"Kenapa gk bilang ke kakak." Ucap Zahra.
"Aku gk mau kakak kefikiran, aku juga pengin belajar dewasa saat mempunyai masalah aku bisa selesaikan sendiri." Ucap Alby.
"Orang yang biasa nya menyelesaikan masalah nya sendiri kadang juga pengin ada yang bantu, tapi kenapa kamu malah pengin menyelesaikan semua nya sendiri?setidak nya kamu bisa cerita ke kakak. Kamu beruntung dek ada yang mau dengerin cerita kamu sedangkan di luar sana banyak orang pengin cerita tapi gk ada yang mau dengerin. "Ucap Zahra.
Alby dan kedua teman nya diam mereka takut saat Zahra marah. "Kita bicarakan lagi nanti."
Zahra pergi ke kamar dia kesal karena Alby tidak memberi tau dia walaupun alasan Alby baik tapi dia tidak suka Alby menyembunyikan masalah nya.
Malam nya Alby dan kedua teman nya menceritakan semua nya ke Zahra mereka sedang berada di taman belakang rumah. "Jadi gitu kak cerita nya."
Zahra mengangguk dia faham mengapa Alesa memutuskan untuk tidak ingin bertemu dengan Alby. "Kalau menurut kakak Alesa tidak salah, kamu tau sendiri gimana kehidupan Alesa pasti berat di saat sedang menjalani hidup dengan penuh perjuangan tapi harus di ganggu sama penggemar kamu."
"Terus aku harus bagaimana?"
"Kamu urus dulu urusan kamu sama Karin nanti kalau semua nya udah membaik pasti Alesa dan kamu bisa seperti dulu lagi."
"Menurutku Alesa egois kak."
"Memang benar keputusan Alesa terkesan egois, tapi kamu bisa bilang seperti itu karena tidak merasakan jadi dia."
Alby kagum dengan Zahra entah kenapa setiap dia mempunyai masalah atau pertanyaan kakak nya selalu bisa menasehati dan memberikan arahan yang baik ke Alby.
Sudah satu bulan Alesa dan Alby tidak bertemu sebenar nya Alby selalu datang ke cafe tapi Alesa tidak tau, sebelum berangkat kerja Alesa ke minimarket tiba tiba ada perempuan berdiri di depan Alesa.
"Kamu belum jauhi kak Alby?" Ucap Karin.
Alesa malas bertemu Karin entah sudah berapa kali Karin selalu menanyakan hal yang sama. "Kamu gk bosen apa nanyain aku terus dengan pertanyaan yang sama."
Mendengar jawaban Alesa membuat Karin marah. "Apa sih yang di sukai kak Alby dari kamu?apa coba yang bisa di banggain dari kamu?"
"Kamu tau apa tentang aku sampai bisa ngomong seolah olah kamu tau semua nya." Alesa mulai kesal selama ini dia sabar tapi Karin terus menganggu dia.
Alesa tidak mau membuang tenaga untuk melayani Karin dia pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya dan keluar dari minimerket.
Saat sampai di cafe Haikal melihat Alesa tidak seperti biasa nya. "Kamu kenapa?"
"Haikal kalau ada yang merendahkan kamu, apa yang kamu lakukan?"
Haikal berfikir sejenak dia heran tumben Alesa menanyakan hal seperti ini. "Maksud kamu merendahkan karena kita gk seperti mereka yang serba ada."
"Iya."
"Menurut aku saat kita di rendahin kita buktikan saja kalau kita bisa lebih baik dari dia, lagian untuk apa menjelaskan tentang diri kita ke orang lain kalau ujung ujung nya mereka tidak peduli.
Setelah makan siang Pak Manajer menghampiri Alesa dan Haikal. "Alesa tempat biasa kita membeli kopi tadi nelfon kamu sama Haikal di minta untuk datang kesana, kata nya di sana lagi di adakan kursus Barista."
"Terus kita ngapain Pak kesana?"
"Kalian di minta untuk mengajari mereka."
Di perjalanan mereka berdua tidak ada yang berbicara ini pertama kali mereka mengajari orang lain membuat kopi, saat akan sampai di persimpangan Haikal mengerem mendadak karena ada mobil di depan mereka tiba tiba berbelok.
"Hampir aja." Ucap Haikal. Mereka berdua masih kaget tapi pemilik mobil di depan turun dan menghampiri mereka berdua.
Pemilik mobil di depan mereka mengetuk kaca mobil menyuruh Alesa dan Haikal keluar, saat Alesa keluar dari mobil dia kaget ternyata Karin.
"Kamu." Ucap Alesa.
"Jadi yang mau nabrak mobil aku itu kamu." Pada hal Karin salah tapi dia menyalahkan Alesa dan Haikal.
"Bukan nya kamu tiba tiba belok untung kita masih bisa ngerem." Ucap Haikal.
Karin tidak terima di salahkan walaupun dia tau dia salah. "Kenapa sih aku ketemu kamu terus."
"Perempuan aneh." Mereka berdua memilih masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan dari pada berdebat dengan Karin.
Sesampai nya di tempat menjual kopi Alesa dan Haikal di sambut Pak Refal pemilik tempat menjual kopi. "Kalian udah datang, maaf menganggu kalian yang lagi kerja."
"Tidak pa pa Pak."
Melihat banyak yang ingin belajar membuat Alesa dan Haikal senang.
"Baika lah hari ini mereka berdua akan mengajari kalian semua." Ucap Pak Refal.
"Hallo semua perkenalkan nama saya Alesa dan ini teman saya Haikal."
"Hallo kakak." Sapa peserta yang mengikuti kursus.
Belajar di mulai tapi ada salah satu peserta yang menarik perhatian Alesa peserta perempuan terlihat gerogi bahkan beberapa kali melakukan kesalahan, melihat lebih dekat ternyata peserta tadi Karin pantas saja dia gerogi karena Alesa yang mengajari mereka.
"Bukan seperti itu cara nya, biar saya kasih contoh." Alesa mengambil gelas yang Karin pakai dan memberi contoh yang benar, Karin takut Alesa akan memarahi nya tapi ternyata Alesa baik ke dia.
Dua jam berlalu kegiatan Kursus Barista sudah selesai Pak Refal menyuruh peserta Kursus untuk meminum kopi buatan mereka sendiri. "Bagaimana kalian sudah merasakan kopi buatan kalian, saya harap kalian bisa membuat kopi yang enak."
Sebelum pulang peserta kursus di beri kopi buatan Alesa dan Haikal. Karin meminum kopi buatan Alesa dia kaget rasa nya enak semua nya pas tidak seperti kopi buatan dia, menginggat kebaikan Alesa membuat Karin sadar kesalahan nya.
Saat melihat Alesa berjalan ke arah parkiran Karin menghampiri nya. "Kak Alesa aku mau ngomong sebentar."
Alesa malas berbicara dengan Karin tapi seperti nya Karin ingin bicara serius. "Ada apa?"
"Aku minta maaf ya kak udah jahat ke kakak aku sadar ternyata kakak lebih baik dari aku, kakak bisa mandiri di usia muda sedangkan aku malah sibuk ganggu kakak maaf udah merendahkan kakak."
"Asal jangan kamu ulangi lagi."
"Iya kak, sekarang aku gk akan ganggu kakak lagi kalau kakak dekat sama kak Alby."
Alesa hanya mengangguk dia faham apa maksud Karin. Setelah Karin pergi Haikal faham siapa yang Alesa maksud saat di cafe.
"Jadi dia orang yang udah merendahkan kamu karena tidak seperti dia." Ucap Haikal.
"Benar dia selalu membanggakan diri nya, tapi ya sudah lah dia juga sudah sadar sama kesalahan nya." Ucap Alesa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments