Sementara Claire yang sudah tiba di restoran tempat dia melakukan reservasi pada pukul 16.54 WIB. Dia segera bergegas masuk ke gedung tersebut dan dengan langkah tergesa namun tetap terlihat menggemaskan selayaknya anak kecil berlari ke pelukan ibunya. Dengan ramah dan senyum imutnya tidak lupa terbit di wajahnya dan dia tidak lupa bertanya ke kasir tersebut.
Namun kali ini berbeda yang melayani Claire adalah seorang pemuda yang cukup tampan. Pemuda yang hendak melayaninya tersipu karena melihat gadis yang menurutnya mungil tampak menggemaskan di depan matanya. Sementara Claire yang masih tersenyum namun terlihat mengos-mengos sehingga pipi chubby miliknya terlihat ada rona merah yang semburat muncul akibat dia lelah.
Hoshhh…hhosshh,,,
Suara mengos-mengos Claire mampu membuat ‘milik’ seorang pria bangun akibat yang terdengar sangat menggoda. Ya pria itu adalah kasir yang melayaninya. Dengan sekuat tenaga dia menahan godaan yang ada di depan matanya.
“Permisi…hoshh… apakah teman saya sudah datang ke meja 30 yang kursinya sudah dipesan untuk dua orang,” ucapnya dengan nada yang masih seperti kehabisan napas namun masih menyisakan nada bertanya dan memastikan.
Sementara itu seorang laki-laki bertubuh tegap dan berpostur tinggi namun terlihat sedikit menyeramkan karena penampilannya mengambil foto Claire tanpa sepengetahuan pengunjung lainnya dan mengirimkan ke sebuah nomor di telepon genggamnya.
Bos apakah dia orangnya?
......****************......
Setelah mendapatkan kepastian mengenai apakah tempat tersebut sudah diisi atau belum, Claire segera naik ke lantai dua tempat Violin menunggu keberadaannya. Setelah melihat kedatangan Violin, dengan ceria Claire langsung saja berlari dan memanggil Violin dengan nada kawaii dan menggemaskannya yang mampu menarik perhatian orang-orang.
“Vio…Vio…, akhirnya kamu pulang ke Indo. Aku kangen tahu,” ucap Claire dengan nada menggemaskannya dan berlari ke arah Violin membuat Violin mau tidak mau berdiri dan menangkap Claire yang berhamburan ke pelukannya agar gadis yang bertubuh langsing tersebut tidak sampai terjatuh.
“Kamu ini. Kita bukan anak kecil lagi tahu,” ucap Violin pada saat berhasil menangkap gadis yang bertingkah laku menggemaskan ini, “Aku tahu kok. tetapi aku beneran udah kangen kamu tahu. Kok kamu tidak memberi aku kabar selama kamu di Prancis sih?!” tanyanya dengan nada ngambeknya yang membuat Violin tertawa gemas melihat tingkah laku sahabat mayanya yang lucu selayaknya anak kecil yang tidak diberi permen oleh kedua orang tuanya.
“Kamu ini ya sikapnya tidak bisa buat aku memarahimu,” ucap Violin sambil memeluk sahabat mayanya. Sementara Claire membalas pelukannya sambil cengar-cengir kayak anak kecil yang senang ketika tidak dimarahi oleh orang tuanya.
“Hehehe. Memang tidak bisa memarahiku,” ledek Claire senang karena Violin tidak bisa memarahi karena dirinya tidak bisa bersikap anggun seperti temannya tersebut.
”Ish… kau memang mengerti diriku,” ucap Violin sebal. ”Baiklah kalau begitu duduk saja aku sampai lupa menyuruhmu duduk” ucap Violin menyuruh sahabatnya untuk duduk berhadapan dengannya.
”Bagaimana kau kuliah di Prancis, Vi?” tanya Claire penasaran. “Aku ke Prancis lebih tepatnya ke kota Paris sih dan lihatlah aku foto-foto di tempat yang katanya cocok untuk orang yang ingin memamerkan keromantisan mereka,” ucap Violin sambil menunjukkan foto-foto yang dia ambil selama dia kuliah di Paris kepada Claire dan Claire yang melihatnya berdecak kagum dan terpesona. “Sungguh, keliatannya indah Vi dan Aku mau juga ke Paris,” ucap Claire yang sangat berharap ke luar negeri. Sementara Violin penasaran akan kegiatan liburan Claire biasanya pada saat kuliah atau bersekolah.
”Memangnya kau tidak pernah keluar negeri sekalipun?” tanya Violin penasaran. Claire yang mendengarkan sedikit sedih karena memang hanya dirinya yang belum pernah ke luar negeri dan hanya membayangkan saja
ketika mendengar cerita dari tunangannya yang sempat ke Singapura karena dirinya bertukar pelajar. Clare pun dengan wajah imutnya yang menampakkan kesedihan lantas menganggukkan kepalanya.
“Iya, aku tidak pernah ke luar negeri. dahulu pernah dapat pada waktu pertukaran pelajar tetapi mama dan papa tidak mengijinkan aku pergi,” ucap Claire. Dirinya memang pernah diberi penawaran oleh pihak sekolah untuk mengikuti pertukaran pelajar ke negara Sakura tersebut namun pihak kedua orang tuanya menolak. Mendengar hal tersebut membuat Violin tidak tega dan dia menghibur sahabatnya. “Sudah ya jangan bersedih dan jika nanti aku ke luar negeri aku akan membawa oleh-oleh yang banyak untukmu,” hiburnya.
Mendengar hal tersebut membuat Claire senang dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Violin. “Baiklah dengan begitu Vi sudah berjanji kepadaku,” ucapnya dengan tatapan mata polos dan lugu namun terlihat memikat. Violin yang melihatnya hanya bisa tersenyum karena kepolosan dan keluguan yang imut dari teman mayanya tersebut.
Setelah itu Violin memanggil pegawai restoran untuk memesan menu makan malam mereka. Pegawai restoran yang kebetulan sedang berada di dekat mereka datang menghampiri Violin dan Claire. “Ada apa nona. Apakah anda ingin memesan sekarang?” tanya pegawai tersebut menghampiri dan memberikan dua buku menu agar Claire dan Violin bisa memilih dan memesan menu makan malam mereka.
Sementara Violin menerima dua buku dan memberikan satunya kepada Claire agar Claire juga bisa memilihnya. Setelah Violin berkata akan memilih dahulu maka pelayan restoran segera mengundurkan diri karena melayani tamu yang lain yang sudah memanggilnya.
Claire yang menerima buku menu dari Violin langsung membuka dan melihat macam-macam menu yang belum pernah dia rasakan selama ini. Sementara Violin dengan anggun sudah menemukan menu makan malam apa yang akan dia santap bersama dengan Claire. Dia kemudian bertanya kepada Claire mengenai menu makan malamnya.
“Claire, apakah kau sudah memutuskan untuk memesan menu apa?” tanya Violin yang melihat Claire sibuk memilih akan banyaknya menu yang ada di dalam buku tersebut. Mendengar pertanyaan dari Violin membuat Claire menggelengkan kepalanya, “Aku belum menemukannya, Vio. Aku belum pernah makan seperti model ini. Jadi aku
bingung milih apa.”
Mendengar temannya bingung Violin segera membantu merekomendasikan supaya Claire bisa mencoba menu yang pernah dia makan. “Apa aku bantu merekomendasikannya, Claire?” tanya Violin yang langsung disambut oleh Claire dengan riangnya.
“Ya rekomendasikan saja, Vi. Aku juga bingung soalnya semuanya keliatannya enak sih,” ucap Claire dengan polosnya dan muka imutnya yang membuat orang-orang yang lewat melihatnya dengan tatapan gemas dan menggelengkan kepalanya karena tidak tahan akan keimutan gadis tersebut. “Baiklah aku akan merekomendasikannya dan aku jamin kau pasti suka,” ucap Violin dengan nada semangatnya. Dia langsung
memilihkan dan memanggil pelayan untuk memesan makan malam mereka berdua. Setelah dilayani dan sudah pesan, mereka berdua melanjutkan obrolan mereka.
...****************...
Di lain tempat, tepatnya di mansion mewah di Surabaya.
Seorang pria tampan yang sibuk berkutat dengan laptop sementara handphone pribadinya berada di sisi laptopnya. Tiba-tiba saja muncul notif pemberitahuan pesan masuk dari nomor yang dia ketahui. Pria tersebut adalah Alvaro. Dengan enggan dia mengambil dan membukanya. Betapa terkejut ketika dia membuka pesan gambar.
Bos apakah dia orangnya? Aku tidak sengaja menemukannya pada saat aku menjaga nona yang diperintahkan bos untuk menjaganya? Menurut foto yang bos kirim spesifikasi dan wajah gadis ini yang lebih mirip dan kemungkinan dia adalah nona muda. Lalu bagaimana dengan gadis tempo lalu yang hanya selisih beberapa hari?
Isi pesan tersebut sesudah pesan gambar. Alvaro yang melihat foto gadis cantik, ramping dan berwajah imut langsung menanyakan kepada pengirim pesan tersebut.
Di mana kau menemukannya?
Ketiknya dan membalasnya kepada nomor bawahannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah Alvaro melihat foto gadis siapa ya? Ada yang penasaran gak kalau itu Claire? Lalu siapa gadis yang dijaga oleh bodyguard atas perintah Alvaro?
Sorry Author gantung ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif,
rate, dan comment. Sangkyuu. ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments