“Mengapa kau berani melalaikan pekerjaanmu?!” tanya papa Violin dengan nada tegas. Membuat bodyguard tersebut langsung saja memohon ampun kepada tuan besar atas kelalaiannya yang tidak mengawasi nona muda kesayangan keluarga Candra.
"Tuan besar, saya sangat menyesal atas kelalaian saya. Saya telah diberitahu oleh kepala pelayan bahwa putri Anda berencana untuk pergi ke perusahaan grup Jayaputra, dan karena itu saya kehilangan pengawasan terhadapnya. Saya merasa sangat bersalah atas kesalahan ini," ucapnya dengan suara penuh penyesalan, membuat Papa Violin hanya bisa memerintahkan pengawas untuk segera mencari dan mengembalikan putrinya.
"Tolong segera perintahkan bawahan lain untuk mencari putriku. Saya tidak ingin dia kembali dengan bahaya atau luka walaupun sekecil apa pun!" ucapnya dengan tegas, lalu langsung menutup panggilan tanpa menunggu tanggapan dari pihak lain.
Selama menunggu hasil pencarian dari bawahannya, Papa Violin duduk gelisah, khawatir akan keselamatan putrinya. Sementara itu, para bawahan dengan sigap mulai melakukan pencarian di berbagai tempat yang mungkin menjadi tujuan putri Papa Violin. Beberapa dari mereka pergi langsung ke tempat-tempat yang mereka yakini sebagai kemungkinan tempat singgah putri tersebut, sementara yang lain mengawasi melalui CCTV yang terpasang di seluruh jalan raya.
Situasinya makin tegang seiring berlalunya waktu, dan Papa Violin tak sabar menanti kabar dari bawahannya. Setiap detik terasa seperti berjam-jam saat dia merenungkan nasib putrinya. Ketika akhirnya ada perkembangan, Papa Violin hanya dapat berdoa agar putrinya ditemukan dalam keadaan aman dan sehat.
Dalam ketegangan pencarian tersebut, sang istri tak henti-hentinya mencoba menelepon putri kesayangannya. Setiap kali panggilan terhubung ke nomor ponsel putri, hatinya merasa lega. Akhirnya, pada suatu saat, panggilan itu diangkat oleh kontak ponsel putri. Saat suara putrinya terdengar di seberang sambungan, rasa rindu dan kelegaan memenuhi hati sang istri.
”Halo ada apa Ma? Maafkan Vio yang tadi tidak sempat hubungin Papa dan Mama. Barusan Vio mau telepon Mama karena jalanan baru macet sehingga Vio bisa menghubungi Mama,” ucap Vio di balik sambungan panggilan. Membuat mama Vio mendengarkan merasa tenang dan tidak cemas.
”Ya sudah kalau begitu. Hati-hati di jalan ya, Vio. Jangan sibuk dengan ponselmu. Nanti kalau tidak paling ringan kamu kena tilang polisi,” ucap mama Vio mengingatkan supaya Vio berhati-hati dalam berkendaraan.
”Baiklah kalau begitu, Vio tutup dahulu ya teleponnya soalnya lalu lintasnya sudah kembali lancar. Daah Mama,” ucap Vio langsung menutup teleponnya karena dia sudah hampir di bel melalui klakson oleh pengendarai mobil lainnya.
Setelah mendapatkan kabar yang bisa menenangkan hati mama Vio. Mama Vio segera memberi tahu mengenai keselamatan putri semata wayang mereka. ”Pa, Papa tidak usah panik lagi. Mama barusan menelepon Vio dan Vio bilang dia barusan terjebak kemacetan makanya bisa mengabari Mama,” ucap sang istri yang membuat suaminya tersenyum lega karena putrinya dalam kondisi baik-baik saja.
Sang suami segera berdoa untuk keselamatan putrinya yang sedang mengendarai di jalan raya untuk pertama kalinya. Karena biasanya Violin akan pergi dengan sopir pribadi yang sudah sang ayah memberikan putrinya sejak
usia tiga tahun, lebih tepatnya setelah kejadian tersebut.
......****************......
”Memangnya Claire mengirim atau menelepon jika dia lembur?” tanya papa Claire yang mencoba menenangkan sang istri sementara istrinya yang mendengar langsung menjawab yang membuat suaminya kepikiran. ”Justru dia belum menelepon atau mengirim kabar kalau dia lembur,” ucapnya. ”Kalau begitu, Mama telepon saja karena mungkin saja dia lupa mengabari kita karena dia sibuk dengan pekerjaannya,” ucap suaminya yang mengetahui sifat anaknya yang sangat serius jika putrinya mengerjakan hal yang dia sukai dan mendengar hal tersebut membuat istrinya kembali tenang. ”Baiklah kalau begitu mama akan menelepon dia dan semoga dia baik-baik saja,” ucap istrinya yang lantas mengambil telepon genggam miliknya dan mencari nomor kontak putrinya.
Sang ibu mencoba menghubungi putrinya dengan nomor yang terpasang di telepon genggam putrinya. Panggilan menghubungi nomor putrinya namun masih bernada menghubungi nomor yang dihubungi membuat kekhawatiran
ibunya belum berhenti.
”Ayo diangkat nak. Jangan bikin Mama dan Papa kamu cemas,” batin sang mama ketika mendapati panggilan masih terhubung.
......****************......
Sementara Claire yang mendapati jika benda pipih miliknya mengalami kehabisan daya. Dengan segera dia mencari kabel untuk menchas di mobil yang dia pesan menggunakan aplikasi grab selama dia terjebak kemacetan lalu lintas.
Setelah mendapati telepon genggamnya terhubung dan bisa mengecas, sambil menunggu kepadatan lalu lintas berkurang Claire mencoba menyalakan telepon genggamnya. Betapa kagetnya jika nomor ibunya muncul di layar kunci dan membuat Claire menghubungi sang mama agar dia tidak membuat mama dan papanya cemas
karena dirinya belum juga kembali pulang.
......****************......
Sementara ketika mendapati panggilan sempat ditolak sang mama kembali menghubungi putrinya. Namun belum sempat dia menelepon ulang tampilan layarnya memunculkan panggilan dari putrinya membuat mama Claire bersyukur jika putrinya masih bisa membalas panggilan darinya. Diangkatnya dan mama Claire bertanya dengan cemas kepada putrinya.
”Sayang, kamu di mana nak?” tanya mama di balik panggilan putrinya. Mendengar mamanya sempat mencemaskan dirinya membuat Claire sedikit bersalah.
”Ma, tadi baterai Claire sempat habis makanya Claire belum sempat menghubungi dan mengangkat panggilan mama. Tadi juga Claire suruh sopir sedikit ngebut supaya bisa sampai rumah dan ini Claire di jalan xx lagi terjebak macet,” ucap Claire dengan nada menyesalnya yang sangat menggemaskan di telinga mamanya. Membuat mamanya tersenyum lega.
”Kalau begitu hati-hati ya kamu. Tidak usah ngebut. Papa dan Mama menunggu kamu dengan sabar. Jadi pokoknya tidak usah buru-buru,” ucap mamanya yang mengingatkan agar Claire tidak perlu ngebut agar cepat sampai rumah.
Mendengar peringatan dari mamanya membuat Claire mengangguk meski dirinya ditelepon. ”Oke Ma, Claire akan
suruh sopir hati-hati,” ucap Claire yang memang memakai sopir grab mobil karena dirinya tidak bawa kendaraan pribadi. ”Ya sudah Mama tutup teleponnya,” ucap mamanya. “Oke Ma,” ucap Claire yang langsung mendengar nada pemutus panggilan sepihak dari sang mama.
Setelah panggilan yang dia tuju ke mamanya terputus dia menyuruh sopir grab untuk menyetir pelan-pelan saja.
“Pak, pelan-pelan saja. Yang penting sampai rumah dengan selamat,” ucap Claire dengan wajah menggemaskan dan nada yang sangat lucu membuat sopir grab yang berusia kurang lebih seperti papanya ingin menjodohkan nona mungil nan menggemaskan ke anaknya.
“Iya, neng. Bapak ati-ati kok,” ucapnya sambil membatin. Aduh neng satu ini sangat menggemaskan, lucu dan keliatan polos. Cocok untuk anakku yang sedikit bawel. Keliatannya dia bisa jadi istri yang patuh. Batin si bapak sambil fokus menyetir namun tetap curi-curi pandang melihat muka menggemaskan Claire.
......****************......
Di kediaman keluarga Candra.
Violin yang akhirnya berhasil pulang setelah melewati kemacetan yang panjang segera membuka pintunya dan membunyikan bel rumahnya agar satpam yang berjaga di posnya mengetahui jika ada yang pulang.
Suara bel berbunyi membuat satpam yang menjaga gerbang mansion kediaman Candra bergegas membukakan pagar untuk mengetahui siapa yang bertamu pada jam malam. Begitu gerbang otomatis terbuka betapa terkejutnya satpam melihat nona mudanya baru pulang.
”Nona muda, tumben nona pulang jam segini membuat tuan dan nyonya besar sempat khawatir dengan nona. Nona nyetir sendiri?” tanya satpam yang basa-basi kepada nona mudanya yang dikenal sangat lembut, sopan dan ramah. Violin yang mendengar pertanyaan satpam segera membalas dengan senyum manis dan sikap sopannya. Dia tidak lupa meminta maafkepada satpam karena sudah merepotkan.
“Iya, Pak, ini Vio nyetir sendiri ini. Maafkan Vio yang membuat bapak harus kerepotan membuka gerbang untuk Vio,” ucap Vio yang membuat satpam tersebut sungkan atas kesopanan nona mudanya. “Itu sudah tugas saya, nona muda. Nona muda masuk saja sama mobilnya nanti kelamaan di luar bisa membuat nona muda sakit,”
ucapnya membuat Vio berterima kasih dan masuk kembali ke dalam mobilnya untuk memasukkan mobilnya ke pakiran bawah tanah yang merupakan pakiran koleksi mobil-mobil mewah milik keluarga Candra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah Claire dan Violin sama-sama terjebak kemacetan. Kak Claire gak takut diculik sama bapak-bapak buat
dinikahkan sama anaknya?
Sorry Author gantung lagi ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif,
rate, dan comment. Sangkyuu. ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments