Sementara di ruangan yang akan dituju oleh Claire, pekerja di bidang desain interior dihentikan oleh atasan mereka yang memegang divisi mereka. “Teman-teman semuanya mohon menghentikan pekerjaan kalian karena kita akan menyambut anggota baru yang akan mulai hari ini akan bekerja di divisi kita bersama-sama. Mohon bantuannya dari kalian untuk membimbing teman kita yang baru bekerja di sini,” ucap kepala divisi meminta bawahannya untuk menghentikan kegiatan mereka.
Sementara karyawan-karyawan lainnya yang mendengar perkataan dari kepala divisi mereka langsung saja menghentikan kegiatan mereka yang cukup mendesak karena deadlinenya yang cukup dekat karena mendengar akan kedatangan anak baru di divisi mereka. “Apakah anak barunya adalah gadis manis dan kawaii?” tanya salah satu karyawan yang menyukai perempuan imut dan manis. “Apakah laki-laki yang baru masuk ke sini dan apakah dia tampan dan tinggi?” tanya para karyawati kepada atasannya yang berharap jika anak barunya merupakan cowok tampan dan tinggi.
Mendengar jika bawahannya sangat antusias menyambut anak baru yang akan bekerja di divisi mereka hanya bisa tersenyum dan menjawab dengan misteri, ”Kalian tunggu saja kedatangannya. Supaya kalian tahu apakah anak barunya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.” Perkataan kepala divisi membuat sebagian orang kecewa. Namun pada saat mereka menelan kekecewaannya tiba-tiba saja pintu ruangan tersebut terbuka. Menampilkan gadis yang berpenampilan yang imut, manis, cantik dan menggemaskan sedang berjalan cukup canggung di tengah mata yang menatap dirinya.
Gadis tersebut dengan langkah sedikit menggemaskan mulai membungkuk dengan sopan dan memperkenalkan dirinya di depan banyak orang yang menatapnya termasuk kepala divisi. “Selamat pagi semuanya, bapak kepala divisi dan karyawan senior. Perkenalkan saya adalah Claire Margareth. Usia saya adalah 20 tahun,” ucapnya dengan suara yang menggemaskan dan imut membuat karyawan laki-laki yang berusia masih muda langsung saja jiwa loli mereka memberontak karena disuguhkan gadis seperti loli idaman mereka.
“Gila ini Jack pot. Beruntungnya kita tidak jadi mengundurkan diri,” ucap salah satu rekan yang memang pada awalnya dia mengundurkan diri namun tidak jadi karena masalah lain. “Iya itu benar sekali. Kalau tidak sangat disayangkan,” ungkap rekan yang pada awalnya juga mengundurkan diri bersama rekannya yang awalnya
berkomentar. Mereka bisa tenang karena mendapatkan rekan baru yang merupakan seorang gadis cantik, muda dan imut yang pastinya membuat suasana kerja setiap hari akan semangat pikir mereka.
Sementara karyawan wanita yang awalnya cemberut namun mereka tetap menerimanya karena ingin menanyakan rahasia mengenai resep keawetan agar tetap awet muda. Sementara kepala divisi mereka menenangkan bawahannya yang sepertinya ingin berkenalan dengan Claire secara dekat dan langsung. “Hm... untuk
perkenalannya, kalian bisa berkenalan lebih dekat pada jam istirahat kantor. Sekarang waktunya bubar dan kembalilah bekerja,” ucap kepala divisi membubarkan setelah memperkenalkan karyawan magang yang genius.
Dia kembali menatap Claire untuk meminta Claire ke ruangannya sekarang. Dia ingin meminta untuk Claire bisa menjelaskan misi dan visinya dia bekerja di perusahaan yang cukup terkenal di seluruh Indonesia. “Claire, kamu bisa ikut ke ruangan saya sebentar. Ada perlu saya bicarakan kepadamu mengenai kinerja kerja di hari pertama,” ucap kepala divisi yang dianggukkan oleh Claire. “Baik Pak, saya akan ikut Bapak ke ruangan Bapak. ”
Kepala divisi bersama Claire menuju ruangan khusus untuk kepala divisi. Kepala divisi dengan sopan membuka pintu ruangannya dengan cukup lebar untuk Claire bisa masuk. Setelah Claire masuk ke dalam ruangannya kepala divisi menutup rapat ruangannya tersebut. Dia segera duduk di kursinya dan mempersilahkan Claire ikut duduk di hadapannya, “Nona Claire, silakan kamu duduk di depan saya.” “Baiklah pak.”
Claire duduk setelah berkata kepada kepala divisinya. “Bapak ada perlu apa dengan saya?” tanya Claire yang membuka percakapannya dengan atasannya dengan sopan. Sebelum memulai inti pembicaraan kepala divisi meminta izin untuk meneguk minuman. “Bapak izin dahulu mau minum,” jelasnya membuat Claire mengganggukkan kepalanya.
Melihat Claire mengijinkan dengan sopan kepala divisi membuka botol minumnya dan langsung minum dan menutup kembali tutup botolnya. Lalu dengan muka serius dia mulai membuka pembicaraannya. “Claire, saya meminta kamu untuk ikut ke ruangan saya karena saya ingin bertanya sekali lagi kepada mu. Apa tujuanmu bekerja di sini? Kamu bisa jelaskan visi dan misi kamu,” tanya kepala divisi meminta penjelasan kepada Claire.
Claire yang sudah siap akhirnya mempresentasi singkat mengenai visi dan misinya selama dia bekerja di perusahaan H&K yang terkenal. Tidak hanya itu saja dia juga berbicara panjang lebar mengenai kontribusinya yang akan dia berikan selama dia bekerja di perusahaan tersebut. Singkat kata Claire berkata, ”Bapak tenang saja saya akan bekerja sesuai dengan kapasitas dan sesuai dengan bakat yang saya punya. Saya akan memperlihatkan kinerja selama masa penilaian untuk pekerja magang selama tiga bulan,” ucapnya dengan keyakinan.
Mendengar jika pekerja baru ini memang dicari oleh perusahaan, dirinya tersenyum dan berkata, ”Bapak tunggu kinerjamu mulai dari hari ini. Sekarang kembali ke tempat kerjamu yang sudah diberikan nama lengkapmu. Kamu bisa lihat dan check gmailmu yang sudah dibuat oleh perusahaan di komputer perusahaan.” Claire yang mendengarnya langsung berkata dengan semangat, ”Baik pak. Saya usahakan agar pekerjaan tidak mendekati deadline.”
Setelah mendapatkan arahan dan ceramah dari kepala divisi, Claire keluar dari ruangan kepala divisi dan segera mencari tempat kerjanya yang sudah dipasang tanda pengenalnya dengan ditulis nama lengkapnya. Setelah menemukan meja yang bertulis nama lengkapnya dengan segera Claire menaruh barang-barang bawaannya yang menunjang mengerjakan pekerjaan kantor dengan efesien dan akurat. Dia mengeluarkan dan mulai merapikan barang-barang bawaan miliknya di atas meja tempat kerjanya. Setelah merapikan dia mulai menyalakan komputer yang sudah tersedia di mejanya. Dia mengakses email miliknya yang sudah dibuatkan oleh perusahaan demi menjaga kerahasiaan proyek yang dikerjakan oleh setiap karyawan di perusahaan H&K.
......****************......
Sementara di kamar Violin. Jam cantik yang terpajang di dinding kamar gadis tersebut menunjukkan jam 8 tepat. Dengan malas dan enggan Violin membuka matanya. Dipandangnya alarm yang terletak di atas meja tempat lampu tidur berada. Betapa terkejutnya jika sudah menunjukkan jam delapan pagi.
Dengan terburu-buru dia mencuci muka di kamar mandi miliknya yang berada di dalam kamar tidurnya. Dia keluar dan menuju ke ruangan makan untuk sarapan karena perutnya sudah berbunyi kelaparan.
Di ruangan makan sangat sepi karena kedua orang tuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Papa Violin masih mengurusin perusahaan miliknya karena dirinya belum mengundurkan diri menjabat sebagai CEO grup Candra. Sementara mama Violin mengunjungi mansion milik keluarga Jayaputra untuk berbicara mengenai pertunangan putrinya dengan putra sahabatnya. Karena sebenarnya kemarin dirinya dan suaminya sudah membahasnya dan dia ingin membahas dengan sahabatnya berserta suami sahabatnya dengan sopan dan kekeluargaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wahh bagaimana nih kok sepertinya masih belum bertemu ya? Eits tenang kok jodoh tidak akan kemana-mana.
Sorry Author gantung ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya. Sangkyuu.❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments