JBk ~07

JADI BOCIL KESAYANGAN 07⏱️

Allisya menjauhkan wajahnya dari kaca tersebut lalu berjalan mendekati Mama Guin yang sedang bersiap mengeringkan badannya dengan handuk. "Xixixi maaf Ma." Gadis kecil itu menatap Guin yang sedang sibuk mengeringkan rambut dan juga badannya.

"Allisya tadi habis dari mana?" tanya Mama Guin.

"Main di lual," jawab Allisya.

[Penampakan Allisya saat ini]

Mendengar jawaban itu dari sang putri Mama Guin hanya tersenyum singkat kemudian segera memakaikan piyama tidur untuk Guin. Selesai mengganti pakaian milik Allisya Mama Guin membawa gadis kecil itu menuju ruang keluarga. Sampai di sana ternyata semua orang sudah berkumpul, saat Allisya dan Mama Guin tiba mereka pun langsung menatap keduanya tanpa mengedipkan mata.

"Allisya kemari!" titah Daddy Ade.

Allisya yang semula berada di gendongan Mama Guin langsung di turunkan, setelah turun pun gadis kecil itu berlari ke arah sang Daddy. Dengan sangat mudahnya Daddy Ade mengangkat Allisya dan memangku tubuh gadis kecil kesayangannya itu.

"Kenapa Daddy?" tanya Allisya.

"Allisya akan bersekolah sesuai permintaan Allisya tadi," ucap Daddy Ade yang membuat wajah gadis kecil itu nampak langsung bersinar cerah.

"Wahhhh ja---"

"Tunggu ada tapinya. Tapinya....... Allisya akan tetap di temani oleh seorang bodyguard Allisya boleh pilih sendiri mau bodyguard yang mana," lanjut Daddy Ade.

Allisya menganggukkan kepalanya kemudian berkata, "Yauda nda papa Allisya mau .... Ayo pilih bodyguardnya sekarang." Dengan semangat Allisya berlari keluar mansion, diikuti oleh Daddy Ade dan yang lainnya. Untung saja Opa Theo memang sudah menyuruh Arnold untuk mengumpulkan para anak buahnya di halaman depan.

Di teras

Allisya menatap puluhan bodyguard yang sudah berbaris rapi di halaman depan, tak lupa juga di sana sudah ada Arnold si pimpinan. Gadis kecil itu memandangi setiap bodyguard yang ada di sana lalu mengamati wajahnya dengan teliti. Ouh kalian pasti tau apa yang sedang di cari oleh bocil satu itu, ya tentu saja bodyguard good looking yang akan memanjakan matanya. Kalian semua tidak lupa kan dengan fakta bahwa jiwa yang ada di tubuh bocil itu berusia 26 tahun, kalau lupa parah sekali sih.

"Allisya kemari," panggil William yang sudah menjelaskan tujuan para bodyguard itu di kumpulkan.

"Pilih yang mana saja yang kamu mau, nantinya dia lah yang akan menjaga kamu selama di sekolah. Mengerti?" Allisya menganggukkan kepalanya lalu menatap semua pengawal yang berwajah datar sedatar jalan tol itu.

"Nona nona....

Anda mau mendengar saya tidak?"

"Apa sis?"

"Pilih pria yang paling pojok itu, dia paling menonjol...."

"Apanya yang menonjol?"

"Kemampuannya Nona, astaga..... Anda berpikir kemana ini(. ❛ ᴗ ❛.)"

Allisya terkekeh sebentar kemudian melangkah riang menuju pengawal yang di tunjuk oleh sistem kita tercinta Xyan.

"Mau sama Om ini...." Allisya pun menggandeng tangan bodyguard itu dan membawanya ke hadapan keluarganya. Sang bodyguard yang tiba-tiba di seret pun hanya patuh saja padahal sebenarnya masih ngebug dia.

"Pilihan yang bagus Nona muda," puji Arnold dengan senyum yang teramat manis.

Mendengar pujian dari Arnold keluarga Lesham yang semula ragu dengan kemampuan bodyguard pilihan Allisya langsung tersenyum bangga. Pinter juga bocil Lesham milih bodyguard, yah gak heran lah keturunan Lesham soalnya....

"Nah kalau begitu sekarang Allisya harus istirahat di dalam ya?" celetuk Flower. Wanita itu langsung saja menggendong Allisya dan membawanya ke dalam. Seluruh anggota keluarga Lesham pun masuk kecuali Opa Theo dan Daddy Ade, mereka berdua terlebih dahulu menjelaskan pekerjaan apa yang harus di kerjakan oleh Bodyguard bernama Samuel itu.

[SEMUANYA DI MULAI DARI SINI]

⏱️⏱️⏱️

Matahari bersinar begitu cerah, sama seperti matahari yang sudah bersinar cerah di luar sana hari ini Allisya sangat bersemangat menyambut hari Senin yang begitu memuakkan bagi sebagian orang. Tapi bagi bocil dadakan itu hari Senin ini begitu membahagiakan karena dia akan mulai bersekolah hari ini. Pagi-pagi sekali Allisya sudah bangun lalu pergi mandi, selesai mandi ia memakai seragam TK yang sudah di siapkan oleh Mama Guin.

Sedang asyik-asyiknya bersiap di depan kaca tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya dua kali dan masuk ke dalam. "Astaga Nona muda anda sudah siap? Anda bersiap-siap sendiri Nona muda? Harusnya tadi anda menunggu saya, saya bis---"

"Marry terlalu banyak bicara, aku sudah besar aku bisa bersiap-siap sendiri," potong Allisya karena pelayan bernama Marry itu terus saja mengoceh tanpa henti.

"Hehe maaf Nona muda. Kalau begitu ayo ke meja makan untuk sarapan Nona," ajak Marry.

"Marry tunggu di luar dulu ya, aku mau nyari sesuatu dulu," kata Allisya yang memang merasa meninggalkan sesuatu.

"Butuh bantuan saya Nona?" tanya Marry menawarkan bantuan.

"Tidak! Marry tunggu di luar saja ya?" pinta Allisya.

"Baiklah..." Setelahnya perempuan berbaju pelayanan itupun berlalu pergi memenuhi permintaan sang Nona muda.

"Selamat pagi Nona .... Senin yang begitu cerah bukan?"

"Enggak ini gelap kayak masa depannya sistem," ucap Allisya yang masih mencari sesuatu di laci meja rias.

"Astaga mulut anda Nona, sangat berbisa jantung saya langsung berhenti ༎ຶ‿༎ຶ"

"Kok gak mati?" tanya Allisya heran.

"Nona anda tega berkata seperti itu padahal saya ingin menyampaikan sebuah misiಥ‿ಥ"

"Makanya jadi sistem jangan banyak omong, misinya apa sis?" Allisya menatap layar hologram itu dengan wajah serius.

"Karena saya baik saya akan tetap memberitahukan misinya walaupun hati saya masih berdenyut ngilu(≧▽≦)"

"Nyinyinyi ..... " ejek Allisya.

"Tinggal bilang misinya apa pake drama banget. Semua sistem emang sama aja," ucap Allisya tiba-tiba.

"***Astaga kalau terus begini pasti semuanya tidak akan pernah selesai Nona .... Jadi beralih kemisi... ***

Menampilkan misi:

Misi Pertama (・∀・)

Mengajak bodyguard anda jalan-jalan

di mall setelah pulang sekolah nanti....

Hadiah: Laptop, dan beberapa alat elektronik

Hukuman: -"

Allisya menganggukkan kepalanya singkat kemudian mengambil tasnya, barang yang ia cari tadi sudah ketemu jadi kini saatnya berangkat sekolah. Tapi sebelum itu terjadi sistem lebih dulu menyeletuk....

"Nona jauhi jalan raya hari ini adalah hari dimana tokoh anda akan meregang nyawa◉‿◉

Jadi tolong berhati-hati (✿^‿^)"

"Tentu."

⏱️⏱️⏱️

Kini Allisya sudah berada di dalam mobil bersama dengan Samuel dan juga salah satu supir keluarga Lesham. Tidak ada anggota keluarga yang mengantarkan dirinya karena Allisya sendiri yang melarang mereka ikut. Sebenarnya tadi orang-orang itu tak ada yang setuju dengan ucapannya namun, karena paksaan dari Allisya dan sedikit percekcokan di bumbui sedikit ancaman. Pada akhirnya Allisya bisa berangkat sendiri bersama dengan Samuel, dan itu adalah sebuah perjuangan yang patut untuk di apresiasi.

"Nona muda lihat cantik bukan?" Samuel menunjukkan sebuah foto yang baru saja ia ambil kepada Allisya.

"Wah aku kece banget kan om," ucap Allisya dengan mata berbinar-binar.

"Jelas lah Nona muda yang moto liat kece gini," balas Samuel dengan tingkat kenarsisan yang sangat di luar akal sehat.

"Kok narsis? Gak cocok banget sama muka garangnya, tapi gak papa untung ganteng." batin Allisya.

"Kecean Om Alvin dari pada Om," balas Allisya.

Samuel langsung terdiam kalau di bandingkan dengan keluarganya Allisya memang dia ini hanya butiran debu yang di tiup angin lalu berterbangan tak tentu arah. Tidak ada apa-apanya gaes!!!

"Anda ............"

Terpopuler

Comments

Rara💋

Rara💋

lanjut thor 👍🏻

2023-11-30

0

miyura

miyura

lanjut othor semangat

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!