Di perpustakaan Alby dan Faiz mencari buku yang akan mereka gunakan untuk mengerjakan tugas, setelah mendapatkan buku yang mereka cari mereka berdua mengerjakan tugas dengan tenang. Hamdan datang ke perpustakaan mengajak Alby dan Faiz ke cafe.
"Kalian udah selesai belum." Tanya Hamdan.
"Sebentar lagi." Ucap Alby.
Hamdan duduk di sebelah Faiz kuliah mereka hari ini sudah selesai. "Ke cafe yok aku bosan di kampus."
Suara Hamdan menarik perhatian mahasiswa lain yang berada di perpustakaan. "Pelan pelan kalau ngomong." Ucap Alby.
Hamdan meminta maaf karena sudah menganggu ketenangan mahasiswa yang berada di perpustakaan.
Lima belas menit menunggu akhir nya Alby dan Faiz selesai mengerjakan tugas, mereka bertiga keluar dari perpustakaan dan akan pergi ke cafe. Sesampai nya di cafe mereka memesan kopi kuliah hari ini membuat mereka pusing.
"Maaf kak Barista kita lagi Sholat tolong tunggu sebentar ya." Ucap Airin.
Alby tau Alesa bekerja sendiri karena Haikal masih sakit, sebelum kedua teman nya protes Alby berbicara lebih dulu. "Iya tidak pa pa."
Karena sudah mulai sore cafe mulai ramai saat tau Alesa masih bekerja Alby heran karena setau dia Alesa bekerja sampai jam tiga dan sekarang sudah jam empat. Pesanan datang mereka meminum kopi Faiz baru pertama kali datang ke cafe saat dia meminum kopi dia langsung menyukai rasa kopi nya.
"Ini enak banget hebat Barista nya bisa bikin kopi seenak ini." Ucap Faiz.
"Kamu tau gk?kalau Alby kenal sama Barista di sini." Ucap Hamdan.
"Benar Alby."
Alby hanya mengangguk dia senang saat teman teman nya menyukai kopi buatan Alesa.
"Tapi menurut ku Barista seperti menyampaikan perasaan dia lewat kopi." Ucap Faiz.
Sudah jam lima sore Alesa keluar dari cafe dia melihat Alby dan kedua teman nya berada di parkiran Alby yang melihat dia langsung menghampiri Alesa.
"Ikut aku yok aku sama teman teman aku mau main basket, tapi kalau kamu gk capek." Ucap Alby.
Alesa berfikir tidak ada salah nya ikut, lagian dia tidak ada kegiatan di kos. "Ya udah ayok."
Mereka berempat naik mobil Alby menuju lapangan basket yang biasa Alesa lewati saat pulang kerja jika sedang jalan kaki. Sampai di lapangan Hamdan dan Faiz bermain basket sedangkan Alby mengajari Alesa bermain basket.
Alby mengajari Alesa Dribbling dan cara melempar bola ke ring, saat Alesa Dribbling bola dan akan memasukkan ke ring Alby dengan mudah mengambil bola dari Alesa. Hal itu membuat Alesa kesal dia duduk di kursi tidak menghiraukan Alby memanggil nya.
Hamdan dan Faiz menghampiri Alby. "Kok Alesa marah." Tanya Hamdan.
Alby menjelaskan semua nya hal itu membuat Hamdan kesal, harus nya Alby mengalah bukan malah pamer kemampuan nya. "Kenapa kamu gk mau ngalah aja, ribet ini urusan nya nanti kalau perempuan lagi marah."
Alby menggaruk kepala nya yang tidak gatal dia bingung. "Terus gimana?"
Mereka bertiga memperhatikan Alesa yang masih marah dia duduk sambil menatap Alby dan kedua teman nya dengan tatapam tajam.
"Tatapan nya bikin takut." Ucap Hamdan.
Alby akhir nya menghampiri Alesa untuk meminta maaf. "Alesa jangan marah ya nanti aku beliin kamu es cream."
Melihat cara Alby meminta maaf Alesa semakin kesal begitu juga kedua teman nya. "Kamu fikir aku anak kecil."
Alby semakin bingung harus bagaimana?karena Alesa masih marah akhir nya Faiz mencoba untuk membujuk Alesa. "Alesa jangan marah lagi ya, kalau Alby salah lempar aja sama bola basket."
Alesa tertawa mendengar perkataan Faiz. "Kamu benar."
Malam nya Alby mengantar kedua teman nya di perjalan dia masih memikirkan kenapa Faiz bisa dengan mudah membujuk Alesa. "Faiz kok kamu bisa mudah banget tadi."
"Kalian gk tau ya?kalau perempuan lagi marah sama seseorang kita juga harus ikut marah, nanti kalau dia udah tenang baru kita nasehati." Ucap Faiz.
"Apa aku harus minta maaf lagi?"
"Kalau mau ya gk pa pa."
Alesa baru sampai kos saat menginggat dia marah ke Alby membuat Alesa tau bagaimana rasa nya marah ke orang lain, selama ini dia selalu berusaha menjaga perasaan orang lain tapi orang lain banyak yang seenak nya ke dia. Hari sudah malam selesai Sholat Isha dia mendapat pesan dari Alby yang menyuruh dia datang ke taman melupakan rasa marah nya dia pergi ke taman.
"Alesa." Panggil Alby.
Alesa menghampiri Alby ada banyak coklat di samping Alby. "Itu apa?"
"Ini semua buat kamu, maafin aku ya." Ucap Alby.
Alesa tersenyum melihat usaha Alby untuk meminta maaf. "Aku udah maafin kamu, baru pertama kali ada yang meminta maaf ke aku sampai kayak gini."
Mendengar jawaban Alesa membuat Alby merasa sedih apa lagi sekarang dia menyukai Alesa.
Alesa melihat ada empat kardus berisi coklat. "Alby ini banyak banget aku gk bisa habisin nya."
Alby memperhatikan di sekitar taman banyak anak kecil yang datang ke taman. "kita bagikan aja ke anak kecil yang di taman."
Alesa setuju dengan Alby mereka membagikan coklat ke anak anak yang ada di taman, melihat anak anak kecil terlihat bahagia menerima coklat mereka ikut senang.
"Kamu lihat mereka senang." Ucap Alby.
"Hm senyum yang paling tulus memang senyum anak kecil, mereka tidak menyembunyikan apa pun dari senyum nya tidak seperti orang dewasa." Ucap Alesa dan diangguki Alby.
Karena masih ada satu kotak lagi mereka memutuskan untuk makan bersama menikmati suasana taman yang indah. Alby menghentikan langkah nya mereka berdua akan membeli minum dia melihat mobil kakak nya berhenti di taman.
"Ada apa?" Tanya Alesa.
"Itu kayak mobil kakak ku."
Saat sedang memperhatikan tiba tiba hanphone Alby mendapat pesan dari Zahra mobil nya mogok. "Ternyata benar itu kakak ku."
Alesa dan Alby menghampiri Zahra. "Kak Zahra." Panggil Alby.
"Kalian di sini syukur lah dek bantuin kakak." Ucap Zahra.
Alby mengecek mobil Zahra tapi dia tidak paham mesin dia bingung. "Kak aku gk paham sama urusan mesin, gimana kalau kita telfon orang bengkel."
"Iya udah gk pa pa."
Setelah mobil Zahra di bawa orang bengkel Alby pulang bersama Zahra. Sebenar nya dia masih ingin bersama Alesa tapi dia tau kakak nya lelah.
"Aku sama kakakku pulang dulu ya, kamu mau sekalian aku antar."
"Gk usah aku jalan aja lagian dekat, ini coklat nya gk kamu bawa?"
"Gk usah buat kamu aja, coklat yang manis untuk perempuan manis." Ucap Alby membuat Alesa salah tingkah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments