“Al, *M*ommy ingin memberi tahu kabar gembira untukmu mengenai sahabatmu, sahabatmu sudah ditemukan dan saat ini kedua orang tuanya saat ini hendak ke kantor polisi. Jika kamu ingin bertemunya, Mommy bisa mengajakmu keesokan harinya setelah dia bisa melupakan traumanya,” ucap mommy di balik pintu.
Sedangkan Alvaro yang mendengar ucapan ibunya sambil menangis tanpa mommynya sadari langsung saja menghapuskan air matanya dan mengucap syukur jika gadis yang dia cintai sudah ditemukan. Aku harus meminta maaf kepada Rere setelah Rere sehat kembali. Batinnya dengan semangat di kamarnya.
Setelah memberikan kabar bahagia kepada putranya, mommy mendapatkan telepon dari keluarga Candra. Mereka mengabari jika putri mereka akan mereka rawatkan sementara di rumah dan mendatangkan berbagai dokter yang professional khususnya di kejiwaan anak. Putrinya sempat menangis melolong tanpa henti dan terkadang tertawa sendiri karena sejak kejadian tersebut senyum riang dan keceriaan putrinya terenggut. Membuat mommy merasa khawatir dan cemas. Namun dia tetap ingin mempertemukan Alvaro agar Alvaro-lah menjadi semangat hidup putri keluarga Candra.
Keesokan harinya, terlihat jika Alvaro sudah siap karena sudah berpakaian rapi dan menunggu mommynya di ruang makan untuk sarapan bersama bersamanya. Dirinya yang turun dan menuju ke ruang makan terkejut dengan sikap Alvaro yang sudah rapi saat itu.
“Al, kamu kok sudah rapi? Mau ke mana?” tanya mommynya sambil ikut duduk menunggu kedatangan makan pagi mereka. Dirinya lupa jika akan membawa putranya ke kediaman Candra. Sementara Alvaro langsung cemberut namun tetap mengingatkan mommy jika mommy sudah berjanji mengajaknya ke kediaman Candra.
“Bukannya Mommy sudah berjanji akan membawaku ke tempat kediaman om Candra ya?” tanya si Alvaro hingga membuat ibunya teringat akan perkataannya kemarin dan meminta maaf kepada putra satu-satunya. “*Sorry*, Al. Mommy sampai lupa namun baguslah kalau kamu sudah berganti dan berpakaian rapi jadi kamu bisa tunggu Mommy, ya, setelah kita makan pagi kita akan berangkat ke kediaman om Candra.” Alvaro yang mendengar perkataan mommynya langsung saja senang dan tidak sabar akan bertemu dengan Rere.
Para koki segera menghidangkan menu untuk makan pagi kepada nyonya muda Jayaputra dengan tuan kecil Alvaro yang pada saat itu kakek, tuan tua Jayaputra masih hidup. “Nyonya muda dan tuan kecil, makan pagi sudah disiapkan dan saya akan menghidangkan untuk nyonya muda dan tuan kecil,” ucap koki yang sudah berada di ruang makan. “Hidangkan saja, Al dan saya akan pergi ke kedimana Candra,” ucap nyonya muda kepada kokinya dengan sopan dan menyuruhnya sedikit cepat untuk menghidangkan. “Baik nyonya, tunggu sebentar, akan saya siapkan untuk makan pagi nyonya dan tuan muda.”
Mendengar jika nyonya akan pergi maka pekerja di dapur segera mempercepat persiapan mereka dan koki yang bertugas menghidangkan segera membawanya ke ruangan makan yang di mana nyonya muda dan tuan kecil mereka sedang menunggu makan paginya. Dihidangkan makan pagi yang sesuai dengan kesukaan tuan kecil mereka dan Rere, gadis dari keluarga Candra. Sesudah selesai dihidangkan pelayan langsung pamit undur diri agar nyonya muda dan tuan kecilnya dapat menikmati hidangan mereka.
Sementara melihat hidangan favoritnya membuat Alvaro langsung menyantap makanan tersebut. Sambil mengunyahnya makan paginya dirinya berkata kepada sang mommy. “Mommy, aku mau bawakan ini kepada Rere karena jika Rere kemari untuk bermain selalu minta dibuatkan ini oleh koki keluarga kita jadi untuk itu aku membawakannya karena aku ingin melihat Rere semangat,” ucapnya sambil menambah makanan favoritnya Rere yang menjadi makanan favoritnya.
Mendengar jika anaknya semangat langsung saja sang ibu mengiyakan permintaan anaknya. “Baiklah, sayang, kamu bisa menyuruh koki kita untuk membungkusnya makanan yang kamu sukai dan memberikannya kepada Rere. Siapa tahu dia jadi sedikit melupakan kejadian itu dan bersemangat kembali.” “Baiklah, Mommy, aku akan memintanya sekarang ke koki dapur keluarga kita,” ucapnya sambil turun dari kursi dan berlari menuju ruang dapur untuk meminta kepada kokinya untuk segera membuatnya dan dibungkuskan. Mendengar permintaan tuan kecilnya tentu saja para koki yang bingun langsung bertanya.
“Tuan kecil, ini makanannya memang mau Anda berikan kepada siapa?”
“Tentu saja untuk Rere. Masa kalian tidak tahu jika Rere ke sini dan dia lapar pasti minta dibuatkan cemilan dan makanan itu,” ucapnya sedikit arogan. Mendengar putri keluarga Candra disebut oleh tuan muda tentu saja membuat mereka mengingat kebiasaan gadis kecil yang cantik, manis dan menggemaskan yang dengan manja meminta dibuatkan jika dirinya mampir bermain di kediaman Jayaputra.
“Baiklah tuan kecil akan kami buatkan untuk nona kecil Candra,” ucap kepala koki menyanggupi permintaan tuan kecilnya. Sementara Alvaro yang sangat senang langsung mengucapkan terima kasih kepada para pelayannya yang bekerja di dapur.
“Terima kasih. Aku akan makan dan jika sudah selesai antar langsung ke ruang makan,” ucapnya sambil bergegas pergi meninggalkan dapur. Sementara para pelayannya hanya bisa membicarakan sikap tuan kecil mereka.
“Tuan kecil luluh ke nona kecil Candra karena sangat jarang aku mendengar ucapan ‘terima kasihnya’ dari tuan kecil jika itu tidak disuruh oleh nona kecil,” ucap salah satu koki pria sambil sibuk membuat adonan untuk makanan dan cemilan yang akan dibawakan oleh tuan kecilnya.
”Ya memang begitu dia selalu menemani nona kecil kemari dan melihat nona kecil mengucapkan kata ‘terima kasih’ dengan menggemaskan dan sopan sekali. Aku sampai tidak percaya jika itu nona kecil Candra, ” ucap koki wanita ikut mengkomentari rekannya tersebut.
Sementara Alvaro yang sudah kembali ke ruangan makan langsung menaiki kursinya dan kembali makan dengan lahap tanpa menyadari jika mommynya sudah tidak berada di ruangan yang sama dengannya setelah menghabiskan makanannya dia baru menyadari jika sang mommy sudah tidak ada. ”Mommy..” panggilnya dan mencari mommynya. Sementara mommy yang mendengar putranya memanggil segera menghampiri putranya ketika dirinya sesudah keluar dari kamarnya karena selesai berganti pakaian.
”Mommy sudah ganti?” tanyanya ketika melihat mommynya sudah berpakaian rapi dan menunggunya di ruang keluarga. ”Tentu saja sayang, Mommy mau mengajakmu untuk bertemu Rere,” ucapnya sambil menggendong putranya membuat Alvaro langsung menolak dirinya digendong oleh mommynya dan bertepatan seorang koki membawakan pesanan Alvaro langsung memberikan kepada nyonya mudanya.
”Ayo, Mommy, kita pergi yuk. Kasian Rere pasti sudah menunggu kedatangan kita,” ajak Alvaro yang sudah mengandeng tangan sang mommy dan menggeret mommynya hingga mommynya jalan dengan tidak enak. Namun mommy tetap mengikuti tarikan dari putra kecilnya yang terlihat sangat bersememangat.
Alvaro mengajak mommynya ke basement tempat mobil daddy nya terparkir dengan rapi dan menawan. “Mommy, kita naik mobil yuk,” ajaknya. “Tidak usah, Alvo. Kan rumah kita dengan rumah Rere bersebrangan jadi biar kamu sehat, kita jalan kaki saja ya,” ajak mommynya langsung menggendong putranya yang minta naik mobil. “Mommy, fine, fine. Kita jalan kaki saja. So, mommy bisa turunkan aku,” ronta Alvaro yang akhirnya mengalah daripada dirinya digendong oleh mommy sendiri akan gawat Jika Rere melihatnya.
Sementara mommynya yang mendengar jika putranya mengalah lantas tersenyum dan langsung menurunkan putranya dari gendonggannya. Tidak lupa dia menggengam tangan mungil putranya untuk menuntun putranya berjalan. Dengan sedikit enggan namun tidak menolak namun Alvaro mau digenggam oleh mommynya dan berjalan keluar dari mansion keluarga Jayaputra. Mereka berdua menuju mansion kediaman keluarga Candra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayooo penasaran tidak? Apa penasaran dengan gadis yang akan dijenguk oleh Alvaro? Lalu bagaimana dengan
tragedy tersebut?
Sorry Author gantung lagi ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif,
rate, dan comment. Sangkyuu.❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments