Kediaman Margareth

Di Kediaman Margareth yang terletak di daerah Bandung Selatan. Tepatnya di kamar tidur yang desain dan dekorasinya yang dikhususkan untuk gadis remaja yang berusia tepat 20 tahun. Seorang gadis cantik yang memiliki tinggi badan, 156 cm dan juga memiliki rambut halus berwarna hitam panjang dan lembut masih terlihat Jam di dinding yang tergantung di kamar gadis sudah menunjukkan pukul 7 tepat di pagi. Entah apa yang diimpikannya sampai dirinya lupa untuk terbangun.

Sementara, itu di ruang makan di kediaman, Margareth yang tidak seberapa megah namun bertingkat dua karena bentuk bangunan kediaman mereka. Seorang wanita tua yang masih juga terlihat muda menunggu putri semata wayangnya yang Masih belum bangun juga. Tidak hanya seorang wanita, terlihat seorang pria tua yang masih berbadan tegap juga menunggu kedatangan putri mereka sambil membaca berita di tabletnya.

“Astaga, mengapa Claire masih juga belum bangun? Padahal usianya sudah memasuki kepala dua dan dia masih merupakan gadis masih belum bangun juga dari tidurnya,” omel sang ibu dari gadis cantik yang rupanya bernama Claire Margareth.

Membuat sang suami menatap istrinya dengan tatapan lembut dan menenangkan istri tercintanya tersebut. “Mungkin dia kecapekan Ma. Maklum dia baru lulus dan kemarin baru saja uji coba di suatu perusahaan,” ucap suami sekaligus papa Claire yang masih melindungi sang putri meski putrinya sudah menginjak usia untuk pernikahan.

Sementara istrinya masih tidak terima jika anak gadisnya masih telat bangun. “Ya, tetapi sayang, Claire juga harus masuk pagi ini. Dia tidak boleh telat. Karena hari ini adalah hari pertamanya dia bekerja,” ucap istrinya.

“Kalau begitu biar Papa saja membangunkannya,” ucap suaminya segera menaruh tablet miliknya kembali memasukkan ke tas kerjanya. “Ya sudah jika Papa mau membangunkan anak kita,” ucap istrinya sambil menciumi pipi suaminya.

Pria tua yang masih terlihat segar bugar dengan tubuh yang tegap berbalut seragam kepolisiannya. Dia sudah menjabat sebagai kepala kepolisian sektor di Kota Bandung sejak usianya menginjak di umur 30 tahun. Semenjak wali kota diganti membuatnya dia bisa menjabat menjadi kepala di sektor kota Bandung karena kinerja kerjanya yang bagus dan dia direkomendasikan oleh atasannya yang sekarang berpindah tempat di kota lain. Dia menaiki lantai atas di mana tempat kamar putrinya berada. Sesampai di kamar putrinya dia mengetuk pintu kamar putri cantiknya yang semata wayang.

Tok…tok….tok….

Terdengar suara pintu diketuk dari luar membuat Claire terbangun karena makin lama makin terdengar jelas. Claire membuka matanya secara perlahan. Dia mendapati sinar matahari yang masuk di balik tirai jendelanya yan berwarna putih pucat dengan corak bunga-bunga mawar yang bertebaran di seluruh gorden tersebut. Dengan enggan dirinya bangun dari tidurnya dan menyempatkan diri untuk mulet yang sangat imut dan merenggangkan badanya yang masih tidak berdaya agar tubuhnya kembali segar setelah tidur malam yang nyenyak.Sementara sang papa bertanya dari luar apakah putri cantiknya sudah bangun.

“Good morning, princess Papa. Apakah princess Papa sudah bangun?” tanya papanya dari luar. Mendengar suara berat sang ayah yang masih terdengar cukup muda membuat Claire sukses terbangun tanpa muletnya yang kedua. Dirinya lantas membuka pintu kamarnya yang dia kunci agar menjaga orang asing masuk ke dalam kamar dan itu pun atas perintah kedua orang tuanya.

“Halo Papa. Princess Papa sudah bangun,” ucapnya dengan semangat namun dengan gaya masih mengantuk. Gadis cantik itu menjawab sambil mengeluarkan kepalanya dan menatap mimik tua ayahnya dengan malu-malu namun semangat. Melihat gaya anaknya yang sangat imut membuat sang papa hanya bisa tersenyum hangat menatap putri tercintanya dengan penuh kasih.

“Karena sudah bangun, mari turun princess Papa. Mama kamu sudah menunggumu,” ajak papanya kepada Claire. “Baik Papa. Ayo turun jangan biarkan Mama menunggu” ucap Claire sambil menggandeng tangan papanya yang sudah mulai terlihat keriputnya.

Mereka berdua turun dan disambut oleh mama Claire dengan menatap sebal putra semata wayangnya bangun

pada jam setengah delapan pagi. “Selamat pagi Mama. Hehe… maafkan Claire yang telat bangun. Claire capai habis kemarin wisuda dan sempat mampir mendatangi wawancara lamaran kerja,” ucap Claire dengan senyum manisnya yang muncul di wajah imutnya namun tetap manis dan cantik. Senyuman manis yang mampu menghipnotis sang mama membuat mamanya dengan mudah memaafkan sikapnya yang suka bangun molor itu.

“Ya sudah sana cepat makan. Mama maafkan kali ini karena kamu banyak acara juga sehingga membuat kamu kecapean,” ucap mamanya yang akhirnya menyuruh putrinya untuk cepat sarapan agar tidak terlambat masuk di hari kerja pertamanya Claire. “Baiklah Ma. Claire akan makan bersama dengan kalian,” ucap Claire sambil menarik kursi makan dan duduk di samping dengan kedua orang tuanya.

Mereka makan bersama di pagi hari dengan penuh syukur. Mama mengambilkan nasi yang cukup untuk papa dan Claire. Sementara untuk lauk mama membebaskan Claire untuk memilih mengambil lauk pauknya sesuai dengan keinginannya.

Claire mengambil dadar jagung dan pecel. Sementara papa Claire mengambil sayur-sayuran yang sudah diolah oleh mamanya. “Selamat makan Ma, Pa,” ucap Claire dengan sopan kepada kedua orang tuanya sebelum dia menyuapkan sesendok ke mulutnya yang ingin sekali memakan masakan sang mama yang dikenal sangat lezat dengan pipi chubby miliknya yang mengembung karena dia mengunyah masakan lezat mamanya.

“Ya makan yang banyak ya princess Papa.  Biar semangat kerjanya,” ucap papa Claire sambil menatap sayang putri satu-satunya.

“Kamu bisa nambah lagi sayang,” ucap mamanya untuk menyuruh anaknya menambah tenaganya karena putrinya akan pertama kali bekerja di perusahaan yang cukup terkenal.

Dengan senang hati Claire menambah beberapa dadar jagung dan menambah dua kali porsi nasinya.

...****************...

Sementara itu di kediaman keluarga Alvaro.

Alvaro menyempatkan dirinya mampir ke kediaman kedua orang tuanya. Dia disambut oleh kedua orang tuanya karena kemarin menelepon untuk sarapan bersama.

Di ruang makan keluarga Alvaro yang sangat megah dan elegan terdapat pasangan tua yang cukup langgeng dan romantis menunggu kedatangan putra semata wayang yang sudah menginjak usia pernikahan.  Hingga akhirnya Alvaro muncul dengan muka penuh tanya kepada kedua orang tuanya gerangan memanggil dirinya ke kediaman tua. Sebelum bertanya Alvaro segera mendudukkan bokongnya untuk duduk di kursi meja makan.

Setelah duduk, Alvaro membuka mulutnya dan bertanya, ”Ada apa Daddy dan Mommy memanggilku? Bukan untuk sarapan biasa bukan?” tanya Alvaro dengan penuh selidik.

Daddy dan mommy Alvaro langsung saling menoleh satu sama lain. Mereka sudah menebak jika anak mereka akan langsung bertanya. Sang mama menatap wajah tampan putra semata wayangnya dan membicarakan mengenai kedatangan putri semata wayangnya dari keluarga Candra. “Dia sudah pulang, Al. Mommy harap kamu bersikap dengan lembut terhadap dia. Dia sudah bersabar dengan sikapmu itu,” ucap mommynya yang memperingati putranya agar tidak menyesalinya.

Mendengar pernyataan mommynya membuat Alvaro mengerutkan keningnya dan menatap daddy dan mommynya dengan tatapan bingung. “Siapa yang sudah pulang, Mommy?” tanyanya dengan ekspresi bingung. “Haish, anak satu ini. Ya siapa lagi kalau bukan calon tunanganmu, Violin,” ucap daddynya yang tidak sabaran dengan sikap putranya yang ini.

Mendengar kata tunangan dan Violin yang terucap dari mulut kedua orang tuanya membuat Alvaro tidak senang dengan kedua orang tuanya. “Mommy, Daddy. Sudah berapa kali sih kalau Alvaro tidak mencintai gadis yang bernama Violin,” ucap Alvaro dengan nada dingin kepada kedua orang tuanya. “Bohong kamu Al. Kamu dahulu sesayang itu sama Violin. Bahkan yang mencetuskan untuk memiliki dia seutuhnya adalah kamu,”  ucap mommynya dengan nada tidak percayanya terhadap perkataan anaknya tersebut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mengapa orang tua Alvaro sangat tidak percaya dengan perkataan putra semata wayangnya? Di mana tempat Claire bekerja ? Penasaran tidak ?

Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya. Sangkyuu.❤️❤️

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

semangat up 👍

2023-07-19

2

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2 Kediaman Margareth
3 Pergi Kerja
4 Pertama Kali Kerja
5 Di Divisi Desain Interior
6 Kedatangan Violin
7 Permintaan Alvaro
8 Pelaporan Hasil Penyelidikan
9 Mengunjungi Restoran
10 Meja No.30
11 Menikmati Persahabatan
12 Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13 Jeremy VS Alvaro
14 Ditelepon
15 Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16 Tiba Di Kediaman Masing-masing
17 Kediaman Keluarga Jayaputra
18 Flashback
19 Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20 Malam yang Panjang Untuk Mereka
21 Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22 Pengumuman Update
23 Claire Menangis Histeris
24 Violin Memasak Pertama Kalinya
25 Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26 Violine Diusir Dengan Kasar
27 Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28 Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29 Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30 Menggantikan Violin Bersih-bersih
31 Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32 Vio Menelepon Papanya
33 Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34 Rencana Tuan Besar Jayapura
35 Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36 Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37 Hiatus Tiga Hari
38 Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39 Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40 Tuan Besar & Nona Besar Candra
41 Rencana Pembatalan Kontrak
42 Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43 Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44 Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45 Kondisi Claire Makin Parah
46 Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47 Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48 Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49 Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50 Claire Kembali Sadar
51 Rencana Alvaro
52 Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Pulang Kembali Ke Negara Asalku
2
Kediaman Margareth
3
Pergi Kerja
4
Pertama Kali Kerja
5
Di Divisi Desain Interior
6
Kedatangan Violin
7
Permintaan Alvaro
8
Pelaporan Hasil Penyelidikan
9
Mengunjungi Restoran
10
Meja No.30
11
Menikmati Persahabatan
12
Menikmati Makan Malam Bersama Sahabat
13
Jeremy VS Alvaro
14
Ditelepon
15
Sama-sama Mencemaskan Putri Mereka
16
Tiba Di Kediaman Masing-masing
17
Kediaman Keluarga Jayaputra
18
Flashback
19
Gadis Kecil Itu Bukan Dia!
20
Malam yang Panjang Untuk Mereka
21
Pergi Bertemu Dengan Sahabatnya
22
Pengumuman Update
23
Claire Menangis Histeris
24
Violin Memasak Pertama Kalinya
25
Mengantarkan Bekal Untuk Tunangannya
26
Violine Diusir Dengan Kasar
27
Bertemunya Dengan Seorang Gadis
28
Apakah Dia Benar-Benar Rere?
29
Alvaro Tidak Ingin Melepaskan Claire
30
Menggantikan Violin Bersih-bersih
31
Claire Dirawat Oleh Alvaro Dengan Lembut
32
Vio Menelepon Papanya
33
Tuan Besar Candra Menelepon Sahabatnya
34
Rencana Tuan Besar Jayapura
35
Alvaro VS Jeremy (2) : Jeremy Mencemaskan Claire
36
Violin Sudah Sampai di Pusat Perusahaan Ayahnya
37
Hiatus Tiga Hari
38
Merry Christmas 2023 dan Happy New Year 2024
39
Violin Pertama Kali ke Grup Candra
40
Tuan Besar & Nona Besar Candra
41
Rencana Pembatalan Kontrak
42
Violin Turun Mengambil Pesanannya Sendiri
43
Mengecek Kebenaran Mengenai Claire
44
Athur Terkejut dan Alvaro Menemui Dokter Pribadinya
45
Kondisi Claire Makin Parah
46
Alvaro Memeriksa, Adam Menganalis Penyakit Claire
47
Keputusan Alvaro Mengenai Kerja Sama & Pemulihan Ingatan Claire
48
Pemutusan Kerja Sama Rahasia
49
Gerry Lembur Atas Perintah Alvaro
50
Claire Kembali Sadar
51
Rencana Alvaro
52
Alvaro Terus Bertanya Pada Claire
53
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!