dalam novel ini Nathaniel tetap menjadi abang kedua anda, hal itu tetap terjadi. Dan di sinilah saya akan menjelaskan sebab dan alasan jiwa anda tertarik ke dalam novel ini.
Sebenarnya Nathaniel sudah mengulang dunia ini kurang lebih dua kali, pria itu terus mengulang kehidupan ini untuk menyelamatkan adiknya agar tak sampai meregang nyawa. Sayangnya usahanya untuk menyelamatkan sang adik selalu gagal, dan berakhir sama. Dia putus asa Nona, akhirnya saat dia menyelesaikan kehidupan ini untuk yang kedua kalinya Tuan besar saya menawarkan sesuatu padanya.
Tuan besar saya menawarkan keselamatan untuk adiknya, tapi semua itu tidak di dapat dengan cuma-cuma Nathaniel harus membayarnya sangat mahal. Nathaniel harus menukarnya dengan jiwanya, lebih tepatnya dialah yang akan mati di dunia ini bukan adiknya. Tuan besar saya menjelaskan kalau keselamatan sang adik akan di dapat dengan menarik jiwa lain yang telah terpilih untuk menempati tubuh adiknya itu. Dan saat pemilihan jiwa, jiwa andalah yang terpilih.
Nah sekarang kalau anda bertanya dimana Nathaniel berada, tentu jawabannya adalah Nathaniel sudah meninggal dunia(´;︵;`) Karena dia telah menerima tawaran dari Tuan besar saya..."
Allisya yang mendengar penjelasan sistem terdiam, apa tadi? Nathaniel sudah meninggal menggantikan adiknya? What? Itulah alasannya jiwanya tertarik kemari? Sulit di percaya tapi itu yang terjadi. Tunggu tapi bagaimana bisa Nathaniel mengulang kehidupan bahkan sampai dua kali? Apa Nathaniel juga seseorang yang bertransmigrasi seperti dirinya?
"Bukan Nona(・∀・) Nathaniel itu tokoh novel, tapi sampai akhir yang paling sedih dan merasa paling terpuruk karena kehilangan adiknya adalah pemuda itu.....
Karena Tuan besar merasa kasihan akhirnya dia memberikan kesempatan kedua pada Nathaniel untuk menyelamatkan adiknya. Nah sayangnya dia gagal jadilah seperti ini(. ❛ ᴗ ❛.)"
"Dia sayang banget sama Allisya ya?" tanya Allisya dengan senyum manis.
"Sangat Nona(╯︵╰,)
Sistem saja sampai terharu mendengar ceritanya(´;︵;`)"
"Besok temenin gua ke makamnya ya? Dia udah di makamin kan? Gua minta tolong sama lo karena kalau gua minta tolong sama keluarga gua belum tentu gua di kasih tau kan? Pastinya mereka juga bakal curiga dari mana gua bisa tau kan mereka gak pernah bahas soal ini," pinta Allisya.
"Tentu saja Nona, saya akan mengantar anda ke pemakaman milik Tuan Nathaniel (✿^‿^)"
"Yaudah sekarang gua tidur dulu, gak mau mewek gua," kata Allisya.
"Ah iya Nona selamat malam, mimpi indah ya Nona(≧▽≦)"
⏱️⏱️⏱️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments