CHAPTER 03

Pria itu mengernyitkan dahinya lalu berkata, "Apa anehnya kalo seseorang dapet uang? Memang kenapa kalo seseorang dapat uang? siapa aja bisa dapet duit kan?"

Hana menjelaskan dengan penuh kekhawatiran, "Bukan itu masalahnya... Uang itu datang dengan cara yang... aneh. Seolah-olah uang itu muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas. Dan setiap orang yang mendapatkan uang itu, entah bagaimana, selalu ada yang mengalami hal buruk setelahnya. Aku takut kakakku akan mengalami nasib yang sama."

Pria di hadapannya mendengarkan cerita Hana dengan serius, namun ekspresi wajahnya tetap tenang. Ia tampaknya mengendalikan perasaan ingin tahu dan rasa ingin membantu, sambil mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Hana.

"Orang yang meninggal bulan lalu... dia adalah wanita yang tinggal di lantai atas kami, tepatnya lantai tujuh. Aku cukup dekat dengannya meski baru tinggal sebulan. Dia memberitahuku bahwa dia mendapatkan uang... Uang itu berada di dalam sebuah koper, namun uangnya punya banyak noda coklat. Dia memperlihatkan padaku uang tersebut. Dan tadi malam, aku melihat hal yang sama di tangan kakakku," lanjut Hana, mencoba memberikan gambaran yang lebih jelas.

Hana berhenti sejenak, tampak ragu dalam mengungkapkan apa yang ingin dia sampaikan selanjutnya. Dia mengungkapkan ketakutannya, "Emmm, ini terdengar sangat aneh, tapi nomor seri pada uang itu semuanya adalah 666. Bahkan kode untuk membuka koper tersebut juga sama... 666. Apa mungkin dia bunuh diri karena terpengaruh oleh iblis?" gadis itu berhenti sejenak, memandang pria di hadapannya dengan pandangan penuh tanda tanya.

Pria itu mendengarkan dengan cermat dan wajahnya tetap tenang. Dia bisa merasakan ketakutan Hana, tetapi dia tidak langsung menolak apa yang diungkapkan gadis itu. Meskipun angka 666 sering dikaitkan dengan konotasi negatif atau mistis, pria itu berusaha untuk tetap berpikiran terbuka.

"Jadi kamu mau kami menyelidiki tentang asal usul uang itu?" tanya pria itu, memastikan kembali maksud gadis itu.

"Iya, aku mau tahu apa dugaanku benar. Aku mau tau apa uang itu ada hubungannya sama mereka yang bunuh diri?" ucap gadis itu dengan tekad.

Terdengar bunyi putaran knop pintu. Masuklah seorang pria dengan rambut hitam yang mengkilap, tubuh atletis, dan wajah tampan. Ia melangkah masuk dengan percaya diri, menatap dengan pandangan yang penuh pertanyaan.

"Dia datang untuk meminta kita menyelidiki sesuatu," ucap pria berkacamata itu, kepada pria yang baru masuk. Pria yang baru datang hanya mengangguk mengerti.

"Walaupun telat, sebelumnya kenalin, aku Rolan, dan dia David," ujar pria berkacamata itu, sambil menunjuk ke arah David. Pria yang baru masuk itu kemudian melangkah dan duduk di lengan kursi yang berdekatan dengan Rolan, sambil memperhatikan gadis tersebut.

"Dia Hana Almaira, ingin kita menyelidiki kasus bunuh diri yang terjadi di rumah susun dekat sekolah. Apakah ada kaitannya dengan uang berangka aneh yang sekarang mungkin berada di tangan kakaknya?" lanjut Rolan, memperkenalkan Hana kepada David.

Gadis itu terlihat terkejut dengan hal yang di ucapkan Rolan.

"Bagaimana mungkin? kamu tau namaku ?" tanya Hana dengan tatapan heran.

"Apakah menurut mu, nametagmu itu tembus pandang?" ucap Rolan dengan senyum ringan, sambil menatap nametag yang terpampang jelas di seragam Hana.

"Iya juga yah, aku benar-benar minta tolong tentang hal itu secepatnya, aku takut akan terjadi apa-apa pada kakakku karena uang itu," ucap Hana, mencoba mengatasi kebingungannya dan menyampaikan permohonan bantuan dengan jelas.

David mengangguk serius, "Kalo gitu, kami akan segera memulai penyelidikan kami. Tapi tentu saja, kami butuh seluruh informasi yang lo tau tentang kasus ini. Semakin banyak informasi, semakin besar peluang kami buat nemuin jawabannya."

Rolan menambahkan, "Dan jangan khawatir, kami akan berusaha yang terbaik untuk membantu kakakmu. Kita akan bekerja bersama untuk mencari tahu apa yang terjadi."

Setelah Hana pergi, Rolan mengambil formulir yang telah diisi oleh gadis itu. Ia membacanya dengan seksama, mencatat beberapa poin penting yang mungkin relevan dengan kasus. Kemudian, ia menyimpan formulir tersebut dengan rapi di dalam laci meja.

"Kasusnya lumayan menarik, ya?" ucap Rolan pada David dengan antusias, terlihat bahwa ia sangat tertarik dengan misteri di balik uang aneh dan kasus bunuh diri tersebut.

"Apaan menarik, baru denger aja udah horor," timpal David dengan nada tegas, menunjukkan bahwa ia cenderung lebih skeptis dalam menghadapi kasus-kasus yang terkesan mistis.

"Nggak, kok. Kedengarannya seru," balas Rolan dengan penuh semangat, tetap tidak terpengaruh oleh ketakutan atau kesan horor.

"Tapi kalo diingat-ingat lagi, rumah susun itu setelah peresmian, memang ada beberapa kasus orang yang bunuh diri," kata David, mencoba mengingat-ingat tentang rumah susun tersebut. Rolan hanya mengangguk, menunjukkan bahwa ia telah menyadari fakta tersebut.

"Kita ketemu di sini sepulang sekolah. Jadi tolong hubungi yang lain dan sebelum mereka masuk ruangan ini, suruh mereka cari tahu lebih lanjut tentang rumah susun itu dan Hana," perintah Rolan.

Tanpa menjawab, David hanya mengangguk sebagai tanda setuju. Mereka berdua pun meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke kelas masing-masing, mengikuti pelajaran hingga jam pulang mereka pada pukul 3 sore.

...****************...

SMA Bluestars, sebuah sekolah menengah atas yang cukup terkenal di Elderlake, merupakan lembaga pendidikan unggulan yang dikenal dengan standar akademis dan ekstrakurikulernya yang tinggi. Para siswa dan siswi yang telah mencapai kelas XI diwajibkan untuk bergabung dengan klub atau kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka. Bagi kelas X, bergabung dengan klub masih bersifat pilihan.

Sekolah ini terbagi menjadi dua kelompok kelas utama, yaitu kelas IPA yang terdiri dari tujuh kelas dan kelas IPS yang hanya memiliki lima kelas. Setidaknya ada 35 klub yang telah didirikan di sekolah ini, dan semua klub tersebut diawasi oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Bluestars, sangat mendukung kreativitas dan bakat para siswa, sehingga klub-klub tersebut beragam dari olahraga, seni, hingga kegiatan ilmiah.

Di tengah banyaknya klub yang ada, ada dua siswa yang memutuskan untuk membuka klub detektif. Mereka adalah Rolan dan David, dua teman masa kecil yang tumbuh bersama dan tinggal berdekatan. Meskipun sifat dan kepribadian keduanya tampak berbeda, mereka memiliki satu kesamaan yang cukup menonjol, yaitu ketertarikan pada hal-hal yang berkaitan dengan misteri.

Rolan, dengan wajah yang selalu penuh semangat, adalah sosok yang penuh antusiasme dan berbakat dalam menganalisis berbagai masalah. Ia memiliki naluri detektif yang tajam, serta keahlian dalam mengumpulkan informasi dan mencari petunjuk yang sulit dijangkau orang lain.

Rolan adalah siswa dengan otak yang cerdas dan analisis yang tajam. Saat berada di dalam kelas, ia selalu duduk dengan tegak di barisan depan, memperhatikan setiap penjelasan dari guru dengan cermat. Matanya yang tajam dan penuh perhatian sering kali menarik perhatian guru, membuatnya menjadi favorit di mata para pengajar. Ia selalu menggunakan kacamata yang terlihat modis, yang menambah kesan kecerdasan dan ketegasan pada penampilannya. Rambutnya selalu tersisir rapi dan terawat, memberikan kesan kedisiplinan dan ketertiban pada penampilannya.

Terpopuler

Comments

Silvi Aulia

Silvi Aulia

hallo kak aku mampir nih ,like dan comen mendarat di Novel Kaka 🤗

2023-08-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!