Bab 19 Di Rendahkan

"Kenapa gk bilang ke kakak." Ucap Zahra.

"Aku gk mau kakak kefikiran, aku juga pengin belajar dewasa saat mempunyai masalah aku bisa selesaikan sendiri." Ucap Alby.

"Orang yang biasa nya menyelesaikan masalah nya sendiri kadang juga pengin ada yang bantu, tapi kenapa kamu malah pengin menyelesaikan semua nya sendiri?setidak nya kamu bisa cerita ke kakak. Kamu beruntung dek ada yang mau dengerin cerita kamu sedangkan di luar sana banyak orang pengin cerita tapi gk ada yang mau dengerin. "Ucap Zahra.

Alby dan kedua teman nya diam mereka takut saat Zahra marah. "Kita bicarakan lagi nanti."

Zahra pergi ke kamar dia kesal karena Alby tidak memberi tau dia walaupun alasan Alby baik tapi dia tidak suka Alby menyembunyikan masalah nya.

Malam nya Alby dan kedua teman nya menceritakan semua nya ke Zahra mereka sedang berada di taman belakang rumah. "Jadi gitu kak cerita nya."

Zahra mengangguk dia faham mengapa Alesa memutuskan untuk tidak ingin bertemu dengan Alby. "Kalau menurut kakak Alesa tidak salah, kamu tau sendiri gimana kehidupan Alesa pasti berat di saat sedang menjalani hidup dengan penuh perjuangan tapi harus di ganggu sama penggemar kamu."

"Terus aku harus bagaimana?"

"Kamu urus dulu urusan kamu sama Karin nanti kalau semua nya udah membaik pasti Alesa dan kamu bisa seperti dulu lagi."

"Menurutku Alesa egois kak."

"Memang benar keputusan Alesa terkesan egois, tapi kamu bisa bilang seperti itu karena tidak merasakan jadi dia."

Alby kagum dengan Zahra entah kenapa setiap dia mempunyai masalah atau pertanyaan kakak nya selalu bisa menasehati dan memberikan arahan yang baik ke Alby.

Sudah satu bulan Alesa dan Alby tidak bertemu sebenar nya Alby selalu datang ke cafe tapi Alesa tidak tau, sebelum berangkat kerja Alesa ke minimarket tiba tiba ada perempuan berdiri di depan Alesa.

"Kamu belum jauhi kak Alby?" Ucap Karin.

Alesa malas bertemu Karin entah sudah berapa kali Karin selalu menanyakan hal yang sama. "Kamu gk bosen apa nanyain aku terus dengan pertanyaan yang sama."

Mendengar jawaban Alesa membuat Karin marah. "Apa sih yang di sukai kak Alby dari kamu?apa coba yang bisa di banggain dari kamu?"

"Kamu tau apa tentang aku sampai bisa ngomong seolah olah kamu tau semua nya." Alesa mulai kesal selama ini dia sabar tapi Karin terus menganggu dia.

Alesa tidak mau membuang tenaga untuk melayani Karin dia pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya dan keluar dari minimerket.

Saat sampai di cafe Haikal melihat Alesa tidak seperti biasa nya. "Kamu kenapa?"

"Haikal kalau ada yang merendahkan kamu, apa yang kamu lakukan?"

Haikal berfikir sejenak dia heran tumben Alesa menanyakan hal seperti ini. "Maksud kamu merendahkan karena kita gk seperti mereka yang serba ada."

"Iya."

"Menurut aku saat kita di rendahin kita buktikan saja kalau kita bisa lebih baik dari dia, lagian untuk apa menjelaskan tentang diri kita ke orang lain kalau ujung ujung nya mereka tidak peduli.

Setelah makan siang Pak Manajer menghampiri Alesa dan Haikal. "Alesa tempat biasa kita membeli kopi tadi nelfon kamu sama Haikal di minta untuk datang kesana, kata nya di sana lagi di adakan kursus Barista."

"Terus kita ngapain Pak kesana?"

"Kalian di minta untuk mengajari mereka."

Di perjalanan mereka berdua tidak ada yang berbicara ini pertama kali mereka mengajari orang lain membuat kopi, saat akan sampai di persimpangan Haikal mengerem mendadak karena ada mobil di depan mereka tiba tiba berbelok.

"Hampir aja." Ucap Haikal. Mereka berdua masih kaget tapi pemilik mobil di depan turun dan menghampiri mereka berdua.

Pemilik mobil di depan mereka mengetuk kaca mobil menyuruh Alesa dan Haikal keluar, saat Alesa keluar dari mobil dia kaget ternyata Karin.

"Kamu." Ucap Alesa.

"Jadi yang mau nabrak mobil aku itu kamu." Pada hal Karin salah tapi dia menyalahkan Alesa dan Haikal.

"Bukan nya kamu tiba tiba belok untung kita masih bisa ngerem." Ucap Haikal.

Karin tidak terima di salahkan walaupun dia tau dia salah. "Kenapa sih aku ketemu kamu terus."

"Perempuan aneh." Mereka berdua memilih masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan dari pada berdebat dengan Karin.

Sesampai nya di tempat menjual kopi Alesa dan Haikal di sambut Pak Refal pemilik tempat menjual kopi. "Kalian udah datang, maaf menganggu kalian yang lagi kerja."

"Tidak pa pa Pak."

Melihat banyak yang ingin belajar membuat Alesa dan Haikal senang.

"Baika lah hari ini mereka berdua akan mengajari kalian semua." Ucap Pak Refal.

"Hallo semua perkenalkan nama saya Alesa dan ini teman saya Haikal."

"Hallo kakak." Sapa peserta yang mengikuti kursus.

Belajar di mulai tapi ada salah satu peserta yang menarik perhatian Alesa peserta perempuan terlihat gerogi bahkan beberapa kali melakukan kesalahan, melihat lebih dekat ternyata peserta tadi Karin pantas saja dia gerogi karena Alesa yang mengajari mereka.

"Bukan seperti itu cara nya, biar saya kasih contoh." Alesa mengambil gelas yang Karin pakai dan memberi contoh yang benar, Karin takut Alesa akan memarahi nya tapi ternyata Alesa baik ke dia.

Dua jam berlalu kegiatan Kursus Barista sudah selesai Pak Refal menyuruh peserta Kursus untuk meminum kopi buatan mereka sendiri. "Bagaimana kalian sudah merasakan kopi buatan kalian, saya harap kalian bisa membuat kopi yang enak."

Sebelum pulang peserta kursus di beri kopi buatan Alesa dan Haikal. Karin meminum kopi buatan Alesa dia kaget rasa nya enak semua nya pas tidak seperti kopi buatan dia, menginggat kebaikan Alesa membuat Karin sadar kesalahan nya.

Saat melihat Alesa berjalan ke arah parkiran Karin menghampiri nya. "Kak Alesa aku mau ngomong sebentar."

Alesa malas berbicara dengan Karin tapi seperti nya Karin ingin bicara serius. "Ada apa?"

"Aku minta maaf ya kak udah jahat ke kakak aku sadar ternyata kakak lebih baik dari aku, kakak bisa mandiri di usia muda sedangkan aku malah sibuk ganggu kakak maaf udah merendahkan kakak."

"Asal jangan kamu ulangi lagi."

"Iya kak, sekarang aku gk akan ganggu kakak lagi kalau kakak dekat sama kak Alby."

Alesa hanya mengangguk dia faham apa maksud Karin. Setelah Karin pergi Haikal faham siapa yang Alesa maksud saat di cafe.

"Jadi dia orang yang udah merendahkan kamu karena tidak seperti dia." Ucap Haikal.

"Benar dia selalu membanggakan diri nya, tapi ya sudah lah dia juga sudah sadar sama kesalahan nya." Ucap Alesa.

Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!