Episode 9 Makan Sambil Menangis

Dokter datang untuk memeriksa Reska. "Baiklah karena kondisi pasien sudah baik besok boleh pulang."

"Terimakasih Dokter." Ucap Alby.

Setelah Dokter pergi Alesa keluar dari kamar mandi. "Kakak kenapa?" Ucap Reska melihat Alesa lemas.

"Kakak gk pa pa, ini pasti karena belum makan." Bohong Alesa.

Alby dan Reska makan ikan bakar yang Alesa bawa sedangkan Alesa makan buah. Alby mendapat telfon dia keluar tapi tak lama dia kembali lagi dengan membawa makan. "Ini aku pesan makanan." Alby keluar untuk mengambil pesanan.

"Terimakasih aku mau makan di luar, kalian lanjutin makan nya." Alesa langsung keluar hal itu membuat Alby dan Reska heran ada apa dengan Alesa?

Alesa duduk di taman karena hari sudah malam taman sepi hanya ada Alesa duduk merenung memikirkan semua nya, sibuk dengan fikiran nya sampai Alesa makan dengan sesekali tertawa sampai akhir nya Alesa menangis. Alby melihat Alesa makan dengan menangis dia tidak bisa membayangkan apa yang sedang Alesa rasakan hingga membuat dia menangis dan Alby merasa sakit saat Alesa menangis menahan suara nya dan berusaha untuk tetap tenang.

"Perempuan yang selama ini terlihat kuat dan selalu tertawa ternyata dia menyimpan rasa sakit." Ucap Alby.

Keesokan hari nya Reska sudah boleh pulang. "Dek kakak sama kak Alby langsung pulang ya." Ucap Alesa.

"Iya kak." Tak lupa Reska berterimakasih ke Alesa dan Alby.

Di perjalanan pulang Alesa tidur hal itu membuat Alby tersenyum setidak nya Alesa bisa istirahat sebentar sebelum kembali bekerja, setelah melihat Alesa menangis entah kenapa Alby ingin terus berada di samping Alesa.

Setelah menempuh perjalan selama tiga jam mereka akhir nya sampai di cafe. "Alesa bangun kita udah sampai."

Alesa merasa baru tidur sebentar tapi ternyata sudah sampai dan saat nya untuk kembali bekerja. "Terimakasih banyak Alby kamu udah bantu aku."

"Hm iya anggap aku teman kamu ya, jangan ragu untuk meminta tolong ke aku." Ucap Alby.

Alesa turun dari mobil dia masuk ke cafe melihat pesanan yang menumpuk Alesa dan Haikal menyiapkan pesanan.

"Tiga buah Cappucino." Alesa memberikan pesanan yang sudah siap ke pelayan.

Pak Manajer datang menghampiri Alesa dan Haikal. "Kalian berdua udah di kasih tau sama yang lain belum?"

Alesa dan Haikal saling pandang mereka berdua bingung. "Kasih tau apa Pak?"

"Selama satu minggu cafe tutup karena ada renovasi yang akan di lakukan, sebenar nya ini udah di sampaikan kemarin tapi karena kalian gk masuk jadi baru saya beri tau sekarang." Ucap Pak Manajer.

Bisa mendapat libur tentu hal yang menyenangkan. "Terimakasih Pak untuk informasi nya." Ucap Alesa.

Kedatangan Alby di cafe menarik perhatian pengujung cafe, duduk memperhatikan Alesa sedang bekerja dia memesan beberapa makanan dan tak lupa memesan kopi, hampir sepuluh menit Alby di cafe tapi Alesa belum menyadari ada Alby sampai Haikal memberitau dia ada laki laki yang memperhatikan Alesa terus.

"Alesa ada pengunjung laki laki dari tadi liatin kamu terus." Ucap Haikal.

Alesa melihat ke depan dia melihat Alby sedang memperhatikan nya hal itu membuat Alesa tersenyum. "Itu teman aku."

"Dari cara dia natap kamu, kayak nya dia suka sama kamu."

Alesa tidak percaya dengan apa yang di kata kan Haikal dia juga sadar diri Alby tampan dan berasal dari keluarga kaya sedangkan Alesa hanya perempuan biasa saja.

"Kita cuma teman." Ucap Alesa.

Alesa keluar dari cafe sudah saat nya untuk pulang ke kos melewati parkiran Alesa melihat Alby berdiri di samping mobil. Alesa kira Alby sudah pulang ternyata masih di parkiran dia menghampiri Alby.

"Alby kamu ngapain di sini?" Ucap Alesa.

Melihat kedatangan perempuan yang dia tunggu membuat Alby tersenyum. "Aku nunggu kamu."

"Emang ada apa kok nunggu aku?"

"Aku antar kamu pulang ya." Ucap Alby. Alesa akhir nya setuju dia fikir bisa menghemat ongkos.

"Makasih ya." Dari awal mengenal Alesa entah sudah berapa kali Alby mendengar Alesa berterimakasih.

Alby tidak langsung mengantar Alesa pulang dia mengajak Alesa jalan jalan ke Mall. "Alby kita ngapain di sini?" Bingung Alesa.

"Kita jalan jalan dulu ya."

Mereka berdua masuk ke Mall Alby mengajak Alesa membeli sepatu untuk bermain basket. "Aku nyari sepatu dulu ya buat pertandingan besok."

Alesa memperhatikan sepatu yang terlihat bagus dia melihat sepatu yang dia inginkan dari dulu, ada rasa ingin membeli sepatu tapi Alesa sadar jika dia membeli sepatu uang dia akan habis, karena Alby sudah mendapatkan sepatu keinginan nya dia menghampiri Alesa.

"Sepatu nya bagus ya." Ucap Alby.

"Dari dulu aku pengin beli sepatu ini."

"Terus kenapa gk beli?"

"Aku melihat sepatu ini bagus dan saat mau beli aku ingat adek aku, kalau aku beli sepatu ini sedangakan adekku tidak aku belikan aku merasa tidak enak ke dia. Karena uang aku gk cukup kalau beli buat aku sama dia akhir nya aku beli untuk adek aku."

Mendengar cerita Alesa membuat Alby ingin menangis lagi lagi Alesa mengalah. "Kenapa kamu selalu peduli dengan perasaan orang?"

"Aku juga tidak tau?"

Perasaan Alby sakit mendengar jawaban Alesa dari tatapan mata Alesa terlihat rasa sakit yang tidak bisa di ucapkan. "Kalau gitu kita beli aja sepatu nya biar aku yang bayar."

Alesa tersenyum tipis dia tidak ingin merepotkan orang lain. "Gk usah lagian aku udah gk pengin."

Alesa pergi dari toko sepatu Alby tau Alesa tidak ingin merepotkan dia. "Coba sekali aja kamu pedulikan perasaan kamu sendiri Alesa." Ucap Alby.

Setelah membeli sepatu Alby mengajak Alesa membeli es cream, dari tadi Alesa hanya berkeliling tanpa membeli apa apa Alby ingin membelikan Alesa sepatu dan tas, tapi saat akan membeli Alesa marah karena dia merasa hanya merepotkan Alby.

"Kita beli es cream aja ya biar aku traktir, anggap ini sebagai ucapan terimakasih karena udah mau nemenin aku jalan jalan." Ucap Alby dan diangguki Alesa.

Setelah membeli es cream mereka berdua duduk menikmati es cream yang mereka beli. "Es cream aku udah habis, aku mau kesana dulu ya."

"Iya jangan lama lama ya." Ucap Alesa.

Alby pergi membeli sayuran dan kebutuhan di dapur untuk Alesa, melihat belanjaan nya sudah banyak Alby fikir mungkin ini sudah cukup dia membawa ke kasir untuk membayar belanjaan nya. Duduk menunggu cukup lama Alesa kaget melihat Alby datang membawa banyak belanjaan.

"Kamu belanja untuk kebutuhan dapur di rumah kamu?" Tanya Alesa.

"Ini semua buat kamu." Ucap Alby.

Terpopuler

Comments

Max Goof

Max Goof

Masih belum update nih thor? Padahal aku sudah nggak sabar ingin tahu kelanjutan ceritanya.

2023-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!