“Iya pak. Vio nyetir sendiri ini. Maafkan Vio yang membuat bapak harus kerepotan membuka gerbang untuk Vio” ucap Vio yang membuat satpam tersebut sungkan atas kesopanan nona mudanya. “Itu sudah tugas saya, nona muda. Nona muda masuk saja sama mobilnya. Nanti kelamaan di luar bisa membuat nona muda sakit” ucapnya membuat Vio berterima kasih dan masuk kembali ke dalam mobilnya untuk memasukkan mobilnya ke pakiran bawah tanah yang merupakan pakiran koleksi mobil-mobil mewah milik keluarga Candra.
Setelah memakirkan mobilnya yang diberikan pada saat dirinya berulang tahun ke tujuh belas. Tidak lupa dia mengunci mobilnya melalui remote jarak jauh dan mengecek apakah terkunci atau belum. Setelah memastikan jika mobilnya sudah terkunci dengan benar, dirinya keluar dari basement dan menuju kediamannya yang mewah.
Dirinya melangkah dengan sedikit takut jika papa dan mama akan memarahi dirinya yang melanggar jam malam yang sudah ditetapkan oleh mereka. Pada saat dirinya berjalan menuju ruangan keluarga setelah melewati ruangan tamu dirinya menangkap sosok mama dan papanya yang sedang menonton acara di TV untuk menunggu dirinya. Sementara rasanya ingin melesat namun suara langkahnya ditangkap oleh sang papa. Membuat Vio tidak jadi kabur ke kamarnya.
”Vi, sudah pulang kamu ya ?” tanya sang papa memastikan suara langkahnya amat dia kenal walau menggunakan sepatu hak tinggi. ”Hehe, iya pa. Barusan Vio pulang” ucap Vio sambil menghampiri kedua orang tuanya yang sibuk menonton acara luar negeri melalui saluran Wi-Fi yang terpasang di rumahnya. ”Duduk dahulu, Vi. Kamu pasti capai pulang malam karena terkena macet” ucap sang papa yang sabar seperti biasanya membuat Vio langsung duduk di tengah kedua orang tuanya membuat papanya protes.
”Loh Vi, kok kamu duduk di tengah-tengah papa dan mama sih ?” tanya papa yang membuat Vio dan mamanya yang mengerti dengan maksud papa dan suaminya hanya bisa tertawa. ”Lah memang tempat duduk Vi di tengah-tengah mama dan papa kan ?” tanya Vi yang pura-pura polos tidak mengerti maksud papanya padahal dia mengerti kode papanya yang ingin bermanja-manja dengan istri tercintanya.
”Harusnya Vi duduk di samping mama kamu, Vi” ucap papanya yang bicaranya masih tetap lembut kepada putra satu-satunya. ”Tapi Vi ingin duduk di tengah mama dan papa” ucapnya dengan nada manja membuat sang papa hanya bisa pasrah karena sebenarnya dia juga ingin memanjakan putri tercintanya yang hanya satu-satunya.
”Ya sudah terserah Vi saja. Asal Vi senang dan kamu tetap mau dekat dengan papa dan mama” ucap papanya sambil mengelus lembut puncak rambut putri tersayangnya membuat Vi tersenyum senang kepada sang papa.
Di ruangan keluarga langsung saja keluarga yang harmonis saling berbagi kasih sayang satu sama lain. Mama yang sedikit penasaran akan ke manaVio pergi lantas bertanya kepada Vio hingga dirinya bertanya kepadanya, “Sayang kamu habis dari mana ya? Apa kamu ke rumah pribadi Alvaro lagi ?” Mendengar mamanya bertanya seperti itu membuat Vio sontak langsung menggelengkan kepalanya.
”Tidak, Vi tidak ke mansionnya Kak Alvaro” ucapnya yang masih bermanja-manjaan dengan papanya. ”Lalu kamu pergi ke mana kalau begitu ?” ucap mamanya yang masih lembut bertanya. ”Kak Alvaro kata resepsionis pergi diknas di Surabaya. Vi tadi pergi mengunjungi sahabat Vi” ucapnya lagi membuat mamanya mengerti dan hanya bisa mengelus rambut indah, panjang dan menawan sang putrinya
...****************...
Sementara Claire yang sampai di rumahnya. Dia mengucapkan terima kasih kepada sopir grab yang dia pesan dan tidak lupa memberikan tip sebagai bayaran sudah mengijinkan untuk mengechas di mobil sang sopir.
”Makasih ya Pak. Oh iya Pak ini tip dari Claire,” ucap Claire dengan senyum manis dan menggemaskan sambil menyerahkan selembar seratus kepada sang sopir yang membuat sopir terheran dan kemudian bertanya. ”Neng beri saya seratus ribu untuk apa, neng? Bukannya neng sudah bayar melalui aplikasi ya? Tidak usah neng tidak usah tip,” ucap sang sopir yang memang tidak mengerti dan menolak dengan halus pemberian seratus dari Claire.
”Tetapi Pak, ini ucapan terima kasih saya atas bapak yang sudah memberikan izin untuk saya bisa numpang chas di mobil Bapak,” ucap Claire yang membuat bapak sopir manggut-manggut kepalanya yang sudah mengerti maksud dan tujuan Claire. ”Tetapi neng beneran tidak usah karena Bapak ikhlas kok,” ucap pak sopir yang menolak pemberian Claire karena merasa terhibur dengan muka imut dan menggemaskan yang menatapnya melalui kaca pengemudi.
”Tidak apa-apa, Pak. Anggap saja ini berkah dari Claire karena berkat Bapak saya bisa chas di tempat Bapak dan tadi mama dan papa sempat khawatir kepada Claire. Jadi karena Bapak menyelamatkan telepon Claire hingga separuh jadi Claire balas panggilan mama lalu terima saja Pak nanti Claire gak bisa masuk rumah,” ucap Claire dengan sedikit cemberut yang menggemaskan membuat bapak sopir tersebut menerima dengan wajah tersenyum. Dia juga tersenyum karena mendengar jika nona kecil tersebut masih memanggil dirinya menggunakan namanya. ”Kalau begitu neng, bapak ucapkan terima kasih, ya, neng,” ucap pak sopir yang merasa senang karena mendapatkan penumpang yang seimut dan semenggemaskan Claire yang juga sopan dan baik hati.
”Iya sama-sama, Pak. Makasih sudah mengantarkan ke rumah Claire dengan selamat. Bapak hati-hati di jalan,” ucapnya sambil melambaikan tangannya dan segera masuk ke dalam halaman rumahnya membuat sang bapak yang hendak membalas tidak jadi karena Claire sudah masuk duluan. Sungguh beruntungnya diriku mendapatkan penumpang yang sebaik, seramah, dan seimut nona. Sopir tersebut menutup kembali kacanya dan meninggalkan kawasan perumahan tersebut.
Claire yang akhirnya masuk ke dalam rumah terkejut jika papa dan mama masih menunggunya di ruang tamu. Claire sebelum menyampiri mereka dia tidak lupa melepaskan sepatu dan menaruh ke tempat semulanya sebelum digunakan.
“Mama…Papa… Claire sudah pulang,” ucapnya sambil bergegas dan langsung memeluk kedua orang tuanya. ”Ya ampun Claire jangan seperti bocah dong karena kamu udah gadis,” ucap sang mama yang heran akan tingkah laku Claire yang tidak berubah sejak dia masih kecil. “Gak papa kok Ma, Papa liat dia kayak begini saja senang dan berarti tandanya Claire masih manja sama kita,” bela sang papa sambil mengelus rambut halus dan panjang putri kesayangannya. ”Hehe, Papa tahu sajakhan Claire juga ingin manja-manjaan sama Mama dan Papa dan apa Claire tidak usah pacaran dahulu ya?” tanyanya dengan nada polos dan lugunya yang imut membuat papa setuju dengan pendapat putrinya yang sangat menggemaskannya.
Iya Papa setuju sayang. Princess Papa tidak usah pacaran dahulu saja karena Papa masih ingin sama kamu. Lagi pula bukannya princess Papa sudah berjanji menemani Papa ?” tanya papa dengan nada menggoda yang membuat istrinya tidak setuju namun akhirnya setuju jika untuk saat ini putrinya tidak usah berpacaran. ”Inget dong Papa kan Claire ingat janji Claire ke Papa dahulu,” ucap Claire senang dan menggembungkan pipi chubby nya
”Kalau begini Mama setuju dengan Papa deh karena Mama tidak ingin baby Mama hilang karena menikah karena kau terlalu imut, sayang, itu nanti suami kamu protektif tidak ingin kamu dilihat Mama dan Papa karena kamu sangat menggemaskan di mata kami,” ucap mamanya setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah Claire disuruh gak boleh nikah. Gawat sih…
Sorry Author gantung lagi ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif, rate, dan comment. Sangkyuu.❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments