"Aku besok ada pertandingan basket kamu bisa gk datang."
Alesa bingung menjawab apa?tapi jika Alesa tidak mau Alby akan kecewa. "Jam berapa?"
"tiga sore." Ucap Alby dia berharap Alesa datang.
"Aku gk tau bisa datang apa gk, kamu tau kan aku kerja." Ucap Alesa.
Alby tidak menjawab dia tidak ingin memaksa Alesa.
Saat bekerja Alesa terus memikirkan Alby menjadi orang yang selalu mengutamakan perasaan orang lain tidak lah mudah Alesa takut Alby marah, karena tidak fokus Alesa tidak tau ada Haikal berdiri di sebelah nya.
"Alesa kok ngelamun." Ucap Haikal.
"Haikal."
Haikal tertawa melihat ekspresi wajah Alesa. "Kamu tenang aja hari ini aku masuk kerja kok."
Alesa merasa lega karena Haikal masuk dia kira akan bekerja sendiri seperti kemarin. "Syukurlah."
Entah kenapa Alby merasa kecewa saat tau Alesa tidak bisa datang ke pertandingan basket, tapi Alby sadar dia tidak bisa memaksa Alesa karena bagaimanapun dia tau Alesa pasti lelah. Duduk di kantin Alby menjadi pusat perhatian, banyak perempuan yang mendekati Alby tapi Alby tidak menanggapi nya, hanya Alesa perempuan yang bisa membuat Alby dari yang awal nya pemarah menjadi sabar.
Hamdan duduk di samping Alby dia melihat teman nya tetap makan dengan santai pada hal dia menjadi pusat perhatian. "Gimana rasa nya jadi orang keren?" Tanya Hamdan.
Alby malu mendengar pertanyaan dari Hamdan. "Apa sih."
Alby dan Hamdan melanjutkan makan tiba tiba ada perempuan duduk di depan Alby. "Hay Alby." Sapa perempuan yang Alby sendiri tidak kenal.
Alby hanya mengangguk hal seperti ini sudah biasa karena lelah menjadi pusat perhatian Alby pergi dari kantin. "Aku pergi dulu ya." Ucap Alby.
"Lah kok pergi." Perempuan yang baru duduk tidak terima karena Alby pergi.
Pertandingan basket di mulai Faiz melempar bola ke arah Alby permainan tim lawan cukup baik, saat mendapatkan peluang Alby mendekati ring lawan dan berhasil memasukkan bola skor untuk tim Alby. Penonton memberi semangat untuk kedua tim Alby melihat ke arah penonton dia berharap Alesa bisa datang, karena kakak Alby mengambil cuti dia datang untuk menyemangati Alby.
"Kerja bagus semangat teman teman." Alby memberi semangat untuk teman teman nya.
Alesa memutuskan untuk menonton pertandingan basket dia merasa tidak enak jika tidak datang, lagi lagi Alesa mengutamakan perasaan orang lain pada hal dia baru selesai bekerja. Hampir dua puluh menit Alesa menempuh perjalanan bersama abang ojek langganan dia.
"Jauh banget mbak, ongkos nya jadi nambah." Ucap abang ojek.
Karena sudah seperti teman tidak ada rasa canggung diantara Alesa dan abang ojek. "Gk pa pa, abang jadi nambah penghasilan nya." Ucap Alesa dia memang sering bercanda dengan abang ojek.
"Ini bang ongkos nya, makasih banyak ya." Alesa masuk sebelum pertandingan selesai.
Di lapangan Alesa mencari tempat duduk dia merasa bersyukur karena masih ada tempat duduk yang kosong dia duduk di sebelah kakak Alby. Alesa tidak tau bangku yang kosong memang untuk Alesa karena Alby berharap Alesa bisa datang.
Zahra memperhatikan perempuan yang duduk di sebelah nya. "Maaf seperti nya kita pernah bertemu."
"Ibu Dokter." Ucap Alesa.
"Gimana keadaan tangan kamu?udah lebih baik."
Alesa tersenyum dia senang bisa bertemu Doker Zahra. "Alhamdulillah udah lebih baik Dokter. Dokter kesini lihat Alby main ya."
"Iya."
Mereka berdua kembali fokus menonton Alesa datang saat pertandingan hampir selesai, lemparan Alby dari jarak jauh berhasil masuk dan menambah skor untuk tim nya pertandingan berakhir dengan kemenangan tim Alby mereka saling berpelukan untuk merayakan kemenangan, saat Alby melihat ke arah penonton dia kaget ternyata Alesa datang hal itu membuat Alby tersenyum dia melambaikan tangan ke arah Alesa dan kakak nya.
"Ini pasti karena ada kamu Alesa coba kamu lihat Alby." Ucap Zahra.
Alesa melihat Alby melambaikan tangan ke arah merek. "Emang biasa nya dia gk kaya gini kak?"
"Dia itu anak nya pemarah tapi semenjak kenal kamu dia berubah jadi penyabar."
Alby menghampiri Zahra dan Alesa di parkiran. "Aku kira kamu gk datang Alesa." Ucap Alby dengan tersenyum.
Alesa tersenyum ke arah Alby. "Selamat ya kamu hebat."
"Gimana untuk merayakan kemenangan Alby kita makan malam biar saya yang tlaktir." Ucap Zahra.
Mereka setuju Zahra jarang mempunyai waktu luang ini kesempatan mereka untuk bisa menghabiskan waktu bersama, sebelum makan mereka berhenti di Masjid untuk Sholat. Setelah Sholat mereka pergi ke restoran untuk makan malam, di restoran Alesa bingung dengan makanan yang di pesan dia belum pernah makan di restoran mewah.
"Kenapa cuma di lihatin makanan nya, ayok makan." Ucap Zahra.
"Kamu belum pernah makan makanan kaya gini ya Alesa?" Tanya Alby. Alesa mengangguk jujur saja dia bingung bagaimana cara makan nya.
Alby memotong daging steak milik nya dia memberikan nya ke Alesa. "Ini kamu makan."
Alesa belum pernah medapatkan perhatian seperti ini, dia merasa bahagia ada orang yang baik dengan nya. Hari sudah malam Alby dan Zahra mengantar Alesa pulang di perjalanan Alesa merasa mual dia berusaha untuk menahan nya agar tidak muntah. Posisi duduk mereka Alby dan Alesa duduk di depan Zahra di belakang. Alby yang awal nya fokus menyetir memperhatikan Alesa.
"Kamu kenapa Alesa?" Tanya Alby. Zahra menyuruh Alby berhenti.
"Muka kamu pucat kamu mual?" Tanya Zahra.
"Iya." Ucap Alesa.
"Kita ke rumah sakit Alesa harus segera mendapat penanganan." Ucap Zahra.
Alby menjalankan mobil nya dia berharap Alesa baik baik saja. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit mereka sampai di rumah sakit Alesa di bawa masuk ke ugd.
Dokter keluar setelah memeriksa Alesa. "Dokter Zahra bukan nya lagi cuti kenapa ada di sini?" Dokter yang bekerja di bagian ugd kaget melihat Zahra.
"Pasien tadi teman saya, bagaimana keadaan nya?"
"Pasien kelelahan kondisi lambung nya juga tidak baik, pasien sudah di berikan obat lebih baik pasien di rawat." Ucap Pak Dokter.
Alesa di pindahkan ke ruang rawat Alby merasa bersalah dia tau Alesa lelah tapi dia menyuruh Alesa untuk datang menonton pertandingan basket, melihat Alesa tidur dia bisa melihat wajah lelah Alesa.
Zahra baru keluar dari toilet dia menghampiri Alby. "Pertanyaan kamu kemarin tentang Alesa?"
"Iya kak, kakak lihat kan tadi dia tetap datang pada hal kelelahan."
"Sebelum membuat orang lain bahagia, lebih baik buat diri kita bahagia dulu mungkin terdengar egois, tapi tidak pa pa utamakan bahagiamu dulu sebelum membuat orang lain bahagia." Ucap Zahra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dark Dynamix
Good job thor, teruslah menulis dan jangan pernah berhenti! ❤️
2023-07-20
1