Sementara itu di kos-kosan Jeremy. Jeremy yang saat ini sedang berada jauh dari orang tuanya akhirnya pulang kembali ke kos-kosan yang cukup besar karena kedua orang tuanya yang memilihkannya.
Dia memasuki pintu pagar rumah yang menjadi kos-kosan, tempat selama dia tinggal saat menjalankan kuliahnya. Menutup kembali pagar yang dia buka dan melangkah masuk ke dalam rumah tersebut. Setelah di dalam rumah dengan sedikit gontai dia mendaratkan bokongnya ke sofa yang berada di ruang tamu. Diambil telepon genggamnya dari saku celananya dan sibuk melihat media sosial.
Dia sibuk melihat isi media sosial miliknya apakah ada yang terbaru atau tidak. Namun isi akunnya membuatnya bosan karena tidak ada update terbaru dan hanya ada postingan teman-teman kampusnya. Ketika dirinya hendak mematikan layar telepon genggamnya, pandangannya teralihkan mengenai postingan terbaru mengenai Claire pada saat jam 19.00 WIB. Claire pada saat itu memosting ketika dirinya makan di sebuah restoran yang cukup mewah.
Tumben sekali gadis ini posting? Dan lagi tumben makan sendirian di rumah makan yang cukup mewah?
Batinnya menatap layar yang memperlihatkan foto Claire yang sedang tersenyum senang. Jeremy pun penasaran dan sikap protektif sebagai kakak mulai tumbuh dan mulai menanyakan melalui DM dengan nada interogasi.
Kamu makan di mana?
Jeremy yang tidak pernah mencintai Claire sebagai seorang gadis tetap memperhatikan keselamatan gadis yang bersamanya sejak kecil. Dia hanya menganggap Claire adalah adik perempuannya menggemaskannya. Di matanya dan di hatinya dia selalu menepatkan Claire adalah adik perempuannya yang dia sayangi dan cintai. Membuatnya menjadi protektif selayaknya kakak laki-laki yang mempunyai adik perempuan yang selucu, seimut dan secantik Claire.
Aku makan di restoran The Restoran
Tanpa Jeremy sangka jika Claire yang aktif di media sosialnya langsung membalas pertanyaan Jeremy melalui DM.
Langsung saja Jeremy melanjutkan aksi protektifnya.
Kamu makan sama siapa? Apa papa dan mama kamu sudah tahu ? Mengapa kamu tidak mengabariku ?
Pertanyaan demi pertanyaan langsung saja memborong dan sudah terkirim di DM miliknya membuat Jeremy langsung menyesal.
Aku seperti mencemaskan selayaknya kekasihku saja kalau pertanyaannya serentetan
Batinnya yang tidak ingin membuat Claire salah paham dan makin berharap dengannya karena pertanyaan tersebut. Sementara Claire langsung membalas senang.
Mengapa kau bertanya seperti itu? Mencemaskanku atau cemburu ?
Jawaban Claire membuat Jeremy hanya mengernyit dan tanpa dia sadari dia tersenyum sambil membalas pesan Claire.
Jangan terlalu girang. Aku menanyakan itu karena khawatir ada yang menculik dirimu. Kamu terlalu polos dan menggemaskan. Bisa-bisa orang yang lebih tua menculikmu. Jadi katakan, kamu makan bersama siapa?
Sambil menunggu Claire membalasnya, Jeremy melihat foto-foto lain yang di-posting oleh Claire. Namun nihil karena Claire memposting foto dirinya saja. Padahal dia memposting fotonya bersama dengan Vio di media sosial yang lain karena dia membuat akun keduanya di media sosial setelah akun utamanya yang diikuti oleh keluarga besarnya dan beberapa keluarga dari Jeremy, termasuk Jeremy sendiri.
......****************......
Sementara Alvaro yang berusaha mencari identitas gadis tersebut melalui bawahannya.
Segera temukan identitas gadis tersebut dengan cepat!
Pesannya yang bernada perintah yang dia sebarkan ke para bawahannya termasuk kepada Gerry.
Setelah dia menyebarkan perintahnya dan menunggu informasi yang diperoleh oleh bawahannya, dia mencoba membuka media sosialnya dan mencari nama tunangannya.
Siapa tahu dia bertemu dengan gadisku.
Batinnya sambil berharap bahwa Violin akan memposting fotonya dan secara tidak sengaja gadis tersebut akan terfoto. Ya, bagaimana caranya agar gadis itu tertangkap oleh kamera agar dia dapat mengejar dan membawanya kembali ke sisinya. Dia mencari foto-foto yang di-posting oleh tunangannya dan nihil, tidak ditemukan gadis kecil yang sangat dia rindukan, membuatnya kesal dan marah. Dia dengan kemarahannya memukul dan melempar barang-barang yang ada di dalam ruangan kamarnya.
Membuat kegaduhan yang diredam oleh alat peredam yang terpasang di ruangannya. Setelah puas merusak seisi ruangannya, Alvaro merasa kepalanya pusing karena depresinya kambuh. Hal ini membuatnya berbicara tanpa arah dan akhirnya tertidur karena kelelahan di sofa pribadinya yang masih berada dalam satu ruangan dengan kamarnya.
----Flashback On----
Di taman di depan rumah keluarga Candra, terlihat seorang bocah laki-laki yang sedang menjahili seorang gadis kecil yang memiliki wajah imut, menggemaskan, dan lucu. Gadis tersebut memiliki tatapan yang polos dan menggemaskan.
"Kakak Varo, mengapa kamu suka sekali menjahili Rere?" ucap gadis itu yang muncul tiba-tiba menghadap bocah bernama Alvaro dengan wajah dan ekspresi yang cemberut, membuat Alvaro tersenyum lebar dan penuh kasih kepada gadis yang dipanggil Rere.
"Kakak tidak menjahili kamu, kok. Rere saja yang main hilang. Padahal Kakak sudah membawakan benda bagus yang Rere inginkan," ucap Alvaro sambil menghindar ketika dia ketahuan telah membuat gadis kecil itu mengambek.
"Kakak jangan berbohong. Kalau kamu berbohong, Rere tidak mau jadi istri Kakak kalau udah besar nanti. Biarin Kakak sendirian. Rere mau suka sama orang lain," ancam Rere dengan nada tegas, yang sudah membuat Alvaro cemas akan ancaman kuat dari Rere.
"Tidak boleh! Rere tidak boleh suka sama orang lain!" ucap Alvaro dengan tegas, membuat Rere bingung. Padahal Rere yang saat itu benar-benar polos dan lugu hanya suka main ancam jika dia tidak suka dikerjai oleh Alvaro. Rere langsung saja kebingungan dan bertanya dengan lugunya, sambil memberikan tatapan polos yang sangat imut dan menggemaskan.
"Mengapa Rere tidak boleh suka sama orang lain? Kakak jahat sekali. Ma...ma... Kak Alvaro mulai melarang Rere lagi. Huhu…" tangis Rere dan berlari mencari mamanya, yang membuat Alvaro kelabakan dan mengejar Rere yang sibuk mencari kedua orang tuanya agar dirinya tidak dimarahi karena telah melarang Rere lagi.
----Flashback Off----
......****************......
Jeremy yang menunggu balasan dari Claire tanpa mengetahui bahwa saat ini Claire telah tertidur akibat kelelahan karena mengerjakan tugas organisasi yang sangat membebani dirinya. Dia memimpikan kehidupannya dengan seorang gadis yang pada saat itu tidak sedang bersama dengan Claire. Kejadiannya tidak pernah terlupakan sepanjang hidupnya.
----Flashback On----
Di taman kediaman kedua orang tua Jeremy. Jeremy yang mengajak gadis cantik ke sebuah taman bermain yang baru saja diresmikan oleh kedua orang tuanya di dekat kantor sang ayah bekerja.
“Lin, sudah siap?” tanya Jeremy dengan nada cerianya dan perhatian.
“Sudah aku sudah siap!” ucap gadis yang sering Jeremy panggil dengan nama kesayangannya yaitu Lin. Lin
menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia sudah siap pergi bersama dengan sahabatnya.
"Kalau sudah pegang dan gandeng tanganku! Jangan sampai lepas, ya," ucap Jeremy dengan perhatian dan lembut. Lin menurut dan langsung memegang serta menggenggam tangan bocah tersebut dengan tangan kecilnya yang menggemaskan dan halus di tangan Jeremy. Mereka berjalan menuju taman bermain tersebut.
Di taman bermain sudah ramai akan anak-anak yang bermain. Mereka langsung saja terpana akan kedatangan Lin yang sangat cantik di mata mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah apakah sudah bau-bau tamat ? Kalian pilih mana Alvaro atau Jeremy? Dua-duanya mengalami pencarian gadis yang sudah mengisi hati mereka. Yuk dukung yang mana ? Tim Alvaro atau tim Jeremy ?
Sorry Author gantung ya.
Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif, rate, dan comment. Sangkyuu. ❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments