CHAPTER 12

Hari Senin yang dinanti-nanti akhirnya tiba, membawa harapan dan semangat baru bagi para anggota klub detektif. Setelah melewati akhir pekan yang melelahkan untuk mencari petunjuk terkait kasus bunuh diri di rumah susun, mereka kembali berkumpul di ruangan klub detektif. Ruangan yang menjadi tempat di mana semangat dedikasi mereka bersemayam.

Hari itu berlalu seperti biasanya di sekolah. Mereka mengikuti pelajaran dan belajar seperti biasa. Namun, di balik aktivitas sehari-hari, pikiran mereka tak henti-hentinya merenungkan misteri yang masih mengemuka di benak mereka. Setiap pelajaran yang mereka hadiri, bayangan kasus rumah susun itu selalu menyelinap ke dalam pikiran mereka.

Waktu seolah cepat berlalu bagi mereka yang menikmati proses belajar dalam kelas. Namun bagi mereka yang tidak menemukan kepuasan, waktu terasa lambat dan membosankan. Setiap detik rasanya seperti berat dan tak kunjung berlalu.

Namun, akhirnya sore hari tiba. Jam menunjukkan pukul 3 sore, saat kelas mereka berakhir. Para anggota klub detektif merasa lega setelah berada di kelas sepanjang hari itu. Mereka sudah tidak sabar untuk kembali berkumpul di ruangan klub detektif dan berdiskusi tentang kemajuan penyelidikan mereka.

Dengan hati penuh semangat dan harapan baru, mereka pun beranjak meninggalkan kelas, mengakhiri rutinitas sekolah hari itu. Di dalam benak mereka, hanya satu hal yang menuntun langkah mereka: kembali ke ruangan kebanggan mereka dan mengejar kebenaran di balik misteri rumah susun yang masih belum terungkap.

Ruangan klub detektif itu menjadi semarak ketika satu per satu anggota-anggota klub datang dengan wajah penuh semangat. Anton, cowok yang selalu menggunakan hoodie, adalah yang pertama tiba. Diikuti oleh Arin dan Viona, yang berdatangan hampir bersamaan dengan senyum ceria di wajah mereka.

Tidak berselang lama, David tiba dengan langkah mantap, disusul oleh Riri yang terlihat sangat bersemangat. Arsen menyusul dengan membawa senyuman dan sapaan hangat untuk semua teman-temannya. Kemudian datanglah Rolan, anggota klub yang selalu tampil berwibawa dan penuh gagasan brilian.

Tak lama setelah itu, Sella pun tiba paling akhir. Meskipun terlambat, dia dengan riang bergabung dengan anggota klub yang lain. Ruangan itu kini dipenuhi oleh keceriaan dan semangat, siap untuk memulai diskusi penting tentang bukti-bukti yang berhasil mereka kumpulkan terkait kasus rumah susun.

Mereka duduk bersama di sekitar meja bulat di ruangan itu, berdiskusi dengan penuh antusiasme. Waktu terasa terbatas, tetapi semangat mereka untuk mencari kebenaran tidak pernah pudar. Mereka saling berbagi temuan dan informasi yang mereka miliki, berusaha menyusun puzzle misteri yang semakin kompleks.

Di ruangan klub detektif yang penuh semangat, Rolan, sebagai pemimpin tim , memulai pertemuan dengan memberikan kesempatan pada Anton untuk menjelaskan hasil temuan mereka. Anton berdiri dengan percaya diri di tengah-tengah teman-temannya yang duduk mengelilingi meja bulat. Ruangan itu dipenuhi dengan cahaya alami dari jendela besar yang membuat suasana jadi lebih cerah.

Dalam ruangan klub detektif yang tenang, suara Anton terdengar tegas dan jelas saat dia menjelaskan hasil penyelidikan mereka. Cahaya dari lampu gantung yang menggantung di atas meja bulat menyoroti wajah-wajah serius para anggota klub detektif yang duduk mengelilingi Anton. Mereka mendengarkan dengan seksama setiap kata yang diucapkan.

"Saat kami melakukan penyelidikan di lokasi rumah susun, kami telah mengumpulkan beberapa bukti penting yang relevan dengan kasus ini," ujar Anton dengan suara lantang. Semua anggota klub detektif tampak antusias mendengarkan.

Rolan duduk dengan tegap, mengenakan ekspresi seriusnya, dan menunjukkan bahwa dia sangat memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh Anton. Para anggota klub detektif lainnya juga telah menyiapkan buku catatan mereka untuk mencatat informasi yang penting.

Anton melanjutkan, "Kami berhasil melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan itu, Alexander, namun sepertinya dia mencoba menutup-nutupi kasus yang terjadi di rumah susun tersebut. Dia tidak memberikan informasi yang terlalu relevan dan tampak sangat tertutup. Namun, kami berhasil mengetahui bahwa ada 124 pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan ulang, termasuk 4 mandor proyek." "Sedangkan luas setiap kamar di rumah susun tersebut adalah 4x4 meter, dengan total luas bangunan sekitar 498 m² berdasarkan data proyek sebelum pembangunan ulang."

Pandangan Anton beralih dari satu wajah ke wajah lainnya, mengukur reaksi dari teman-temannya. Dia melanjutkan dengan mantap, "Kami juga berhasil mengumpulkan nama dan alamat para pekerja tersebut. Sayangnya, ketika kami mencoba menghubungi mereka melalui nomor telepon yang kami dapatkan, semuanya sudah tidak aktif. Hanya ada satu pengecualian, yaitu Barnus Bart, salah seorang mandor proyek."

Terdengar suara angin yang mengalun lembut dari luar jendela, menciptakan suasana misterius di dalam ruangan. Para anggota klub detektif masih terfokus mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Anton. Tak ada yang berbicara atau bertanya, mereka membiarkan Anton melanjutkan ceritanya.

"Saat kami berbicara dengan Barnus Bart, dia memberitahu kami tentang Robert Stone, korban bunuh diri. Robert Stone adalah sosok yang aneh, dia sering bergaul dengan para gelandangan di sekitar rumah susun dan suka berkunjung ke lantai empat. Satu-satunya gelandangan yang dekat dengannya adalah seseorang bernama Smith. Selain itu, dia juga memiliki kenalan lama bernama Kenneth Jenkins dan Bram Garren, yang ternyata juga bekerja di proyek tersebut," lanjut Anton dengan penuh perhatian.

Diam-diam, perasaan tegang dan rasa ingin tahu mulai menyelimuti para anggota klub detektif. Mereka tahu bahwa ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, dan masih banyak misteri yang harus mereka ungkap untuk mengungkap kebenaran di balik kasus rumah susun yang suram itu. Namun, mereka merasa semakin bersemangat untuk terus menyusun petunjuk dan informasi yang mereka miliki, demi memecahkan teka-teki rumit yang mungkin akan membawa mereka pada kebenaran yang sebenarnya.

Ruang klub detektif kembali dipenuhi dengan suasana misterius setelah penjelasan Anton selesai. Cahaya lampu gantung yang gemerlapan menciptakan bayangan-bayangan di wajah para anggota klub detektif yang tengah mempertimbangkan informasi yang baru saja mereka dengar.

Riri mengangkat alisnya dengan heran. "Kenapa ada gelandangan di area konstruksi?" tanyanya, mencermati misteri yang sedang mereka hadapi.

Anton mengambil nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan temannya, "Sebelum pembangunan ulang, para gelandangan itu tinggal di situ. Barnus mengatakan bahwa mereka diusir dari sana sebelum proyek dimulai. Tapi sepertinya beberapa di antaranya masih bertahan dan tetap tinggal di sana."

Viona menyela, "Bukankah itu berarti salah satu dari mereka bisa saja menjadi pelaku dalam kasus kematian Robert Stone?"

Arsen menggelengkan kepala, "Tidak mungkin. Menurut berkas penyelidikan kepolisian, tidak ada laporan tentang keberadaan gelandangan di lokasi saat kematian Robert Stone. Selain itu, pada saat itu sedang terjadi badai."

Anton menambahkan, "Sebenarnya ada hal lain yang aneh terkait pembangunan ulang tersebut. Dalam berkas dokumen perancangan pembangunan, tidak ada cetak biru atau denah ruangan yang dijelaskan. Mereka hanya mencantumkan luas ruangan dan luas total bangunan. Setiap ruangan memiliki ukuran 4×4 meter."

Para anggota klub detektif saling pandang, mencoba menghubungkan fakta-fakta yang mereka miliki. Semakin banyak informasi yang mereka kumpulkan, semakin rumit dan misterius kasus rumah susun tersebut.

Ruang klub detektif kembali sunyi, para anggota klub detektif tengah memproses segala informasi yang baru saja mereka dapatkan. Mereka tahu bahwa banyak teka-teki yang harus mereka pecahkan dan rahasia yang harus mereka ungkap untuk mengungkap kebenaran di balik kasus yang semakin kompleks itu. Dengan semangat yang tidak pudar, mereka pun bersepakat untuk terus menyusun petunjuk dan informasi guna mengungkap misteri gelap yang menyelimuti rumah susun itu.

Ruang klub detektif kembali didominasi oleh ketenangan setelah penjelasan Anton. Rolan, sebagai pemimpin klub detektif, mencoba mengatur jalannya diskusi agar setiap anggota dapat menyampaikan temuannya secara terstruktur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!