Keesokan harinya mereka melanjutkan diskusi mereka, sebenarnya jika mereka mau diskusi itu bisa mereka lakukan di grup chat mereka. Tapi mereka pikir, itu tidak efektif jadi mereka lebih memilih mendiskusikannya di ruang klub mereka. Setelah jam pelajaran mereka berakhir mereka memutuskan berkumpul kembali di runagan klub mereka. David dan Sella tidak bisa ikut hadir. David sendiri karena ada pertandingan persahabatan melawan SMA sebelas. Sella, dia adalah kapter cheerleaders tentu saja dia harus ikut untuk mendukung David. Jadi hari ini klub detektif rapat tanpa mereka berdua.
Mereka semua telah berada di ruang klub, kini mereka hanya tinggal menunggu Rolan. Sepertinya dia masih tertahan di kelasnya karena hari ini piketnya. Pukul 3 lewat 20 akhirnya dia datang juga. Teman-temannya menunggu sekitar 10 menit. Setelah Rolan datang akhirnya diskusi mereka pun dimulai. Setelah kemarin mereka membahas tentang penyelidikan mereka di rumah susun dan pihak penanggung jawab pembangunan ulang rumah susun itu. Kini mereka akan membahas terkait hasil penyelidikan Arsen dan Sella di kantor polisi.
Rolan sebagai ketua dan pemimpin diskusi ini langsung mempersilahkan Arsen untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang dia berhasil dapatkan saat melakukan penyelidikan di kantor polisi bersama Sella.
"Awalnya kami bertanya pada Febri, rekan kakakku yang di tugaskan untuk membantu kami. Kami bertanya seputaran nama-nama korban, pekerjaan korban, hubungan korban dengan korban yang lain, tempat tinggal mereka di rumah susun itu, penyebab mereka bunuh diri, apakah ada saksi, apakah mereka mengalami gangguan mental, tanggal kejadi setiap kasus. Membawa Sella cukup membantu. Tapi tetap saja dia menyembunyikan sebagian faktanya. Apalagi saat kami bertanya tentang kasus pertama." Belum selesai Arsen bicara Viona malah memotongnya.
"Jangan bilang kamu tidak dapat apa-apa dari hasil penyelidikanmu." Kata Viona sambil menatapnya jengkel.
"Salah, kami malah mendapatkan banyak bukti. Yah, walaupun kami tidak mendapatkannya secara baik-baik." Balas Arsen sambil mengeluarkan kumpulan kertas dari dalam tasnya.
"Memangnya kalian ngapain?" Tanya Anton.
"Untuk mengusirnya keluar dari ruangan kakakku. Awalnya Sella minta tolong di ambilkan air kemudian dia minta di antar ke toilet." Jelas Arsen pada mereka sambil bercanda.
"Cepat lanjutkan saja ke intinya. Aku penasaran." Kata Riri
"Menurut catatan yang kami peroleh. Korban pertama bernama Robert Stone. Dia adalah seorang pekerja di pembangunan ulang rumah susun. Dia tinggal di distrik selatan. Waktu perkiraan kematian jam 2 dini hari. Dia berusia 27 tahun. Memiliki luka lecet di semua bagian tubuhnya. Penyebab cedera kepala, dan kasusnya di tutup sebagai kasus bunuh diri. Korban meninggal pada 4 Desember 2021." Jelas Arsen sambil meletakkan foto tempat kejadian perkara saat mayat korban masih ada di atas meja. Di foto itu terlihat korban yang meninggal diatas tumpukan batu untuk proyek pembangunan.
"Korban kedua bernama Claudia Porter. Berusia 25 tahun. Perkiraan waktu kematian jam 2 dini hari. Disini tertulis dia bekerja sebagai pelayan di bar Heaven. Dia menghuni rumah susun di lantai 5 Nomor 95. Korban mengalami beberapa luka lecet dan memar di tubuhnya penyebab kematian patah tulang leher. Korban meninggal pada 18 September 2022" Jelas Arsen sambil meletakkan foto kedua.
"Korban ketiga bernama Angela Robins. Penghuni rumah susun di lantai 7 Nomor 124. Perkiraan waktu kematiannya jam 1 dini hari. Dia berusia 32 tahun. Penyebab kematiannya di sini tertulis karena patah tulang belakang di dekat bagian atas dan memotong aorta yang membawa darah keluar dari jantung. Di sini tertulis dia tidak memiliki pekerjaan. Korban meninggal pada tanggal 22 oktober 2022." Kata Arsen sambil meletakkan foto korban ketiga. Semuanya menyimak penjelasan dari Arsen.
"Korban keempat bernama Ray Roles. Penghuni rumah susun di lantai 6 Nomor 102. Bekerja sebagai satpam di museum. Dia berumur 29 tahun. Perkiraan waktu kematiannya sekitar jam 2 dini hari. Penyebab kematiannya perdarahan subarachnoid. Korban menonggal pada tanggal 3 November 2022." Jelas Arsen sambil melakukan hal yanh sama seperti sebelumnya yaitu meletakkan foto korba keempat.
"Pendarahan apa?" Tanya Riri tidak mengerti pada penyebab kematiannya.
"Pendarahan subarachnoid, adalah pendarahan pada ruang antara otak dan jaringan yang menutupi otak. Perdarahan subarachnoid, keadaan darurat medis, biasanya dari pembuluh darah menonjol yang memasuki otak (aneurisma). Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian jika tidak segera ditangani." Jelas Arin, Riri hanya menganggukan kepalanya tanda dia sudah mengerti.
"Korban kelima adalah Randy Oliver. Penghuni rumah susun di lantai 5 Nomor 89. Dia bekerja sebagai sales untuk obat tradisional. Dia berumur 25 tahun. Perkiraan waktu kematiannya jam 2 dini hari. Penyebab kematiannya patah tulang tengkorak. Korban meninggal pada tanggal 15 Desember 2022." Kata Arsen
"Korban keenam atau yang terakhir adalah Dea Spencer. Penghuni rumah susun di lantai 7 Nomor 140. Dia bekerja sebagai wartawan. Dia berumur 26 tahun. Perkiraan waktu kematiannya jam 2 dini hari. Penyebab kematiannya cedera kepala. Korban meninggal pada tanggal 11 Januari 2023, atau 13 hari yang lalu." Jelas Arsen.
"Apa mereka tinggal sendiri?" Tanya Rolan
"Iya, menurut berkas-berkas ini mereka semua tinggal sendiri. Keluarga mereka pun tidak ada." Jawab Arsen
"Berarti ada kesamaan pada setiap korban mereka tinggal sendiri, dan kejadian yang menimpa mereka terjadi saat hujan." Kata Rolan.
"Hujan?" Tanya Anton tidak mengerti.
"Perhatikan baik-baik gambarnya, semua lokasinya tampak basah." Jelas Rolan. Arin yang sedang mencoret-coret bukunya tiba-tiba tampak terkejut dan berkata.
"Menurutku kemungkinan kakak Hana korban selanjutnya sangat tinggi." Kata Riri.
"Dari mana kamu tau?" Tanya Arsen.
"Coba kalian perhatikan pola lantai tempat korban tinggal. Yah tanpa memperhatikan korban pertama. Kita mulai dari korban kedua, dia tinggal di lantai 5, korban ketiga tinggal di lantai 7, korban keempat tinggal di lantai 6, setelah itu terbentuk pola, ada korban lagi di lantai 5, setelahnya korban di lantai 7, jadi kemungkinannya besar jika korban selanjutnya dari lantai 6, dan kamar Hana berada di lantai 6." Jelas Arin mengemukakan pendapatnya.
"Tapi jika itu kakak Hana, bukannya itu tidak sesuai dengan korban yang lainnya yang tinggal sendiri." Kata Arsen tidak setuju.
"Tapi polanya masuk akal." Kata Ethan
"Apa itu berarti di bulan selanjutnya akan ada pembunuhan?" Tanya Anton.
"Sudah pasti begitukan, dia membunuh setiap bulan sejak rumah susun itu di resmikan" Kata Viona
"Kenapa dia hanya membunuh orang-orang di tiga lantai teratas?" Tanya Anton.
"Karena semakin tinggi lantainya, semakin tinggi tingkat kematiannya. Pembunuhnya pasti tidak mau mengambil resiko." Kata Arin
"Tapi...."
Bercakapan mereka terpotong saat seseorang mengetuk pintu, ternyata itu adalah satpam yang mengingatkan mereka untuk segera pulang karena sebentar lagi gedung itu akan di kunci. Begitulah diskusi mereka berakhir hati itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments