Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat

“Ya rekomendasikan saja, Vi. Aku juga bingung soalnya semuanya keliatannya enak sih,” ucap Claire dengan polosnya dan muka imutnya yang membuat orang-orang yang lewat melihatnya dengan tatapan gemas dan menggelengkan kepalanya karena tidak tahan akan keimutan gadis tersebut. “Baiklah aku akan merekomendasikannya dan aku jamin kau pasti suka,” ucap Violin dengan nada semangatnya. Dia langsung memilihkan dan memanggil pelayan untuk memesan makan malam mereka berdua. Setelah dilayani dan sudah pesan, mereka berdua melanjutkan obrolan mereka.

“Bagaimana kamu dengan tunanganmu?” tanya Violin penasaran. Dia hanya mengetahui jika temannya ini juga dijodohkan oleh kedua orang tuanya. “Ya begitulah dia sangat membenci aku. Padahal dahulu kita adalah teman masa kecil,” ucap Claire murung. “Sementara kalau kamu?” tanya Claire balik.

“Sama, dia juga makin menjauh dariku,” ucap Violin menghela nafasnya. Dia bercerita mengenai kisah cintanya kepada pria yang berbeda delapan tahun lebih tua ketimbang dirinya. Sementara Claire setelah mendengar ceritanya hanya bisa berkomentar.

“Jadi dia menjauhi kamu karena katanya kamu bukan dia?” tanya Claire dan dibalas anggukan oleh Violin. “Iya selalu perkataan itu yang dia ucapkan kepadaku dan dengan dingin dia mengusirku tanpa mengetahui perasaan itu akan melukaiku,” ucap Violin dengan sedih dan membuat Claire terkejut karena kisah cinta mereka sangat mirip

namun tidak itu serupa yang dia alami sendiri. “Aku tidak menyangka jika kisah cinta kita sama,” ucap Claire dengan nada sedikit senang karena setidaknya ada orang lain yang juga ikut merasakan membuat Violin yang mendengarkan hanya bisa tersenyum tanpa bisa memarahi seorang Claire yang terlalu imut dan menggemaskan. Namun dia terkejut karena Claire mengalami hal yang serupa.

“Sama? Mengapa bisa?” tanya Violin penasaran.

Claire pun menjelaskan dengan berbagai macam ekspresi dan gerakan tangannya yang membuat Violin terkadang tertawa karena penjelasan Claire yang imut dan menggemaskan dan tidak membuat dirinya bersedih.

“Kau tahu dia selalu mengatakan kepadaku jangan terlalu perhatian kepadaku. Nanti kamu bisa sakit,” ungkap Claire dengan sedikit menirukan suara Jeremy dengan menggemaskannya membuat Violin bisa kembali tersenyum akibat Claire yang menghiburnya atas sikap kekanakan-kanakan Claire yang alami dan tidak dibuat-buat.

Sementara Violin yang perasaannya sudah lebih baik akibat Claire yang menghiburnya hanya bisa bersyukur karena memiliki teman yang bisa membuat perasaannya lebih baik dari sebelumnya. Sementara Claire yang tidak

mengerti perkataan Jeremy setiap kali dia memberikan perhatian kepada tunangannya langsung bertanya kepada Violin dengan sikap, mimik dan suara lugu, polos dan imut miliknya.

”Vi, aku mau nanya nih?” tanya Claire di sela dia berbicara membuat Violin sedikit bingung dengan sikap tiba-tiba sang sahabatnya. ”Ya boleh. Memangnya kau mau nanya apa ya?” tanya Violin yang penasaran akan pertanyaan Claire. ”Maksudnya Jeremy berkata, ”nanti kamu sakit itu” kamu tahu maksudnya apa ya?” tanya Claire dengan polosnya membuat Violin sedikit menertawakan kepolosan gadis tersebut karena yang tidak mengetahui

maksud perkataan tunangannya.

”Maksudnya begini, Clar, Jeremy tidak mau sampai kamu sangat mencintainya karena itu akan menimbulkan cinta bertepuk sebelah tangan seperti aku dan kamu nanti akan membuat hatimu sakit,” jelas Violin yang penjelasannya malah makin membuat Claire tidak paham. ”Vi, kok aku makin

tidak mengerti ya?” ungkap Claire dengan polosnya membuat Violin yang hanya

bisa menahan kesabarannya untuk menjelaskannya.

 Dia gadis polos dan baik hati sekali. Aku yakin kau lebih kuat dari aku. ”Nanti kau akan lebih mengerti sendiri ya. Memang sedikit susah untuk dipahami,” ucap Violin dengan bijak. Mendengar Violin berkata seperti membuat Claire mengangguk meski dia tidak begitu memahami apa yang dikatakan oleh Violin.

Sementara makan malam mereka akhirnya datang setelah menunggu cukup lama. Pelayan restoran yang mengantarkan langsung segera meminta maaf karena ada halangan yang membuat mereka berdua menunggu sedikit lama dari yang seharusnya.

“Nona, maafkan kami karena sudah membuat kedua nona ini menunggu. Tadi ada sedikit bencana yang membuat pihak dapur sedikit lama memasak pesanan nona. Mohon dimengerti,” ucap pelayan tersebut sambil menghidangkan pesanan Claire dan Violin. Sementara pihak manajer restoran tersebut ikut juga melayani Violin karena mereka mengetahui jika Violin merupakan tamu istimewa restoran mereka karena berasal dari keluarga Candra dan tunangan keluarga Jayaputra sehingga mereka memohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian dari pihak mereka.

“Iya tidak apa-apa kok dan bisa saya pahami. Kami berdua tidak keberatan, apa benar Claire?” tanya Violin yang meminta pendapat Claire dengan senyum manis dan cantiknya membuat Claire dan beberapa pengunjung serta pegawai dan manajer terpesona keanggunan dan kecantikan penerus keluarga Candra. ”Iya aku tidak keberatan

juga sih namun, Vi, kamu terlalu memesona jangan sampai aku bisa-bisa jatuh hati nih,” goda Claire dengan wajah imut, menggemaskan, cantik dengan suara yang sangat menggemaskan membuat para pengunjung yang ada di sana sedikit menyukai Claire karena kedua wanita sangatlah mirip namun berbeda karena segi penampilan mereka.

”Baiklah dan terima kasih atas pengertian kedua nona yang cantik dan manis. Semoga kalian menikmati hidangan yang sudah kami siapkan, terutama untuk nona muda Candra,” ucap manajer dengan sopan. Setelah menghidangkan manajer dan pelayan pergi meninggalkan Violin dan Claire untuk menyantap makan malam mereka.

......****************......

 Sementara di bagian dapur restoran. Pihak manajer segera memberi tahu jika nona muda Candra tidak mempermasalahkan mengenai keterlambatan kedatangan menu makan malam mereka.

“Nona muda Candra tidak mempermasalahkan. Jadi lain kali aku harap kalian tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ini untung nona muda bukan tuan muda Jayaputra. Jika sampai tuan muda Alvaro itu menyebabkan restoran ini bangkrut!” ucap manajer yang memarahi pihak dapur karena kelalaian mereka membuat nona muda Violin

menunggu pesanannya cukup lama.

“Kalau mengerti sekarang kalian bisa bubar!” ucap manajer tersebut dan seketika barisan langsung saja bubar begitu perintahnya dilaksanakan. Manajer langsung keluar dari dapur dan kembali ke ruangannya. Setelah peninggalan manajer bagian dapur langsung sibuk membicarakan kebaikan nona muda Violin.

“Beruntung sekali nona muda Violin mau memaafkan kita,” ucap salah satu pegawai yang diangguk oleh rekan-rekan lainnya.

“Seperti rumornya yang beredar mengenai kelembutan, kebaikan dan kesopanan nona muda Violin.”

“Tetapi sepertinya aku dengar dari pihak kasir nona muda Violin membawa gadis yang sangat mirip dengannya namun memiliki muka yang sangat imut dan menggemaskan. Tidak hanya itu dia bersikap selayaknya balita sangat menggemaskan sekali.”

“Sungguhan? Apakah itu bukan bohongan?”

Mereka membicarakan mengenai gadis yang menemani nona muda keluarga Candra yang dikabarkan sangat imut, menggemaskan dan juga memiliki sifat dan karakteristik dengan nona muda Candra.

Mereka membayangkan dan sekaligus iri dengan rekan lainnya yang beda pekerjaan yang bisa menyaksikan langsung gadis tersebut dan juga bisa menatap secara dekat.

“Aku jadi penasaran dengan rupanya gadis yang bersama dengan nona muda Candra,” ucap salah satu dari mereka.

”Asal kamu tahu ya. Kalau kamu sekali melihatnya kamu bisa seolah-olah terhipnotis akan diri gadis tersebut. Dan dia seperti layaknya penyihir yang membuat kamu lupa dan hanya mengingat dirinya,”ucap rekannya yang menyukai mistis. ”Apa iya ? Lagian ini zaman modern cuy dan itu tidak akan terjadi,” komentar rekannya yang sangat anti dan tidak percaya dalam berbau mistis.

”Kalau kau tidak percaya coba tanyakan Rio. Dia baru melayani gadis tersebut dan langsung melamun setelah gadis tersebut pergi. Dan dia hanya jadi patung sekarang” ucap rekannya lagi dan menyebut rekan mereka yang menjadi korban kecanduan Claire.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Siapa Rio? Masih ingat tidak? Bagaimana apakah sudah ada yang curiga dan bisa menebak akhir ceritanya?

Sorry Author gantung ya.

Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya dengan cara like, share, vote, gif,

rate, dan comment. Sangkyuu. ❤️❤️

Episodes
1 Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2 Kediaman Margareth
3 Pergi Kerja
4 Pertama Kali Kerja
5 Di Divisi Desain Interior
6 Kedatangan Violin
7 Permintaan Alvaro
8 Pelaporan Hasil Penyelidikan
9 Mengunjungi Restoran
10 Meja No.30
11 Menikmati Persahabatan
12 Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13 Jeremy VS Alvaro
14 Ditelepon
15 Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16 Tiba Di Kediaman Masing-masing
17 Kediaman Keluarga Jayaputra
18 Flashback
19 Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20 Malam yang Panjang Untuk Mereka
21 Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22 Pengumuman Update
23 Claire Menangis Histeris
24 Violin Memasak Pertama Kalinya
25 Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26 Violine Diusir Dengan Kasar
27 Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28 Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29 Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30 Menggantikan Violin Bersih-bersih
31 Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32 Vio Menelepon Papanya
33 Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34 Rencana Tuan Besar Jayapura
35 Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36 Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37 Hiatus Tiga Hari
38 Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39 Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40 Tuan Besar & Nona Besar Candra
41 Rencana Pembatalan Kontrak
42 Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43 Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44 Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45 Kondisi Claire Makin Parah
46 Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47 Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48 Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49 Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50 Claire Kembali Sadar
51 Rencana Alvaro
52 Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2
Kediaman Margareth
3
Pergi Kerja
4
Pertama Kali Kerja
5
Di Divisi Desain Interior
6
Kedatangan Violin
7
Permintaan Alvaro
8
Pelaporan Hasil Penyelidikan
9
Mengunjungi Restoran
10
Meja No.30
11
Menikmati Persahabatan
12
Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13
Jeremy VS Alvaro
14
Ditelepon
15
Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16
Tiba Di Kediaman Masing-masing
17
Kediaman Keluarga Jayaputra
18
Flashback
19
Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20
Malam yang Panjang Untuk Mereka
21
Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22
Pengumuman Update
23
Claire Menangis Histeris
24
Violin Memasak Pertama Kalinya
25
Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26
Violine Diusir Dengan Kasar
27
Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28
Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29
Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30
Menggantikan Violin Bersih-bersih
31
Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32
Vio Menelepon Papanya
33
Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34
Rencana Tuan Besar Jayapura
35
Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36
Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37
Hiatus Tiga Hari
38
Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39
Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40
Tuan Besar & Nona Besar Candra
41
Rencana Pembatalan Kontrak
42
Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43
Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44
Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45
Kondisi Claire Makin Parah
46
Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47
Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48
Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49
Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50
Claire Kembali Sadar
51
Rencana Alvaro
52
Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!