Sementara di mansion kediaman keluarga Jayaputra yang sangat mewah namun tidak kalah dari mansion kediaman keluarga Candra. Terlihat daddy dan mommy sangat kesal setelah mendapatkan telepon jika putra mereka masih mengacuhkan putri keluarga Candra. Sang kepala keluarga, tuan Jayaputra terlihat kesal sementara sang istri masih mencemaskan dengan hubungan kekeluargaan mereka.
“Dasar bocah nakal. mengapa dia masih mengacuhkan putri tunggal keluarga Candra” tanya sang suami kepada istrinya yang masih heran dengan tingkah laku putra semata wayangnya. “dahulu rengek-rengek minta perjodohan bahkan yang punya usul ya bocah tersebut. Mengapa pas dia besar sudah berubah?” tanyanya yang masih tidak bisa memahami tingkah laku putranya tersebut.
“Iya Mommy rasa dia berubah sejak putri keluarga Candra mengalami kejadian yang mengerikan tersebut,” ucap mommy Alvaro kepada sang suaminya yang membuat suaminya terkejut mendengarkannya. “Berubah bagaimana dan bukannya seharusnya dia yang menghibur Vio ya?” tanya daddy Alvaro yang terheran dengan perkataan sang istrinya karena memang tidak mengetahui apa-apa mengenai kejadian tersebut dirinya tidak sedang berada di Indonesia.
“Sayang, kamu bodoh atau pintar sih!” ucap kesal sang istri melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat bodoh membuat sang suami yang mendengarkan sontak tidak terima namun dia hanya bisa pasrah kepada istrinya karena sudah terlewat bucin. “Hey babby, kok kamu bicara begitu sih? Aku gak bodoh ya,” ucapnya dengan nada minta di bujuk oleh sang istri.
Sementara sang istri yang melihat jika suaminya saat ini sudah masuk ke mode manja kepadanya namun dia biarkan. “Biarin, siapa suruh Bapak gak anak sama-sama bodohnya itu sudah satu turunan” ucap sang istri. Mendengar perkataan istrinya yang menghinanya membuat suaminya balik menggodanya. “tetapi sayang, anak yang kau bilang bodoh itu juga dari perutmu jadi kemungkinannya bisa dibilang mommynya juga bodoh makanya anak kita bodoh kuadrat,” ucap suaminya yang membuat istrinya langsung mengambek. ” Ish yang bodoh itu Daddynya bukan Mommynya” ucapnya sambil pergi dari hadapan suaminya membuat suaminya yang mengetahui kode tersebut segera mengejar istrinya dan membujuk sang istri agar tidak mengambek berlama-lama.
****************
Sementara di kediaman pribadi Alvaro.
Alvaro yang saat ini terbangun dari mimpinya yang amat dia rindukan hanya bisa menyadarinya bahwa itu mimpi.
”Aku bermimpi dengan Rere lagi. Rere berapa lama kau menyiksaku lagi?” tanya Alvaro dalam kehampaan dan kekosongan dirinya. Dirinya lantas berdiri dari sofanya dan menuju lemariyang isinya figura dan album yang berisi foto dirinya bersama dengan Rere pada saat mereka kecil hingga Rere pada saat itu berusia tiga tahun.
”Rere, maafkan aku yang tidak menjagamu. Aku mohon kamu kembalilah. Aku tidak sanggup tanpamu, Re” ucapnya sambil mengelus pipi chubby gadis yang bernama Rere di foto mereka. “Aku tahu aku salah, tetapi kau tidak boleh menghukumku seperti ini. Kau boleh memukulku, menghinaku tetapi tidak boleh pergi meninggalkanku! Aku tidak mengijinkannya!” ucapnya sambil menitikkan air matanya.
Untuk saat ini seorang Alvaro Kenneth Jayaputra merasa tidak berdaya, kekosongan, kehampaan dan tidak
ada cahaya yang mengisi hidupnya karena seorang gadis yang dia cintai pergi meninggalkannya sejak gadis itu berusia tiga tahun. Tanpa ada seorang yang tahu jika dia hancur hati dan jiwanya setiap tanggal gadis itu berulang tahun dan tanggal tragedi itu terjadi. Diambilnya botol minuman keras dan dia berusaha menghilangkan hal yang membuat dirinya makin membenci dirinya yaitu dirinyalah yang tidak mampu menjaga Rere. Ditandasnya minuman keras yang harganya fantasi sambil meracau memanggil nama gadis kecilnya.
Rere…Rere… kembalilah pulang. Aku sudah tidak bisa tidak hidup bersamamu.
****************
Sementara baik untuk Violin maupun Claire masuk ke kamar mereka masing-masing dan melakukan aktivitas mereka sebelum tidur namun sebelum mereka berdua tertidur di tempat kediaman mereka masing-masing, mereka mengecek notif pesan masuk dari tunangan mereka masing-masing dengan penuh harapan.
“Mengapa dia tidak membalas pesanku? Begitu sulitkah untuk membalasnya?” tanya Vio dengan suara kecilnya ketika melihat pesannya sama sekali tidak dibaca maupun dibalas oleh Alvaro, tunangannya membuatnya dia sedih dan mematikan layar hadphone miliknya dan menaruhnya di meja riasnya. Setelah menaruh handphone miliknya dia kembali menaiki ranjangnya dan memejamkan matanya untuk beristirahat malam ini karena dirinya sangat mengantuk.
Sementara untuk Claire tidak sampai seperti Violin karena Jeremy masih membalasnya meski akhirnya Jeremy off karena dia ketiduran akibat kelelahan. Begitu dirinya membuka chat terkahir Jeremy muncul senyum mungil yang tampak di muka manis dan imutnya ketika dirinya membaca pesan tersebut di Layar aplikasi chatingnya. Pesan tersebut berisikan seperti ini.
Jangan ke-geer-an. Aku menanyakan itu karena takut ada yang menculik dirimu. Kau terlalu polos dan menggemaskan. Bisa-bisa om-om yang menculikmu. Jadi katakana kau makan sama siapa?
Membuat Claire yang membaca tersenyum senang. Katanya tidak suka denganku tetapi mengapa pertanyaannya serasa dia cemburu. Batinnya sambil membaca kembali pesan Jeremy tanpa membalas pesan tersebut dan mematikan layarnya karena munculnya perasaan yang berbunga-bunga akibat pesan tersebut dan langsung saja memejamkan matanya dengan membayangkan dirinya bersama dengan Jeremy pada masa mereka masih menginjak usia remaja.
Baik Claire maupun Violin masuk ke dalam mimpi mereka masing-masing pada malam tersebut karena mereka masing-masing merindukan tunangan mereka meski bukan tunangan sesungguhnya. Sementara tunangan mereka masing-masing merindukan tunangan asli mereka di dalam mimpi mereka baik secara sadar maupun tidak sadar terutama Alvaro yang dirinya sudah meracau bebas mengenai gadisnya yang sudah lama pergi meninggalkannya membuatnya dia terpuruk namun tetap mencarinya dengan yakin.
****************
Di kamar utama keluarga Jayaputra. Tuan Jayaputra akhirnya berhasil membujuk sang istri agar tidak marah kepadanya. Dia bertanya secara baik-baik kepada istrinya perihal perubahan anaknya setelah mengetahui
putri keluarga Candra berhasil diselamatkan dan ditemukan. Setelah sang istri mengetahui jika sang suami belum mengetahui sikap anak mereka membuat dirinya mengalah. Diceritakan semuanya kepada suaminya yang pada saat itu suaminya memang tidak sedang berada di kediaman mereka.
----Flashback On----
Setelah keluarga Candra berhasil menemukan putrinya yang dikabarkan sudah berada di kantor polisi.
Keluarga Candra langsung saja menuju ke kantor polisi untuk menjemput putri semata wayangnya yang dikabarkan terkena gangguan mental akibat kejiwaannya sempat terganggu. Sementara dirinya sibuk mengurus putranya yang mengurungkan diri setelah mengetahui sahabat sekaligus cinta pertamanya diculik dan ditangkap. Dirinya tidak lelah membujuk putra semata wayangnya walau ingin sekali ikut menjenguk putri sahabatnya yang berhasil ditemukan.
Di depan kamar tidur putranya, mommy Alvaro segera membicarakan kepada putranya mengenai kabar
gembira tersebut. Dirinya berharap jika Alvaro tidak akan mengurungkan dirinya dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Dia mengetuk dengan lembut. Ketukan pintu kamar putranya didengar langsung oleh Alvaro namun dia tetap tidak ingin membukakan pintunya kepada siapa pun termasuk kepada mommynya sendiri.
Sementara mengetahui anaknya yang tidak mau membuka pintu kamarnya hingga membuatnya berbicara di depan pintu kamar sang anak.
“Al, mommy ingin memberi tahu kabar gembira untukmu. Sahabatmu sudah ditemukan. Kedua orang tuanya saat ini hendak ke kantor polisi. Jika kamu ingin bertemunya, mommy bisa mengajakmu keesokan harinya setelah dia bisa melupakan traumanya” ucap mommy di balik pintu.
Sedangkan Alvaro yang mendengar ucapan ibunya sambil menangis tanpa mommynya sadari langsung saja
menghapuskan air matanya dan mengucap syukur jika gadis yang dia cintai sudah ditemukan. Aku harus meminta maaf kepada Rere setelah Rere sehat kembali. Batinnya dengan semangat di kamarnya.
Setelah memberikan kabar bahagia kepada putranya, mommy mendapatkan telepon dari keluarga Candra. Mereka mengabari jika putri mereka akan mereka rawatkan sementara di rumah dan mendatangkan berbagai dokter yang professional khususnya di kejiwaan anak. Putrinya sempat menangis melolong tanpa henti dan terkadang tertawa sendiri. Sejak kejadian tersebut senyum riang dan keceriaan putrinya terenggut. Membuat mommy merasa khawatir
dan cemas. Namun dia tetap ingin mempertemukan Alvaro agar Alvaro-lah menjadi semangat hidup putri keluarga Candra.
Keesokan harinya, terlihat jika Alvaro sudah siap karena sudah berpakaian rapi dan menunggu mommynya di ruang makan untuk sarapan bareng bersamanya. Dirinya yang turun dan menuju ke ruang makan terkejut dengan sikap Alvaro yang sudah rapi saat itu.
“Al, kamu kok sudah rapi? Mau kemana?” tanya mommynya sambil ikut duduk menunggu kedatangan makan
pagi mereka. Dirinya lupa jika akan membawa putranya ke kediaman Candra. Sementara Alvaro langsung cemberut namun tetap mengingatkan mommy jika mommy sudah berjanji mengajaknya ke kediaman Candra.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Apa mina-san sudah gambaran? Mau ditamatkan atau nambah episode? Comment ya.
Sorry Author gantung lagi ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif, rate, dan comment. Sangkyuu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments