JBK ~06

JADI BOCIL KESAYANGAN 06⏱️

"ARNOLD!!!!" teriak Alvin memanggil nama pimpinan bodyguard keluarga Lesham.

Arnold yang mendengar teriakan itu pun dengan cepat langsung masuk ke dalam mansion Lesham. Perasaannya sudah tidak enak sedari tadi, ah sepertinya ada hal besar yang sedang terjadi sampai-sampai Alvin berteriak sangat keras seperti itu.

"Saya di sini Tuan." Arnold berdiri tegap di depan Alvin yang nampak menyeramkan, walaupun begitu ia tak merasa takut karena ia sudah biasa menghadapi kemarahan ini. Tentu saja sudah biasa bahkan Arnold sudah bekerja bertahun-tahun bersama keluarga Lesham. Sejak dia masih bujangan sampai sekarang yang menginjak kepala tiga, dan masih belum menikah juga.

"Cari Nona muda di setiap sudut mansion ini, jika kau tak menemukannya cari dimana pun yang penting saya mau dia berada di mansion ini secepatnya!!" tegas Alvin.

Seluruh keluarga Lesham juga sama seperti Alvin mereka marah dan bingung kemana sebenarnya putri kecil mereka pergi. Padahal mereka sudah mengecek cctv yang mereka pasang di kamar Allisya tapi cctv itu hanya menampilkan saat Allisya masuk ke dalam kamar lalu tertidur. Setelahnya tidak ada yang mencurigakan, tapi kini Allisya bahkan tidak berada di mansion rasanya kan seperti ah panik sekali.....

"Aku akan pergi mencarinya di luar," ucap William. Anak pertama keluarga Lesham itu pun pergi bersama Vernan, sementara Felix dia sedang menenangkan para wanita keluarga Lesham juga mengamankan anak-anak mereka agar tak memperkeruh suasana.

"Sialan! Bagaimana bisa kita kecolongan seperti ini," umpat Daddy Ade. Pria itu kini sedang meremas kunci mobil yang ia pegang, ia ingin segera keluar dan mencari sang putri. Namun, dia masih berharap Arnold segera kembali dan memberi tahu kalau putrinya masih di area mansion.

Sayangnya harapannya harus musnah saat pimpinan bodyguard itu memberitahu kalau ia tidak menemukan Allisya di mansion ini. Dengan cepat Daddy Ade langsung berlari keluar diikuti oleh Opa Theo dan juga Alvin. Mereka semua mencari Allisya menggunakan mobil, tapi di sisi lain mereka juga tak ingin terlalu mencolok dengan mengeluarkan banyak bodyguard itu bisa menimbulkan kecurigaan.

⏱️⏱️⏱️

Pukul 17.03

Sudah hampir empat jam Allisya menghilang dari mansion membuat seluruh keluarga panik dan takut. Oma Marci terus saja menangis, tak hanya Oma Marci semuanya menangis karena Allisya tak kunjung bisa di temukan. Rasanya seperti tiba-tiba saja sesuatu yang berharga telah di renggut dari keluarga mereka, sangat menyakitkan.

"Delard bagaimana apa Allisya bisa di temukan?" tanya Mama Guin saat melihat Daddy Ade yang sudah kembali bersama dengan yang lainnya.

Dengan lemah Daddy Ade menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang istri. Oma Marci mengelus dadanya yang terasa sesak saat melihat sang anak menggelengkan kepalanya. Oh tuhan apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini, apa cucunya marah karena mereka tak mengizinkan gadis kecil itu untuk bersekolah sampai bisa-bisanya dia tiba-tiba hilang seperti ini.

"Apa Allisya kabur karena kita tidak mengizinkannya bersekolah?" tanya Caroline.

"Sepertinya tidak, tidak mungkin dia bisa kabur dari pengawasan kita. Itu sama seka---"

"Itu mungkin kak Wil, ini buktinya!! Aku sudah memeriksa cctv di kamar Allisya, cctv itu rusak sepertinya itu rusak sebelum Allisya kabur," jelas Felix dengan wajah serius.

"Sialan!!" umpat Alvin.

"TUAN TUAN!!!"

Seorang pelayan tiba-tiba saja menerobos masuk dan menunduk dengan nafas tak beraturan seperti habis di kejar setan perumahan. Opa Theo menatap pelayan itu tajam lalu bertanya dengan tegas, "Kenapa kau berteriak kami tidak tuli hingga tak bisa mendengar suara mu!!"

Pelayan itu tak merasa takut sama sekali, dengan terbata-bata ia menyuruh seluruh keluarga Lesham untuk melihat keluar. Karena penasaran Alvin pun berjalan keluar terlebih dahulu diikuti keluarganya yang lain. Begitu sampai di luar mereka semua langsung terdiam, bingung ingin tertawa atau marah melihat sesuatu ini......

Ingin tau sesuatu itu? ini dia.....

Kira-kira seperti itu penggambaran sesuatu yang kini mereka lihat, kalian tau dia siapa? Yap benar sekali Allisya bocil berlumuran lumpur itu adalah Allisya. Entah apa yang terjadi sampai dia bisa seperti itu yang jelas ini sangat-sangat di luar galaksi sampai keluarga Lesham saja bingung.

"Astaga Allisya kenapa bisa sampai kayak gini hah?" Oma Marci langsung terdiam saat Opa Theo memberi isyarat kepadanya untuk diam.

"Allisya kemari ikut Opa!!" titah Opa Theo yang kini sudah menyalakan keran air untuk membersihkan tubuh Allisya yang penuh lumpur.

Allisya dengan wajah yang masih cemberut namun tertutup lumpur itu pun mendekat dan dengan patuh berdiri di bawah keran air untuk membersihkan dirinya. Selesai membersihkan lumpur yang menempel pada badannya Allisya mendongakkan kepala menatap Opa Theo yang sedang menatapnya.

"Sistem sialan gara-gara dia nih gua kek orang ilang, mana pas jalan ke mansion ini gua di ketawain banyak orang lagi. Aaaaaaa awas lo sistem kalau muncul gua kasih virus biar mampus!!!" batin Allisya geram.

Memang benar alasannya menjadi seperti anak ilang tadi itu gara-gara sistem yang mengajaknya melihat sebuah rumah. Nah saat sudah selesai melihat rumah tersebut, Allisya rencananya akan langsung pulang ke mansion. Namun, siapa sangka di tengah jalan dia malah bertemu dengan anjing yang dengan excited nya malah mengejar dirinya sampai dia tercegur di selokan yang penuh lumpur. Nah setelah itu kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya bukan? Itulah yang terjadi......

"Lissya mandi dulu ya sama Mama," ajak Mama Guin. Ia menatap Allisya yang sedang memasang wajah cemberut dengan pakaian yang basah kusup. Ia khawatir kalau Allisya kelamaan memakai pakaian yang basah seperti itu, nanti akhirnya dia sakit. Kalau sudah seperti itu nanti siapa yang akan merengek terus tanpa henti, tentu saja bukan Mama Guin tapi Allisya sendiri.

Tanpa banyak bicara Mama Guin langsung menggendong Allisya dan membawanya masuk ke dalam. Opa Theo menatap seluruh anggota keluarganya saat Mama Guin sudah masuk ke dalam bersama Allisya. "Kalian semua ikut aku kita harus berbicara serius!!" kata Opa Theo dengan nada berat kepada seluruh anak-anaknya yang pasti.

Mereka semua pun kembali ke dalam Opa Theo dan anak-anaknya berbicara di ruang kerja pria tua itu. Dan yang lainnya menunggu di ruang keluarga dengan perasaan yang sungguh bercampur aduk.

Di kamar Allisya

Mama Guin berjalan keluar saat sudah selesai memandikan sang anak, ia menyiapkan pakaian Allisya juga mengambil handuk untuk mengeringkan badan sang anak. Selesai dengan itu dia kembali ke kamar mandi dan......

"Astaga setan!!!"

Mama Guin terlonjak kaget saat melihat apa yang di lakukan oleh sang anak.....

"Lissya kamu ngapain?"

Terpopuler

Comments

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕🔐|ntanArmy💜°|P$: 🆕

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕🔐|ntanArmy💜°|P$: 🆕

Astabirallah sakit perut gue 😭😭😂😂😂😂😂

2024-01-02

1

deria

deria

astaga thor tadi sempat kaget eh taunya malah lucu🤣🤣🤣 sakit perut aku thor 😂😂😂

2023-12-29

3

mustika ikha

mustika ikha

🤣🤣🤣🤣 lucu banget si alisya

2023-12-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!