Ditelepon

Dengan senyuman bahagia, Violin merasa gembira mendengar tanggapan positif Claire tentang rekomendasi makanannya. "Aku sangat senang kamu menyukainya, Claire! Aku memang senang mencari makanan yang enak dan berusaha membagikannya dengan teman-temanku. Ini seperti sebuah petualangan kuliner untukku," ujar Violin dengan riang.

Claire mengangguk setuju sambil tersenyum. "Kamu benar-benar memiliki selira yang bagus, Vi. Terima kasih sudah merekomendasikannya kepadaku. Aku merasa beruntung punya teman seperti kamu yang tahu betul apa yang aku suka."

Violin tersenyum lebih lebar. "Tentu saja, Claire. Teman-teman adalah untuk saling mendukung dan berbagi hal-hal yang menyenangkan. Aku senang kita bisa berbagi pengalaman kuliner yang menyenangkan ini bersama."

Sambil masih menikmati makanan mereka, keduanya berlanjut dalam percakapan yang penuh keceriaan. Mereka saling berbagi cerita tentang pengalaman makanan favorit mereka dan rencana untuk mencoba makanan-makanan lain pada masa depan. Percakapan mereka menjadi makin hangat dan menghangatkan hati, mengukuhkan ikatan persahabatan mereka lebih dalam lagi.

Violin yang melihat kesukaan makanan yang di rekomendasikan juga di-sukai oleh Claire membuat nya senang. “Syukur-lah Claire jika kamu menyukainya karena aku takut-nya kamu tidak suka karena dari cerita mu kamu belum pernah makan makanan yang dari Westren. Aku takut-nya lidah-mu tidak cocok,” ucap Violin dengan senang. “Tidak apa pun yang Vi pilih untuk Claire, Claire akan menyukai-nya,” ucap Claire dengan muka menggemaskan dengan pipi chubby yang sibuk mengunyah-ngunyah.

Mereka kembali bercakap-cakap sampai Claire benar-benar menghabiskan makan malam-nya. Sesudah makan malam Claire dan Vio habis, meja didatangi oleh seorang pelayan karena Violin yang memanggil-nya. Pelayan tersebut segera bertanya mengenai hal apa yang bisa dibantu.

“Permisi, apa bisa saya bantu?” tanya pelayan tersebut dengan sangat sopan. Violin yang mendengar pelayan berbicara lembut tentu saja dia menyambut-nya dengan senyuman membuat Claire terpana akan keramahan Violin. ”Bisa berikan bon untuk meja ini?” tanya Violin dengan sopan dan lembut.

”Baiklah nona Violin, akan saya bawa bon meja nona” ucap pelayan tersebut membungkuk badan dengan pelan membuat Claire yang melihat tindakan Violin langsung saja mendelik dan segera protes kepada Violin. “Vi, jangan kamu yang bayar ya karena aku yang sudah mengajak kamu jadi aku yang bayar,” ucap Claire memohon kepada Violin agar dirinya yang membayarnya makan malam mereka. Sementara Violin yang dari awal tidak ada niat untuk mempermalukan Clarie hanya bisa mengelus dan berkata, “Siapa bilang yang mau bayarin? Kamu menghalu sangat sih.” Mendengar hal tersebut membuat Claire langsung merona malu akibat dia kira Violin akan membayar makan malam mereka sehingga dia berkata dengan nada yang malu yang membuat Violin hanya bisa menatap Claire dengan gemas.

“Habis kamu memanggil pelayan seperti ingin membayar makan malam kita,” ucapnya dengan nada dan rona malu yang masih terlukiskan di wajahnya.

Mendengar hal tersebut membuat Violin tidak menyalahkan-nya namun tetap mengapresiasikan kehebatan Claire

yang menolak dibayar oleh dirinya.

“Hebat juga ya kamu, Cla. Mau menolakku kalau seandainya memang aku ingin membayarnya,” goda Violin yang ingin mengetahui jawaban dari Claire. Soalnya selama ini teman-temannya seperti itu namun tidak membuat Violin pusing dan membiarkan karena dirinya tidak ingin dicap buruk oleh teman-teman sekelasnya.

“Iya,  aku yang ajak kamu makan dan aku sudah bilang kalau aku yang traktir kamu jadi kamu tidak usah khawatir kok. Jadi jangan dibayar ya. Awas kalau kamu diam-diam membayarnya aku bisa marah,” ancam Claire yang membuat Violin senang mendengarnya dan sedikit tertawa karena dia sebenarnya mengetahui sekilas kehidupan gadis ini karena dia tertarik pada awal mereka bertemu sehingga membuatnya dia diam-diam mencari kehidupan lebih lanjut mengenai orang yang mirip dengannya.

“Iya, iya. Aku janji. Nih bonnya,” ucap Violin menyerahkan bon yang sudah diberikan kepadanya dari pelayan. Claire menerimanya dan melihat harganya lalu memberikan kartu kredit untuk membayar makan malam mereka berdua. “Ini ya mbak saya pakai kartu kredit saja,” ucap Claire menyerahkan kartu kredit dan buku bonnya kepada pelayan agar bisa dibayar di kasirnya.

......****************......

Sementara di keluarga Margareth. Saat ini sudah jam delapan malam. Namun putri semata wayang mereka belum kembali ke rumah. Papa Claire yang biasanya pulang malam, hari ini pulang lebih cepat dari putrinya. Pada saat dirinya memasuki rumahnya dia melihat istri tercintanya terlihat cemas.

”Sayang, ada apa ini? Mengapa kamu terlihat cemas?” tanya papa Claire yang melihat wajah istrinya cemas. “Apa karena Claire belum pulang?” tanyanya kembali.

“Iya Claire belum pulang juga sayang. Dia tidak diculik lagi, kan?” tanya mamanya yang mencemaskan putri tercintanya yang hanya Claire saja.

Papa Claire hanya bisa menghela napas mendengar kata ‘penculikan’ setiap kali keluar dari mulut sang istri. Memang tidak bisa dimungkiri jika papa Claire juga mencemaskan sejak kejadian tersebut terjadi pada putri semata wayang mereka tercinta yang mengalaminya yang membuat separuh ingatannya hilang secara permanen. Namun pada saat ini papa Claire mencoba lebih memilih berpikiran positif terlebih dahulu untuk menenangkan sang istrinya yang sudah terlampau cemas akan putri semata wayang mereka.

”Memangnya Claire mengirim atau menelepon jika dia lembur?” tanya papa Claire yang mencoba menenangkan sang istri sementara istrinya yang mendengar langsung menjawab yang membuat suaminya kepikiran. ”Justru dia belum menelepon atau mengirim kabar kalau dia lembur,” ucapnya. ”Kalau begitu, mama telepon saja karena mungkin saja dia lupa mengabari kita karena dia sibuk dengan pekerjaannya,” ucap suaminya yang mengetahui sifat anaknya yang sangat serius jika putrinya mengerjakan hal yang dia sukai dan mendengar hal tersebut membuat istrinya kembali tenang. ”Baiklah kalau begitu mama akan menelepon dia dan semoga dia baik-baik saja,”

ucap istrinya yang lantas mengambil telepon genggam miliknya dan mencari nomor kontak putrinya.

......****************......

Tidak hanya keluarga Margareth yang khawatir karena putri semata wayang mereka yang tidak mengabari

mereka. Keluarga Candra juga mengkhawatirkan putri mereka yang sampai saat ini belum pulang kembali ke kediaman mereka.

“Mama, apa sudah Mama telepon Alvaro?” tanya papa Violin yang khawatir akan putri mereka.

“Violin pasti ke mansion pribadinya Alvaro? Tetapi Mama dapat kabar dari Jeng Chika mengetahui dari resepsionis perusahaannya jika Alvaro ke luar kota,” ucap sang istri mengetahui putrinya tidak sedang pergi ke mansion pribadi Alvaro, tunangan putrinya.

“Memangnya dia pergi ke mana? Setahu papa dia tidak membeli mansion seperti Alvaro yang memiliki hobi seperti itu,” ucap papa Violin panik mengetahui putrinya pergi tanpa kabar.

Papa Violin langsung menelepon bodyguard yang dia kerjakan khusus menjaga putri semata wayang tercinta. Semenjak Violin mengalami kejadian yang buruk membuat penjagaan Violin sangat ketat karena keduanya tidak ingin peristiwa tersebut kembali terulang dan menimpa putri semata wayang mereka.

Pada saat panggilan telepon tersambung langsung saja papa Violin dengan suara tegasnya menanyakan ke mana putrinya.

“Halo tuan,” ucap seseorang di balik panggilan. Tanpa belum dia melanjutkan percakapan langsung saja papa Violin menyela.

“Mengapa kau berani melalaikan pekerjaanmu?!” tanya papa Violin dengan nada tegas. Membuat bodyguard tersebut langsung saja memohon ampun kepada tuan besar atas kelalaiannya yang tidak mengawasi nona muda kesayangan keluarga Candra.

“Maafkan saya tuan besar. Saya sudah diberi tahu oleh kepala pelayan jika nona muda hendak pergi ke perusahaan grup Jayaputra sehingga saya lalai melakukan pengawasan terhadap nona muda,” ucapannya dengan nada bersalah membuat papa Violin hanya bisa memerintah pengawas untuk segera mencari dan membawa pulang putrinya. “Segera kerahkan bawahanmu untuk mencari putriku. Aku tidak ingin dia pulang dengan luka kecil sekalipun!” ucapnya langsung menutup panggilan sepihak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Wah orang tua Claire sama orang tua Violin sama-sama panik. Penasaran sama episode selanjutnya nih…

Sorry Author gantung lagi ya.

Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif, rate, dan comment. Sangkyuu. ❤️❤️

Episodes
1 Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2 Kediaman Margareth
3 Pergi Kerja
4 Pertama Kali Kerja
5 Di Divisi Desain Interior
6 Kedatangan Violin
7 Permintaan Alvaro
8 Pelaporan Hasil Penyelidikan
9 Mengunjungi Restoran
10 Meja No.30
11 Menikmati Persahabatan
12 Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13 Jeremy VS Alvaro
14 Ditelepon
15 Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16 Tiba Di Kediaman Masing-masing
17 Kediaman Keluarga Jayaputra
18 Flashback
19 Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20 Malam yang Panjang Untuk Mereka
21 Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22 Pengumuman Update
23 Claire Menangis Histeris
24 Violin Memasak Pertama Kalinya
25 Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26 Violine Diusir Dengan Kasar
27 Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28 Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29 Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30 Menggantikan Violin Bersih-bersih
31 Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32 Vio Menelepon Papanya
33 Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34 Rencana Tuan Besar Jayapura
35 Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36 Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37 Hiatus Tiga Hari
38 Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39 Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40 Tuan Besar & Nona Besar Candra
41 Rencana Pembatalan Kontrak
42 Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43 Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44 Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45 Kondisi Claire Makin Parah
46 Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47 Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48 Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49 Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50 Claire Kembali Sadar
51 Rencana Alvaro
52 Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2
Kediaman Margareth
3
Pergi Kerja
4
Pertama Kali Kerja
5
Di Divisi Desain Interior
6
Kedatangan Violin
7
Permintaan Alvaro
8
Pelaporan Hasil Penyelidikan
9
Mengunjungi Restoran
10
Meja No.30
11
Menikmati Persahabatan
12
Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13
Jeremy VS Alvaro
14
Ditelepon
15
Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16
Tiba Di Kediaman Masing-masing
17
Kediaman Keluarga Jayaputra
18
Flashback
19
Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20
Malam yang Panjang Untuk Mereka
21
Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22
Pengumuman Update
23
Claire Menangis Histeris
24
Violin Memasak Pertama Kalinya
25
Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26
Violine Diusir Dengan Kasar
27
Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28
Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29
Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30
Menggantikan Violin Bersih-bersih
31
Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32
Vio Menelepon Papanya
33
Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34
Rencana Tuan Besar Jayapura
35
Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36
Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37
Hiatus Tiga Hari
38
Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39
Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40
Tuan Besar & Nona Besar Candra
41
Rencana Pembatalan Kontrak
42
Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43
Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44
Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45
Kondisi Claire Makin Parah
46
Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47
Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48
Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49
Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50
Claire Kembali Sadar
51
Rencana Alvaro
52
Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!