Bab 14 Coklat Untuk Alesa

Di perpustakaan Alby dan Faiz mencari buku yang akan mereka gunakan untuk mengerjakan tugas, setelah mendapatkan buku yang mereka cari mereka berdua mengerjakan tugas dengan tenang. Hamdan datang ke perpustakaan mengajak Alby dan Faiz ke cafe.

"Kalian udah selesai belum." Tanya Hamdan.

"Sebentar lagi." Ucap Alby.

Hamdan duduk di sebelah Faiz kuliah mereka hari ini sudah selesai. "Ke cafe yok aku bosan di kampus."

Suara Hamdan menarik perhatian mahasiswa lain yang berada di perpustakaan. "Pelan pelan kalau ngomong." Ucap Alby.

Hamdan meminta maaf karena sudah menganggu ketenangan mahasiswa yang berada di perpustakaan.

Lima belas menit menunggu akhir nya Alby dan Faiz selesai mengerjakan tugas, mereka bertiga keluar dari perpustakaan dan akan pergi ke cafe. Sesampai nya di cafe mereka memesan kopi kuliah hari ini membuat mereka pusing.

"Maaf kak Barista kita lagi Sholat tolong tunggu sebentar ya." Ucap Airin.

Alby tau Alesa bekerja sendiri karena Haikal masih sakit, sebelum kedua teman nya protes Alby berbicara lebih dulu. "Iya tidak pa pa."

Karena sudah mulai sore cafe mulai ramai saat tau Alesa masih bekerja Alby heran karena setau dia Alesa bekerja sampai jam tiga dan sekarang sudah jam empat. Pesanan datang mereka meminum kopi Faiz baru pertama kali datang ke cafe saat dia meminum kopi dia langsung menyukai rasa kopi nya.

"Ini enak banget hebat Barista nya bisa bikin kopi seenak ini." Ucap Faiz.

"Kamu tau gk?kalau Alby kenal sama Barista di sini." Ucap Hamdan.

"Benar Alby."

Alby hanya mengangguk dia senang saat teman teman nya menyukai kopi buatan Alesa.

"Tapi menurut ku Barista seperti menyampaikan perasaan dia lewat kopi." Ucap Faiz.

Sudah jam lima sore Alesa keluar dari cafe dia melihat Alby dan kedua teman nya berada di parkiran Alby yang melihat dia langsung menghampiri Alesa.

"Ikut aku yok aku sama teman teman aku mau main basket, tapi kalau kamu gk capek." Ucap Alby.

Alesa berfikir tidak ada salah nya ikut, lagian dia tidak ada kegiatan di kos. "Ya udah ayok."

Mereka berempat naik mobil Alby menuju lapangan basket yang biasa Alesa lewati saat pulang kerja jika sedang jalan kaki. Sampai di lapangan Hamdan dan Faiz bermain basket sedangkan Alby mengajari Alesa bermain basket.

Alby mengajari Alesa Dribbling dan cara melempar bola ke ring, saat Alesa Dribbling bola dan akan memasukkan ke ring Alby dengan mudah mengambil bola dari Alesa. Hal itu membuat Alesa kesal dia duduk di kursi tidak menghiraukan Alby memanggil nya.

Hamdan dan Faiz menghampiri Alby. "Kok Alesa marah." Tanya Hamdan.

Alby menjelaskan semua nya hal itu membuat Hamdan kesal, harus nya Alby mengalah bukan malah pamer kemampuan nya. "Kenapa kamu gk mau ngalah aja, ribet ini urusan nya nanti kalau perempuan lagi marah."

Alby menggaruk kepala nya yang tidak gatal dia bingung. "Terus gimana?"

Mereka bertiga memperhatikan Alesa yang masih marah dia duduk sambil menatap Alby dan kedua teman nya dengan tatapam tajam.

"Tatapan nya bikin takut." Ucap Hamdan.

Alby akhir nya menghampiri Alesa untuk meminta maaf. "Alesa jangan marah ya nanti aku beliin kamu es cream."

Melihat cara Alby meminta maaf Alesa semakin kesal begitu juga kedua teman nya. "Kamu fikir aku anak kecil."

Alby semakin bingung harus bagaimana?karena Alesa masih marah akhir nya Faiz mencoba untuk membujuk Alesa. "Alesa jangan marah lagi ya, kalau Alby salah lempar aja sama bola basket."

Alesa tertawa mendengar perkataan Faiz. "Kamu benar."

Malam nya Alby mengantar kedua teman nya di perjalan dia masih memikirkan kenapa Faiz bisa dengan mudah membujuk Alesa. "Faiz kok kamu bisa mudah banget tadi."

"Kalian gk tau ya?kalau perempuan lagi marah sama seseorang kita juga harus ikut marah, nanti kalau dia udah tenang baru kita nasehati." Ucap Faiz.

"Apa aku harus minta maaf lagi?"

"Kalau mau ya gk pa pa."

Alesa baru sampai kos saat menginggat dia marah ke Alby membuat Alesa tau bagaimana rasa nya marah ke orang lain, selama ini dia selalu berusaha menjaga perasaan orang lain tapi orang lain banyak yang seenak nya ke dia. Hari sudah malam selesai Sholat Isha dia mendapat pesan dari Alby yang menyuruh dia datang ke taman melupakan rasa marah nya dia pergi ke taman.

"Alesa." Panggil Alby.

Alesa menghampiri Alby ada banyak coklat di samping Alby. "Itu apa?"

"Ini semua buat kamu, maafin aku ya." Ucap Alby.

Alesa tersenyum melihat usaha Alby untuk meminta maaf. "Aku udah maafin kamu, baru pertama kali ada yang meminta maaf ke aku sampai kayak gini."

Mendengar jawaban Alesa membuat Alby merasa sedih apa lagi sekarang dia menyukai Alesa.

Alesa melihat ada empat kardus berisi coklat. "Alby ini banyak banget aku gk bisa habisin nya."

Alby memperhatikan di sekitar taman banyak anak kecil yang datang ke taman. "kita bagikan aja ke anak kecil yang di taman."

Alesa setuju dengan Alby mereka membagikan coklat ke anak anak yang ada di taman, melihat anak anak kecil terlihat bahagia menerima coklat mereka ikut senang.

"Kamu lihat mereka senang." Ucap Alby.

"Hm senyum yang paling tulus memang senyum anak kecil, mereka tidak menyembunyikan apa pun dari senyum nya tidak seperti orang dewasa." Ucap Alesa dan diangguki Alby.

Karena masih ada satu kotak lagi mereka memutuskan untuk makan bersama menikmati suasana taman yang indah. Alby menghentikan langkah nya mereka berdua akan membeli minum dia melihat mobil kakak nya berhenti di taman.

"Ada apa?" Tanya Alesa.

"Itu kayak mobil kakak ku."

Saat sedang memperhatikan tiba tiba hanphone Alby mendapat pesan dari Zahra mobil nya mogok. "Ternyata benar itu kakak ku."

Alesa dan Alby menghampiri Zahra. "Kak Zahra." Panggil Alby.

"Kalian di sini syukur lah dek bantuin kakak." Ucap Zahra.

Alby mengecek mobil Zahra tapi dia tidak paham mesin dia bingung. "Kak aku gk paham sama urusan mesin, gimana kalau kita telfon orang bengkel."

"Iya udah gk pa pa."

Setelah mobil Zahra di bawa orang bengkel Alby pulang bersama Zahra. Sebenar nya dia masih ingin bersama Alesa tapi dia tau kakak nya lelah.

"Aku sama kakakku pulang dulu ya, kamu mau sekalian aku antar."

"Gk usah aku jalan aja lagian dekat, ini coklat nya gk kamu bawa?"

"Gk usah buat kamu aja, coklat yang manis untuk perempuan manis." Ucap Alby membuat Alesa salah tingkah.

Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!