Pergi Kerja

“Ya makan yang banyak ya princess Papa.  Biar semangat kerjanya,” ucap papa Claire sambil menatap sayang putri satu-satunya.

“Kamu bisa nambah lagi sayang,” ucap mamanya untuk menyuruh anaknya menambah tenaganya karena putrinya akan pertama kali bekerja di perusahaan yang cukup terkenal.

Dengan senang hati Claire menambah beberapa dadar jagung dan menambah dua kali porsi nasinya. Setelah selesai makan pagi keluarga Margareth hendak bekerja. Papa Claire pergi ke kantornya sementara Claire akan mulai magang di salah satu perusahaan desain cukup terkenal di Bandung sesuai dengan keimpiannya dari kecil.

Sebelum pergi ke kantor kepolisian seperti biasa papa Claire akan berpamitan romantis kepada sang istri. ” Sayang, Papa berangkat dahulu. Mama hati-hati di rumah, jangan ke mana-mana dan kalau mau pergi lapor Papa,“ ucap papa Claire sambil mencium kening istrinya dengan penuh cinta. Sementara sang istri membalas pelukan suaminya dengan mesra dan sayang. ”Papa juga jangan main mata karena mentang-mentang masih keliatan muda jangan punya pikiran punya sugar baby atau semacamnya nanti kalau kurang mama kasih,“ ucap istrinya mencium pipi suaminya dengan lembut.

Sementara Claire yang sudah terbiasa akhirnya jengah dan kali ini dia berkomentar. Biasanya dia tidak berkomentar apa-apa. ” Enaknya mesra-mesraan di pagi hari. Jadi pingin cepat nikah,“ celetuk Claire pada saat melihat adegan perpisahan mesra papa dan mamanya. Sementara papa Claire yang hendak mencium bibir milik sang istri yang membuatnya sering ketagihan batal akibat mendengarkan celoteh sang putri yang iri dengan kemesraan orang tuanya.

“Princess Papa jangan berpikiran aneh-aneh. Princess Papa belum waktunya pacaran ya baru lulus umur 20 tahun kamu,” ucap papa Claire menatap putri cantiknya yang semata wayang dengan posesif. Mendengar hal yang terlontarkan di mulut papanya membuat Claire memasangkan mimiknya yang lucu dan menggemaskan serta berkata kepada papanya, ” Ish, papa. Claire sudah lulus kuliah masak tidak boleh?“ dengan muka cemberut

membuat papa dan mamanya melihat tingkah imut dan menggemaskan putri mereka yang satu-satunya sedang bertingkah menggemaskan.

“Tidak boleh sayang, kau masih kecil di mata Mama dan Papa,“ ucap mama dan papa serentak. ”Lagi pula Jeremy belum lulus. Jadi kamu harus menunggunya dia lulus beberapa bulan saja ya,“ hibur sang mama kepada putri satu-satunya yang mereka cintai dan sayangi dengan tulus. Papa dan Mama Claire hanya mempercayakan putri mereka yang amat mereka cintai dan sayangi kepada pemuda yang amat mereka percayai yaitu Jeremy Wilonna.

”Ya tetapi lama Papa. Lagi pula Jeremy terakhir bilang pada Claire bahwa dia hanya menganggap aku sebagai teman masa kecilnya Pa, Ma,“ ucap Claire dengan sedih mendengar orang tuanya sangat berharap dengan sahabat masa kecilnya.

Memang sebelum memutuskan untuk kuliah di beda kota dengan kota tempat kelahiran Claire dan Jeremy. Jeremy sempat mampir ke tempat kediaman keluarga Margareth untuk bertemu Claire terakhir kalinya. Pada saat itu Jeremy baru saja lulus dari SMA sedangkan Claire sudah memasuki tahun ketiganya di kuliah. Jeremy mengatakan suatu kata yang pada saat itu membuat Claire patah hati kepada pemuda yang merupakan teman masa kecilnya karena sudah menyukai Jeremy sejak mereka duduk di bangku SMP. Membuat cintanya menjadi cinta sebelah tangan.

Melihat mimik putrinya berubah menjadi sendu membuat kedua orang tuanya memutuskan untuk tidak mengungkit Jeremy di hadapan putrinya agar tidak bersedih. Mereka juga tahu jika Jeremy sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan jenjang pertunangan kepada Claire dengan alasan tidak masuk akal.

“Ayo Claire kamu semangat ya. Sudah lupakan Jeremy sementara. Ini hari pertamamu sebagai pekerja magang setelah lulus kuliah,” ucap papa Claire yang membuyarkan kesedihan putri semata wayangnya. “Iya sayang, lupakan hal yang sedih. Selalu semangat di hari yang baru,” ucap mama Claire juga menyemangati anaknya yang membuat semangat Claire bangkit kembali.

”Mama dan Papa benar sekali. Aku tidak boleh patah semangat sekarang. Ayo Claire kamu semangat!“ ucap Claire yang kembali ceria membuat kedua orang tuanya bersyukur jika Claire tidak kembali bersedih akibat Jeremy yang membuat putri mereka terluka karena penolakan Jeremy terhadap perasaan anaknya.

Setelah mama selesai memeluk Claire, Claire dan papa masuk ke mobil mereka. Papa Claire mengantar Claire ke tempat kerja Claire supaya papa Claire melihat perusahaan apa yang menerima putrinya yang terkenal genius itu. Mobil berjalan keluar dari kediaman mereka menuju ke jalan raya yang sudah ramai dipadati oleh kendaraan yang berlalu lalang di kota Bandung.

...****************...

Di kota Jakarta, tepatnya di Jakarta Utara di kampus yang cukup terkenal. Terlihat pemuda tampan dengan tipe yang dikenal dengan humoris kepada siapa saja duduk di salah satu bangku santai di kampusnya. Pemuda tampan dengan tinggi 164 cm adalah Jeremy Wilonna yang merupakan sahabat masa kecil Claire. Jeremy memandang foto gadis kecil yang terlihat sekilas sangat mirip seperti Claire melalui telepon genggam miliknya. Dia sangat merindukan gadis kecil tersebut.

Melihat sahabatnya menahan rindu, teman kampusnya yang merupakan teman SMA-nya menghampiri Jeremy dan duduk di sampingnya. “Hei bro, kau kepikiran apa nih sampai melamun begini,” ucapnya sambil menaruh bokongnya ke kursi santai. “Apa kau memikirkan Claire, gadis imut dan lugu itu?” tanyanya penasaran. “Tidak, aku tidak memikirkan Claire dan ku akui memang Claire memang cantik, imut, menggemaskan dan polos namun itu membuat aku tidak pernah mempunyai perasaan kepadanya,” jelas Jeremy berulang kali kepadanya.

Penjelasan Jeremy yang berulang kali pada saat awal mereka SMA yang di mana Claire saat itu sudah menjadi kakak kelas mereka hanya bisa menggeleng tidak percaya dan heran atas ucapan Jeremy yang menurutnya berbohong. “Kalau tidak rindu lalu mengapa kau memiliki foto dia kecil? Jelas persahabatan berbeda jenis tidak akan pernah ada, Jer.”

Perkataan sahabatnya membuatnya sedikit naik pitam. Jeremy kemudian langsung saja berdiri dari tempat dia duduk dan berkata dengan sedikit meninggikan suaranya. “Aku selalu menganggapnya sahabat, masa loe tidak tahu!” ucapnya dengan nada sedikit tinggi membuat sahabatnya sedikit terkejut.

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang saat itu kebetulan juga berada di daerah mereka sempat menoleh karena merasa terkejut dan sebagian merasa terganggu, membuat Jeremy tersadar akan perkataannya yang meninggi. Dengan sopan dia meminta maaf kepada mahasiswa lainnya. "Maafkan saya jika tadi sempat ada kesalahpahaman dengan sahabat saya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ucapnya dengan sopan, membuat mahasiswa dan mahasiswi menganggukkan kepalanya sebagai tanda mereka mengerti dan menerima maaf dari Jeremy.

Melihat permasalahannya sudah selesai, Jeremy bangkit dari kursinya membuat sahabatnya yang merasa bersalah kepada Jeremy langsung bertanya kepadanya, “Kau mau ke mana ? Maafkan aku yang tadi membuatmu marah.”

Jeremy hanya terdiam sejenak lalu berkata, “Santai saja. Memang tadi salahku yang sempat naik pitam. Aku hanya

kembali ke kampus karena sudah waktunya pertemuan kumpul HIMA secara rutin setiap hari,” jelasnya sambil menggendong tas ranselnya dengan satu bahu dan berjalan meninggalkan sahabatnya yang hanya diam memandangi punggung Jeremy hingga menghilang dari pandangannya.

Aku tahu kamu punya beban pikiran.  Tetapi tidak benar jika kau membohongi perasaanmu kepada Claire. Aku tahu jika kau menganggur kamu selalu menatap foto itu. Aku harap kau sadar dan tidak sampai menyesal jika Claire tidak mencintaimu lagi atau Claire sudah direbut darimu.

 Karena Jeremy, sahabatnya kembali ke kampus untuk mengikuti aktivitasnya yang masih butuh tinggal di kampus maka sahabatnya langsung saja pergi meninggalkan tempat itu dan menuju tempat kerjanya sebagai part time yang tidak jauh dari kampus dan kos-kos tempat dia mengekos.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Siapa gadis yang mirip dengan Claire? Mengapa Jeremy tidak bisa jatuh hati kepada kepolosan, keluguan dan keimutan seorang Claire?

Sorry Author gantung ya.

Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya. Sangkyuu.❤️❤️

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

suka 😍

2023-07-20

3

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2 Kediaman Margareth
3 Pergi Kerja
4 Pertama Kali Kerja
5 Di Divisi Desain Interior
6 Kedatangan Violin
7 Permintaan Alvaro
8 Pelaporan Hasil Penyelidikan
9 Mengunjungi Restoran
10 Meja No.30
11 Menikmati Persahabatan
12 Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13 Jeremy VS Alvaro
14 Ditelepon
15 Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16 Tiba Di Kediaman Masing-masing
17 Kediaman Keluarga Jayaputra
18 Flashback
19 Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20 Malam yang Panjang Untuk Mereka
21 Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22 Pengumuman Update
23 Claire Menangis Histeris
24 Violin Memasak Pertama Kalinya
25 Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26 Violine Diusir Dengan Kasar
27 Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28 Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29 Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30 Menggantikan Violin Bersih-bersih
31 Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32 Vio Menelepon Papanya
33 Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34 Rencana Tuan Besar Jayapura
35 Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36 Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37 Hiatus Tiga Hari
38 Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39 Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40 Tuan Besar & Nona Besar Candra
41 Rencana Pembatalan Kontrak
42 Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43 Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44 Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45 Kondisi Claire Makin Parah
46 Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47 Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48 Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49 Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50 Claire Kembali Sadar
51 Rencana Alvaro
52 Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2
Kediaman Margareth
3
Pergi Kerja
4
Pertama Kali Kerja
5
Di Divisi Desain Interior
6
Kedatangan Violin
7
Permintaan Alvaro
8
Pelaporan Hasil Penyelidikan
9
Mengunjungi Restoran
10
Meja No.30
11
Menikmati Persahabatan
12
Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13
Jeremy VS Alvaro
14
Ditelepon
15
Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16
Tiba Di Kediaman Masing-masing
17
Kediaman Keluarga Jayaputra
18
Flashback
19
Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20
Malam yang Panjang Untuk Mereka
21
Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22
Pengumuman Update
23
Claire Menangis Histeris
24
Violin Memasak Pertama Kalinya
25
Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26
Violine Diusir Dengan Kasar
27
Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28
Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29
Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30
Menggantikan Violin Bersih-bersih
31
Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32
Vio Menelepon Papanya
33
Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34
Rencana Tuan Besar Jayapura
35
Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36
Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37
Hiatus Tiga Hari
38
Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39
Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40
Tuan Besar & Nona Besar Candra
41
Rencana Pembatalan Kontrak
42
Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43
Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44
Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45
Kondisi Claire Makin Parah
46
Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47
Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48
Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49
Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50
Claire Kembali Sadar
51
Rencana Alvaro
52
Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!