CHAPTER 16

Tiba-tiba suasana di Bluestar berubah menjadi riuh. Kabar tentang festival sekolah yang telah lama dinanti-nantikan telah mencapai telinga mereka. Festival yang biasanya dirayakan setelah ujian, namun tahun ini harus ditunda hingga akhir bulan Januari. Tetapi semakin ditundanya festival ini, semakin besar antusiasme para siswa dan siswi Bluestars untuk mengikutinya.

"Festival akhirnya akan segera datang! Aku sudah tidak sabar!" seru seorang siswi dengan wajahnya berbinar-binar dengan antusiasme yang tak terbendung.

"Benar, ini momen yang kita tunggu-tunggu setiap tahunnya," sambung siswa lainnya, tampaknya juga tak sabar ingin segera tampil di panggung.

Festival itu menjadi panggung bagi setiap siswa dan siswi untuk menampilkan bakat mereka. Dari menari, menyanyi, hingga bermain alat musik, semua bakat akan diperlihatkan dalam festival ini dan pihak sekolah telah menyediakan panggung luas untuk menampilkan bakat-bakat tersebut.

"Kelas kita pasti akan tampil luar biasa!" ucap siswa yang lain dengan penuh semangat di kelas yang berbeda.

"Kita harus menyiapkan tarian yang menarik!" sahut seorang siswi menimpali, sambil membayangkan ekspresi para penonton saat melihat penampilan mereka.

Tak hanya tampil di panggung, setiap kelas diwajibkan untuk membuka stan. Para siswa juga harus menjual berbagai makanan dan minuman di stan mereka. Kelas yang berhasil mendapatkan pendapatan terbanyak akan menjadi pemenang dalam festival ini. Dan tentu saja, tak hanya soal kejuaraan, kegembiraan dan semangat persaingan antar-kelas selalu membuat festival ini begitu menyenangkan.

Namun, di tengah kegembiraan dan persiapan untuk festival, klub detektif juga tak lupa akan tugas mereka sebagai penyelidik. Mereka mengetahui bahwa sementara festival berlangsung, pembunuh misterius tersebut juga mungkin akan beraksi lagi. Namun, mereka harus tetap fokus pada dua hal: menyelidiki kasus pembunuhan dan mempersiapkan penampilan mereka di panggung festival.

Semakin mendekati hari Jumat, semakin semangat mereka. Festival akhirnya tiba, panggung telah siap, stan-stan telah berjejer rapi, dan kegembiraan merajai seluruh lingkungan sekolah. Mereka pun siap beraksi di panggung, namun di balik sorotan panggung, mereka juga bersiap untuk memecahkan misteri yang menyelimuti rumah susun dan menghentikan pembunuh misterius itu sekali dan untuk selamanya.

Festival telah dimulai, dan suasana di sekolah begitu meriah. Panggung yang megah telah dihiasi dengan rapi, dan stan-stan dari setiap kelas telah dipenuhi dengan berbagai makanan dan minuman lezat. Namun, yang paling menarik perhatian adalah stan misterius yang dipimpin oleh Rolan dan teman sekelasnya. Stan ini menawarkan petualangan berburu harta karun dengan hadiah utama yang menggiurkan.

Berdiri di depan stan itu, Rolan mengenakan topi petualang yang membuatnya terlihat seperti seorang penjelajah yang siap menghadapi segala rintangan.

Setiap pendaftar yang ingin berpartisipasi dalam perburuan harta karun ini harus membayar biaya masuk sebesar 20 ribu. Hadiah utamanya adalah uang tunai senilai 500 ribu, sebuah angka yang cukup menggiurkan bagi para peserta. Karena hadiah yang menarik, tak sedikit anak-anak dari sekolah lain juga tertarik untuk bergabung dalam perburuan ini.

Antrian mulai membentuk di depan stan mereka. Ratusan anak-anak bersemangat mendaftar dan membayar biaya masuk. Tapi begitu petualangan dimulai, semua peserta menghadapi tantangan yang sungguh menguji ketrampilan mereka. Mereka harus mengikuti petunjuk yang tersebar di seluruh area sekolah untuk menemukan harta karun yang disembunyikan dengan rapi

Dengan penuh semangat dan kecerdasan, para peserta mencoba mencari petunjuk dan menyelesaikan teka-teki yang sulit. Namun, meskipun mereka berlarian dan mencoba dengan gigih, tak seorang pun berhasil menemukan harta karun hingga acara berakhir.

Meskipun hadiah utama tidak ditemukan, peserta tetap senang dan bersemangat selama perburuan berlangsung. Mereka menikmati setiap detik dari petualangan ini, dan tak sedikit yang berjanji akan kembali mengikuti perburuan harta karun di masa mendatang. Bukan hanya para siswa Bluestars, tetapi juga anak-anak dari sekolah lain datang untuk mencoba keberuntungan mereka dalam perburuan harta karun yang unik ini.

Di tengah keramaian festival, kelas XI IPS 5 memutuskan untuk membuka stan ramalan yang dipimpin oleh Viona. Stan itu cukup sederhana, hanya terdiri dari beberapa meja kecil dan beberapa dekorasi bertema mistis untuk menciptakan suasana yang lebih magis. Meskipun Viona dan teman-temannya tahu bahwa ramalan ini sebenarnya hanya hiburan semata dan tidak memiliki dasar ilmiah, namun mereka melihat kesempatan ini sebagai cara yang menyenangkan untuk berpartisipasi dalam festival.

Tak lama setelah stan mereka dibuka, antrian panjang sudah terbentuk. Semua orang penasaran ingin mendengar ramalan dari Viona, yang terkenal cerdas dan penuh karisma. Beberapa dari mereka adalah teman sekelas Viona, tetapi ada juga orang-orang dari sekolah lain yang tertarik dengan hal semacam ini.

Dengan penuh percaya diri, Viona duduk di kursi di belakang meja dan mempersilahkan orang-orang yang mengantri untuk duduk di depannya satu per satu. Dia berpakaian dengan pakaian berwarna-warni yang membuatnya terlihat lebih seperti seorang peramal sungguhan.

Setiap kali seseorang duduk di depannya, Viona akan berbicara dengan bahasa yang penuh misteri dan menanyakan tanggal lahir dan nama lengkap mereka. Kemudian, dengan penuh teatrikal, dia akan mengacak kartu tarot dan menguraikan ramalannya berdasarkan kombinasi kartu yang muncul.

Tentu saja, ramalan yang dia berikan lebih pada ramalan umum yang bisa cocok untuk siapa saja. Beberapa orang tertawa mendengar ramalannya, mengetahui bahwa ini hanya hiburan belaka. Namun, ada juga yang tampak terkesan dan berpikir bahwa ramalan itu cocok dengan situasi mereka.

Meskipun Viona tahu bahwa ini hanyalah permainan belaka, dia tetap memberikan ramalan dengan penuh semangat dan kecerdasan. Dia menyajikan setiap ramalan dengan bahasa yang indah dan memikat, membuat para pengunjung merasa terhibur dan senang dengan pengalaman ini.

Meskipun stan ramalan ini lebih seperti penipuan, namun festival ini tetap meriah dan menyenangkan bagi semua orang. Banyak orang datang ke stan Viona untuk sekadar mencari hiburan atau melihat-lihat, tetapi semuanya dapat menikmati momen yang unik dan berbeda dari festival ini.

Seiring berjalannya waktu, antrian semakin panjang dan stan ramalan Viona semakin ramai dikunjungi. Tidak peduli apakah ramalan itu benar-benar akurat atau hanya hiburan belaka, yang terpenting adalah semangat dan keceriaan yang dihadirkan oleh Viona dan teman-temannya dalam menyajikan stan ramalan mereka.

Pada akhirnya, semua orang yang datang ke stan itu meninggalkan dengan senyum di wajah mereka. Festival ini telah memberikan pengalaman menyenangkan bagi setiap orang, dan stan ramalan Viona menjadi salah satu daya tarik unik yang membuat festival semakin berwarna.

Sementara itu, kelas Sella, telah memutuskan untuk membuka stan yang menjual pancake dan kopi. Keputusan ini disambut antusias oleh teman-temannya, dan mereka pun mulai merencanakan dengan semangat.

Sella adalah otak di balik konsep stan mereka. Dia ingin menciptakan suasana yang unik dan menyenangkan bagi para pengunjung. Dengan bersemangat, mereka berdandan seperti pelayan cafe dengan mengenakan seragam ala kafe yang lucu dan ramah. Topi dan apron putih mereka menambah kesan profesional yang menggemaskan.

Sebelum festival resmi dibuka, beberapa teman-teman Sella telah tiba lebih awal untuk menyiapkan semuanya. Mereka merapikan meja-meja kecil yang tertata rapi dengan pancake lezat yang dihidangkan di atasnya. Aroma kopi yang menggoda mulai tercium di udara, membuat orang-orang semakin penasaran dengan stan ini.

Seiring berjalannya waktu, antrian makin panjang. Kabar tentang stan pancake dan kopi yang menarik perhatian telah menyebar ke seluruh siswa dan siswi Bluestars. Banyak yang ingin mencicipi pancake lezat dan kopi nikmat, dan tak ketinggalan, bertemu dengan idola sekolah mereka, yaitu Sella.

Pancake dan kopi yang mereka hidangkan sangat lezat dan berkualitas. Para pengunjung yang mencicipi makanan dan minuman di stan ini tersenyum puas, menikmati setiap gigitan dan tegukan. Setiap pelayanan mereka disertai dengan kehangatan, sehingga pengalaman berada di stan ini menjadi lebih menyenangkan.

Tidak hanya melayani makanan dan minuman, Sella dan teman-temannya juga menghibur pengunjung dengan canda tawa dan percakapan yang ramah. Mereka berusaha menciptakan suasana santai dan menyenangkan di stan mereka, sehingga para pengunjung merasa betah dan ingin datang kembali.

Di tengah keramaian, beberapa orang bahkan mengajak foto bersama Sella dan teman-temannya. Mereka merasa senang menjadi bagian dari festival dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan idola mereka. Wajah gembira dan keceriaan dari pengunjung, terutama siswa dan siswi Bluestars, membuat stan pancake dan kopi ini semakin menyenangkan.

Seiring berjalannya waktu, stok pancake dan kopi semakin menipis karena tingginya permintaan dari pengunjung. Namun, Sella dan teman-temannya tetap semangat dan bersemangat melayani setiap pengunjung dengan sepenuh hati.

Ketika festival berakhir, stan pancake dan kopi Sella berhasil mencatat prestasi luar biasa. Mereka menjadi salah satu stan dengan penghasilan terbanyak, dan tentu saja, keberhasilan ini membuat mereka sangat bahagia dan bangga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!