CHAPTER 19

Mereka melangkah dengan hati-hati melewati kerumunan orang yang tengah menikmati festival. Uang pecahan 100 ribu kembali berpindah tangan saat mereka mengembalikannya kepada Tom. Hanya David, Rolan, Arsen, dan Anton yang bergabung dengan Tom, karena para anggota perempuan dari klub detektif sedang sibuk mengurus stan mereka di festival yang ramai itu. Meskipun terdapat ketegangan dalam udara, tetapi para anggota klub detektif tahu bahwa tugas mereka lebih penting daripada pesta festival yang sedang berlangsung.

Ternyata cafe yang dimaksud oleh Tom terletak cukup dekat dengan sekolah mereka. Mereka tiba di sana lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Ruangan cafe masih tenang, hanya dihiasi oleh beberapa pelanggan yang tengah menikmati minumannya. Meja Dan kursi-kursi kayu memberikan suasana yang nyaman di dalam ruangan yang hangat. Namun, kegelisahan tetap membayangi mereka karena pertemuan ini bisa jadi adalah kunci untuk mengungkap misteri di balik uang dengan angka 666.

Saat mereka menunggu, suasana di cafe semakin hidup dengan canda tawa pelanggan lain. Namun, perhatian mereka tertuju pada pintu masuk, berharap untuk melihat sosok yang dicari-cari. Tapi waktu terus berlalu dan orang yang dijanjikan oleh Tom belum kunjung muncul. Rasa tidak sabar semakin menguasai mereka.

Akhirnya, Tom merogoh kantongnya dan mengeluarkan ponselnya. Ia menerima pesan dan wajahnya tampak berubah. "Dia mengubah lokasi pertemuan," ucapnya sambil menghela napas. "Dia menyuruhku pergi SMA Redmoon sekarang."

Kehadiran mereka di SMA Redmoon, sekolah khusus laki-laki yang terkenal dengan reputasi buruknya, tentu saja menimbulkan perasaan tidak nyaman. Langit mendung menambahkan suasana yang semakin tegang. Mereka melangkah di lorong sekolah yang sepi, berjalan menuju kafe yang dimaksudkan.

Saat tiba di tempat tersebut, mereka mendapati tempat itu benar-benar sepi. Beberapa meja kosong dengan kursi-kursi yang tersusun rapi. Ruangan yang diterangi oleh cahaya lampu kuning memberikan kesan misterius. Ini adalah tempat yang di pilih oleh orang yang ingin bertemu dengan mereka.

"Mana orangnya, dari tadi lu cuman bikin kita muter-muter." Kata David kesal.

"Gue gak main-main sama kalian, dia yang ngubah terus tempatnya. Dia anak kelas 2 jadi tentu saja dia di lantai 2, dia penanggungjawab kelas 2-4" Balas Tom.

"Dari pada kami bertemu penanggungjawab itu lebih baik kamu bawa kami bertemu dengan orang yang kamu sebut pimpinan Redmoon." Kata Ethan sambil membenarkan kacamatanya

Tom terlihat ragu, namun dia tidak punya banyak pilihan. Dia akhirnya setuju untuk membawa mereka ke tempat orang yang disebut sebagai pimpinan Redmoon. Mereka berjalan melewati lorong-lorong sekolah yang hening, berusaha menghindari perhatian dari para siswa yang berada di sekitar mereka, namun teyap saja tampak mencolok. Langit yang mendung semakin menambah suasana yang suram.

Tom pun membawa mereka naik ke atap, walaupun dari pintu masuk sudah banyak yang melihat mereka, mereka tidak peduli. Pakaian mereka terlalu mencolok. Setelah mereka melihat pintu yang menuju ke atap karena rasa kesalnya David langsung menendang pintunya.

"Apa-apa brengsek." Kata cowok yang berjaga dekat pintu dan langsung menarik kerah David, yang langsung di tepisnya.

"Siapa kalian?" Kata cowok yang sepertinya pimpinan yang disebutkan Tom.

"Mereka ingin bertemu kakak, mereka mengambil uangnya." Kata Tom menjelaskan maksud mereka. Namun sepertinya si pimpinan itu tidak terima akan hal itu dan terjadilah perkelahian, David maju paling depan dia menumbangkan orang-orang itu dengan sangat mudahnya.

"Berhenti. Kami datang dengan damai. Kami hanya ingin membicarakan tentang uang yang kamu cari. Jika kamu mau bekerja sama kami bisa memberikan banyak uang seperti itu." Kata Rolan.

"Kenapa kalian tertarik dengan uang itu?" Tanya cowok itu.

"Akan kami beri tahu, singkirkan dulu mereka." Kata Rolan.

Sekarang mereka berpindah ke dalam ruangan yang ada di atap sepertinya itu sudah seperti markasnya. Mereka duduk berhadap-hadapan.

"Kami dari SMA Bluestar, Gue Rolan, dia David, Arsen, dan Anton." Kata Rolan memperkenalkan diri secara singkat.

"Gue Allvar. Bagiaman kalian bisa tau tentang uang itu?" Katanya.

"Kami mengejar uang itu karena kami juga di suruh mengumpulkan uang itu. Lu di sendiri gimana lu bisa di suruh sama orang itu?" Kata Rolan.

"Saat libur semester lalu, gue nemuin sekoper uang, sebulan kemudian dia datang dan mengancam akan membunuh jika aku tidak mengembalikan uangnya." Kata Allvar.

"Lalu bagaimana caranya bisa bertemu orang itu?" Tanya Rolan. Cowok itu merasa heran, dia mulai curiga namun sayang David lebih cepat darinya, dan kini sudah menguncinya.

"Ceritakan saja apa yang kamu ketahui." Kata Arsen.

"Lagipula kami bisa membantumu, hanya mengumpulkan uang dengan angka 666 tidak sulit kok." Kata Anton.

"Pria itu datang tahun lalu tanggal 6 agustus, dia berpakain serba hitam, dia menutupi seluruh mukanya, sorot matanya tajam, pria itu sedikit lebih tinggi dari gue, suaranya berat tapi dalam." Jelas Allvar.

"Dia menghajarku habis-habisan, rasanya masih menakutkan mengingatnya. Dia memintaku mengumpulkan uang sampai tanggal 28 februari dia akan datang lagi saat tanggalnya tiba." Kata Allvar.

"Berapa banyak uang yang sekarang udah lu kumpulin?" Tanya Anton.

"Sisa 15 lembar lagi." Balas Allvar.

"Apa ada ciri khusus pada uang yang ia inginkan?" Tanya Arsen.

"Dia mengingkan uang dengan angka 666 di angka terakhir nomor serinya. Dia hanya menerima uang edaran baru. Entah lah apa lagi, dia datang 2 bulan sekali, ada beberapa uang yang ditolaknya padahal itu uang dengan ciri yang sama." Kata Allvar.

"Apa lu nyimpen uang yang ditolak itu?" Tanya Anton.

"Uang dari bulan lalu masih ada. Ada di dalam lemari itu." Kata Allvar. Arsen pun membuka lemari itu dan disana terdapat sebuah koper. Ia lalu membukanya, isinya ternyata uang seperti yang di katakan Allvar.

"Apa lu mau ku beri tahu triknya?" Tanya Arsen

"Trik apa?" Tanya Allvar kembali.

"Trik agar uang itu diterima dan agar kamu tidak usah mencari lagi." Kata Anton

"Apa?" Tanya Allvar.

"Lihat baik-baik uang ini." Kata David sambil mengeluarkan uang pecahan 100 dari dompetnya.

"Uangnya kotor." Kata Allvar

"Ternyata lu gak bego-bego amat. Coba pikir-pikir lagi, uang yang bagaiman yang di ambil orang itu." Kata David.

"Dia hanya mengambil uang yang kotor." Kata Allvar.

"Jadi kau hanya perlu mengotori uangnya dan dia akan menerimanya." Kata Rolan

"Kami akan datang lagi jika tanggal pertemuan kalian sudah dekat. Di mana kalian bertemu?" Tanya Rolan

"Di gudang kosong belakang sekolah." Kata Allvar.

Mereka berempat pun kembali ke sekolah dan ikut merayakan acara puncak dari festival itu. Begitulah acara festival mereka berakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!